Paes Kembali Jadi Cadangan Ajax Usai Antar Indonesia Raih Gelar ASEAN

oleh -100 Dilihat
oleh
Paes Kembali Jadi Cadangan Ajax Usai Antar Indonesia Raih Gelar ASEAN

Jakarta | Maarten Paes tidak menjadi starter Ajax saat klub Belanda itu menghadapi Hajduk Split pada laga pembuka fase liga UEFA Conference League 2026/2027, Kamis, 15 Oktober 2026. Untuk pertandingan tersebut, pelatih Míchel Sánchez memilih Marc-André ter Stegen untuk mengawal gawang. Keputusan itu menempatkan Paes kembali di bangku cadangan, bukan sebagai penjaga gawang utama dalam susunan pemain Ajax.

Pertandingan melawan Hajduk Split menjadi agenda pembuka Ajax di fase liga kompetisi Eropa tersebut. Namun, perhatian terhadap komposisi tim juga tertuju pada pilihan di posisi penjaga gawang. Ter Stegen mendapat kepercayaan untuk tampil sejak awal, sementara Paes tidak tercantum sebagai starter. Susunan itu menegaskan status Paes sebagai pemain cadangan untuk laga ini, tanpa memberikan keterangan lebih lanjut mengenai alasan di balik keputusan pelatih.

Perubahan status tersebut menjadi sorotan karena Paes kembali harus menunggu kesempatan dari bangku cadangan. Untuk laga pembuka ini, peran utama di bawah mistar dipercayakan kepada Ter Stegen. Dengan demikian, Paes tidak memulai pertandingan melawan Hajduk Split di lapangan, meskipun namanya tetap berada dalam konteks pilihan pemain Ajax untuk pertandingan. Keputusan mengenai penjaga gawang telah ditetapkan oleh Míchel Sánchez untuk laga pada Kamis tersebut, dan informasi yang tersedia tidak menyebutkan pertimbangan khusus yang mendasarinya.

Penampilan Ajax pada fase liga dimulai dengan susunan yang menempatkan Ter Stegen di tiang gawang. Sementara itu, Paes kembali berada di bangku cadangan, sebagaimana tercermin dalam pilihan starter untuk pertandingan pembuka. Situasi ini menjelaskan peran kedua penjaga gawang dalam laga tersebut secara langsung: Ter Stegen dipilih untuk mengawal gawang sejak awal, sedangkan Paes tidak menjadi starter. Tidak ada alasan tambahan yang dapat dipastikan dari informasi tentang susunan pemain ini. Fokusnya tetap pada keputusan Míchel Sánchez dan posisi Paes dalam daftar pemain Ajax saat menghadapi Hajduk Split.

Keberhasilan Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi pencapaian besar bagi sepak bola nasional sekaligus momen penting dalam perjalanan Maarten Paes bersama tim. Indonesia meraih gelar perdana di turnamen tersebut setelah menaklukkan Thailand melalui adu penalti pada 5 Oktober. Paes turut membantu skuad Garuda melewati pertandingan penentuan yang berlangsung ketat itu, sehingga kontribusinya mendapat perhatian luas dari pendukung dan media. Prestasi tersebut menguatkan reputasinya sebagai salah satu pemain Indonesia yang mampu tampil dalam laga bertekanan tinggi.

Namun, keberhasilan di level tim nasional belum serta-merta mengubah situasi Paes di Ajax. Persaingan untuk posisi penjaga gawang utama di klub Belanda itu berjalan tersendiri, dengan pertimbangan pelatih yang berbeda dari kebutuhan dan komposisi timnas. Sejauh ini, Paes masih belum memperoleh kesempatan bermain secara reguler. Karena itu, gelar bersama Indonesia belum menjadi tanda bahwa ia akan langsung mendapat tempat tetap dalam susunan pemain Ajax.

Perubahan penting dalam persaingan tersebut terjadi setelah Marc-André ter Stegen datang pada bursa transfer musim panas. Kehadiran kiper berpengalaman itu menambah kompetisi di posisi penjaga gawang dan membuat jalan Paes menuju menit bermain menjadi lebih sulit. Ajax harus menentukan pilihan di para kiper berdasarkan performa latihan, kesiapan pertandingan, serta kebutuhan taktik. Dalam kondisi seperti ini, Paes perlu terus menunjukkan konsistensi agar dapat meyakinkan staf pelatih bahwa ia layak memperoleh peluang.

Perbedaan keberhasilan internasional dan situasi klub menunjukkan bahwa pencapaian seorang pemain tidak selalu langsung mengubah perannya di setiap kompetisi. Paes bisa merayakan gelar bersejarah bersama Indonesia, sementara pada saat yang sama tetap berupaya memperjuangkan tempatnya di Ajax. Tantangan berikutnya adalah menjaga kebugaran, memanfaatkan kesempatan saat datang, dan bersabar menghadapi persaingan. Bagi pendukung Indonesia, kontribusinya dalam perjalanan menuju gelar tetap berarti, meski perkembangan karier klubnya masih bergantung pada keputusan pelatih dan dinamika persaingan internal.

