Ratusan Warga Diselamatkan dari Banjir di Padang, Petugas Siagakan 200 Personel

oleh -58 Dilihat
oleh
Ratusan Warga Diselamatkan dari Banjir di Padang, Petugas Siagakan 200 Personel

Kota Padang | Ratusan warga terdampak banjir di kawasan Lumin Park, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, berhasil dievakuasi pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Evakuasi dilakukan setelah genangan air merendam sejumlah kawasan permukiman dan mengganggu aktivitas warga di wilayah tersebut.

Banjir terjadi setelah aliran sungai meluap. Air yang keluar dari badan sungai kemudian mengalir ke area permukiman, sehingga merendam rumah dan lingkungan di sekitarnya. Kondisi itu menyebabkan warga harus meninggalkan tempat tinggal mereka untuk menuju lokasi yang lebih aman.

Kecamatan Koto Tangah menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian utama karena terdampak cukup parah. Kawasan Lumin Park termasuk area yang mengalami dampak banjir, dengan banyak warga membutuhkan bantuan untuk keluar dari permukiman yang telah tergenang.

Selain Koto Tangah, Kecamatan Kuranji juga menjadi wilayah terdampak cukup parah. Luapan aliran sungai turut menyebabkan air memasuki sejumlah kawasan permukiman di kecamatan tersebut. Situasi ini membuat penanganan banjir berfokus pada kedua wilayah itu, terutama untuk memastikan warga dapat dievakuasi dengan aman.

Proses evakuasi dilakukan terhadap warga yang berada di kawasan terdampak, termasuk mereka yang terjebak atau kesulitan meninggalkan rumah secara mandiri. Ratusan orang akhirnya berhasil diselamatkan dari genangan banjir yang meluas di sejumlah titik permukiman.

Peristiwa tersebut menunjukkan dampak luapan sungai terhadap kawasan permukiman di Kota Padang. Koto Tangah dan Kuranji menjadi dua wilayah utama yang perlu mendapat perhatian karena genangan merendam area tempat tinggal warga. Evakuasi menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko terhadap keselamatan masyarakat yang terdampak banjir.

Penanganan banjir di sejumlah kawasan Kota Padang dilakukan melalui pengerahan tim gabungan yang melibatkan Polri, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kantor SAR Padang, relawan, serta masyarakat setempat. Seluruh unsur tersebut bekerja bersama untuk memastikan warga di daerah terdampak memperoleh pertolongan, terutama mereka yang terjebak akibat kenaikan debit air dan luapan sungai.

Wakapolda Sumatera Barat Brigjen Pol. Solihin menyampaikan bahwa sekitar 200 personel ditugaskan dalam operasi kemanusiaan tersebut. Personel melakukan penyisiran di berbagai titik, membantu proses evakuasi, serta menyelamatkan warga yang membutuhkan bantuan segera. Selain mengevakuasi masyarakat ke lokasi yang lebih aman, petugas juga memantau kondisi wilayah untuk mengantisipasi adanya warga yang belum terdata atau masih berada di area rawan.

Komposisi personel paling banyak berasal dari satuan Brigade Mobil (Brimob). Kekuatan tersebut didukung oleh unsur TNI, Kantor SAR Padang, kepolisian resor, dan BPBD. Relawan serta masyarakat setempat turut membantu memberikan informasi mengenai kondisi lingkungan dan akses menuju permukiman yang terdampak. Kolaborasi lintas unsur diperlukan karena situasi di lapangan dapat berubah dengan cepat, sementara beberapa jalur mengalami hambatan akibat genangan.

Penempatan petugas difokuskan pada daerah aliran sungai yang meluap dan lokasi yang memerlukan pertolongan segera. Prioritas diberikan kepada warga lanjut usia, anak-anak, perempuan, serta masyarakat yang berada di rumah atau kawasan dengan akses keluar terbatas. Dengan penyisiran secara berkala dan koordinasi antarlembaga, proses evakuasi diharapkan berlangsung terarah, cepat, dan tetap memperhatikan keselamatan warga maupun petugas. Kehadiran ratusan personel juga memungkinkan bantuan menjangkau lebih banyak titik terdampak secara bersamaan.

