Kota Tasikmalaya Ditunda Rencana | Rencana Kejuaraan Cabang Olahraga (Kejurcab) Domino Indonesia (Orado) Piala Wali Kota Tasikmalaya mengalami penundaan. Ajang yang semula dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober tersebut belum memiliki jadwal pengganti. Panitia dan pihak terkait masih menunggu perkembangan lebih lanjut sebelum menetapkan waktu pelaksanaan baru.
Kegiatan ini digagas oleh Pengurus Cabang (Pengcab) Orado Kota Tasikmalaya sebagai bagian dari rangkaian peringatan sejumlah momentum penting. Kejuaraan tersebut dirancang untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-25, Hari Santri Nasional, serta Hari Sumpah Pemuda. Selain menjadi agenda olahraga daerah, pelaksanaannya diharapkan dapat mempertemukan komunitas domino dan masyarakat dalam kegiatan yang bersifat kompetitif sekaligus rekreatif.
Namun, rencana tersebut mendapat penolakan dan imbauan dari sejumlah ulama serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya. Masukan itu kemudian menjadi pertimbangan dalam keputusan untuk menunda penyelenggaraan kejuaraan. Penundaan dilakukan hingga waktu yang belum ditentukan, sehingga agenda pertandingan yang sebelumnya dipersiapkan pada akhir Oktober tidak jadi dilaksanakan sesuai jadwal.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan kegiatan olahraga di ruang publik perlu mempertimbangkan berbagai pandangan dari unsur masyarakat. Pengcab Orado Kota Tasikmalaya selanjutnya perlu melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk menentukan langkah berikutnya, termasuk kemungkinan penjadwalan ulang. Sampai ada keputusan resmi, informasi mengenai waktu dan bentuk pelaksanaan Kejurcab Domino Piala Wali Kota Tasikmalaya masih belum dapat dipastikan.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya meminta jadwal Kejuaraan Cabang (Kejurcab) domino dievaluasi dengan mempertimbangkan kondisi sosial dan suasana masyarakat. Permintaan tersebut disampaikan untuk menjaga kondusivitas daerah, khususnya karena kompetisi itu semula direncanakan berdekatan dengan sejumlah momentum penting. MUI menilai penentuan waktu kegiatan perlu memperhatikan karakter Tasikmalaya yang selama ini dikenal sebagai “kota santri”. Citra tersebut, menurut para ulama, perlu dipelihara melalui penyelenggaraan kegiatan yang selaras dengan nilai keagamaan dan harapan masyarakat.
Ketua MUI Kota Tasikmalaya, KH Aminudin Bustomi, menyampaikan tausiyah sekaligus imbauan resmi mengenai rencana pelaksanaan kejuaraan tersebut. Dalam penyampaiannya, ia mengungkapkan adanya keberatan dari sejumlah ulama terhadap penempatan kompetisi domino dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Tasikmalaya, Hari Santri Nasional, dan Hari Sumpah Pemuda. Keberatan itu menjadi dasar bagi MUI untuk meminta panitia dan pihak terkait meninjau kembali jadwal, konsep, serta konteks penyelenggaraan kegiatan.
MUI tetap menghargai upaya Orado dalam membina atlet, menyediakan ruang kompetisi, dan mengembangkan olahraga prestasi di Tasikmalaya. Menurut Aminudin, kegiatan pembinaan olahraga memiliki nilai positif selama dilaksanakan secara terarah dan memperhatikan kondisi lingkungan. Karena itu, komunikasi penyelenggara, pemerintah daerah, dan tokoh agama dinilai penting agar agenda olahraga dapat berjalan tanpa menimbulkan persepsi atau polemik di tengah masyarakat.
Aminudin menegaskan bahwa imbauan tersebut bukan larangan terhadap olahraga domino. MUI tidak bermaksud menghentikan pembinaan atlet maupun menutup kesempatan bagi masyarakat untuk berprestasi melalui cabang olahraga itu. Pertimbangan utama yang disampaikan ialah ketepatan waktu, kesesuaian momentum, dan kemaslahatan bersama. Dengan evaluasi jadwal, kejuaraan diharapkan dapat diselenggarakan dalam suasana yang lebih kondusif, sekaligus tetap menghormati identitas Tasikmalaya sebagai kota santri.
