Kota Sorong | Keluarga Letda Inf Jihad Ahmad Al Rasyid meminta Markas Besar TNI dan Komando Pasukan Khusus mengusut kematian perwira muda tersebut secara transparan. Jihad diduga tertembak saat bertugas di Solo, Jawa Tengah. Permintaan keluarga berpusat pada perlunya penjelasan yang jelas mengenai peristiwa yang merenggut nyawanya serta proses penanganannya oleh institusi terkait. Hingga ada keterangan resmi yang lebih lengkap, informasi mengenai kejadian itu perlu disampaikan secara cermat dan tidak melampaui fakta yang tersedia.
Bagi keluarga, pengusutan yang terbuka penting agar penyebab kematian Jihad dapat diketahui melalui proses yang dapat dipertanggungjawabkan. Mereka meminta Mabes TNI dan Kopassus memberikan perhatian terhadap perkara tersebut dan menjelaskan perkembangan penanganannya. Harapan itu juga mencakup kejelasan mengenai langkah-langkah pemeriksaan, tanpa mendahului hasil penyelidikan atau menyimpulkan hal-hal yang belum dipastikan. Keterangan resmi dari pihak berwenang dapat membantu menjawab pertanyaan keluarga sekaligus mencegah beredarnya informasi yang tidak terverifikasi.
Permintaan tersebut menempatkan transparansi sebagai hal utama dalam penanganan kasus. Keluarga menginginkan proses berjalan tuntas, dengan informasi yang disampaikan secara bertanggung jawab dan sesuai hasil pemeriksaan. Pengungkapan fakta sebaiknya dilakukan oleh pihak berwenang berdasarkan proses yang berlaku, sehingga setiap penjelasan memiliki dasar yang jelas. Pada saat yang sama, penghormatan terhadap keluarga dan almarhum perlu dijaga dalam penyampaian informasi kepada publik. Tidak ada rincian lain mengenai kronologi maupun keadaan penembakan yang dapat dipastikan dari keterangan yang tersedia. Karena itu, pemberitaan perlu membatasi diri pada informasi bahwa Jihad diduga tertembak saat bertugas di Solo dan keluarganya meminta Mabes TNI serta Kopassus mengusut kematiannya secara transparan. Perkembangan selanjutnya diharapkan disampaikan secara terbuka setelah ada keterangan resmi.
Perwakilan keluarga Letda Jihad, Lantoga Sapua, menyampaikan bahwa pihak keluarga masih membutuhkan penjelasan menyeluruh mengenai insiden yang merenggut nyawa Jihad di Solo. Hingga kini, informasi yang mereka terima belum cukup untuk memberikan gambaran utuh tentang apa yang terjadi. Keluarga berharap pihak terkait dapat menerangkan peristiwa tersebut secara terbuka, termasuk rangkaian kejadian sebelum dan sesudah Jihad meninggal dunia. Penjelasan yang lengkap dinilai penting agar keluarga memahami keadaan yang sebenarnya dan dapat memperoleh kejelasan atas kehilangan yang mereka alami.
Menurut Lantoga, sejauh ini keluarga baru menerima kabar awal bahwa terduga pelaku telah ditangani secara internal oleh kesatuan. Informasi tersebut belum disertai uraian terperinci tentang bentuk penanganan yang dilakukan maupun tahapan yang telah ditempuh. Karena itu, keluarga belum mengetahui secara pasti bagaimana proses internal tersebut berjalan, siapa saja pihak yang memeriksa, serta hasil sementara yang telah diperoleh. Keterangan terbatas itu belum menjawab pertanyaan keluarga mengenai penanganan perkara secara keseluruhan.
Keluarga juga menyatakan belum memperoleh rincian kronologi insiden yang dapat menjelaskan hubungan kejadian-kejadian di lokasi dan kematian Jihad. Selain itu, belum ada kepastian yang mereka terima mengenai status hukum terduga pelaku, termasuk apakah perkara telah atau akan diproses melalui jalur hukum di luar mekanisme internal kesatuan. Lantoga meminta agar kronologi dan status tersebut diterangkan dengan jelas, berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Keluarga menginginkan penjelasan mengenai langkah yang sudah dilakukan, proses lanjutan yang mungkin ditempuh, serta pihak berwenang yang menangani perkara. Permintaan itu disampaikan agar tidak muncul ruang bagi dugaan atau informasi yang simpang siur. Mereka menilai keterbukaan mengenai fakta dan proses penanganan merupakan bagian penting untuk memenuhi hak keluarga atas informasi. Dengan demikian, keluarga berharap keterangan dari pihak terkait tidak berhenti pada kabar bahwa terduga pelaku telah ditangani secara internal, tetapi mencakup jawaban atas pertanyaan yang belum terjawab. Mereka menunggu penjelasan menyeluruh sebelum dapat memahami perkembangan kasus yang menimpa Jihad.Keluarga Letda Jihad meminta agar penanganan perkara terkait kematiannya di Solo dilakukan secara transparan dan dapat dipantau dengan jelas. Permintaan tersebut mencakup keterbukaan mengenai tahapan yang ditempuh, pihak yang berwenang menangani perkara, serta perkembangan proses yang dapat disampaikan kepada keluarga dan publik. Bagi keluarga, kejelasan informasi penting agar setiap langkah penanganan dapat dipahami dan tidak menimbulkan pertanyaan yang berlarut-larut.
