Peluang Berlimpah, Persebaya Gagal Hindari Kekalahan dari PSM

oleh -123 Dilihat
oleh
Peluang Berlimpah, Persebaya Gagal Hindari Kekalahan dari PSM

Surabaya | Persebaya Surabaya menelan kekalahan 0-1 dari PSM Makassar dalam pertandingan pekan keenam BRI Super League 2026/2027. Bermain sebagai tim tamu di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Kamis (22/10), Bajul Ijo gagal membawa pulang poin meski memiliki sejumlah peluang. Hasil tersebut sekaligus menjadi kekalahan pertama Persebaya pada musim ini, setelah sebelumnya mampu melewati rangkaian laga tanpa kekalahan.

Gol tunggal yang menentukan hasil pertandingan tercipta pada menit ke-74. Bek Persebaya, Yuran Fernandes, mencatatkan gol bunuh diri yang membuat PSM unggul dan kemudian mempertahankan keunggulan itu hingga laga berakhir. Momen tersebut menjadi titik penting dalam pertandingan, sebab gol itu mengubah kedudukan ketika kedua tim masih berusaha mencari pembuka skor. Bagi tuan rumah, gol tersebut cukup untuk mengamankan kemenangan di hadapan pendukungnya sendiri.

Bagi Persebaya, hasil di Parepare terasa pahit karena kesempatan untuk mencetak gol tidak sepenuhnya tertutup. Tim tamu berupaya membangun serangan dan menciptakan peluang, tetapi tidak mampu mengonversinya menjadi gol penyeimbang. Kegagalan memaksimalkan kesempatan membuat Persebaya harus menerima hasil tanpa poin, sementara PSM berhasil menjaga keunggulan satu gol sampai peluit akhir. Selisih tipis itu memperlihatkan betapa menentukan satu momen dalam pertandingan yang berjalan ketat.

Kekalahan ini menjadi catatan baru dalam perjalanan Persebaya di awal kompetisi, sekaligus mengakhiri tren belum terkalahkan yang mereka jaga pada musim tersebut. Meski demikian, hasil satu pertandingan belum menggambarkan keseluruhan performa tim sepanjang musim. Persebaya masih memiliki kesempatan untuk merespons pada pertandingan berikutnya, dengan evaluasi pada penyelesaian akhir dan upaya mengurangi kesalahan yang berisiko memberi keuntungan kepada lawan. Sementara itu, kemenangan memberi PSM tambahan modal penting dalam persaingan liga. Pertemuan di Parepare pun dikenang lewat gol bunuh diri Yuran Fernandes, yang menjadi pembeda di tengah peluang Persebaya yang belum berbuah gol.

Harapan Persebaya untuk menyamakan kedudukan muncul pada masa tambahan waktu babak kedua. Agung Mannan melakukan pelanggaran terhadap Risto Mitrevski di dalam kotak penalti, dan wasit menunjuk titik putih. Keputusan itu memberi tim tamu peluang besar untuk menghindari kekalahan, setelah berjuang mengejar ketertinggalan sepanjang pertandingan. Tekanan pun beralih kepada Alex Martins, yang dipercaya menjadi eksekutor. Di tengah situasi menegangkan tersebut, satu gol saja dapat mengubah hasil laga dan membuka kemungkinan Persebaya membawa pulang setidaknya satu poin dari markas PSM.

Martins mengambil tendangan penalti pertama, tetapi kiper PSM, Muhammad Ardiansyah, berhasil membaca arah bola dan menepisnya. Para pemain Persebaya sempat kecewa karena peluang emas untuk menyamakan skor tidak berhasil dimanfaatkan. Namun, momen itu belum sepenuhnya berakhir. Wasit meminta tendangan diulang setelah menilai Ardiansyah bergerak meninggalkan garis gawang sebelum bola ditendang. Aturan tersebut memberi Martins kesempatan kedua, sekaligus menambah tekanan pada kedua tim. Persebaya kembali memiliki peluang yang jarang hadir pada menit-menit akhir, sementara Ardiansyah harus bersiap menghadapi eksekusi ulang.

Pada kesempatan kedua, Martins kembali berhadapan langsung dengan Ardiansyah. Eksekusinya lagi-lagi tidak menghasilkan gol, karena kiper PSM mampu menggagalkan tendangan tersebut. Dua kegagalan beruntun dari titik putih menjadi pukulan besar bagi Persebaya, terutama karena peluang itu datang ketika waktu pertandingan hampir habis. Tim tamu pun tidak mampu menyamakan kedudukan dan harus menerima hasil akhir tanpa membawa pulang poin. Rangkaian kejadian tersebut menjadi salah satu momen paling menentukan dalam laga: pelanggaran di kotak penalti sempat membuka jalan bagi Persebaya, tetapi ketangguhan Ardiansyah memastikan kesempatan itu tak berbuah gol. Bagi Martins dan rekan-rekannya, kesempatan kedua yang gagal mempertegas betapa tipis jarak peluang menyelamatkan hasil dan pulang dengan kekalahan. Sementara itu, keberhasilan Ardiansyah menahan kedua tendangan menjadi kontribusi penting bagi PSM dalam mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir dibunyikan.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menilai timnya tampil lebih baik dan menciptakan lebih banyak peluang dibandingkan PSM dalam pertandingan yang berakhir dengan kekalahan tersebut. Menurutnya, jumlah kesempatan yang diperoleh Persebaya menunjukkan bahwa tim mampu mengancam pertahanan lawan dan memiliki peluang untuk mendapatkan hasil berbeda. Namun, banyaknya peluang tidak otomatis berubah menjadi gol, sehingga Persebaya tetap harus menerima kekalahan. Tavares menyampaikan penilaiannya dengan merujuk pada sejumlah situasi konkret sepanjang laga, bukan hanya pada penguasaan permainan secara umum. Ia menyoroti bola yang membentur tiang, sundulan Yuran, serta tembakan Toni sebagai contoh kesempatan yang semestinya dapat dimaksimalkan menjadi gol.

