Jakarta | Aktivitas di sekitar Pengadilan Negeri Jakarta Timur meningkat pada Kamis, 5 November 2026, menjelang sidang dugaan pencemaran nama baik yang menempatkan Roy Suryo dan sejumlah pihak lain sebagai terdakwa. Perhatian tertuju pada agenda pemeriksaan saksi, sebab Joko Widodo, presiden ke-7 Republik Indonesia, dijadwalkan hadir untuk memberikan keterangan. Jaksa penuntut umum sebelumnya merencanakan pemanggilan Jokowi sebagai saksi dalam perkara tersebut. Rencana kehadiran itu membuat kawasan pengadilan menjadi pusat perhatian sejak menjelang sidang, dengan kegiatan di sekitar gedung berlangsung lebih ramai dibandingkan suasana persidangan biasa.
Di sekitar gedung, pendukung Jokowi tampak hadir untuk menyatakan dukungan. Mereka membawa dan meneriakkan spanduk bertuliskan “kami percaya jokowi dan ugm”. Tulisan tersebut menunjukkan pesan yang ingin disampaikan kelompok itu terkait Jokowi dan Universitas Gadjah Mada, tanpa dengan sendirinya menggambarkan perkembangan atau hasil perkara. Pada saat yang sama, kelompok pendukung Roy Suryo serta dokter Tifa juga berada di sekitar lokasi. Kehadiran beberapa kelompok dengan dukungan berbeda memberi warna tersendiri pada suasana menjelang sidang, ketika perhatian publik tertuju pada keterangan saksi yang direncanakan.
Situasi tersebut menandai meningkatnya aktivitas di area PN Jakarta Timur pada hari persidangan. Kehadiran pendukung dan perhatian terhadap rencana kesaksian Jokowi berlangsung bersamaan dengan agenda hukum yang akan dijalani para terdakwa. Namun, informasi mengenai suasana di sekitar pengadilan tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan jumlah orang yang hadir, sikap seluruh pihak, ataupun arah putusan. Agenda kesaksian tetap merupakan bagian dari proses persidangan, sedangkan penilaian atas perkara berada dalam kewenangan majelis hakim berdasarkan fakta dan keterangan yang disampaikan di ruang sidang. Dengan demikian, gambaran menjelang sidang berpusat pada meningkatnya kegiatan di lingkungan pengadilan, hadirnya kelompok pendukung dari pihak berbeda, serta rencana Jokowi memberikan kesaksian pada Kamis tersebut. Perkembangan persidangan selanjutnya akan bergantung pada jalannya pemeriksaan dan keterangan yang tercatat secara resmi, bukan semata-mata suasana di luar gedung atau pesan yang disuarakan oleh para pendukung.
Sekitar 1.200 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan kawasan Pengadilan Negeri Jakarta Timur selama persidangan yang menghadirkan Joko Widodo sebagai saksi. Jumlah tersebut mencerminkan kesiapan aparat dalam menjaga situasi tetap aman dan tertib ketika perhatian publik tertuju pada jalannya sidang. Personel yang dikerahkan berasal dari unsur TNI, Polri, dan Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Timur. Mereka ditempatkan di sejumlah titik di sekitar pengadilan untuk mendukung pengamanan sesuai tugas masing-masing. Kehadiran lintas instansi itu juga memungkinkan koordinasi di lapangan berjalan dengan pembagian peran yang lebih terarah selama kegiatan berlangsung.
Di depan gedung pengadilan, personel kepolisian dan TNI terlihat berjaga. Kendaraan taktis milik Brimob juga tampak berada di area tersebut sebagai bagian dari kesiapan pengamanan. Pemandangan itu menunjukkan bahwa penjagaan tidak hanya mengandalkan kehadiran petugas, tetapi turut ditopang sarana operasional untuk merespons situasi bila diperlukan. Meski demikian, pengerahan personel dan kendaraan dilakukan sebagai langkah antisipasi, bukan penanda bahwa gangguan telah terjadi. Aparat menjalankan pengamanan dengan memperhatikan perkembangan keadaan di sekitar lokasi persidangan serta kebutuhan untuk menjaga aktivitas masyarakat tetap berlangsung secara tertib.
Kapolsek Cakung Kompol Andre Tri Putra menerangkan bahwa pengamanan disiapkan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Karena itu, perhatian petugas tidak terbatas pada area gedung atau ruang persidangan. Lingkungan sekitar pengadilan dan kegiatan warga juga menjadi bagian dari cakupan pengawasan. Langkah tersebut penting agar arus aktivitas di kawasan setempat tetap terpantau, sementara warga yang beraktivitas di sekitar lokasi dapat menjalankan kegiatan dengan aman. Dengan pengamanan yang melibatkan berbagai unsur dan pemantauan di beberapa titik, aparat berupaya menjaga kondisi kondusif selama persidangan, sekaligus mengurangi risiko gangguan terhadap kegiatan pengadilan maupun kehidupan sehari-hari masyarakat di sekitar PN Jakarta Timur.
