Pasar Dalam Negeri Jadi Tumpuan Industri Otomotif, Sulawesi Selatan Punya Potensi Besar

oleh -461 Dilihat
oleh
Pasar Dalam Negeri Jadi Tumpuan Industri Otomotif, Sulawesi Selatan Punya Potensi Besar

Kota Makassar | Pasar dalam negeri masih menjadi penopang utama industri otomotif Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, dalam konteks pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Makassar 2026 di Makassar, yang berlangsung pada Rabu. Penegasan itu menempatkan konsumen domestik sebagai unsur penting bagi keberlanjutan produksi dan aktivitas usaha otomotif nasional.

Besarnya peran pasar lokal menunjukkan bahwa permintaan masyarakat Indonesia menjadi salah satu dasar bagi industri untuk menjaga kegiatan produksi, penjualan, dan pengembangan produk. Ketika kebutuhan konsumen di dalam negeri tetap menjadi tumpuan, pelaku industri memiliki alasan untuk terus memperhatikan pilihan kendaraan, daya beli, serta perubahan preferensi masyarakat. Hubungan kebutuhan konsumen dan kegiatan industri juga melibatkan berbagai mata rantai, mulai dari perusahaan perakitan hingga pemasok komponen dan jaringan distribusi.

GIIAS Makassar menjadi ruang bagi industri untuk memperkenalkan produk dan berinteraksi langsung dengan masyarakat di kawasan timur Indonesia. Penyelenggaraan pameran di Makassar turut menghadirkan perhatian terhadap potensi pasar regional, termasuk Sulawesi Selatan. Kehadiran berbagai pelaku otomotif dalam pameran dapat memperluas informasi mengenai pilihan kendaraan sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal perkembangan teknologi dan layanan di sektor tersebut.

Dalam kerangka yang disampaikan Setia Diarta, kuatnya pasar domestik tidak hanya berkaitan dengan jumlah kendaraan yang dipasarkan. Pasar yang aktif dapat mendukung kesinambungan kegiatan industri dan mendorong pelaku usaha memahami kebutuhan konsumen dengan lebih baik. Karena itu, upaya menjaga daya tarik produk, kualitas, serta kemudahan akses menjadi bagian yang relevan bagi industri dalam merespons permintaan masyarakat.

Pernyataan tersebut juga memberi konteks bagi penyelenggaraan pameran otomotif di luar pusat pasar yang selama ini lebih dikenal. Makassar berperan sebagai titik temu pelaku industri dan konsumen setempat, sekaligus memperlihatkan bahwa pertumbuhan otomotif nasional bertumpu pada jangkauan pasar yang luas. Dengan pasar domestik sebagai penopang utama, keterlibatan daerah dan pemahaman atas potensi konsumennya menjadi perhatian penting bagi perkembangan industri otomotif Indonesia.

Data penjualan kendaraan pada 2026 menempatkan Sulawesi Selatan di peringkat ketujuh secara nasional. Dengan pangsa pasar sekitar 4 persen, provinsi ini tercatat sebagai salah satu wilayah dengan kontribusi besar terhadap permintaan otomotif di Indonesia. Posisi tersebut memberi gambaran mengenai besarnya aktivitas pasar kendaraan di Sulawesi Selatan, sekaligus menunjukkan bahwa perhatian industri tidak hanya tertuju pada provinsi-provinsi di Pulau Jawa. Angka pangsa pasar ini menjadi ukuran yang relevan untuk membaca posisi daerah dalam pasar nasional, meski tidak dengan sendirinya menjelaskan seluruh faktor yang memengaruhi penjualan, jenis kendaraan yang paling diminati, atau perkembangan setiap segmen.

Setia menilai capaian tersebut menunjukkan potensi Sulawesi Selatan bagi industri otomotif. Penilaian itu juga mencakup kawasan timur Indonesia, yang dinilai memiliki peluang sebagai pasar kendaraan. Peringkat ketujuh dan pangsa pasar sekitar 4 persen menjadi dasar yang disebut untuk menggambarkan posisi Sulawesi Selatan. Angka ini memperlihatkan adanya bagian permintaan nasional yang berasal dari provinsi tersebut, meskipun besarnya pangsa pasar tidak dapat dipakai untuk menyimpulkan bahwa seluruh kawasan timur memiliki karakteristik pasar yang sama. Dengan demikian, pernyataan Setia menempatkan data penjualan sebagai petunjuk potensi, bukan sebagai uraian lengkap mengenai kondisi seluruh wilayah.

Bagi pelaku industri, posisi Sulawesi Selatan dalam peringkat nasional menegaskan bahwa pasar di luar pusat otomotif utama patut diperhitungkan. Data yang tersedia memberi konteks tentang skala pasar provinsi ini dan menjadi salah satu dasar untuk melihat peluang di kawasan timur. Namun, angka 4 persen tersebut tetap perlu dibaca sesuai cakupannya: sebagai pangsa pasar Sulawesi Selatan dalam data penjualan kendaraan 2026 yang dirujuk. Informasi itu tidak menyebut rincian merek, model, kategori kendaraan, maupun perubahan penjualan dari tahun ke tahun. Karena itu, kesimpulan yang dapat ditarik secara terbatas adalah bahwa Sulawesi Selatan berada di pasar kendaraan terbesar secara nasional dan, menurut Setia, memiliki potensi yang layak diperhatikan bersama kawasan timur Indonesia.

