Asetku Dorong Pemahaman Keuangan Digital Lewat Jakarta Financial Festival 2026

oleh -143 Dilihat
oleh
Asetku Dorong Pemahaman Keuangan Digital Lewat Jakarta Financial Festival 2026

Jakarta | Asetku berpartisipasi dalam Jakarta Financial Festival (JFF) 2026 bersama Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan literasi keuangan masyarakat. Keterlibatan tersebut menempatkan pemahaman keuangan digital sebagai salah satu perhatian dalam festival, khususnya agar masyarakat dapat mengenali layanan keuangan berbasis teknologi dan mempertimbangkan penggunaannya secara lebih bijak. Melalui partisipasi ini, Asetku turut mendukung ruang edukasi yang mempertemukan pelaku industri dengan masyarakat.

JFF 2026 berlangsung pada 23–24 Oktober 2026 di Blok M Square, Jakarta Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan, yang mendorong perluasan pemahaman serta akses masyarakat terhadap layanan keuangan. Dalam konteks perkembangan layanan digital, edukasi menjadi penting agar pengguna dapat memahami fungsi, manfaat, dan risiko produk yang tersedia. Kolaborasi perusahaan layanan keuangan dan asosiasi industri dalam festival ini turut memberi ruang bagi penyampaian informasi yang relevan kepada publik.

Asetku merupakan platform layanan pendanaan digital yang dioperasikan oleh PT Pintar Inovasi Digital (PID) dan merupakan bagian dari Akulaku Group. CEO Asetku, Kokko Cattaka, menyampaikan dukungan perusahaan terhadap penyelenggaraan JFF 2026 di Jakarta pada Sabtu. Dukungan tersebut sejalan dengan tujuan festival untuk mendorong literasi keuangan dan membantu masyarakat semakin memahami perkembangan layanan keuangan digital. Kehadiran Asetku bersama AFPI mencerminkan keterlibatan industri dalam agenda edukasi, sekaligus memperkuat perhatian terhadap penggunaan layanan pendanaan digital secara bertanggung jawab. Melalui momentum Bulan Inklusi Keuangan, festival ini menyediakan kesempatan untuk memperluas percakapan mengenai keuangan digital, meningkatkan pemahaman masyarakat, serta mendorong interaksi penyedia layanan dan calon pengguna. Partisipasi Asetku menegaskan bahwa literasi merupakan bagian penting dari perkembangan industri, agar pertumbuhan layanan digital dapat disertai pemahaman yang memadai di kalangan masyarakat luas.

Jakarta Financial Festival 2026 (JFF 2026) hadir sebagai kegiatan bertema “Kumpul Asik, Melek Finansial, Ekonomi Tumbuh”. Tema tersebut menggambarkan upaya menghadirkan pembelajaran keuangan dalam suasana yang terbuka dan mudah dijangkau, sekaligus menghubungkan pemahaman finansial dengan pertumbuhan ekonomi. Festival ini mempertemukan beragam pemangku kepentingan di sektor jasa keuangan dengan masyarakat. Melalui pertemuan tersebut, peserta dapat mengenal berbagai informasi dan perspektif mengenai layanan keuangan digital serta perannya dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kegiatan JFF 2026 mencakup talkshow, pengenalan produk dan layanan keuangan, serta aktivitas interaktif. Talkshow menjadi ruang untuk membahas topik keuangan bersama pihak-pihak yang berkaitan dengan sektor jasa keuangan. Sementara itu, pengenalan produk dan layanan memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk memperoleh gambaran mengenai pilihan yang tersedia. Aktivitas interaktif melengkapi pengalaman festival dengan pendekatan yang melibatkan peserta secara langsung. Bentuk kegiatan ini dirancang untuk mendorong keterlibatan dan membantu masyarakat mengakses informasi finansial dalam format yang beragam.

JFF 2026 ditujukan bagi masyarakat luas, dengan cakupan peserta yang meliputi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pelajar, generasi muda, serta komunitas masyarakat. Keberagaman sasaran tersebut mencerminkan bahwa pemahaman keuangan relevan bagi berbagai kelompok, baik dalam mengelola kebutuhan pribadi maupun mendukung aktivitas usaha. Bagi UMKM, informasi mengenai layanan keuangan dapat menjadi bekal untuk mengenali pilihan yang berhubungan dengan kegiatan bisnis. Pelajar dan generasi muda dapat memanfaatkan ruang pembelajaran untuk membangun pemahaman sejak dini, sedangkan komunitas dapat menjadi lingkungan berbagi informasi. Dengan mempertemukan kelompok-kelompok tersebut bersama pemangku kepentingan jasa keuangan, festival ini membuka ruang interaksi mengenai literasi finansial dan layanan digital. JFF 2026 dengan demikian menjadi wadah bersama untuk mengenal sektor jasa keuangan, memahami pilihan layanan, dan membangun percakapan yang dapat mendorong masyarakat semakin melek finansial.