Kehadiran Joko Widodo sebagai saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur diperkirakan menarik perhatian masyarakat. Perhatian itu tidak hanya tertuju pada jalannya persidangan, tetapi juga pada kemungkinan hadirnya warga dan kelompok yang ingin menyampaikan dukungan maupun pandangan mereka. Karena itu, situasi di sekitar pengadilan menjadi salah satu hal yang diperhitungkan dalam persiapan pengamanan dan pengaturan lalu lintas menjelang agenda tersebut.
Di kelompok yang diperkirakan datang terdapat pendukung Jokowi dari organisasi Projo. Di sisi lain, kelompok Roy Suryo dan kawan-kawan juga disebut berpotensi hadir. Kedua kelompok memiliki pandangan yang berbeda terkait perkara dan sosok yang akan memberikan kesaksian. Perbedaan pandangan itu menjadi bagian dari konteks yang membuat perhatian terhadap agenda pengadilan diperkirakan meningkat, tanpa berarti bahwa seluruh anggota kelompok tersebut pasti hadir.
Andre menjelaskan bahwa perkiraan kedatangan massa dari kedua kubu menjadi salah satu pertimbangan dalam menyiapkan pengamanan. Perkiraan tersebut membantu petugas mengantisipasi kebutuhan di sekitar lokasi serta mempertimbangkan pengaturan arus kendaraan dan aktivitas masyarakat. Penjelasan itu merujuk pada kemungkinan kehadiran, bukan angka pasti mengenai jumlah orang yang akan datang. Dengan demikian, kesiapan dilakukan berdasarkan situasi yang diperkirakan, sementara perkembangan di lapangan tetap perlu dipantau.
Adanya dua kelompok dengan pandangan berbeda juga membuat koordinasi dan pengelolaan ruang publik menjadi penting. Pengamanan perlu mempertimbangkan akses menuju pengadilan, kenyamanan pengguna jalan, serta kelancaran kegiatan di lingkungan sekitar. Namun, informasi mengenai perkiraan kehadiran tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa akan terjadi gangguan atau bentrokan. Hingga agenda berlangsung, jumlah peserta dan dinamika di lokasi belum dapat dipastikan. Fokusnya adalah mengantisipasi kemungkinan secara proporsional, menjaga ketertiban, dan memastikan kegiatan persidangan serta aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik.
Menjelang sidang kesaksian Jokowi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, pengaturan kendaraan mulai dilakukan pada sejumlah akses menuju area pengadilan. Arus lalu lintas yang mengarah ke PN Jakarta Timur dialihkan untuk mengurangi penumpukan kendaraan di sekitar lokasi. Salah satu titik yang mendapat perhatian adalah flyover dari arah Klender menuju pengadilan. Jalur tersebut ditutup dan dijaga aparat, sehingga pengendara tidak dapat melintas seperti biasa. Pengguna jalan perlu memperhatikan petunjuk petugas serta rambu pengalihan yang tersedia, lalu memilih rute alternatif sesuai arah perjalanan. Langkah ini ditujukan untuk menjaga ruang di sekitar pengadilan tetap terkendali ketika kegiatan sidang berlangsung.
Polisi menyiapkan rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi kepadatan, baik pada akses utama maupun ruas jalan di sekitarnya. Pengaturan dapat mencakup pengalihan arus dan pembatasan akses pada titik tertentu, dengan pelaksanaan yang bersifat situasional. Artinya, pola rekayasa tidak harus berlangsung dengan susunan tetap sepanjang waktu. Petugas dapat menyesuaikan pengaturan mengikuti kondisi keamanan, volume kendaraan, dan jumlah masyarakat yang datang ke sekitar lokasi. Karena itu, pengendara sebaiknya memperhitungkan kemungkinan perubahan rute dan waktu tempuh, serta mengikuti arahan aparat di lapangan. Warga yang tidak memiliki keperluan di sekitar pengadilan dapat mempertimbangkan jalur lain untuk menghindari kawasan yang terdampak.
Selain mengatur arus kendaraan, koordinasi dengan masyarakat sekitar diperlukan agar kegiatan dan mobilitas warga tetap berjalan tertib. Andre mengimbau warga setempat, khususnya penghuni Perumahan Eramas 2000, untuk bekerja sama menjaga situasi tetap aman, lancar, dan kondusif. Kerja sama tersebut dapat dilakukan dengan mematuhi arahan petugas, tidak menghambat akses yang sedang diatur, serta menyampaikan informasi secara tertib apabila terdapat perubahan kondisi di lingkungan sekitar. Penghuni juga diharapkan memahami bahwa rekayasa lalu lintas mungkin berubah sewaktu-waktu mengikuti kebutuhan pengamanan.
Baca juga: Jelang Kesaksian Jokowi, PN Jakarta Timur Antisipasi Kepadatan dan Lonjakan Pengunjung | Jalan Dr. Soemarno Ditutup Sementara saat Jokowi Bersaksi di PN Jakarta Timur | Yon Satlinlamil 2 Siapkan 186 Personel Satgas Pengamanan Unjuk Rasa, Bergerak Menuju Jakarta
407 kunjungan


