Kinerja industri otomotif nasional sepanjang Januari–September 2026 menunjukkan penguatan pada penjualan domestik maupun ekspor. Setia menyampaikan bahwa penjualan wholesales mencapai sekitar 679 ribu unit, tumbuh 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menggambarkan peningkatan distribusi kendaraan dari pabrikan kepada jaringan penjualan, sekaligus menjadi salah satu indikator penting aktivitas pasar otomotif di dalam negeri.

Pertumbuhan juga tercatat pada penjualan retail, yakni kendaraan yang dibeli konsumen melalui dealer. Selama sembilan bulan pertama 2026, penjualan retail meningkat 15,4 persen. Kenaikan pada kedua jenis penjualan tersebut memperlihatkan bahwa permintaan tidak hanya tercermin pada pengiriman kendaraan ke dealer, tetapi juga pada transaksi yang sampai kepada pengguna akhir. Perbedaan ukuran ini penting diperhatikan ketika membaca perkembangan pasar, sebab wholesales dan retail menggambarkan tahapan penjualan yang berlainan.

Di sisi perdagangan luar negeri, ekspor kendaraan utuh atau completely built up (CBU) mencapai 371 ribu unit pada Januari–September 2026. Capaian itu naik 2,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, ekspor kendaraan terurai atau completely knocked down (CKD) tumbuh sekitar 24,5 persen. Kedua angka tersebut menunjukkan bahwa kontribusi industri otomotif nasional terhadap ekspor berlangsung melalui lebih dari satu bentuk produk: kendaraan yang telah dirakit penuh dan kendaraan yang dikirim dalam bentuk komponen untuk dirakit di negara tujuan.

Data penjualan dan ekspor ini memberi gambaran tentang ruang pertumbuhan yang tetap terbuka bagi industri. Kenaikan wholesales dan retail mengindikasikan dinamika pasar domestik yang positif, sedangkan pertumbuhan ekspor CBU dan CKD menunjukkan aktivitas di pasar internasional. Namun, angka-angka tersebut perlu dibaca sesuai cakupan serta periode perbandingannya. Wholesales dan retail merupakan ukuran berbeda, demikian pula ekspor kendaraan utuh dan kendaraan terurai. Pemahaman yang tepat atas indikator-indikator ini dapat membantu melihat bagaimana pasar dalam negeri dan perdagangan luar negeri bersama-sama menopang kinerja otomotif nasional.

Besarnya potensi pasar otomotif di Sulawesi Selatan perlu diikuti penguatan industri pendukung agar pertumbuhan penjualan memberi manfaat lebih luas bagi perekonomian daerah. Permintaan kendaraan yang meningkat tidak cukup ditopang oleh ketersediaan produk semata. Konsumen juga membutuhkan akses yang mudah terhadap informasi, pembelian, perawatan, dan perbaikan kendaraan. Karena itu, pengembangan pasar perlu berjalan seiring dengan pembangunan ekosistem otomotif yang terhubung, mulai dari produsen dan jaringan distribusi hingga penyedia jasa serta pemasok komponen. Pendekatan tersebut dapat membantu menciptakan nilai tambah lokal dan menjaga agar pertumbuhan industri berlangsung secara berkelanjutan.

Setia menilai sejumlah aspek perlu diperkuat, termasuk perluasan jaringan penjualan ke berbagai wilayah, sehingga masyarakat di luar pusat kota dapat menjangkau produk dan layanan dengan lebih baik. Ketersediaan layanan purnajual yang andal juga penting untuk membangun kepercayaan konsumen, memastikan perawatan kendaraan tepat waktu, serta mendukung keselamatan dan kenyamanan berkendara. Di sisi lain, pelatihan teknisi perlu diperluas agar tenaga kerja daerah memiliki keterampilan sesuai perkembangan teknologi kendaraan. Penguatan kompetensi ini mencakup kemampuan diagnosis, pemeliharaan, dan perbaikan, sekaligus membuka peluang kerja yang lebih berkualitas. Industri kecil dan menengah pun dapat dilibatkan dalam rantai pasok melalui pengembangan kemampuan produksi dan pemenuhan standar komponen kendaraan.

Pelibatan IKM berpotensi memperluas kesempatan usaha, meningkatkan kapasitas pelaku lokal, serta memperkuat kemandirian industri nasional.

Baca juga: Lonjakan Kendaraan Listrik Mengubah Arah Pasar Otomotif Indonesia | Bea Keluar Emas Dinilai Penting untuk Menjaga Pasokan Industri Perhiasan | Kemitraan ITB–Danantara Arahkan Riset Kampus ke Teknologi Industri