Bola yang mengenai tiang menjadi salah satu momen yang paling menggambarkan tipisnya jarak peluang dan gol bagi Persebaya. Sundulan Yuran dan tembakan Toni juga disebut Tavares sebagai ancaman yang menunjukkan timnya mampu menciptakan situasi berbahaya. Meski demikian, kesempatan-kesempatan tersebut tidak menghasilkan gol untuk Persebaya. Dalam pertandingan dengan selisih hasil yang menentukan, kegagalan menuntaskan peluang dapat menjadi faktor penting, terutama ketika tim sudah berhasil membangun serangan dan menempatkan pemain dalam posisi menembak. Penilaian Tavares menegaskan bahwa Persebaya bukan tanpa upaya, tetapi efektivitas penyelesaian akhir belum sejalan dengan peluang yang berhasil diciptakan.

Tavares juga menekankan bahwa PSM tidak mencetak gol melalui tembakan yang mengarah ke gawang Persebaya. Menurut catatannya, satu-satunya tembakan tepat sasaran dalam pertandingan justru berasal dari pemain Persebaya sendiri dan berujung menjadi gol bunuh diri. Pernyataan itu memberi konteks pada jalannya laga: Persebaya mampu membatasi upaya langsung PSM ke arah gawang, tetapi tetap kebobolan melalui kesalahan yang berakhir dengan gol ke gawang sendiri. Meski statistik tembakan dapat menjadi bahan evaluasi, hasil akhir tetap ditentukan oleh gol yang tercipta. Bagi Tavares, pertandingan tersebut memperlihatkan kontras peluang Persebaya yang tidak terkonversi dan satu momen yang menghasilkan gol bagi PSM. Evaluasi berikutnya akan berpusat pada ketajaman di depan gawang serta upaya menjaga konsentrasi agar situasi serupa tidak kembali merugikan tim.Evaluasi Tavares setelah kekalahan dari PSM tidak hanya menyoroti banyaknya peluang yang berhasil dibangun Persebaya, tetapi juga mutu keputusan pada tahap akhir serangan. Menurutnya, sejumlah umpan silang belum cukup akurat untuk memberi rekan setim kesempatan terbaik di depan gawang. Bola yang dikirim ke area berbahaya tidak selalu menemukan sasaran, sehingga keunggulan jumlah pemain atau ruang yang tersedia gagal dimanfaatkan secara optimal. Hal serupa terlihat pada umpan terakhir: pilihan waktu dan arah umpan masih perlu dibenahi agar peluang dapat berujung pada situasi yang lebih jelas.

Catatan tersebut menjadi penting karena Persebaya mampu menciptakan kesempatan, namun belum efektif mengubahnya menjadi gol. Penyelesaian akhir yang kurang tenang dan kurang tepat membuat tekanan yang dibangun sepanjang pertandingan tidak menghasilkan imbalan yang sepadan. Bahkan, kesempatan melalui titik penalti pun tidak cukup untuk mengubah jalannya laga. Dalam sepak bola, dominasi atau banyaknya peluang tidak otomatis menjamin hasil positif; ketepatan pada sentuhan terakhir tetap menentukan. Karena itu, Tavares menekankan perlunya peningkatan kualitas umpan silang, akurasi umpan penentu, serta ketajaman para pemain saat berada di area lawan. Perbaikan pada aspek-aspek tersebut dibutuhkan agar peluang serupa pada pertandingan mendatang tidak kembali terbuang.

Evaluasi ini juga menjadi bekal penting sebelum Persebaya menjalani laga berikutnya. Tim perlu membawa respons yang tepat dari hasil melawan PSM, terutama dengan meningkatkan efektivitas serangan dan menjaga fokus ketika memperoleh kesempatan mencetak gol. Persaingan di klasemen masih memberi ruang untuk memperbaiki posisi, tetapi setiap poin kini bernilai penting.

Baca juga: Peluang Taisei Marukawa Masuk Timnas dan Persaingan di Lini Serang | Peluang Striker Islandia Jadi Sorotan Usai Kendala Naturalisasi Dean Zandbergen | Agenda Persib Setelah Kekalahan: Lima Pekan Penuh Tantangan di Dua Kompetisi