Balé by BTN Catat Pertumbuhan Transaksi dan Pengguna hingga September 2026

oleh -47 Dilihat
oleh
Balé by BTN Catat Pertumbuhan Transaksi dan Pengguna hingga September 2026

Jakarta | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mencatat perkembangan positif pada layanan perbankan digital melalui aplikasi Balé by BTN hingga September 2026. Platform tersebut membukukan 2,23 miliar transaksi, atau tumbuh 46 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini menunjukkan semakin kuatnya pemanfaatan kanal digital BTN untuk memenuhi kebutuhan transaksi nasabah yang mengutamakan kecepatan, kemudahan, dan akses layanan perbankan yang lebih fleksibel.

Pertumbuhan juga terlihat dari jumlah pengguna Balé by BTN. Hingga akhir September 2026, aplikasi itu telah digunakan oleh 5.021.503 orang, meningkat 51 persen secara tahunan. Pada periode yang sama, nilai transaksi yang diproses melalui Balé by BTN mencapai Rp103,53 triliun. Nilai tersebut naik 44 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sejalan dengan bertambahnya basis pengguna dan meningkatnya frekuensi pemanfaatan berbagai fitur digital dalam aplikasi.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menyampaikan bahwa pencapaian lebih dari lima juta pengguna menjadi salah satu indikator penting dalam penguatan transformasi digital perseroan. Dalam keterangannya pada Selasa, 13 Oktober 2026, ia menilai pertumbuhan transaksi dan pengguna tersebut memperlihatkan penerimaan masyarakat terhadap Balé by BTN sebagai bagian dari layanan utama bank. Menurutnya, aplikasi ini memiliki posisi strategis dalam modernisasi BTN, bukan hanya sebagai sarana transaksi, melainkan juga sebagai penghubung nasabah dengan beragam layanan perbankan secara terintegrasi. Penguatan kapabilitas digital akan terus diarahkan untuk meningkatkan pengalaman pengguna, memperluas akses, serta mendukung kebutuhan nasabah di tengah perubahan perilaku finansial yang semakin mengandalkan teknologi.

Pertumbuhan Balé by BTN tidak hanya ditopang oleh peningkatan transaksi, tetapi juga oleh perluasan fungsi yang menjadikannya semakin relevan dalam aktivitas sehari-hari. Menurut Nixon, aplikasi tersebut kini memiliki lebih dari 764 fitur. Jumlah itu mencerminkan arah pengembangan Balé by BTN yang melampaui layanan dasar perbankan dan berupaya menghadirkan berbagai kebutuhan nasabah dalam satu akses digital yang praktis.

Melalui Balé by BTN, nasabah dapat melakukan transaksi perbankan sekaligus membeli tiket pesawat dan hotel, tiket kereta api serta Whoosh, pulsa, dan paket data. Aplikasi ini juga menyediakan voucher belanja, layanan wisata dan acara, serta sejumlah solusi pembiayaan. Penggabungan berbagai layanan tersebut membuat aplikasi tidak hanya digunakan ketika nasabah hendak memeriksa saldo atau melakukan transfer, tetapi juga saat merencanakan perjalanan, memenuhi kebutuhan komunikasi, berbelanja, atau mencari pilihan pembiayaan.

Pengembangan juga diarahkan pada Balé Properti, sebuah layanan yang membantu masyarakat mencari hunian dan mengakses proses pembiayaan rumah dengan lebih mudah. Kehadiran fitur ini memperluas peran Balé by BTN dalam ekosistem perumahan, sesuai dengan kompetensi BTN sebagai bank yang memiliki fokus kuat pada sektor tersebut. Masyarakat dapat memperoleh informasi hunian sekaligus menjajaki pembiayaan melalui proses yang lebih terintegrasi.

Nixon menjelaskan bahwa pengembangan aplikasi dilakukan untuk mendekatkan layanan dengan kebutuhan dan aktivitas nasabah. Karena itu, Balé by BTN diarahkan menjadi super app yang menghubungkan kebutuhan finansial, hunian, dan gaya hidup dalam satu ekosistem digital. Posisi tersebut membedakannya dari layanan mobile banking konvensional, karena nilai tambah aplikasi terletak pada kemampuannya menyediakan beragam layanan yang saling terhubung. Perluasan fitur diharapkan membuat interaksi nasabah dengan BTN semakin mudah, relevan, dan sesuai dengan pola aktivitas digital yang terus berkembang.

Setelah menghadirkan beragam fitur untuk memenuhi kebutuhan transaksi dan layanan perbankan, Balé by BTN terus memperkuat kontribusi digital terhadap kinerja bisnis perseroan. Hingga September 2026, perolehan funding tabungan melalui ekosistem digital BTN tercatat meningkat 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa kanal digital tidak hanya berfungsi sebagai sarana transaksi, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi penghimpunan dana nasabah secara lebih luas dan efisien.