MUI berpandangan bahwa peringatan hari-hari bersejarah di Tasikmalaya sebaiknya diisi dengan kegiatan yang dapat diterima secara lebih luas oleh masyarakat. Pertimbangan tersebut menekankan pentingnya memilih bentuk perayaan yang memberi manfaat, membangun kebersamaan, serta tidak menimbulkan keraguan di tengah warga. Dengan demikian, kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati momentum bersejarah dapat mencerminkan nilai edukasi, kebersamaan, dan pembinaan masyarakat.
Beberapa kegiatan yang disampaikan sebagai pilihan lain lomba catur dan cerdas cermat keagamaan. Lomba catur dapat menjadi sarana rekreasi sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir dan strategi peserta. Sementara itu, cerdas cermat keagamaan dapat mendorong pemahaman terhadap pengetahuan agama dalam suasana kompetisi yang mendidik. Selain kedua kegiatan tersebut, MUI juga menyarankan berbagai kegiatan kepemudaan positif lainnya yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dapat diikuti oleh kalangan yang lebih luas.
MUI tetap menyampaikan ketentuan apabila kompetisi domino hendak diselenggarakan pada waktu yang berbeda. Panitia harus memastikan bahwa pelaksanaan pertandingan tidak disertai perjudian atau taruhan dalam bentuk apa pun. Ketentuan ini menjadi hal utama agar kompetisi tidak berubah menjadi kegiatan yang bertentangan dengan nilai-nilai yang menjadi perhatian masyarakat. Penyelenggara juga perlu menjamin bahwa uang pendaftaran peserta tidak digunakan sebagai hadiah pertandingan.
Selain itu, jadwal pertandingan harus disusun dengan memperhatikan waktu ibadah. Pertandingan tidak boleh mengganggu pelaksanaan ibadah, sehingga panitia perlu menentukan waktu kegiatan secara tertib dan menghormati kewajiban peserta maupun masyarakat sekitar. Ketentuan tersebut tercantum dalam keterangan tertulis Aminudin pada Selasa, 13 Oktober 2026, sebagai pandangan MUI mengenai pilihan kegiatan dan syarat penyelenggaraan kompetisi domino.
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menanggapi gejolak yang muncul setelah adanya seruan dari sejumlah organisasi masyarakat Islam terkait rencana Kejurcab Domino Piala Wali Kota Tasikmalaya. Tanggapan tersebut disampaikan sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah daerah dalam merespons aspirasi publik, termasuk pandangan dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Pemerintah Kota Tasikmalaya menegaskan bahwa kegiatan tersebut hingga kini belum memperoleh rekomendasi maupun izin resmi dari pemerintah daerah. Rangkaian administrasi yang berkaitan dengan kepengurusan kegiatan Hari Jadi juga belum diterbitkan. Selain itu, rekomendasi perizinan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) masih belum tersedia. Dengan demikian, penyelenggaraan kompetisi belum dapat dinyatakan memiliki dasar perizinan yang lengkap.
Viman menyampaikan bahwa pemerintah tidak ingin mengambil keputusan secara tergesa-gesa ketika masih terdapat perbedaan pandangan di tengah masyarakat. Pemerintah Kota Tasikmalaya memilih mengedepankan komunikasi, koordinasi, serta pertimbangan terhadap situasi sosial dan keagamaan di wilayah tersebut. Sikap ini diambil untuk memastikan setiap kegiatan yang melibatkan masyarakat berlangsung sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan keresahan.
Atas pertimbangan itu, pemerintah memutuskan untuk menunda pelaksanaan Kejurcab Domino Piala Wali Kota Tasikmalaya. Penundaan tersebut ditujukan untuk menjaga kondisi daerah tetap aman dan kondusif, sekaligus memberikan waktu bagi pihak penyelenggara untuk melengkapi seluruh persyaratan yang diperlukan.
Kegiatan itu akan diundur sampai waktu yang belum ditentukan. Pelaksanaannya baru dapat dipertimbangkan kembali setelah proses perizinan dan rekomendasi dinilai kondusif serta resmi dikeluarkan oleh pihak yang berwenang. Pemerintah Kota Tasikmalaya juga akan terus memantau perkembangan komunikasi dengan organisasi terkait dan memastikan keputusan berikutnya mempertimbangkan ketertiban umum serta aspirasi masyarakat.
Baca juga: Dokter Keliling Gerindra Sambangi Cineam Tasikmalaya, Ratusan Warga Nikmati Pengobatan Gratis hingga Bantuan Gizi | Dukungan Bobby Nasution untuk Timnas Mendapat Apresiasi dari BTN PSSI | Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan Selamat di Apartemen Tangerang Setelah 10 Hari Hilang







