Dua Anggota KKB Yahukimo Ditangkap, Satu Meninggal Setelah Tindakan Tegas Petugas

oleh -59 Dilihat
oleh
Dua Anggota KKB Yahukimo Ditangkap, Satu Meninggal Setelah Tindakan Tegas Petugas

Kabupaten Yahukimo | Tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama personel Polres Yahukimo menangkap dua orang yang diduga anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap XVI Batalyon Yamue pimpinan Kopitua Heluka. Penangkapan tersebut berlangsung di Jalan Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Selasa, 13 Oktober 2026, sekitar pukul 05.31 WIT.

Dua orang yang diamankan masing-masing berinisial AD alias YH dan EH. Keduanya diduga memiliki keterkaitan dengan kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah Yahukimo. Petugas membawa mereka untuk menjalani pemeriksaan serta pendalaman lebih lanjut guna mengungkap peran dan aktivitas yang bersangkutan dalam jaringan tersebut.

Penindakan itu merupakan hasil pengembangan penyelidikan atas kasus pembunuhan seorang warga sipil berinisial A, berusia 46 tahun. Korban ditemukan menjadi sasaran kekerasan di kawasan Ruko Blok B, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, pada Minggu, 11 Oktober 2026. Peristiwa tersebut mendorong aparat melakukan penelusuran terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.

Informasi yang diperoleh dari penyelidikan kemudian mengarahkan tim gabungan ke Jalan Seradala. Aparat melaksanakan upaya penangkapan dengan mempertimbangkan kondisi keamanan di lokasi dan kemungkinan adanya perlawanan. Pengamanan terhadap AD alias YH dan EH menjadi bagian dari rangkaian operasi untuk mengusut kasus pembunuhan tersebut sekaligus menekan aktivitas kelompok bersenjata di wilayah Yahukimo.

Setelah penangkapan, proses pemeriksaan dilakukan untuk mencocokkan keterangan, menelusuri hubungan kedua terduga dengan Batalyon Yamue, serta mengumpulkan informasi mengenai kejadian di Ruko Blok B. Langkah berikutnya akan bergantung pada hasil penyidikan dan bukti yang berhasil dihimpun oleh aparat penegak hukum. Penanganan perkara tetap diarahkan melalui prosedur hukum yang berlaku.

Proses penangkapan terhadap dua anggota KKB di Yahukimo berlangsung ketika petugas Operasi Damai Cartenz-2026 berupaya mengamankan keduanya. Berdasarkan keterangan Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, petugas menghadapi perlawanan saat hendak menangkap EH dan AD alias YH. Perlawanan tersebut menjadi situasi yang harus segera dihadapi aparat di lokasi kejadian.

Dalam kondisi itu, aparat memberikan tindakan tegas dan terukur untuk menghentikan perlawanan serta mengendalikan keadaan. Tindakan tersebut dilakukan dalam rangka mengamankan proses penangkapan, dengan tetap mempertimbangkan situasi yang dihadapi petugas. Keterangan tersebut menjelaskan bahwa langkah aparat muncul setelah kedua pelaku disebut melakukan perlawanan ketika akan diamankan.

Akibat tindakan tegas itu, EH meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, AD alias YH mengalami luka tembak. Informasi mengenai kondisi keduanya disampaikan dalam penjelasan resmi Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 mengenai proses penangkapan tersebut.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa upaya penangkapan berlangsung dalam situasi yang tidak sepenuhnya berjalan tanpa hambatan. Petugas harus merespons perlawanan yang terjadi pada saat pengamanan, sehingga tindakan tegas dan terukur diberikan untuk mengatasi keadaan. Penjelasan Kombes Pol Yusuf Sutejo menjadi dasar uraian mengenai rangkaian kejadian, termasuk perlawanan kedua pelaku, meninggalnya EH di lokasi, dan luka tembak yang dialami AD alias YH.

Penangkapan terhadap dua orang yang disebut sebagai anggota KKB di Yahukimo berkaitan dengan penyelidikan sejumlah perkara kekerasan yang terjadi di wilayah Distrik Dekai dan sekitarnya. Aparat menyebut EH sebagai salah satu daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus pembunuhan dua warga sipil, Yonathan Arruan dan Asri Obet. Peristiwa tersebut berlangsung pada 30 April 2023 di Jalan Statistik, Distrik Dekai. Keterkaitan EH dalam perkara itu masih menjadi bagian dari proses penyidikan dan pendalaman keterangan oleh aparat penegak hukum.