Kontribusi serupa terlihat pada pendapatan berbasis biaya. Fee-based income BTN tumbuh 42 persen secara tahunan hingga September 2026, sejalan dengan meningkatnya aktivitas pengguna pada berbagai layanan digital. Kenaikan tersebut mencerminkan semakin beragamnya kebutuhan nasabah yang dapat dilayani melalui platform digital, mulai dari pembayaran, pembelian, transfer, hingga pemanfaatan fitur yang terhubung dengan ekosistem mitra. Dengan proses yang praktis dan akses yang lebih mudah, layanan ini turut mendorong peningkatan frekuensi transaksi.

Untuk memperluas jangkauan, BTN mengembangkan kolaborasi dengan berbagai ekosistem strategis. Kemitraan tersebut mencakup merchant, sektor pendidikan, transportasi, kesehatan, pariwisata, dan properti, serta mitra lain yang memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat. Pendekatan berbasis ekosistem memungkinkan BTN menghadirkan layanan yang lebih relevan pada titik kebutuhan nasabah, sekaligus membuka peluang pertumbuhan pengguna dan transaksi baru.

Seiring dengan semakin besarnya basis pengguna, fokus lanjutan BTN adalah meningkatkan kualitas engagement. Nixon menjelaskan bahwa perusahaan ingin mengoptimalkan pengguna, transaksi, dan ekosistem agar manfaat yang diterima nasabah semakin besar. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat loyalitas dan pengalaman pengguna, tetapi juga menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan bagi BTN. Dengan demikian, pengembangan digital diarahkan bukan semata-mata untuk mengejar jumlah pengguna, melainkan membangun hubungan yang lebih aktif, bernilai, dan konsisten di dalam ekosistem layanan perseroan.

Pertumbuhan penggunaan Balé by BTN hingga September 2026 menunjukkan bahwa layanan digital semakin menjadi bagian dari aktivitas transaksi masyarakat. Namun, peningkatan jumlah pengguna dan transaksi perlu diiringi perhatian yang sama besar terhadap keamanan. Kepercayaan nasabah tidak hanya dibangun melalui kemudahan akses dan kelancaran layanan, tetapi juga melalui kemampuan penyelenggara dalam menjaga proses transaksi agar tetap andal. Karena itu, penguatan keamanan menjadi bagian penting dari perkembangan layanan digital, bukan sekadar aspek pendukung setelah pertumbuhan tercapai.

Sejalan dengan meningkatnya pemanfaatan Balé by BTN, penguatan keamanan dilakukan melalui teknologi yang andal serta peningkatan pemahaman masyarakat dalam bertransaksi. Kedua aspek tersebut saling melengkapi. Teknologi yang andal membantu mendukung keamanan layanan, sementara pemahaman nasabah membantu mereka menggunakan layanan digital secara lebih cermat dan bertanggung jawab. Pertumbuhan transaksi akan lebih berkelanjutan apabila kepercayaan masyarakat dibangun bersama dengan kesiapan mereka dalam memahami karakteristik transaksi digital.

Nixon memandang bahwa tantangan kejahatan digital tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga dengan cara masyarakat memahami dan menggunakan teknologi tersebut. Pandangan ini menegaskan bahwa keamanan tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada sistem atau penyedia layanan. Nasabah juga memiliki peran penting melalui pemahaman yang memadai ketika memanfaatkan layanan digital. Oleh sebab itu, keamanan dan edukasi nasabah perlu berjalan beriringan. Penguatan pada satu sisi tanpa dukungan sisi lainnya dapat membatasi upaya membangun ekosistem transaksi yang tepercaya.

Dengan pendekatan tersebut, perkembangan Balé by BTN tidak hanya diukur dari pertumbuhan pengguna dan nilai transaksi, tetapi juga dari meningkatnya kualitas kepercayaan dalam penggunaannya. Keamanan yang terus diperkuat dan pemahaman masyarakat yang semakin baik menjadi fondasi bagi perluasan layanan digital secara berkelanjutan. Kombinasi keduanya penting agar pertumbuhan transaksi dapat berlangsung secara sehat, sekaligus mendorong masyarakat menggunakan layanan digital dengan kesadaran yang lebih tinggi.

Baca juga: ICP September 2026 Menembus US$112,81 per Barel di Tengah Gejolak Pasokan Global | ICP September 2026 Menanjak ke US$112,81 di Tengah Gejolak Pasar Minyak Global | Sebanyak 497 Gempa Tektonik Mengguncang Sulawesi Utara Sepanjang September 2026