Jenazah Sukardi Tiba di Tulungagung, Rekannya Masih dalam Pencarian Pascainsiden KM Virgo Transport 8

oleh -80 Dilihat
oleh
Jenazah Sukardi Tiba di Tulungagung, Rekannya Masih dalam Pencarian Pascainsiden KM Virgo Transport 8

Kabupaten Tulungagung | Jenazah Sukardi, warga Desa Majan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, tiba di rumah duka. Kedatangan jenazah tersebut disambut isak tangis keluarga yang menunggu kepulangan korban setelah insiden tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa.

Sukardi diketahui berusia 51 tahun. Dalam kesehariannya, ia bekerja sebagai kernet truk. Kepergian Sukardi menjadi duka bagi keluarga dan warga Desa Majan. Jenazahnya kini telah berada di rumah duka untuk diserahkan kepada keluarga dan menjalani proses pemakaman sesuai ketentuan yang berlaku.

Sukardi merupakan salah satu korban dalam insiden yang melibatkan KM Virgo Transport 8 tersebut. Informasi mengenai kepulangannya memperjelas nasib salah satu penumpang atau awak yang terdampak peristiwa di perairan Laut Jawa. Keluarga menerima jenazah dengan kesedihan mendalam setelah proses pencarian dan penanganan korban dilakukan.

Di tengah kedatangan jenazah Sukardi, proses pencarian terhadap rekannya masih berlangsung. Rekan tersebut juga dikaitkan dengan insiden KM Virgo Transport 8 dan belum ditemukan hingga informasi ini disampaikan. Pihak terkait masih berupaya menelusuri keberadaannya, sementara keluarga Sukardi menjalani masa duka atas kehilangan anggota keluarganya.

Kepulangan Sukardi ke Tulungagung menjadi bagian dari penanganan korban setelah kecelakaan laut tersebut. Pria yang dikenal bekerja sebagai kernet truk itu akhirnya tiba di rumahnya di Desa Majan, meski dalam keadaan telah meninggal dunia. Keluarga menyambutnya dengan tangis, sedangkan pencarian terhadap korban lain masih menjadi perhatian dalam penanganan pascainsiden.

Sukardi berangkat menuju Banjarmasin bersama tetangganya, Danil Iswahyudi, yang berusia 40 tahun. Keduanya merupakan warga yang tinggal di desa yang sama dan telah saling mengenal dalam waktu cukup lama. Keberangkatan tersebut dilakukan untuk mengirimkan muatan menggunakan truk ekspedisi, sebagaimana pekerjaan yang selama ini mereka jalani bersama.

Dalam perjalanan itu, Sukardi bertugas sebagai kernet, sedangkan Danil berperan sebagai sopir. Keduanya membagi tanggung jawab selama proses pengiriman, mulai dari persiapan muatan, perjalanan, hingga memastikan barang sampai ke tujuan. Pekerjaan sebagai sopir dan kernet ekspedisi tersebut telah mereka lakukan selama sekitar 10 tahun, sehingga perjalanan antarkota untuk mengangkut barang bukan merupakan kegiatan baru bagi keduanya.

Muatan yang dibawa berupa sejumlah drum kosong serta mesin pembuat batako. Barang-barang tersebut dipesan oleh PT Pertamina untuk dikirim ke Banjarmasin. Pengangkutan dilakukan dengan menggunakan truk ekspedisi yang menjadi sarana kerja mereka. Sebagai kernet, Sukardi mendampingi Danil dalam perjalanan sekaligus membantu mengawasi kondisi kendaraan dan muatan yang dibawa.

Hubungan sebagai tetangga di desa yang sama turut membuat keduanya terbiasa bekerja bersama. Mereka berangkat dengan tujuan menyelesaikan pengiriman sesuai tanggung jawab yang diterima. Namun, perjalanan tersebut kemudian berkaitan dengan insiden KM Virgo Transport 8. Setelah peristiwa itu, jenazah Sukardi telah tiba di Tulungagung, sementara Danil Iswahyudi masih dalam pencarian. Informasi tersebut menjadi perhatian keluarga dan warga desa yang mengenal keduanya sebagai pasangan kerja dalam pengiriman barang selama bertahun-tahun.