Jakarta Financial Festival 2026 berfungsi sebagai ruang kolaborasi bagi regulator, lembaga keuangan, dan pelaku industri jasa keuangan untuk memperluas pemahaman serta pemanfaatan layanan keuangan. Pertemuan berbagai pihak dalam satu kegiatan membuka kesempatan untuk menyampaikan informasi, berdiskusi, dan mengenalkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi ini penting agar perkembangan layanan keuangan digital berjalan seiring dengan pemahaman pengguna mengenai manfaat, risiko, dan cara mengaksesnya secara bijak. Dengan menghadirkan beragam pemangku kepentingan, festival turut mendorong terciptanya ekosistem keuangan yang lebih terbuka dan inklusif, khususnya bagi warga DKI Jakarta yang memiliki latar belakang serta kebutuhan finansial beragam.

Penyelenggaraan festival juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Perumda Pasar Jaya. Dukungan tersebut membantu memperluas jangkauan kegiatan dan mendekatkan informasi keuangan kepada masyarakat di berbagai lingkungan. Kehadiran mitra dengan jejaring yang dekat dengan aktivitas sehari-hari warga dapat menjadi jembatan untuk mengenalkan layanan keuangan secara lebih mudah dijangkau. Karena itu, festival tidak hanya menjadi forum bagi industri, tetapi juga sarana untuk mendorong keterlibatan publik. Upaya memperluas akses perlu disertai komunikasi yang jelas, sehingga masyarakat dapat mengenali pilihan layanan yang tersedia dan mempertimbangkan kesesuaiannya dengan kebutuhan masing-masing.

Partisipasi Asetku bersama Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mencerminkan komitmen perusahaan untuk mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan literasi keuangan dan akses pendanaan. Fokus tersebut relevan bagi pelaku UMKM yang membutuhkan pemahaman mengenai pilihan pembiayaan untuk menunjang kegiatan usaha. Melalui keterlibatan dalam festival, Asetku dapat berkontribusi pada percakapan mengenai layanan pendanaan digital yang bertanggung jawab, sekaligus mendukung edukasi bagi masyarakat. Sinergi pemerintah, asosiasi, perusahaan, dan mitra lokal diharapkan membantu mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan informasi serta akses yang tepat. Dengan demikian, kolaborasi di Jakarta Financial Festival 2026 dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan membangun layanan keuangan yang inklusif dan bermanfaat bagi warga maupun pelaku usaha kecil.

Asetku menekankan bahwa keputusan menggunakan layanan keuangan digital sebaiknya berangkat dari pemahaman yang memadai, bukan semata-mata mengikuti tren atau kemudahan akses. Setiap calon pengguna perlu mengenali manfaat yang ditawarkan, memahami mekanisme layanan, serta mempertimbangkan risiko yang mungkin menyertai. Dengan bekal tersebut, masyarakat dapat menilai apakah suatu produk sesuai dengan tujuan finansial dan kondisi mereka. Pemahaman ini juga membantu pengguna membaca informasi secara cermat, termasuk ketentuan, biaya, kewajiban, dan konsekuensi yang berlaku sebelum menyetujui penggunaan layanan. Sikap teliti sejak awal penting agar keputusan finansial tidak dibuat secara terburu-buru, terutama ketika pilihan layanan digital semakin beragam dan mudah dijangkau.

Kokko Cattaka berpandangan bahwa literasi keuangan berperan penting dalam membantu masyarakat mengenali produk dan layanan yang tersedia. Pengetahuan yang baik memungkinkan seseorang membandingkan pilihan, memahami cara kerja suatu layanan, dan mengajukan pertanyaan yang relevan sebelum mengambil keputusan. Literasi juga mendorong masyarakat untuk menimbang manfaat terhadap risiko, serta memastikan bahwa pilihan yang diambil sejalan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing. Tidak semua produk cocok untuk setiap orang; kebutuhan, tujuan, kondisi keuangan, dan tingkat kenyamanan terhadap risiko dapat berbeda. Karena itu, keputusan yang bijak perlu didasarkan pada informasi yang jelas dan pertimbangan pribadi, bukan hanya pada promosi atau pengalaman orang lain. Dengan cara ini, penggunaan layanan dapat berlangsung secara lebih sadar dan terukur.

Melalui partisipasinya dalam Jakarta Financial Festival 2026, Asetku berharap dapat berkontribusi meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai layanan keuangan digital. Edukasi yang mudah dipahami dapat menjadi langkah awal agar pengguna mengenali fitur, mekanisme, manfaat, serta risiko sebelum memanfaatkan layanan. Harapan tersebut mencakup tumbuhnya kebiasaan menggunakan produk secara bijak, sesuai kebutuhan, dan dengan tanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil.

Baca juga: Pilihan Pemulihan Pelari Usai Berlaga di Jakarta Running Festival 2026 | Respons Pelari soal Cuaca Hari Pertama Jakarta Running Festival 2026 | Peringatan Panas di Jakarta Running Festival: Peserta Diminta Mengutamakan Kondisi Tubuh