Data musim 2026/2027 yang dicantumkan sumber memperlihatkan perbedaan jumlah kesempatan bermain Maarten Paes dan Marc-André ter Stegen. Menurut catatan Opta, Paes telah mengumpulkan 450 menit dari lima pertandingan, sedangkan Ter Stegen mencatat total 810 menit dalam sembilan penampilan. Angka tersebut memberi gambaran tentang porsi bermain masing-masing penjaga gawang sejauh musim berjalan, dengan Ter Stegen tampil dalam lebih banyak pertandingan dan menghabiskan lebih banyak waktu di lapangan.

Rata-rata menit per penampilan juga dapat dihitung dari catatan tersebut. Paes bermain selama rata-rata 90 menit pada setiap pertandingan, berdasarkan total 450 menit dalam lima penampilan. Ter Stegen mencatat rata-rata yang sama, yakni 90 menit per pertandingan dari 810 menit dalam sembilan penampilan. Karena keduanya memiliki rata-rata durasi yang setara, selisih total menit terutama berkaitan dengan jumlah laga yang dimainkan masing-masing, bukan perbedaan rata-rata waktu tampil per pertandingan.

Rincian kompetisi menunjukkan Paes tampil empat kali di UEFA Conference League dan sekali di Eredivisie. Dengan demikian, lima penampilannya berasal dari dua ajang berbeda, dengan porsi terbanyak di kompetisi Eropa tersebut. Data ini memisahkan catatan penampilan Paes berdasarkan kompetisi, sekaligus membantu menjelaskan cakupan angka 450 menit yang tercatat. Sumber tidak merinci dalam informasi tersebut bagaimana menit bermain Ter Stegen terbagi menurut kompetisi, sehingga perbandingan yang tersedia berfokus pada total penampilan dan total durasi.

Jika disajikan sebagai angka, Paes memiliki lima penampilan dan 450 menit, sementara Ter Stegen memiliki sembilan penampilan dan 810 menit. Selisihnya adalah empat penampilan dan 360 menit. Rincian ini merupakan potret statistik musim 2026/2027 sebagaimana dicatat Opta, bukan penjelasan mengenai alasan pemilihan pemain pada setiap pertandingan. Catatan tersebut juga hanya menggambarkan menit dan jumlah penampilan dalam periode yang dirujuk sumber. Dengan batasan itu, angka-angka ini menunjukkan perbedaan kesempatan bermain yang tercatat tanpa menyimpulkan perkembangan atau arah karier Paes di Ajax.

Perjalanan Indonesia menuju gelar ASEAN ditopang oleh kontribusi penting dari dua penjaga gawang. Maarten Paes mendapat kepercayaan pada dua pertandingan fase grup dan menjawabnya dengan penampilan yang solid. Ia mencatat dua clean sheet, masing-masing ketika Indonesia menghadapi Singapura dan Malaysia. Catatan tanpa kebobolan tersebut membantu menjaga peluang tim tetap terbuka di tengah persaingan grup yang ketat, sekaligus menunjukkan ketenangan Paes dalam mengawal pertahanan.

Ujian paling berat datang saat Indonesia bertemu Malaysia. Pertandingan itu berakhir imbang tanpa gol, tetapi kondisi tim membuat tugas Paes semakin sulit. Indonesia harus bermain dengan sepuluh pemain sejak babak pertama, sehingga tekanan terhadap lini belakang meningkat. Dalam situasi tersebut, Paes melakukan delapan penyelamatan untuk mempertahankan skor 0-0. Aksi-aksinya bukan hanya menahan peluang lawan, tetapi juga memberi rekan-rekannya kesempatan untuk bertahan dan membawa pulang hasil yang berharga.

Dua penampilan itu menjadi bagian penting dari kontribusi Paes sebelum fase penentuan. Setelah pertandingan melawan Singapura dan Malaysia, pelatih John Herdman memberikan kesempatan kepada Emil Audero. Pergantian pilihan di bawah mistar tidak menghapus peran Paes, melainkan memperlihatkan kedalaman opsi Indonesia pada posisi penjaga gawang. Setiap kiper menjalankan tugas pada bagian perjalanan yang berbeda, sesuai keputusan pelatih dan kebutuhan tim.

Audero kemudian tampil dalam final melawan Thailand dan memberikan kontribusi krusial melalui penyelamatan penting dalam adu penalti. Momen tersebut membantu Indonesia melewati salah satu titik paling menentukan dalam perebutan gelar.

Baca juga: Operasi Antinarkoba Kembali Sasar Kawasan Jalan Kunti Surabaya | Mayangsari Menanggapi Hujatan Warganet dengan Santai Saat Kembali Bernyanyi | IHSG Tertekan hingga 11,15 Persen Setelah Perdagangan Kembali Dibuka