PADANG, SUMATERA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Kebakaran melanda sebuah rumah makan Padang di Jalan Pegambiran Nomor 45B, Rawamangun, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, pada Jumat pagi, 9 Oktober 2026. Api muncul di bagian dapur yang berada di lantai tiga bangunan. Peristiwa tersebut menyebabkan empat pekerja mengalami luka bakar ketika berusaha menangani api yang muncul di area tersebut.
Keempat pekerja yang menjadi korban dalam kejadian itu adalah Tya, Agung, Yusuf, dan Dede. Identitas mereka disampaikan oleh Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur, Abdul Wahid. Keterangan tersebut menjadi informasi awal mengenai jumlah serta identitas pekerja yang terdampak dalam kebakaran di rumah makan itu.
Seluruh korban telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Langkah tersebut dilakukan setelah mereka mengalami luka bakar saat berupaya menangani kebakaran di dapur lantai tiga. Hingga informasi yang tersedia, belum terdapat keterangan tambahan mengenai kondisi kesehatan, tingkat luka, maupun rumah sakit tempat para korban menjalani perawatan.
Kebakaran di rumah makan kawasan Rawamangun itu menjadi perhatian karena melibatkan pekerja yang berada di dalam bangunan ketika api muncul. Penanganan terhadap para korban dilakukan setelah kejadian berlangsung, sementara informasi mengenai peristiwa tersebut disampaikan oleh pihak Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur. Rangkaian kejadian yang diketahui sejauh ini mencakup munculnya api di dapur, upaya para pekerja menangani keadaan tersebut, serta evakuasi empat korban untuk memperoleh pertolongan medis.
Berdasarkan keterangan Abdul Wahid, kebakaran bermula ketika para pekerja sedang menjalankan kegiatan memasak di area dapur rumah makan. Dalam situasi tersebut, mereka hendak mengganti tabung gas yang digunakan untuk mendukung aktivitas memasak. Saat proses penggantian berlangsung, api tiba-tiba menyala di area dapur. Kemunculan api itu kemudian membuat para pekerja berupaya menghadapi kobaran sebelum api menjalar dan membesar.
Para pekerja sempat melakukan upaya pemadaman menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Peralatan tersebut digunakan untuk mengendalikan api pada tahap awal, ketika kobaran pertama kali terlihat. Namun, upaya itu tidak berhasil menghentikan kebakaran. Api justru terus membesar sehingga kondisi di dapur menjadi semakin berbahaya bagi para pekerja yang berada di sekitar lokasi kejadian. Rangkaian peristiwa tersebut berlangsung saat aktivitas memasak dan penggantian tabung gas sedang dilakukan.
Dalam upaya menghadapi kobaran api itu, empat pekerja mengalami luka bakar. Mereka terluka ketika berusaha menangani kebakaran yang terus membesar setelah pemadaman awal dengan APAR tidak mampu mengendalikan keadaan. Keterangan mengenai kronologi awal ini menunjukkan bahwa api muncul secara tiba-tiba di area dapur pada saat pekerja hendak mengganti tabung gas, lalu berkembang meskipun telah dilakukan usaha pemadaman. Tidak ada kesimpulan lebih lanjut mengenai penyebab teknis kebakaran di luar keterangan tersebut.
Respons petugas pemadam kebakaran terhadap kebakaran di dapur rumah makan di Rawamangun berlangsung secara cepat dan bertahap. Laporan mengenai kebakaran tersebut diterima Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur pada pukul 07.35 WIB. Informasi itu segera ditindaklanjuti dengan pengerahan personel dan armada menuju lokasi kejadian untuk mencegah api meluas ke bagian lain bangunan maupun lingkungan di sekitarnya.
Petugas tiba di lokasi enam menit setelah laporan diterima, yakni pada pukul 07.41 WIB. Setelah melakukan penilaian awal terhadap kondisi lapangan dan sumber api, proses pemadaman mulai dilaksanakan pada pukul 07.42 WIB. Penanganan dilakukan dengan mengarahkan selang pemadam ke area dapur yang terbakar, sekaligus mengatur posisi kendaraan agar operasi berjalan aman dan efektif.
Dalam operasi tersebut, Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur mengerahkan sebanyak 11 unit mobil pemadam kebakaran beserta kendaraan pendukung. Total personel yang terlibat mencapai 40 orang. Kekuatan armada dan personel tersebut digunakan untuk mempercepat pengendalian api, melindungi area sekitar, serta memastikan proses pemadaman dapat dilakukan secara terkoordinasi. Petugas juga terus memantau kemungkinan munculnya api di bagian bangunan yang berdekatan.
Upaya pemadaman membuahkan hasil ketika api berhasil dilokalisasi pada pukul 07.55 WIB. Dengan kondisi tersebut, penyebaran api dapat dihentikan sehingga risiko kebakaran meluas menjadi lebih kecil. Selanjutnya, petugas memulai proses pendinginan pada pukul 07.58 WIB. Tahap ini dilakukan dengan menyemprotkan air ke area yang terdampak dan titik-titik yang masih menyimpan panas, guna memastikan tidak ada bara atau sumber api tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Objek yang terdampak dalam peristiwa tersebut adalah bagian dapur sebuah rumah makan di wilayah Rawamangun. Rumah makan itu disebut milik Amru, seorang pria berusia 69 tahun. Bangunan yang digunakan sebagai tempat usaha tersebut memiliki luas sekitar 200 meter persegi. Informasi mengenai objek ini menjadi bagian dari pendataan petugas selama proses penanganan kebakaran berlangsung.
Petugas pemadam kebakaran melakukan pemadaman terhadap api yang muncul di area dapur, kemudian melanjutkannya dengan proses pendinginan. Tahap pendinginan dilakukan setelah api berhasil dikendalikan untuk memastikan tidak terdapat lagi titik panas yang berpotensi memicu munculnya api kembali. Seluruh rangkaian penanganan berlangsung pada pagi hari dengan melibatkan petugas di lokasi kejadian.
Setelah pemadaman dan pendinginan selesai dilakukan, operasi penanganan kebakaran dinyatakan rampung pada pukul 08.11 WIB. Dengan berakhirnya operasi tersebut, proses penanganan di lokasi dinyatakan selesai sesuai laporan petugas. Rumah makan yang disebut memiliki luas bangunan sekitar 200 meter persegi itu menjadi objek utama dalam kejadian ini, sementara informasi yang tersedia hanya mencatat penyelesaian pemadaman dan pendinginan hingga pagi hari.







