BNPB Kerahkan Dukungan Udara dari Kalimantan untuk Tangani Karhutla di Jawa Timur

oleh -113 Dilihat
oleh
BNPB Kerahkan Dukungan Udara dari Kalimantan untuk Tangani Karhutla di Jawa Timur

Malang | BNPB mengerahkan tambahan dukungan udara dari Kalimantan untuk membantu mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah kawasan gunung di Jawa Timur. Armada tersebut diarahkan untuk mendukung upaya pemadaman di Gunung Arjuno, Bromo, Semeru, Butak, hingga Ijen, yang menjadi lokasi perhatian dalam penanganan karhutla. Pengiriman sarana dari luar wilayah ini dimaksudkan agar operasi di lapangan memperoleh dukungan tambahan sesuai kebutuhan.

Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi menyampaikan bahwa dukungan tersebut mencakup helikopter serta pesawat yang akan digunakan untuk operasi modifikasi cuaca. Kehadiran helikopter dan pesawat menambah pilihan sarana udara dalam rangkaian penanganan, baik untuk menunjang upaya pemadaman maupun mendukung pelaksanaan operasi modifikasi cuaca. Penambahan armada ini melengkapi langkah yang sedang dilakukan untuk menangani kebakaran di berbagai kawasan gunung tersebut.

Menurut Kristomei, tambahan sarana diharapkan dapat mempercepat proses pemadaman. Penanganan yang lebih cepat penting agar titik api dapat dikendalikan dan tidak terus membara, sekaligus mengurangi risiko kebakaran meluas ke area lain. Dukungan udara dari Kalimantan diharapkan membantu memperkuat kerja penanganan karhutla di Jawa Timur, terutama pada lokasi yang masuk dalam sasaran operasi BNPB.

Pernyataan mengenai pengerahan armada udara dan harapan terhadap dampaknya itu disampaikan Kristomei melalui keterangan tertulis pada Jumat, 23 Oktober. BNPB menempatkan dukungan tersebut sebagai bagian dari upaya mempercepat respons terhadap karhutla di Gunung Arjuno, Bromo, Semeru, Butak, dan Ijen. Dengan adanya tambahan helikopter dan pesawat, upaya pemadaman serta operasi modifikasi cuaca diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan membantu mencegah api tetap bertahan atau menyebar lebih luas.

BNPB mengerahkan dukungan udara dari Kalimantan untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan di Jawa Timur. Bantuan tersebut mencakup satu helikopter water bombing yang diberangkatkan dari Kalimantan Selatan menuju Malang serta satu pesawat dari Kalimantan Barat yang disiapkan untuk mendukung operasi modifikasi cuaca. Kedua armada memiliki peran berbeda dalam upaya penanggulangan, sesuai kebutuhan di lapangan dan tujuan operasional masing-masing.

Helikopter water bombing membawa air untuk dijatuhkan langsung ke area yang terbakar atau titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Pengiriman helikopter dari Kalimantan Selatan ke Malang menambah dukungan bagi pemadaman dari udara. Keberadaan armada ini dapat membantu petugas merespons lokasi kebakaran yang aksesnya terbatas, sekaligus mendukung upaya darat dalam mengendalikan penyebaran api. Namun, informasi mengenai pengiriman ini merujuk pada satu helikopter yang diberangkatkan, bukan jumlah seluruh armada udara yang pernah beroperasi di Jawa Timur.

Sementara itu, pesawat dari Kalimantan Barat ditugaskan untuk operasi modifikasi cuaca. Kegiatan ini berbeda dari water bombing: pesawat menjalankan upaya rekayasa cuaca untuk membantu menciptakan kondisi yang mendukung penanganan karhutla, bukan menjatuhkan air secara langsung ke titik api. Pengiriman pesawat tersebut merupakan tambahan dukungan untuk operasi yang berlangsung, dan perlu dibedakan dari catatan penerbangan misi pemadaman yang telah dilakukan sebelumnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat pesawat water bombing telah diterbangkan sebanyak 462 kali untuk membantu memadamkan titik-titik api. Angka 462 kali itu menunjukkan jumlah penerbangan yang tercatat dalam kegiatan pemadaman, bukan jumlah helikopter atau pesawat yang baru dikirim dari Kalimantan. Dengan demikian, satu helikopter dari Kalimantan Selatan dan satu pesawat dari Kalimantan Barat merupakan informasi mengenai dukungan yang dikerahkan, sedangkan catatan 462 penerbangan menggambarkan aktivitas water bombing yang telah berlangsung. Pembedaan ini penting agar skala penambahan armada tidak tertukar dengan akumulasi misi udara. Secara keseluruhan, dukungan lintas wilayah tersebut menggabungkan pemadaman langsung dari udara dan upaya modifikasi cuaca, sementara operasi lapangan tetap memerlukan koordinasi dengan petugas serta pemantauan kondisi kebakaran.Selain dukungan udara yang dikerahkan untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan di Jawa Timur, operasi pemadaman juga didukung teknologi drone water spray berkapasitas 100 liter. Perangkat ini memiliki fungsi khusus dalam membantu menjangkau medan yang sulit, terutama kawasan dengan tebing curam dan bagian wilayah yang tidak mudah diakses oleh tim pemadam melalui jalur darat. Kehadirannya memperluas pilihan dukungan dalam operasi, tanpa menggantikan peran petugas maupun sarana pemadaman lainnya.