Penyisiran dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan setiap warga yang membutuhkan bantuan dapat segera dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Petugas mendatangi rumah-rumah dan kawasan yang masih tergenang, termasuk lokasi yang sulit dijangkau dari jalur darat. Hingga proses evakuasi berlangsung, ratusan warga telah berhasil diselamatkan dari kepungan banjir. Penyelamatan diprioritaskan bagi kelompok yang paling rentan, seperti anak-anak, bayi, lansia, serta warga yang kesulitan keluar dari rumah atau terjebak di kawasan dengan genangan tinggi.

Petugas menggunakan perahu karet untuk menjangkau permukiman yang tergenang. Kendaraan tersebut memungkinkan tim bergerak di rumah dan gang yang tidak dapat dilalui kendaraan biasa. Dalam proses pemindahan, petugas juga memasang tali pengaman pada pohon dan tiang listrik. Tali itu digunakan sebagai pegangan untuk membantu warga melewati arus air, terutama ketika mereka harus berjalan menuju titik evakuasi atau berpindah dari rumah ke perahu. Setiap langkah dilakukan dengan mempertimbangkan kedalaman genangan, derasnya aliran, kondisi akses, serta keselamatan warga dan petugas.

Solihin menyampaikan bahwa sebagian warga yang telah dievakuasi ditempatkan sementara di musala setempat. Tempat tersebut digunakan untuk memberikan penanganan lanjutan sebelum warga diarahkan ke lokasi pengungsian yang lebih sesuai. Petugas memastikan anak-anak, bayi, dan lansia memperoleh perhatian lebih selama berada di tempat penampungan, termasuk bantuan untuk berpindah, kebutuhan dasar, dan pemantauan kondisi mereka.

Penyisiran terus dilanjutkan untuk menemukan warga yang masih membutuhkan pertolongan. Tim juga mengimbau masyarakat agar mengikuti arahan petugas, tidak memaksakan diri menerobos arus, dan segera melaporkan apabila masih ada anggota keluarga atau tetangga yang tertinggal di rumah maupun kawasan terendam.

Solihin mengimbau warga yang berada di kawasan terdampak banjir agar tidak bertahan di dalam rumah, terutama mulai malam hari. Masyarakat diminta segera menuju lokasi pengungsian yang telah disiapkan apabila air masih menggenangi permukiman atau menunjukkan kecenderungan kembali naik. Imbauan tersebut disampaikan untuk mengantisipasi kemungkinan datangnya air susulan yang dapat terjadi tanpa banyak waktu untuk melakukan evakuasi.

Warga juga diminta membawa dokumen penting, obat-obatan pribadi, kebutuhan bayi, serta perlengkapan secukupnya ketika meninggalkan rumah. Kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan warga yang sedang sakit, perlu diprioritaskan dalam proses pemindahan. Petugas akan membantu evakuasi apabila terdapat warga yang kesulitan bergerak atau membutuhkan penanganan khusus.

Solihin memastikan kepolisian akan menjaga keamanan permukiman yang ditinggalkan selama warga berada di pengungsian. Patroli dilakukan untuk mencegah gangguan keamanan dan memberikan rasa tenang kepada masyarakat. Dengan demikian, warga diharapkan tidak menunda evakuasi karena khawatir terhadap kondisi rumah maupun barang yang ditinggalkan. Informasi terkait perkembangan genangan dan arahan lanjutan juga perlu dipantau melalui sumber resmi.

Proses penyelamatan hingga saat ini terbantu oleh koordinasi aparat keamanan, petugas kebencanaan, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat. Kerja sama tersebut mempercepat pendataan, pemindahan warga, distribusi bantuan, serta pemantauan wilayah yang masih berisiko. Hingga Sabtu malam, penanganan banjir di Kuranji dan Koto Tangah masih menjadi fokus tim gabungan, termasuk upaya melindungi kelompok rentan dan mengantisipasi bertambahnya dampak akibat luapan air.