Aksi Penyelamatan Bocah Saat Kebakaran Rumah Makan di Rawamangun

oleh -113 Dilihat
oleh
Aksi Penyelamatan Bocah Saat Kebakaran Rumah Makan di Rawamangun

PADANG, SUMATERA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Aksi penyelamatan seorang wanita saat kebakaran melanda sebuah rumah makan di Rawamangun menjadi perhatian setelah videonya beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang anak berada di lantai dua bangunan yang terbakar. Asap dan kobaran api tampak mengancam area rumah makan, sehingga diperlukan tindakan cepat untuk memindahkan bocah itu ke tempat yang lebih aman.

Seorang wanita yang mengenakan hijab hitam kemudian mengambil langkah berani. Ia melompat dari lantai dua rumah makan menuju atap bangunan di sebelahnya. Atap tersebut memiliki bagian depan dengan tulisan “Mie Baso Kocok Bandung”, yang terlihat jelas dalam video. Meski situasinya berbahaya, wanita itu berusaha menjaga keseimbangan setelah berhasil mencapai atap bangunan tersebut.

Setelah berada di atas atap, wanita itu segera mengarahkan perhatian kepada bocah yang hendak diselamatkan. Ia mengangkat kedua lengannya untuk meraih anak tersebut. Gerakan itu dilakukan dengan hati-hati, sementara warga di sekitar lokasi tampak memantau proses penyelamatan. Bocah itu kemudian berhasil dipindahkan dari area lantai dua yang terbakar menuju atap bangunan di sebelahnya.

Setelah memastikan anak tersebut berada di tempat yang lebih aman, wanita itu turun dari atap dengan menginjak pagar. Aksi tersebut menunjukkan keberanian dan kepedulian dalam menghadapi keadaan darurat. Rekaman penyelamatan ini memperlihatkan bagaimana keputusan yang cepat dapat membantu menyelamatkan nyawa, terutama ketika akses menuju bangunan yang terbakar menjadi sulit akibat api dan asap.

Setelah mengangkat bocah yang mengenakan kaus biru, wanita tersebut segera mengarahkannya ke sisi bangunan sebelah. Bocah itu kemudian diserahkan kepada seorang pria yang telah menunggu di bangunan tersebut. Penyerahan ini menjadi tahap berikutnya dalam proses penyelamatan, karena anak perlu dipindahkan dari posisi semula menuju tempat yang lebih aman. Gerakan wanita itu berlangsung dengan tujuan memastikan bocah dapat diterima oleh orang yang berada di sisi bangunan sebelah.

Pria yang menunggu berada di atas pagar. Ia merentangkan kedua tangannya untuk menerima bocah yang diserahkan kepadanya. Posisi tersebut menunjukkan kesiapan pria itu dalam melanjutkan proses pemindahan setelah wanita berhasil mengangkat anak. Dengan kedua tangan terbuka, ia menunggu sampai bocah berada dalam jangkauan yang memungkinkan untuk diterima dan dipindahkan ke sisi bangunan sebelah.

Wanita tersebut kemudian menyerahkan bocah itu kepada pria yang berada di atas pagar. Proses ini dilakukan secara berurutan, dimulai dari pengangkatan anak, dilanjutkan dengan penyerahan, lalu penerimaan oleh pria yang telah menunggu. Peran keduanya saling melengkapi dalam satu rangkaian tindakan. Wanita mengangkat dan mengarahkan bocah, sedangkan pria bersiap menerima serta melanjutkan pemindahannya.

Bantuan dari kedua orang tersebut membuat bocah berhasil dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Wanita yang mengangkatnya dan pria yang menerima dari atas pagar sama-sama berperan dalam memastikan perpindahan itu dapat dilakukan. Setelah bocah diterima di bangunan sebelah, proses penyelamatan pada tahap tersebut berhasil mengantarkannya menjauh dari posisi sebelumnya menuju area yang lebih aman.

Kebakaran terjadi pada Jumat pagi, 9 Oktober 2026, di sebuah rumah makan Padang yang berada di Jalan Pegambiran Nomor 45B, RT 013/RW 008, Kelurahan Rawamangun, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Peristiwa tersebut menarik perhatian warga sekitar karena asap dan kobaran api terlihat dari bangunan rumah makan. Petugas pemadam kebakaran kemudian menerima laporan dan bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Berdasarkan keterangan Command Center Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) DKI Jakarta, api diduga bermula dari kebocoran tabung gas. Saat itu, seorang pekerja sedang hendak mengganti tabung gas yang digunakan untuk kegiatan memasak. Kebocoran tersebut diduga memicu munculnya api di area dapur yang berada di lantai tiga bangunan rumah makan.

Api yang semula muncul di sekitar tabung gas dengan cepat membesar dan membakar bagian dapur. Pekerja di lokasi sempat berupaya melakukan pemadaman menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, usaha tersebut belum berhasil mengendalikan kobaran api. Besarnya api membuat situasi semakin berbahaya, sementara asap mulai memenuhi area bangunan.

Dalam kejadian itu, pekerja yang berada di sekitar sumber api mengalami luka bakar. Setelah dievakuasi dari lokasi, korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis. Petugas damkar selanjutnya berupaya melokalisasi api agar tidak merambat ke bagian lain bangunan maupun rumah dan tempat usaha di sekitarnya. Kronologi awal tersebut menjadi dasar bagi petugas untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai penyebab kebakaran dan memastikan kondisi keselamatan penghuni serta warga sekitar.

Penanganan kebakaran rumah makan di Rawamangun dilakukan secara cepat oleh petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur. Berdasarkan laporan yang diterima, informasi mengenai kebakaran masuk pada pukul 07.35 WIB. Setelah menerima laporan tersebut, petugas segera bergerak menuju lokasi untuk memastikan keselamatan warga, mencegah api meluas, serta mengendalikan titik kebakaran.

Petugas tiba di lokasi sekitar enam menit setelah laporan diterima. Operasi pemadaman mulai dilakukan pada pukul 07.42 WIB. Untuk menangani kobaran api, sebanyak 11 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan dengan dukungan 40 personel. Pengerahan armada dan personel dalam jumlah tersebut dilakukan untuk mempercepat proses pemadaman, mengamankan area sekitar, serta mengantisipasi kemungkinan api menjalar ke bangunan lain.

Dalam pelaksanaan operasi, petugas terlebih dahulu berupaya melokalisasi api agar tidak menyebar. Upaya tersebut membuahkan hasil pada pukul 07.55 WIB, ketika api berhasil dilokalisasi. Tahap ini menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran karena dapat membatasi area terdampak dan memberikan ruang bagi petugas untuk memadamkan sisa kobaran secara lebih terarah.

Setelah api berhasil dilokalisasi, petugas melanjutkan proses pendinginan pada pukul 07.58 WIB. Pendinginan dilakukan untuk menurunkan suhu di lokasi serta memastikan tidak terdapat bara atau titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali. Seluruh rangkaian operasi pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 08.11 WIB. Dengan selesainya proses tersebut, kebakaran di rumah makan itu berhasil dipadamkan setelah petugas memastikan kondisi lokasi berada dalam keadaan aman dan terkendali.