Kabupaten Barito Kuala | Basarnas menyatakan satu awak helikopter Super Puma H-225 bernomor registrasi VH-HGM meninggal dunia setelah helikopter yang menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) jatuh di perairan Sungai Barito, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, pada Minggu (8/11). Korban diketahui bernama Yayan Supyansuri, warga negara Indonesia yang bertugas sebagai kru sekaligus navigator dalam penerbangan tersebut.
Tim SAR gabungan menemukan dan mengevakuasi Yayan pada pukul 18.08 waktu setempat. Lokasi penemuan berada di kawasan Desa Tabatan, Kecamatan Kuripan, tidak jauh dari area kejadian. Penemuan itu terjadi setelah petugas melakukan pencarian di sekitar lokasi jatuhnya helikopter, menyusuri wilayah perairan dan kawasan yang menjadi titik perhatian operasi pencarian.
Evakuasi korban menjadi bagian dari upaya tim untuk memastikan seluruh awak yang berada di helikopter dapat ditemukan. Sebelum Yayan ditemukan, pencarian telah dilakukan di sekitar titik kecelakaan dengan melibatkan unsur SAR gabungan. Informasi mengenai waktu dan lokasi penemuan disampaikan Basarnas sebagai perkembangan operasi setelah helikopter yang tengah menjalankan tugas penanganan karhutla mengalami kecelakaan.
Yayan merupakan korban ketiga yang ditemukan di sekitar lokasi kecelakaan. Identitas dan perannya sebagai navigator menjelaskan bahwa ia merupakan bagian dari awak yang mendukung pelaksanaan misi pemadaman. Namun, keterangan yang tersedia dalam laporan ini tidak merinci kondisi penerbangan sebelum helikopter jatuh maupun penyebab kecelakaan. Karena itu, informasi mengenai faktor pemicu insiden perlu menunggu hasil penelusuran pihak berwenang.
Peristiwa ini berlangsung saat helikopter digunakan untuk mendukung misi penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Selatan. Jatuhnya pesawat di perairan Sungai Barito membuat operasi pencarian berpusat pada kawasan sekitar lokasi kejadian, termasuk wilayah Desa Tabatan. Setelah korban ditemukan dan dievakuasi, Basarnas menyampaikan bahwa satu awak meninggal dunia. Perkembangan tersebut menegaskan beratnya dampak kecelakaan bagi para awak dan menjadi bagian penting dari penanganan insiden oleh tim SAR gabungan. Informasi lanjutan terkait penyebab jatuhnya helikopter serta hasil pemeriksaan akan bergantung pada proses penyelidikan yang dilakukan oleh instansi terkait.
Kepala Basarnas Banjarmasin sekaligus SAR Mission Coordinator, I Putu Sudayana, menyampaikan bahwa seluruh awak helikopter dalam misi penanganan kebakaran hutan dan lahan telah berhasil dievakuasi. Dalam keterangan mengenai hasil operasi tersebut, ia menjelaskan bahwa satu orang meninggal dunia. Sementara itu, para awak lainnya juga telah dievakuasi dari lokasi kejadian. Informasi mengenai kondisi korban disampaikan sebagai bagian dari laporan setelah proses pencarian dan evakuasi dilakukan oleh tim SAR. Penjelasan itu sekaligus menjadi dasar bagi langkah berikutnya dalam penanganan korban, terutama terhadap jenazah yang perlu dibawa dari lokasi untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Tidak ada rincian medis tambahan yang disampaikan dalam keterangan tersebut, sehingga informasi yang tersedia berfokus pada status korban dan rencana pemindahan jenazah.
Menurut I Putu Sudayana, jenazah sementara dibawa ke Puskesmas Jenamas, yang berada di Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Puskesmas tersebut menjadi tempat penanganan sementara setelah jenazah dievakuasi dari lokasi. Pemindahan itu merupakan bagian dari tahapan setelah seluruh awak berhasil dijangkau dan dibawa keluar dari area kejadian. Dengan demikian, proses evakuasi tidak hanya mencakup penyelamatan para awak yang masih hidup, tetapi juga membawa jenazah ke fasilitas kesehatan terdekat sebagaimana dijelaskan dalam keterangan resmi. Langkah ini dilakukan sebelum jenazah direncanakan untuk dipindahkan kembali ke Banjarmasin. Keterangan yang ada tidak menyebutkan waktu perjalanan ataupun rincian lain mengenai proses pemindahan, sehingga hal tersebut tidak dapat dipastikan dari informasi yang disampaikan.