Sementara itu, AD alias YH diduga terlibat dalam kasus pembunuhan seorang pendulang emas bernama Saharuddin. Kejadian tersebut dilaporkan berlangsung di kawasan Kali Momo pada 5 April 2025. Informasi mengenai dugaan keterlibatan AD alias YH menjadi salah satu dasar bagi petugas untuk mengembangkan penyelidikan terhadap jaringan dan rangkaian tindak kekerasan yang terjadi di Yahukimo. Status serta peran masing-masing orang tetap perlu merujuk pada hasil penyidikan dan proses hukum yang berlaku.

Pengembangan penanganan perkara itu juga berkaitan dengan kasus terbaru yang menewaskan seorang korban berinisial A. Berdasarkan keterangan awal, A sedang berupaya membantu menurunkan muatan sembako dari sebuah truk di kawasan Ruko Blok B, Distrik Dekai, ketika diserang. Korban mengalami luka tusuk pada bagian punggung dan meninggal dunia akibat kejadian tersebut. Peristiwa ini kemudian menjadi dasar bagi aparat untuk melakukan penelusuran lebih lanjut, termasuk mengumpulkan keterangan saksi, mengidentifikasi pihak yang diduga terlibat, serta mengaitkannya dengan perkara-perkara sebelumnya. Dalam rangkaian penanganan tersebut, petugas menangkap EH dan AD alias YH. Informasi mengenai dugaan hubungan mereka dengan beberapa kasus pembunuhan disampaikan sebagai hasil pengembangan awal dan masih harus diuji melalui bukti serta tahapan peradilan.

Setelah tindakan petugas di Yahukimo, penanganan terhadap orang-orang yang berada di lokasi dilakukan sesuai kondisi masing-masing. Jenazah EH telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk diproses lebih lanjut. Penyerahan tersebut menjadi bagian dari langkah penanganan pascakejadian, sekaligus memberikan kesempatan kepada keluarga untuk mengurus pemakaman sesuai ketentuan dan adat yang berlaku.

Sementara itu, AD alias YH, yang turut diamankan dalam operasi tersebut, dievakuasi ke RSUD Dekai. Ia memperoleh perawatan medis untuk menangani kondisi yang dialaminya setelah tindakan petugas. Setelah mendapatkan penanganan yang diperlukan dan dinyatakan memungkinkan untuk diperiksa, AD akan menjalani pemeriksaan lanjutan guna membantu mengungkap rangkaian peristiwa serta informasi terkait keberadaan dan aktivitas jaringan KKB di Yahukimo.

Selain menangkap dua orang yang masuk dalam daftar pencarian orang, petugas juga mengamankan empat orang lain dari lokasi yang sama. Mereka masing-masing berinisial TW, berusia 38 tahun; EH, berusia 21 tahun; BH, berusia 17 tahun; serta PG, berusia 21 tahun. Pengamanan terhadap keempat orang tersebut dilakukan untuk memastikan identitas, kondisi, dan hubungan mereka dengan peristiwa yang sedang ditangani oleh aparat.

Keempatnya masih menjalani pemeriksaan intensif. Pemeriksaan itu diarahkan untuk mendalami peran masing-masing, termasuk kemungkinan adanya informasi yang dapat membantu penyidik memetakan jaringan, komunikasi, dan aktivitas kelompok bersenjata di wilayah Yahukimo. Namun, status mereka belum dapat disimpulkan sebelum seluruh proses pemeriksaan selesai. Aparat perlu menguji keterangan, mencocokkannya dengan bukti yang tersedia, serta memastikan setiap penilaian dilakukan berdasarkan fakta dan prosedur hukum yang berlaku.

Baca juga: Dua Anggota KKB Ditangkap di Yahukimo, Terlibat Sejumlah Kasus Pembunuhan Warga | Dua Warga Diserang di Yahukimo, Satu ASN Terluka dan Seorang Warga Meninggal | Dua Tersangka Ditangkap dalam Kasus Pembunuhan di Kos Pinang Ranti