Sekolah Rakyat Genap Setahun: Lebih dari 44 Ribu Siswa dan Perluasan Fasilitas

oleh -145 Dilihat
oleh
Sekolah Rakyat Genap Setahun: Lebih dari 44 Ribu Siswa dan Perluasan Fasilitas

Makassar | Lebih dari 44 ribu anak dari keluarga kurang mampu telah mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat sejak program tersebut berjalan selama setahun. Capaian ini menunjukkan bahwa program pendidikan itu telah menjangkau puluhan ribu peserta didik, sekaligus menjadi penanda perkembangan layanan bagi anak-anak yang menghadapi keterbatasan akses pendidikan. Pemerintah menargetkan jumlah siswa yang belajar segera melampaui 45 ribu, namun angka tersebut merupakan target berikutnya, bukan jumlah yang sudah tercatat mengikuti pembelajaran.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyampaikan perkembangan tersebut dalam perayaan satu tahun Sekolah Rakyat. Acara itu berlangsung bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda di GOR Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Rabu, 28 Oktober 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia menyebut lebih dari 44 ribu siswa telah belajar melalui program ini dan jumlah peserta diharapkan segera menembus angka 45 ribu.

Perbedaan jumlah peserta saat ini dan sasaran yang hendak dicapai penting dicermati. Lebih dari 44 ribu merujuk pada anak yang telah mengikuti kegiatan pembelajaran, sedangkan 45 ribu merupakan target alokasi siswa. Dengan demikian, target itu menggambarkan kapasitas atau sasaran penerimaan yang ingin dicapai, bukan bukti bahwa seluruh kuota telah terisi atau semua calon siswa sudah mulai belajar.

Angka tersebut memberi gambaran tentang skala pelaksanaan Sekolah Rakyat setelah memasuki tahun kedua. Bagi keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi, tersedianya jalur pendidikan yang dapat diakses menjadi salah satu aspek penting dalam membuka kesempatan belajar bagi anak. Namun, besarnya jumlah peserta juga perlu dibaca bersama kesiapan fasilitas, tenaga pendidik, dan dukungan pembelajaran agar layanan yang diberikan dapat menjangkau siswa secara memadai.

Momentum perayaan di Makassar sekaligus menjadi kesempatan untuk menyampaikan capaian program kepada publik. Pernyataan Gus Ipul menegaskan bahwa jumlah siswa telah melewati 44 ribu dan pemerintah berharap dapat segera mencapai sasaran 45 ribu. Pemisahan yang jelas realisasi pembelajaran dan target alokasi membantu pembaca memahami perkembangan Sekolah Rakyat secara tepat, tanpa menganggap sasaran yang direncanakan sebagai capaian yang sudah terealisasi.

Sekolah Rakyat menyasar anak-anak yang belum memperoleh akses pendidikan yang layak. Menurut Gus Ipul, kondisi mereka beragam dan sebagian menghadapi hambatan yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan menyediakan ruang kelas. Ada anak yang hingga usia remaja belum pernah bersekolah. Ada pula yang pernah mengenyam pendidikan, tetapi kemudian putus sekolah dan bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Dalam keterangannya, Gus Ipul menyebut sejumlah pekerjaan yang dijalani sebagian anak tersebut, lain mengamen, menjadi pembantu, atau menjadi kuli. Situasi itu menunjukkan bahwa keterlambatan atau terhentinya pendidikan berkaitan erat dengan keadaan hidup yang mereka hadapi. Karena itu, pendampingan perlu melihat kondisi awal setiap siswa, termasuk pengalaman mereka sebelum mengikuti program, bukan sekadar menempatkan mereka dalam kegiatan belajar dengan perlakuan yang sama.

Dukungan yang diberikan juga tidak terbatas pada pembelajaran. Sebagian siswa membutuhkan pemulihan dan rehabilitasi, penanganan kesehatan, serta penyetaraan sebelum dapat bergabung dalam kegiatan belajar. Tahapan tersebut membantu memastikan kebutuhan mendasar mereka ditangani dan kesiapan belajar dapat dibangun sesuai kondisi masing-masing. Dengan demikian, proses pendampingan dapat berlangsung bertahap, sehingga anak tidak dipaksa mengikuti pembelajaran sebelum kebutuhan pemulihan atau penanganan lain terpenuhi.

Gambaran kebutuhan itu terlihat dari alokasi 45 ribu siswa pada tahun ini. Lebih dari seribu siswa masih menjalani rehabilitasi di sentra Kementerian Sosial, sementara lebih dari 44 ribu lainnya telah mengikuti pembelajaran. Angka tersebut memperlihatkan bahwa para penerima program berada pada tahapan yang berbeda: sebagian sudah belajar, sedangkan sebagian masih membutuhkan layanan pendukung sebelum masuk ke kegiatan pendidikan.