Setelah berada di Puskesmas Jenamas, jenazah direncanakan dievakuasi ke rumah sakit di Banjarmasin untuk penanganan medis lanjutan. Rencana tersebut disampaikan oleh Sudayana sebagai tahap berikutnya dalam penanganan korban. Tujuan pemindahan ke rumah sakit adalah melanjutkan proses penanganan sesuai kebutuhan, tanpa rincian medis lebih lanjut yang disampaikan kepada publik. Karena itu, perkembangan yang dapat dipastikan dari keterangan tersebut adalah jenazah terlebih dahulu dibawa ke Puskesmas Jenamas, kemudian direncanakan menuju rumah sakit di Banjarmasin. Keterangan Kepala Basarnas Banjarmasin ini memberi gambaran mengenai urutan penanganan pascaevakuasi, sekaligus menegaskan bahwa seluruh awak telah dievakuasi dan satu orang dinyatakan meninggal dunia. Informasi mengenai langkah selanjutnya terbatas pada rencana pemindahan tersebut.
Dua awak helikopter lainnya telah lebih dahulu ditemukan dan diselamatkan dari lokasi kejadian dalam keadaan selamat. Mereka adalah Hugh, yang bertugas sebagai pilot, serta Mick Betteridge, kopilot yang juga menjalankan tugas sebagai teknisi. Keduanya merupakan warga negara asing yang berasal dari Australia dan Selandia Baru.
Proses penyelamatan kedua awak tersebut mendahului penemuan korban ketiga. Setelah mendapat pertolongan, Hugh dan Mick dilaporkan selamat. Informasi mengenai kondisi keduanya menjadi bagian penting dalam perkembangan operasi pencarian dan evakuasi awak helikopter yang terlibat dalam misi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tersebut.
Dengan ditemukannya korban ketiga, seluruh tiga orang yang berada di dalam helikopter kini telah berhasil dievakuasi dari lokasi. Sebelumnya, dua awak telah diselamatkan dalam keadaan hidup, sedangkan satu orang lainnya ditemukan meninggal dunia. Perkembangan ini menandai berakhirnya upaya pencarian terhadap seluruh awak, meskipun insiden tersebut tetap menimbulkan duka atas korban jiwa.
Perbedaan hasil yang dialami para awak menunjukkan bahwa proses evakuasi mencakup penanganan terhadap korban dengan kondisi yang tidak sama. Hugh dan Mick dapat diselamatkan dalam keadaan selamat, sementara korban ketiga tidak dapat bertahan. Dalam pemberitaan mengenai kejadian ini, identitas dan peran masing-masing awak membantu menjelaskan siapa saja yang berada dalam helikopter serta status mereka setelah operasi berlangsung.
Hugh diketahui bertugas mengendalikan helikopter sebagai pilot. Sementara itu, Mick Betteridge bertindak sebagai kopilot sekaligus teknisi. Keduanya disebut sebagai warga negara asing asal Australia dan Selandia Baru. Dengan demikian, jumlah awak yang telah ditemukan dan dievakuasi mencakup ketiga orang yang berada di dalam helikopter: dua orang selamat dan satu orang meninggal dunia. Informasi tersebut memperjelas hasil akhir evakuasi, sekaligus memberi kepastian bahwa tidak ada lagi awak yang masih dicari di lokasi kejadian. Perhatian selanjutnya tertuju pada penanganan para awak dan informasi resmi terkait insiden tersebut.
Penyebab jatuhnya helikopter yang menjalankan misi penanganan kebakaran hutan dan lahan masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Hingga proses pemeriksaan selesai, belum ada keterangan resmi yang memastikan faktor pemicu kecelakaan tersebut. Karena itu, informasi mengenai kemungkinan gangguan teknis, kondisi cuaca, maupun faktor lain tidak dapat disimpulkan tanpa hasil penyelidikan. Pihak berwenang diharapkan menyampaikan perkembangan berdasarkan temuan yang telah diverifikasi. Sikap tersebut penting agar informasi yang beredar tetap akurat dan tidak menimbulkan dugaan yang belum terbukti, terutama bagi keluarga awak, petugas di lapangan, serta masyarakat yang mengikuti proses penanganan peristiwa ini.
Operasi pencarian dan pertolongan melibatkan sejumlah unsur lintas lembaga dan wilayah. Tim Basarnas bekerja bersama TNI, Polda Kalimantan Selatan, Polres Barito Kuala, BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, BPBD Kabupaten Kapuas, dan BPBD Kabupaten Barito Kuala. Pemerintah daerah turut mendukung pelaksanaan operasi, sementara potensi SAR dari Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Kapuas juga dikerahkan. Keterlibatan berbagai unsur tersebut memungkinkan koordinasi kebutuhan personel, dukungan lapangan, serta upaya pencarian dan evakuasi dilakukan secara terpadu. Operasi berlangsung dengan mengandalkan kerja bersama antarpihak sesuai peran dan kapasitas masing-masing, di tengah situasi yang menuntut respons cepat serta komunikasi yang terarah.
Sudayana menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan.
Baca juga: Status Tanggap Darurat Karhutla Palangka Raya Diperpanjang hingga 7 November | Kabut Asap Karhutla Jambi Mendorong Aksi Pembagian Masker kepada Warga | Kontak Tembak di Maybrat, Tiga Anggota Kelompok Bersenjata OPM Dilaporkan Meninggal Dunia
5 kunjungan


































