Kabupaten Pidie Jaya | Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera menyalurkan tali asih berupa bantuan kebutuhan pokok kepada 31 kepala keluarga yang terdampak banjir. Penyaluran tersebut berlangsung pada Selasa, 13 Oktober, di Gampong Glumpang Tutong, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian kepada warga yang permukimannya terdampak bencana.
Banjir melanda permukiman warga Gampong Glumpang Tutong pada Minggu, 11 Oktober, setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut. Peristiwa itu berdampak langsung terhadap aktivitas dan kebutuhan sehari-hari keluarga yang tinggal di kawasan tersebut. Dalam kondisi demikian, dukungan berupa kebutuhan pokok menjadi bagian penting untuk membantu warga memenuhi keperluan dasar setelah bencana terjadi.
Penyaluran oleh Satgas PRR Pascabencana Sumatera menyasar 31 kepala keluarga di gampong tersebut. Kehadiran bantuan diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak, sekaligus menunjukkan adanya perhatian terhadap masyarakat yang menghadapi dampak banjir. Kegiatan ini juga menjadi bentuk respons kemanusiaan yang diarahkan kepada keluarga penerima bantuan di Gampong Glumpang Tutong.
Lokasi penyaluran berada di wilayah Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, yang menjadi bagian dari kawasan terdampak hujan lebat dan banjir pada 11 Oktober. Dengan disalurkannya tali asih pada 13 Oktober, keluarga penerima memperoleh dukungan untuk menghadapi situasi pascabencana. Bantuan tersebut disampaikan secara khusus kepada 31 kepala keluarga yang terdampak, tanpa memperluas sasaran di luar data penerima yang telah ditetapkan.
Penyerahan bantuan kebutuhan pokok kepada 31 keluarga yang terdampak banjir di Pidie Jaya dipimpin oleh Wakil Ketua Koordinator Wilayah Aceh I Satgas PRR, Uus Rohimat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membantu warga yang menghadapi dampak bencana, khususnya keluarga yang mengalami gangguan terhadap kehidupan sehari-hari akibat banjir. Kehadiran perwakilan Satgas PRR dalam penyaluran ini juga menunjukkan perhatian terhadap kondisi masyarakat di wilayah terdampak.
Dalam kesempatan tersebut, Uus Rohimat menyampaikan pesan Ketua Satgas PRR, Tito Karnavian, kepada masyarakat agar tetap tabah menghadapi dampak bencana. Pesan itu ditujukan untuk menguatkan warga dalam menjalani situasi sulit setelah banjir serta mendorong mereka agar tetap memiliki keteguhan dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul. Dukungan moral tersebut melengkapi penyaluran bantuan kebutuhan pokok bagi keluarga penerima manfaat di Pidie Jaya.
Uus Rohimat berharap bantuan yang diserahkan dapat memberikan manfaat bagi 31 keluarga terdampak dan membantu memenuhi kebutuhan mereka dalam masa pemulihan. Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat rasa kebersamaan pemerintah dan masyarakat yang terdampak bencana. Menurut harapannya, kerja sama dan kepedulian yang terbangun melalui penyaluran bantuan dapat menjadi dukungan penting bagi warga, sekaligus mempererat hubungan unsur pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi kondisi pascabencana.
Sebelum bantuan kebutuhan pokok diserahkan, dilakukan rapat koordinasi Satgas PRR dan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya. Tahap ini menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh persiapan penyaluran didasarkan pada informasi yang telah diperiksa bersama. Koordinasi tersebut membahas jumlah keluarga yang akan menerima bantuan serta kesesuaian data penerima yang tercatat.
Melalui rapat koordinasi itu, Satgas PRR bersama Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya melakukan verifikasi terhadap data penerima bantuan. Verifikasi diperlukan agar jumlah penerima dapat dipastikan dan bantuan diarahkan kepada keluarga yang terdampak banjir sesuai data yang disepakati. Hasil pemeriksaan bersama tersebut menetapkan bahwa bantuan kebutuhan pokok ditujukan kepada 31 kepala keluarga.
Setelah proses koordinasi dan verifikasi data dilakukan, dukungan dana sebesar Rp25 juta diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya. Penyerahan dana ini menjadi tahap lanjutan untuk mendukung penyediaan kebutuhan pokok bagi keluarga penerima bantuan. Dengan demikian, pemerintah daerah memiliki dukungan yang telah disiapkan berdasarkan jumlah serta data penerima yang sebelumnya dikonfirmasi bersama Satgas PRR.
Dana sebesar Rp25 juta tersebut digunakan untuk membeli paket kebutuhan pokok bagi 31 kepala keluarga terdampak banjir di Pidie Jaya. Penetapan jumlah penerima dan penggunaan dana mengacu pada hasil koordinasi Satgas PRR dan pemerintah kabupaten. Tahapan ini menunjukkan bahwa bantuan dipersiapkan melalui pendataan bersama, sehingga kebutuhan penyediaan paket pokok bagi 31 keluarga dapat dilaksanakan berdasarkan data yang telah diverifikasi.
Paket bantuan yang diterima oleh 31 kepala keluarga disusun untuk menjawab kebutuhan pangan paling mendasar setelah banjir mengganggu aktivitas dan persediaan rumah tangga. Isi paket mencakup beras sebagai bahan pangan utama, telur sebagai sumber protein, gula, serta minyak goreng untuk menunjang kegiatan memasak sehari-hari. Komposisi tersebut dirancang agar keluarga penerima dapat mengolah makanan dengan bahan yang mudah digunakan dan sesuai dengan kebutuhan umum di rumah.
Selain bahan pangan utama, setiap paket juga memuat mi instan, air mineral, biskuit, susu, dan teh celup. Mi instan dapat menjadi pilihan makanan praktis ketika warga masih membersihkan rumah atau menghadapi keterbatasan akses ke dapur. Air mineral membantu memenuhi kebutuhan minum, sementara biskuit dan susu dapat dikonsumsi oleh anggota keluarga dalam situasi ketika makanan belum dapat disiapkan secara normal. Teh celup melengkapi kebutuhan minuman hangat bagi keluarga selama masa pemulihan.
Perlengkapan yang dibagikan tidak terbatas pada bahan konsumsi. Beberapa peralatan dapur turut disertakan untuk mendukung warga menyiapkan makanan di tengah kondisi permukiman yang belum sepenuhnya pulih. Kehadiran peralatan tersebut diharapkan membantu keluarga menggunakan bahan yang tersedia secara lebih praktis, terutama apabila perlengkapan rumah tangga mereka terdampak genangan atau mengalami kerusakan.
Dengan susunan barang yang beragam, dukungan ini memberikan manfaat langsung bagi kebutuhan rumah tangga dalam beberapa hari setelah banjir. Bantuan diharapkan dapat meringankan beban warga, menjaga ketersediaan pangan, serta membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga terdampak ketika mereka mulai menata kembali kehidupan dan lingkungan tempat tinggalnya.
Baca juga: BNI Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Banjir di Padang | Banjir di Binjai Memaksa 1.222 Kepala Keluarga Mengungsi | PSSI Memetakan Kebutuhan Skuad Indonesia Menuju Piala Asia 2027