Pendekatan yang menyesuaikan kondisi awal menjadi bagian penting agar akses pendidikan dapat dijangkau oleh anak-anak dengan latar belakang yang beragam. Bagi siswa yang pernah kehilangan kesempatan belajar, dukungan bertahap dapat menjadi jembatan menuju pembelajaran. Sementara itu, layanan pemulihan, kesehatan, rehabilitasi, dan penyetaraan memberi ruang bagi mereka yang belum siap untuk memulai kegiatan belajar. Dengan mengenali kebutuhan tiap anak, Sekolah Rakyat berupaya mendampingi mereka secara lebih sesuai, sekaligus membuka peluang agar pendidikan kembali menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Setelah satu tahun pendampingan, perkembangan siswa Sekolah Rakyat terlihat tidak hanya dari kegiatan belajar, tetapi juga dari perubahan sikap dan kondisi kesehatan. Gus Ipul menyampaikan bahwa banyak siswa kini lebih percaya diri ketika berbicara tentang masa depan. Mereka mulai berani menyampaikan cita-cita, mengikuti kegiatan bersama, serta melihat peluang untuk melanjutkan pendidikan dan meraih kehidupan yang lebih baik. Perubahan tersebut menjadi salah satu tanda bahwa pendampingan yang konsisten dapat membantu anak membangun harapan dan keyakinan terhadap kemampuan dirinya.

Perhatian terhadap kesehatan juga menunjukkan hasil yang menggembirakan. Pemeriksaan dan pendampingan membantu mengidentifikasi persoalan yang sebelumnya mungkin belum tertangani, termasuk gangguan kesehatan gigi dan anemia. Dengan masalah yang diketahui lebih awal, siswa dapat memperoleh perhatian atau tindak lanjut yang diperlukan. Kondisi tubuh yang lebih baik mendukung mereka untuk menjalani pembelajaran dan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman. Perbaikan ini sekaligus mengingatkan bahwa layanan pendidikan perlu berjalan seiring dengan perhatian terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak.

Dampak pendampingan turut dirasakan oleh keluarga. Orang tua disebut menjadi lebih bersemangat dalam mendampingi anak, baik untuk mengikuti proses pendidikan maupun membangun kebiasaan yang mendukung perkembangan mereka. Keterlibatan keluarga merupakan bagian penting dari lingkungan belajar, karena dukungan di rumah dapat memperkuat dorongan yang diterima siswa di sekolah. Hubungan yang semakin erat anak, orang tua, dan pendamping diharapkan membantu perubahan positif tersebut bertahan dan berkembang.

Di sisi sarana, pemerintah tengah membangun gedung permanen Sekolah Rakyat di 100 titik. Hingga 28 Oktober 2026, sebanyak 93 titik sudah dapat dioperasikan, sementara pembangunan dan persiapan di lokasi lainnya masih berlangsung. Pengembangan fasilitas secara bertahap ini ditujukan untuk menyediakan ruang belajar yang lebih memadai dan mendukung kegiatan sekolah dalam jangka panjang. Karena itu, proses pembangunan tidak berhenti pada penyelesaian fisik, tetapi juga mencakup kesiapan agar lokasi dapat digunakan untuk kegiatan pendidikan.

Kecepatan pekerjaan berbeda-beda antardaerah. Pengiriman logistik dan bahan bangunan menuju sejumlah lokasi memerlukan waktu lebih panjang, terutama untuk wilayah di luar Jawa. Jarak, akses transportasi, dan proses distribusi menjadi faktor yang perlu diperhitungkan dalam pelaksanaan. Pemerintah melanjutkan pekerjaan secara bertahap sembari mempersiapkan titik yang belum beroperasi. Dengan demikian, capaian 93 lokasi menjadi kemajuan penting, sedangkan lokasi lainnya tetap berada dalam proses pembangunan dan penyiapan.

Kelanjutan pembangunan Sekolah Rakyat direncanakan pada 2027 dengan target penambahan 100 titik. Rencana ini memperluas jangkauan program setelah sekolah-sekolah yang telah berjalan melayani siswa di berbagai daerah. Penambahan lokasi tersebut ditujukan untuk memperkuat ketersediaan fasilitas pendidikan, terutama bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan dukungan. Perluasan tidak hanya menyangkut jumlah titik, tetapi juga pembangunan gedung permanen yang dapat digunakan untuk kegiatan belajar secara berkelanjutan. Dengan fasilitas yang lebih memadai, layanan pendidikan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak siswa di kabupaten dan kota. Pelaksanaan pembangunan tetap menjadi bagian dari tahapan pengembangan program menuju sasaran yang telah disampaikan pemerintah.

Presiden Prabowo Subianto menetapkan sasaran agar setiap kabupaten dan kota memiliki sedikitnya satu gedung permanen Sekolah Rakyat.

Baca juga: Sekolah Lansia Fatmawati Padukan Pemeriksaan Kesehatan, Pembelajaran, dan Musik Angklung | Sekolah di Jakarta Tetap Beraktivitas Saat BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI