Kemenkop, Nasril Bahar, dan Samsul Rizal Revitalisasi Koperasi Langkat | Waspada

oleh -65 Dilihat
oleh
Kemenkop, Nasril Bahar, dan Samsul Rizal Revitalisasi Koperasi Langkat | Waspada

Kabupaten Langkat | Nasril Bahar, S.E., menggelar forum Sosialisasi Ekosistem Perkoperasian di Kabupaten Langkat pada Sabtu (10/10/2026). Kegiatan strategis yang berlangsung di Aula Gedung Grand Stabat ini dihadiri puluhan pengurus koperasi lokal, tokoh masyarakat, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta perwakilan instansi pemerintah setempat. Langkah pembentukan 10 koperasi baru ini diharapkan mampu menjadi stimulus bagi masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi secara bersama-sama.

Keterangan yang tercatat menyebut Kita fasilitasi pembentukannya agar kelompok-kelompok usaha masyarakat bawah memiliki legalitas resmi dan kemudahan akses bantuan serta permodalan," ungkap Nasril Bahar.

Data lain dalam laporan menunjukkan Data di lapangan menunjukkan bahwa dari sekitar 622 koperasi yang terdaftar di dinas setempat, hanya sekitar 122 koperasi yang benar-benar aktif menjalankan fungsi dan kegiatannya.

Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup LANGKAT (Waspada.id): Langkah konkret untuk memperkuat fondasi perekonomian masyarakat di tingkat akar rumput terus digalakkan. Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi Republik Indonesia bekerja sama dengan Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), H. Acara dibuka dengan suasana penuh kehangatan dan rasa syukur. Nasril Bahar mengajak seluruh jajaran pengurus koperasi dan tamu undangan untuk memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Swt. serta menyampaikan selawat dan salam kepada Nabi Muhammad saw.

Pertemuan ini bukan sekadar sosialisasi rutin, melainkan momen konsolidasi besar untuk membenahi dan merevitalisasi kelembagaan koperasi di seluruh pelosok Kabupaten Langkat. Nasril Bahar menyerahkan bantuan untuk pembentukan 10 koperasi baru di Kabupaten Langkat. Dalam sesi pemaparan materi utama, Samsul Rizal membeberkan pemetaan riil kondisi perkoperasian di wilayah Langkat. Dari total sekitar 622 unit koperasi yang tercatat di Dinas Koperasi Kabupaten Langkat, baru sebanyak 122 koperasi yang secara aktif menjalankan fungsi operasional, kegiatan usaha, serta keanggotaannya secara nyata. Kementerian Koperasi bersama DPR RI dan DPRD Kabupaten Langkat berupaya mendorong kemudahan akses pendampingan kelembagaan, digitalisasi sistem manajemen, hingga keterhubungan dengan pasar yang lebih luas. Gemuruh seruan semangat "Koperasi Maju, Indonesia Jaya!" yang dikumandangkan bersama oleh seluruh peserta menegaskan komitmen kolektif untuk membangkitkan kembali kejayaan koperasi di Kabupaten Langkat. atas terlaksananya silaturahmi ini. Ia menyampaikan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong yang menjadi roh utama gerakan koperasi di Indonesia. Sebagai wujud kepedulian nyata terhadap pemberdayaan masyarakat, dalam kesempatan tersebut Anggota DPR RI H. Bantuan ini ditujukan untuk memfasilitasi legalitas dan pembentukan wadah usaha kolektif bagi masyarakat menengah dan bawah. Banyak koperasi yang didirikan pada masa lalu cenderung mengalami 'mati suri' atau berhenti beroperasi ketika stimulus maupun program dari pusat selesai. Fenomena timbul-tenggelam ini harus kita akhiri," tegas Samsul Rizal. Samsul Rizal (Samrai) menambahkan, pola ketergantungan musiman terhadap bantuan pemerintah harus digantikan dengan pembentukan ekosistem perkoperasian yang mandiri, tangguh, dan berbasis digitalisasi. Koperasi diharapkan tidak sekadar menjadi entitas administratif di atas kertas, tetapi wajib memberikan nilai tambah ekonomis yang berdampak langsung pada kesejahteraan anggotanya. Lebih jauh, Samsul Rizal (Samrai) menegaskan bahwa program revitalisasi ini selaras dengan arah kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto yang menaruh perhatian besar pada penguatan ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi daerah dari tingkat bawah. Melalui visi Presiden Prabowo Subianto, kita berkomitmen untuk menghidupkan kembali dan menata ulang koperasi sebagai pilar utama ketahanan pangan dan ekonomi rakyat. Koperasi harus hadir menjadi penopang rantai pasok kebutuhan pokok, distribusi hasil pertanian, serta wadah permodalan yang sehat bagi masyarakat kecil," jelasnya. Langkah ini dinilai strategis agar koperasi mampu bersaing di era digital tanpa kehilangan asas kekeluargaan yang menjadi ciri khasnya. Selain penyampaian materi dan sesi diskusi interaktif yang berlangsung dinamis peserta dan para pemateri, acara ini juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan fasilitas pendukung kelembagaan secara simbolis kepada perwakilan pengurus koperasi. Seluruh rangkaian kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama dan pemekikan yel-yel gerakan koperasi secara serentak. (id27) Bagikan pemikiran dan pendapat Anda