Daisy Fajarina Adukan Manajemen dan Petugas Keamanan atas Dugaan Intimidasi di Kemang

oleh -91 Dilihat
oleh
Daisy Fajarina Adukan Manajemen dan Petugas Keamanan atas Dugaan Intimidasi di Kemang

Jakarta | Daisy Fajarina, ibu dari Manohara Odelia Pinot, mengadukan pihak manajemen berinisial J, sejumlah unsur manajemen, serta beberapa petugas keamanan kepada Bareskrim Mabes Polri di Jakarta Selatan, Selasa, 13 Oktober 2026. Pengaduan tersebut berkaitan dengan dugaan tindakan tidak menyenangkan atau premanisme yang disebut dialaminya ketika berada di sebuah gedung di kawasan Kemang.

Langkah hukum itu ditempuh setelah terjadi insiden yang menurut pihak Daisy melibatkan unsur manajemen dan petugas keamanan di lokasi. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada kepolisian untuk mendapatkan penanganan serta pemeriksaan lebih lanjut. Dalam pengaduannya, pihak Daisy meminta agar dugaan intimidasi dan tindakan yang dianggap merugikan tersebut ditelusuri sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kuasa hukum Daisy, Erles Rareral, menyatakan bahwa pengaduan tersebut telah diterima oleh kepolisian. Ia menjelaskan, laporan atau pengaduan itu selanjutnya akan diproses melalui tahapan yang ditetapkan oleh penyidik. Pihak Daisy juga masih menunggu pemberitahuan resmi mengenai perkembangan perkara, termasuk kemungkinan agenda pemeriksaan dan tindak lanjut setelah pengaduan diterima.

Menurut Erles, informasi mengenai perkembangan penanganan perkara diperkirakan akan disampaikan pada Jumat atau Senin berikutnya. Sambil menunggu pemberitahuan tersebut, Daisy dan tim kuasa hukumnya menyerahkan proses penanganan kepada aparat kepolisian. Mereka berharap seluruh pihak yang disebut dalam pengaduan dapat dimintai keterangan secara proporsional, sehingga rangkaian kejadian di gedung kawasan Kemang dapat dijelaskan secara terang berdasarkan bukti dan keterangan yang tersedia.

Persoalan yang dilaporkan Daisy Fajarina bermula ketika ia hendak memenuhi pesanan pelanggan tetap berupa 15 boks air mineral. Menurut keterangan Daisy, barang tersebut berkaitan dengan kegiatan usaha restorannya dan perlu segera diserahkan kepada pelanggan. Karena itu, ia datang ke gedung untuk mengambil serta membawa air mineral tersebut keluar dari lokasi.

Daisy menyebut manajemen baru gedung tidak mengizinkannya membawa barang pesanan itu. Ia kemudian berusaha meminta izin dan menjelaskan alasan pengambilan barang kepada pihak yang berada di lokasi. Bagi Daisy, pesanan tersebut bukan sekadar urusan pribadi, melainkan bagian dari hubungan usaha dengan pelanggan yang selama ini tetap dijaga. Ia menilai pemenuhan pesanan penting agar kepercayaan pelanggan tidak terganggu, terutama karena air mineral itu telah dipesan dalam jumlah cukup besar.

Dalam keterangannya, Daisy juga menjelaskan kondisi usaha restorannya yang disebut sudah hampir satu bulan tidak beroperasi sejak tanggal 2. Situasi tersebut, menurut dia, berkaitan dengan proses pembongkaran gedung dan keadaan di sekitar tempat usahanya. Akibat aktivitas operasional yang terhenti, pemasukan dari penjualan air mineral menjadi salah satu sumber pendapatan yang masih dapat diandalkan. Oleh sebab itu, Daisy berupaya mengambil barang tersebut untuk memenuhi pesanan sekaligus mempertahankan pemasukan usahanya.

Penjelasan mengenai tujuan pengambilan 15 boks air mineral, alasan Daisy meminta izin, serta kondisi usaha tersebut merupakan keterangan dari Daisy dalam perkara ini. Hal itu belum dapat diperlakukan sebagai fakta yang telah diputuskan atau dibuktikan oleh aparat. Rangkaian kejadian dan dugaan intimidasi yang dilaporkannya masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk klarifikasi dari manajemen gedung, petugas keamanan, dan pihak-pihak lain yang berada di lokasi.

