PSSI Memetakan Kebutuhan Skuad Indonesia Menuju Piala Asia 2027

oleh -71 Dilihat
oleh
PSSI Memetakan Kebutuhan Skuad Indonesia Menuju Piala Asia 2027

Jakarta | PSSI masih memetakan kebutuhan skuad Timnas Indonesia dengan mencari tambahan pemain pada tiga lini utama, yaitu sayap, gelandang tengah, dan penyerang. Langkah ini dilakukan untuk membentuk komposisi tim terbaik sebelum menghadapi Piala Asia 2027 yang dijadwalkan berlangsung pada Januari mendatang. Evaluasi tersebut menjadi bagian penting dari persiapan karena setiap posisi membutuhkan kedalaman serta pilihan pemain yang sesuai dengan karakter permainan pelatih.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyampaikan bahwa tim masih memiliki waktu sekitar tiga bulan untuk mempersiapkan diri. Menurut dia, periode tersebut harus dimanfaatkan secara cermat untuk melihat perkembangan pemain yang sudah tersedia sekaligus menemukan opsi tambahan yang dapat memperkuat skuad. Pencarian tidak hanya diarahkan kepada nama-nama baru, tetapi juga mempertimbangkan konsistensi performa, kesiapan fisik, dan kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan tim nasional.

Erick menjelaskan bahwa sektor gelandang saat ini baru memiliki sekitar tiga pemain yang tampil konsisten. Karena itu, PSSI masih memerlukan sedikitnya dua tambahan pemain untuk memenuhi kebutuhan di lini tengah. Penambahan tersebut dinilai penting agar tim memiliki variasi strategi dan pelapis yang memadai sepanjang turnamen. Selain gelandang, posisi penyerang dan sayap juga masih menjadi perhatian karena keduanya berperan besar dalam menciptakan peluang serta menjaga ancaman di area pertahanan lawan.

Pernyataan itu disampaikan Erick di Jakarta pada Selasa, 13 Oktober. Ia menegaskan bahwa proses pemetaan dilakukan secara bertahap dan tetap mengutamakan kualitas. Dengan waktu persiapan yang tersisa, PSSI berupaya memastikan setiap kebutuhan skuad dapat ditentukan lebih awal, sehingga tim mempunyai kesempatan membangun kerja sama, meningkatkan pemahaman taktik, dan mencapai kesiapan optimal menjelang Piala Asia 2027.

Erick Thohir menilai kebutuhan skuad Timnas Indonesia menuju Piala Asia 2027 tidak dapat disamaratakan untuk setiap posisi. Evaluasi perlu dilakukan berdasarkan kualitas opsi yang tersedia, kedalaman pemain, serta kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan selama persiapan dan turnamen. Dari penilaian tersebut, sektor penjaga gawang termasuk bagian yang relatif mumpuni. Indonesia dinilai memiliki dua pemain yang layak untuk mengisi posisi tersebut, sehingga persaingan internal dan pilihan bagi tim pelatih berada pada tingkat yang cukup baik.

Penilaian positif juga terlihat pada posisi bek tengah. Sektor ini dianggap telah memiliki fondasi yang cukup untuk mendukung kebutuhan tim. Namun, kedalamannya masih mungkin diperkuat dengan satu pemain tambahan. Kebutuhan tersebut bukan berarti posisi bek tengah menjadi persoalan utama, melainkan langkah antisipasi agar pilihan tetap memadai ketika menghadapi jadwal padat, perubahan strategi, atau situasi yang tidak terduga. Dengan tambahan yang tepat, kestabilan lini pertahanan dapat lebih terjaga.

Di sisi kiri pertahanan, Indonesia memiliki pilihan yang lebih beragam. Tersedia dua, tiga, bahkan empat opsi yang dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan pertandingan. Kondisi ini memberikan ruang bagi tim pelatih untuk menentukan pemain berdasarkan karakter lawan dan pendekatan taktik yang digunakan. Perbedaan paling jelas terlihat pada posisi bek kanan. Sektor tersebut menjadi salah satu bagian yang perlu dievaluasi oleh tim asuhan John Herdman karena pilihan pemain masih terbatas, sementara beberapa pemain mengalami cedera. Situasi itu membuat bek kanan membutuhkan perhatian lebih dalam pemetaan skuad. Dengan demikian, prioritas penguatan tidak berada pada semua lini secara bersamaan: penjaga gawang sudah memiliki dasar yang cukup, bek tengah relatif aman dengan kemungkinan tambahan, bek kiri menawarkan banyak opsi, sedangkan bek kanan perlu ditangani melalui evaluasi dan penambahan kedalaman yang terukur.

