Banjir Melanda Tiga Kecamatan di Padang, Sekitar 225 KK Terdampak

oleh -74 Dilihat
oleh
Banjir Melanda Tiga Kecamatan di Padang, Sekitar 225 KK Terdampak

Padang | Sejumlah wilayah di Kota Padang dilanda banjir setelah hujan deras mengguyur sejak Sabtu siang, 10 Oktober 2026. Hujan tersebut berlangsung dengan intensitas tinggi dan memicu munculnya genangan serta banjir di beberapa kawasan permukiman di wilayah kota.

Informasi mengenai peristiwa itu disampaikan oleh Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan. Menurut Berton, hujan berintensitas tinggi menjadi pemicu genangan dan banjir yang terjadi di sejumlah kawasan permukiman Kota Padang.

Peristiwa banjir mulai dilaporkan setelah hujan deras mengguyur wilayah Padang sejak Sabtu siang. Genangan dan banjir kemudian terlihat di beberapa kawasan permukiman, sehingga sejumlah wilayah terdampak oleh kondisi tersebut. BNPB menyampaikan informasi ini sebagai bagian dari laporan mengenai kejadian banjir yang melanda Kota Padang.

Dengan demikian, hujan berintensitas tinggi yang turun sejak Sabtu siang menjadi latar terjadinya banjir di sejumlah wilayah Kota Padang. Genangan muncul di beberapa kawasan permukiman setelah hujan mengguyur kota, sebagaimana disampaikan Berton Panjaitan. Laporan tersebut menegaskan bahwa banjir terjadi di beberapa bagian wilayah permukiman Padang pada 10 Oktober 2026.

Keterangan BNPB itu menjadi informasi awal mengenai kejadian banjir di Padang. Peristiwa tersebut berkaitan dengan hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu siang dan menimbulkan genangan serta banjir di beberapa kawasan permukiman. Informasi mengenai wilayah terdampak disampaikan berdasarkan laporan kebencanaan yang diterangkan oleh Berton Panjaitan.

Laporan sementara Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Provinsi Sumatera Barat mencatat banjir melanda tiga kecamatan di Kota Padang. Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. Informasi tersebut menjadi gambaran awal mengenai sebaran genangan serta dampaknya terhadap masyarakat, sementara petugas masih melakukan pemantauan dan pendataan di lapangan.

Di Kecamatan Kuranji, kelurahan yang disebut dalam laporan adalah Kelurahan Kuranji. Sementara itu, wilayah terdampak di Kecamatan Koto Tangah meliputi Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, dan Lubuk Minturun. Adapun di Kecamatan Nanggalo, laporan mencatat Kelurahan Tabiang Banda Gadang sebagai salah satu lokasi yang terdampak banjir.

Berdasarkan data hingga laporan terakhir diterima, sekitar 225 kepala keluarga atau KK terdampak oleh peristiwa tersebut. Jumlah itu mencakup warga yang berada di lima kelurahan dalam tiga kecamatan tersebut. Namun, angka 225 KK masih bersifat sementara. Petugas BPBD bersama unsur terkait masih mengumpulkan dan mencocokkan data untuk memastikan jumlah keluarga terdampak secara lebih akurat.

Pendataan lanjutan diperlukan karena kondisi di setiap lokasi dapat berubah seiring perkembangan genangan dan proses penanganan. Selain menghimpun data keluarga terdampak, petugas juga masih memverifikasi informasi mengenai korban jiwa serta kerugian material. Dengan demikian, data korban maupun nilai kerusakan belum dapat dianggap sebagai angka final. Pembaruan resmi akan diperlukan setelah proses verifikasi dan asesmen lapangan selesai dilakukan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang telah melakukan kaji cepat di sejumlah lokasi yang terdampak banjir. Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi lapangan, jumlah warga terdampak, kebutuhan mendesak, serta tingkat kerusakan yang ditimbulkan. Hasil kaji cepat menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan darurat dan mengatur prioritas bantuan bagi masyarakat.

Selain melakukan pendataan, BPBD Kota Padang berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menangani dampak banjir di tiga kecamatan. Koordinasi melibatkan petugas gabungan yang bekerja di lokasi kejadian, termasuk dalam proses pendataan rumah tangga terdampak dan pemantauan situasi. Petugas juga masih melakukan evakuasi terhadap warga yang membutuhkan bantuan untuk meninggalkan kawasan terdampak menuju tempat yang lebih aman.

Proses penanganan terus dilakukan dengan memperhatikan kondisi warga, akses menuju lokasi, serta perkembangan genangan. Berdasarkan laporan hingga Sabtu malam, banjir di sejumlah titik masih belum surut. Karena itu, petugas gabungan tetap berada di lapangan untuk memantau ketinggian air, memperbarui data warga terdampak, dan memastikan kebutuhan penanganan darurat dapat segera ditindaklanjuti oleh instansi berwenang.

Wali Kota Padang turut meninjau Perumahan Cluster Luminpark bersama kapolda, kapolres, Ketua DPRD Kota Padang, sekretaris daerah, Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, para kepala organisasi perangkat daerah, serta camat setempat. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi warga dan lingkungan perumahan yang terdampak banjir.

Kehadiran jajaran pemerintah daerah dan unsur terkait di lokasi bertujuan memastikan penanganan darurat berjalan sesuai kebutuhan. Selain itu, peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan proses evakuasi warga terdampak berlangsung dengan baik, terkoordinasi, dan mengutamakan keselamatan masyarakat selama banjir masih terjadi.

BNPB terus memantau perkembangan banjir yang melanda tiga kecamatan di Padang melalui koordinasi bersama BPBD dan pemerintah daerah. Pemantauan dilakukan untuk memperoleh informasi terbaru mengenai situasi di lapangan serta memastikan langkah penanganan berjalan sesuai kondisi yang dihadapi masyarakat. Koordinasi lintas instansi tersebut tetap berlanjut selama situasi belum sepenuhnya terkendali, dengan memperhatikan laporan dari petugas dan pemerintah daerah setempat.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan, terutama apabila hujan berintensitas tinggi masih turun. Warga perlu memperhatikan perubahan kondisi di lingkungan sekitar, termasuk peningkatan debit air atau genangan yang meluas. Informasi resmi dari BNPB, BPBD, pemerintah daerah, serta petugas di lapangan sebaiknya menjadi rujukan utama agar masyarakat dapat mengambil langkah yang tepat dan tidak mengabaikan arahan keselamatan.

Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai maupun kawasan yang rawan banjir diminta meningkatkan kewaspadaan. Apabila situasi memburuk, masyarakat diharapkan segera menuju tempat yang lebih aman dan membawa barang penting seperlunya. Perpindahan hendaknya dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan anggota keluarga, khususnya anak-anak, lansia, dan warga yang membutuhkan bantuan, serta menghindari area yang arus airnya meningkat.

BNPB bersama BPBD dan pemerintah daerah akan terus mengikuti perkembangan kondisi serta berkoordinasi dengan petugas terkait. Masyarakat diminta mengikuti setiap arahan yang disampaikan di lapangan dan segera melaporkan kondisi yang memerlukan perhatian kepada pihak berwenang. Kewaspadaan dan kepatuhan terhadap informasi resmi penting dilakukan selama hujan masih berpotensi memengaruhi kondisi wilayah, sehingga langkah keselamatan dapat diambil dengan cepat apabila diperlukan.