Dalam penanganan karhutla, kondisi medan dapat membatasi mobilitas personel dan peralatan. Jalur yang terjal atau tebing curam dapat menyulitkan tim darat untuk mendekati titik yang memerlukan penanganan. Pada situasi seperti itu, drone water spray dapat memberikan dukungan dari udara dengan membawa air dan menyemprotkannya ke area yang sulit dijangkau. Kapasitas 100 liter menjadi bagian dari kemampuan perangkat tersebut, sementara penggunaannya tetap mengikuti kebutuhan dan koordinasi dalam operasi pemadaman.

Teknologi ini ditempatkan sebagai pelengkap upaya pemadaman yang berlangsung. Tim di lapangan tetap menjalankan tugas sesuai kondisi dan akses yang tersedia, sedangkan dukungan drone membantu mengatasi keterbatasan jangkauan pada medan tertentu. Dengan demikian, pemanfaatan perangkat udara dapat mendukung kerja bersama unsur yang terlibat, terutama ketika akses darat tidak memungkinkan untuk menjangkau suatu kawasan secara mudah. Pendekatan ini menambah dukungan teknis tanpa mengubah prinsip bahwa penanganan kebakaran memerlukan koordinasi dan penyesuaian terhadap kondisi lapangan.

Penggunaan drone water spray juga menunjukkan pemanfaatan teknologi sebagai salah satu bagian dari respons terhadap karhutla. Fokus perannya bukan untuk menggambarkan hasil operasi tertentu, melainkan membantu menjangkau area yang sulit dicapai secara langsung oleh petugas dari darat. Dukungan tersebut melengkapi pengerahan sarana udara dan upaya pemadaman lain yang dilakukan dalam penanganan kebakaran di Jawa Timur. Dengan fungsi yang terbatas namun terarah, drone berkapasitas 100 liter menjadi salah satu perangkat pendukung untuk menghadapi tantangan akses di kawasan bertopografi sulit, termasuk wilayah bert tebing curam.

Selama masa siaga darurat, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tercatat melanda 26 kabupaten/kota di Jawa Timur. Dari seluruh wilayah tersebut, terjadi 184 kejadian dengan luas lahan terbakar mencapai 11.449 hektare. Angka ini menunjukkan bahwa penanganan perlu dilakukan secara serentak, sekaligus disesuaikan dengan kondisi dan tingkat risiko di masing-masing daerah. Sebaran kejadian yang luas juga menuntut koordinasi pemerintah daerah, petugas lapangan, dan unsur pendukung agar informasi mengenai titik api dapat segera ditindaklanjuti.

Perhatian khusus diperlukan karena 77,05 persen area terdampak berada di kawasan hutan konservasi. Dampaknya tidak hanya menyangkut luas lahan yang terbakar, tetapi juga perlindungan ekosistem dan kawasan hutan yang memiliki fungsi penting. Kebakaran di wilayah konservasi dapat mengancam habitat, vegetasi, serta keseimbangan lingkungan, sehingga upaya pemadaman perlu mempertimbangkan karakter medan dan kerentanan kawasan. Pengawasan setelah api dikendalikan juga dibutuhkan untuk mengantisipasi bara yang kembali menyala dan mencegah api meluas ke bagian hutan lainnya.

Kristomei turut menyoroti tantangan cuaca ekstrem yang dapat mempercepat penyebaran api dan menyulitkan operasi pemadaman. Kemunculan titik api secara bersamaan di sejumlah gunung menambah tekanan terhadap sumber daya di lapangan. Kondisi tersebut membuat petugas harus menentukan prioritas berdasarkan ancaman, akses menuju lokasi, dan potensi kebakaran berkembang. Dukungan dari udara menjadi penting untuk menjangkau daerah yang sulit dilalui, sementara operasi darat tetap diperlukan untuk memastikan api benar-benar dapat dikendalikan dan tidak kembali menyebar.

Tambahan helikopter water bombing diharapkan memperkuat upaya pemadaman dari udara, terutama pada lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Pesawat untuk modifikasi cuaca, penguatan operasi darat, serta peningkatan pengawasan juga diharapkan membantu menekan risiko meluasnya kebakaran.

Baca juga: Sebaran Hotspot Karhutla 23 Oktober 2026: Kalimantan Tengah Catat Angka Tertinggi | BNPB Catat 1.007 Kejadian Karhutla, Ribuan Hektare Masih Ditangani | Prabowo Tegaskan Komitmen Perkuat Dukungan Pesantren di Hari Santri Nasional 2026