Keseimbangan skuad menjadi salah satu perhatian utama Erick Thohir dalam persiapan Timnas Indonesia menuju Piala Asia 2027. Persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan jumlah pemain yang tersedia, tetapi juga dengan komposisi kekuatan di setiap posisi. Indonesia perlu memastikan bahwa setiap lini memiliki pilihan yang memadai, sehingga tim tidak terlalu bergantung pada sejumlah kecil pemain utama. Ketersediaan pemain menjadi semakin penting karena jadwal pertandingan yang padat, risiko cedera, serta tuntutan performa konsisten di level internasional.

Erick juga menyoroti perbandingan pemain yang berkarier di luar negeri dan mereka yang tampil di kompetisi domestik. Jepang, yang menjadi salah satu rival Indonesia di fase grup, dinilai memiliki keunggulan dalam hal kedalaman pilihan. Menurut Erick, sekitar 12 pemain Jepang bermain di Liga Inggris, sedangkan jumlah pemain Jepang yang berkarier di berbagai kompetisi Eropa disebut mencapai sekitar 100 orang. Angka tersebut menunjukkan besarnya basis pemain yang dapat dipantau dan dipilih oleh tim nasional Jepang.

Kondisi itu memberi Jepang lebih banyak alternatif dari berbagai posisi. Ketika seorang pemain mengalami cedera atau tidak dapat memperkuat tim, pelatih masih memiliki sejumlah kandidat dengan pengalaman dan kualitas yang relatif sebanding. Kedalaman semacam ini dapat membantu menjaga stabilitas permainan, terutama dalam turnamen yang berlangsung dengan jarak pertandingan singkat. Indonesia masih perlu membangun kapasitas serupa secara bertahap melalui pengembangan pemain, pemantauan diaspora, dan peningkatan mutu kompetisi lokal. Komposisi yang seimbang pemain yang berkarier di luar negeri dan pemain dari liga domestik menjadi kebutuhan penting agar skuad memiliki variasi, kesinambungan, serta ketahanan menghadapi berbagai situasi pertandingan.

Pencarian pemain yang dilakukan PSSI tidak semata-mata diarahkan untuk memenuhi kebutuhan skuad pada Piala Asia 2027. Proses tersebut juga menjadi bagian dari perencanaan jangka menengah untuk membangun tim nasional yang lebih kompetitif dalam menghadapi kualifikasi Piala Dunia 2030. Dengan demikian, setiap pemain yang dipantau diharapkan tidak hanya mampu memberikan kontribusi dalam turnamen terdekat, tetapi juga memiliki prospek untuk memperkuat tim dalam siklus kompetisi berikutnya.

Undian kualifikasi Piala Dunia 2030 dijadwalkan berlangsung pada 15 Desember 2026. Indonesia disebut akan memulai perjuangan dari putaran kedua, tanpa menjalani putaran pertama seperti dalam rangkaian kualifikasi Piala Dunia 2026. Meski demikian, posisi Indonesia tetap akan mengikuti ketentuan resmi yang ditetapkan oleh FIFA dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Erick Thohir menegaskan bahwa PSSI harus menghormati kebijakan kedua organisasi tersebut, sekalipun terdapat harapan agar Indonesia dapat langsung memperoleh tempat di putaran keempat.

Dalam mempersiapkan kebutuhan tim, PSSI melakukan pemetaan berdasarkan evaluasi bersama tim Badan Tim Nasional (BTN) dan John Herdman. Evaluasi ini mencakup penilaian terhadap performa pemain, komposisi setiap lini, serta kebutuhan taktis yang mungkin muncul dalam menghadapi lawan dengan karakter berbeda. Pemetaan tersebut terutama ditujukan untuk menemukan posisi yang masih memerlukan tambahan pemain, sehingga kedalaman skuad dapat meningkat secara berkelanjutan. Langkah ini juga memungkinkan PSSI menyusun daftar prioritas secara lebih terukur, baik untuk memenuhi target Piala Asia 2027 maupun untuk menyiapkan fondasi tim menuju kualifikasi Piala Dunia 2030. Pemantauan terhadap pemain baru dan evaluasi anggota skuad yang ada akan menjadi proses berkelanjutan, mengikuti perkembangan kompetisi serta kebutuhan pelatih.

Baca juga: Peduli Kebutuhan Warga, Babinsa Kodim 1505/Tidore Gotong Royong Pasang Pipa Air Bersih | Kebutuhan Data Center Meningkat, Pemerintah Soroti Energi, Air, dan Dampak bagi Warga