Menurut keterangan Daisy Fajarina, persoalan bermula ketika ia hendak mengambil pesanan air mineral dari area usaha di Kemang. Permintaannya untuk membawa pesanan tersebut keluar disebut tetap tidak diizinkan oleh pihak manajemen atau petugas yang berada di lokasi. Daisy kemudian berupaya memenuhi pesanan dengan membawa sendiri satu kardus air mineral yang berisi 24 botol, meskipun akses pengambilan barang disebut telah dipersoalkan.

Daisy menyebut situasi kemudian meningkat ketika pintu keluar dikatakan telah ditutup. Dalam keadaan tersebut, ia mengaku didorong oleh salah seorang petugas keamanan. Pengakuan itu menjadi bagian dari laporan yang disampaikannya terhadap manajemen dan petugas keamanan terkait dugaan intimidasi. Rangkaian peristiwa tersebut disampaikan Daisy sebagai pengalaman yang membuatnya merasa terkejut, terlebih karena persoalan awalnya berkaitan dengan pengambilan satu kardus air mineral untuk memenuhi pesanan.

Ia menuturkan bahwa dirinya tidak menyangka urusan operasional yang menurutnya sederhana dapat berkembang menjadi perlakuan seperti yang dialaminya. Perasaan terintimidasi muncul karena akses keluar disebut ditutup dan terjadi kontak fisik sebagaimana yang ia klaim. Daisy juga menilai situasi tersebut berlangsung pada waktu yang tidak mudah bagi kegiatan usahanya, sehingga dampak emosional dari kejadian itu dirasakan semakin berat.

Usaha yang dirintis Daisy disebut baru berjalan sekitar lima bulan ketika insiden tersebut terjadi. Pada periode itu, operasional bisnisnya sedang menghadapi berbagai kesulitan, termasuk kebutuhan untuk tetap memenuhi pesanan pelanggan. Keterangan mengenai pintu keluar yang ditutup dan dugaan dorongan tersebut masih merupakan versi Daisy yang ia adukan kepada pihak terkait. Penentuan mengenai benar atau tidaknya dugaan tindakan itu tetap memerlukan pemeriksaan dan klarifikasi dari seluruh pihak yang disebut dalam laporan.

Setelah kejadian tersebut, Daisy Fajarina bersama kuasa hukumnya menempuh langkah hukum dengan menyampaikan pengaduan kepada kepolisian. Pengaduan itu berkaitan dengan dugaan intimidasi yang dialami Daisy di kawasan Kemang. Kuasa hukum Daisy, Erles, menyebut pihak yang diadukan tidak hanya satu orang, tetapi juga mencakup J, rekan-rekan manajemen, serta sejumlah petugas keamanan yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

Dalam proses pengaduan, pihak Daisy turut menyerahkan sejumlah bahan yang diharapkan dapat mendukung penanganan laporan. Bukti yang disampaikan lain foto para petugas keamanan dan video yang berkaitan dengan kejadian. Menurut Erles, materi tersebut diserahkan untuk membantu memberikan gambaran mengenai situasi yang berlangsung serta pihak-pihak yang berada di lokasi pada saat peristiwa terjadi.

Penyerahan foto dan rekaman itu menjadi bagian dari langkah Daisy dan kuasa hukumnya untuk mendokumentasikan dugaan intimidasi secara resmi. Daisy juga menyampaikan bahwa proses hukum ditempuh agar kejadian tersebut dapat ditangani melalui mekanisme yang berlaku, bukan hanya menjadi persoalan yang berhenti pada penyampaian keberatan.

Erles menegaskan bahwa proses berikutnya berada dalam penanganan kepolisian. Pihak Daisy dan kuasa hukumnya kini menunggu informasi mengenai perkembangan pengaduan yang telah disampaikan, termasuk tahapan pemeriksaan atau tindak lanjut lain sesuai kewenangan penyidik. Sampai informasi perkembangan laporan diterima, seluruh bukti yang telah diserahkan menjadi bagian dari dokumen pendukung pengaduan tersebut.

Dengan langkah ini, Daisy berharap laporan yang diajukan dapat diproses secara resmi berdasarkan bukti dan keterangan yang tersedia. Kuasa hukum tetap mendampingi Daisy selama proses berlangsung, sementara penanganan lebih lanjut diserahkan kepada kepolisian sesuai prosedur yang berlaku.

Baca juga: Daisy Fajarina Adukan Dugaan Premanisme di Tempat Usaha ke Bareskrim | Kebakaran di Penjaringan Menewaskan Dua Warga dan Melukai Petugas Pemadam | Dua Anggota KKB Yahukimo Ditangkap, Satu Meninggal Setelah Tindakan Tegas Petugas