Truk yang ditumpangi Sukardi dan Danil berada di dalam KM Virgo Transport 8 ketika kapal tersebut tenggelam di perairan Laut Jawa pada 13 September 2026. Peristiwa itu membuat keduanya sempat dilaporkan hilang, bersama penumpang atau awak lain yang belum diketahui keberadaannya setelah insiden. Petugas kemudian melakukan pencarian dan penanganan terhadap laporan orang hilang sesuai informasi yang diterima dari pihak keluarga serta pihak terkait.

Memasuki hari ke-27 pencarian, petugas berhasil mengidentifikasi Sukardi dalam keadaan meninggal dunia. Identifikasi tersebut terbantu oleh keterangan keluarga mengenai sejumlah ciri khusus pada tubuhnya. Ciri yang disampaikan meliputi cacat pada mata sebelah kanan, tato di tangan, serta bekas luka. Informasi itu menjadi bahan penting dalam mencocokkan identitas korban, terutama karena kondisi dan situasi penemuan memerlukan pemeriksaan yang cermat sebelum jenazah dapat dipastikan.

Setelah identitasnya dinyatakan sesuai, jenazah Sukardi dapat diproses untuk diserahkan kepada keluarga dan dibawa ke Tulungagung. Kepastian tersebut memberikan kejelasan bagi keluarga mengenai keberadaan Sukardi setelah tenggelamnya KM Virgo Transport 8. Namun, pencarian terhadap Danil masih berlangsung. Hingga saat ini, Danil belum ditemukan. Informasi mengenai keberadaannya masih menunggu hasil pencarian dan pemeriksaan petugas di lapangan. Tidak ada keterangan yang dapat memastikan kondisi Danil, sehingga proses pencarian tetap dilakukan berdasarkan prosedur dan data yang tersedia.

Setelah keluarga menerima jenazah Sukardi, Dinas Sosial (Dinsos) Tulungagung menyiapkan langkah pendampingan untuk membantu mereka menghadapi dampak psikologis akibat peristiwa yang menimpa korban. Kepala Dinsos Tulungagung, Reni Prasetiawati Ika Septiwulan, menyampaikan bahwa pihaknya akan mengirimkan tim untuk memberikan dukungan secara langsung kepada keluarga.

Pendampingan tersebut dinilai penting karena keluarga Sukardi mengalami guncangan setelah mengetahui kejadian yang berkaitan dengan KM Virgo Transport 8. Tim dari Dinsos akan membantu keluarga memahami serta melewati masa duka dengan dukungan yang sesuai. Selain pendampingan psikis, dukungan spiritual juga akan diarahkan kepada istri dan anak korban agar mereka memperoleh penguatan selama proses pemulihan.

Istri Sukardi selama ini berstatus sebagai ibu rumah tangga. Karena itu, Dinsos juga akan melihat kebutuhan keluarga secara menyeluruh, termasuk kemungkinan pemberian bantuan sosial maupun dukungan kewirausahaan. Rencana tersebut akan disesuaikan dengan kondisi keluarga setelah dilakukan pendataan dan penilaian lebih lanjut. Berdasarkan informasi yang ada, keluarga Sukardi masuk dalam desil II, sehingga terdapat peluang untuk memperoleh bantuan atau program pemberdayaan yang sesuai dengan kriteria.

Penyaluran dukungan tidak hanya dimaksudkan untuk membantu kebutuhan jangka pendek, tetapi juga mendorong keluarga agar memiliki ketahanan ekonomi setelah kehilangan Sukardi. Dinsos akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menentukan bentuk bantuan yang paling tepat, baik berupa perlindungan sosial maupun pendampingan usaha.

Di sisi lain, Danil masih memiliki seorang istri dan tiga anak. Hingga kini, keluarganya masih menantikan kabar mengenai keberadaannya dan berharap ia segera ditemukan. Harapan tersebut terus disampaikan di tengah upaya pencarian yang masih berlangsung pascainsiden.