Keluarga juga menghendaki agar perkara diproses melalui peradilan militer sesuai jalur yang berlaku. Penyebutan jalur tersebut menunjukkan harapan keluarga mengenai forum penanganan perkara, bukan pernyataan bahwa proses telah mencapai tahap tertentu atau bahwa suatu keputusan sudah diambil. Rincian mengenai tahapan, jadwal, maupun hasil proses belum dapat disimpulkan dari permintaan keluarga yang disampaikan.
Selain meminta keterbukaan, keluarga menekankan perlunya pengusutan yang tuntas. Artinya, mereka berharap seluruh hal yang berkaitan dengan perkara diperiksa secara menyeluruh melalui mekanisme yang berwenang, dengan informasi yang disampaikan secara jelas sepanjang proses berlangsung. Permintaan ini tidak dengan sendirinya menetapkan penyebab kematian, pihak yang bertanggung jawab, atau kesimpulan hukum. Hal-hal tersebut perlu menunggu pemeriksaan dan proses resmi, tanpa mendahului hasilnya.
Dalam perkara yang melibatkan anggota militer, penjelasan mengenai proses peradilan dan perkembangan penanganan dapat membantu keluarga memahami bagaimana perkara bergerak dari satu tahap ke tahap berikutnya. Keterbukaan juga dapat mencegah beredarnya asumsi yang tidak didukung keterangan resmi. Karena itu, keluarga meminta agar informasi disampaikan secara bertanggung jawab, dengan tetap menghormati ketentuan dan kewenangan yang berlaku.
Permintaan keluarga pada dasarnya berpusat pada dua hal: proses melalui peradilan militer dan pengusutan yang terbuka serta tuntas. Mereka menginginkan penanganan yang jelas, dapat dipertanggungjawabkan, dan memberi ruang bagi keluarga untuk mengetahui perkembangan perkara. Sikap tersebut merupakan permintaan agar proses berjalan transparan; bukan bukti bahwa hasil penyelidikan, keputusan hukum, atau sikap resmi institusi tertentu telah ditetapkan.
Letda Inf Jihad Ahmad Al Rasyid, putra asal Raja Ampat, Papua Barat Daya, dimakamkan secara militer di Taman Makam Bahagia Kota Sorong pada Minggu, 25 Oktober 2026. Prosesi pemakaman tersebut menjadi penghormatan terakhir bagi perwira TNI itu sebelum jenazahnya dikebumikan di kota yang menjadi tempat keluarga dan kerabat mengantarkan kepergiannya. Upacara militer menandai pelepasan Jihad dengan tata penghormatan sesuai tradisi bagi prajurit.
Kedatangan jenazah Jihad di Sorong dikawal langsung oleh Dangrup 2 Kopassus Brigjen TNI Edwin Apria Candra. Pengawalan itu mengiringi perjalanan jenazah menuju tempat pemakaman dan menjadi bagian dari rangkaian penghormatan terhadap almarhum. Kehadiran pejabat militer dalam prosesi tersebut juga menunjukkan bahwa pemakaman dilaksanakan dengan melibatkan unsur kesatuan, sementara keluarga menyambut dan mengantar Jihad ke peristirahatan terakhirnya.
Jihad merupakan putra kedua Mayor Inf Triyana, Kapenrem 181/Pvt Sorong, dan Zainab Jelfoom, Sekretaris Dinas PM-PTSP Kota Sorong. Latar belakang keluarga tersebut membuat kepergian Jihad menjadi duka yang dirasakan bukan hanya oleh keluarga, tetapi juga lingkungan tempat orang tuanya bertugas. Namun, informasi mengenai prosesi ini berfokus pada pemakaman dan penghormatan terakhir, tanpa merinci hal-hal lain di luar rangkaian yang berlangsung di Sorong.
Dimakamkannya Jihad di Taman Makam Bahagia Kota Sorong mempertemukan keluarga, kerabat, serta pihak militer dalam suasana berkabung. Penghormatan secara militer menjadi penanda penghargaan atas statusnya sebagai anggota TNI, sedangkan lokasi pemakaman di Sorong menghubungkan prosesi tersebut dengan daerah asal keluarganya di Papua Barat Daya. Rangkaian pengantaran jenazah dan pemakaman pada hari itu menjadi momen terakhir bagi keluarga untuk melepas Jihad secara langsung. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi orang-orang terdekatnya, yang mengiringi prosesi dengan penghormatan dan doa.
Baca juga: Jenazah Letda Inf Jihad Ahmad Al-Rasyid Tiba di Sorong, Keluarga Pertanyakan Penyebab Kematian | Letda Jihad Ahmad Al-Rasyid Gugur Akibat Dugaan Penembakan di Solo, Keluarga Berharap Kasus Terungkap | Keluarga Letda Jihad Ahmad Al Rasyid Desak Kejelasan Kasus Penembakan



































