Kabut Asap Ganggu Jarak Pandang di IKN, Udara Tercatat Tidak Sehat

oleh -113 Dilihat
oleh
Kabut Asap Ganggu Jarak Pandang di IKN, Udara Tercatat Tidak Sehat

Kota Nusantara | Kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan menyelimuti kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Lapisan asap terlihat mengurangi kejelasan pandangan, terutama di kawasan inti pusat pemerintahan. Dari kejauhan, sejumlah bangunan penting yang biasanya tampak jelas terlihat samar, bahkan nyaris tidak dapat dikenali. Kondisi ini menunjukkan bahwa asap telah menyebar hingga area pembangunan dan aktivitas pemerintahan, bukan hanya kawasan hutan atau lahan yang terbakar. Keberadaan kabut tersebut juga membuat suasana di sekitar pusat pemerintahan tampak berkabut pada saat pengamatan berlangsung.

Istana Garuda menjadi salah satu bangunan yang tampak samar di balik lapisan asap. Bangunan yang menjadi penanda utama kawasan pemerintahan itu sulit terlihat jelas dari jarak jauh. Pemandangan serupa tampak pada rumah susun aparatur sipil negara, kompleks perkantoran, serta Masjid Negara. Bentuk bangunan-bangunan tersebut masih dapat terlihat pada beberapa sudut, tetapi detailnya tertutup oleh udara yang keruh. Dari titik pengamatan yang lebih jauh, beberapa bagian bahkan nyaris tidak terlihat. Asap yang menyelimuti area itu dengan demikian mengurangi jarak pandang dan mengaburkan rupa kawasan inti IKN.

Situasi tersebut menjadi perhatian karena jarak pandang yang berkurang dapat memengaruhi kenyamanan dan aktivitas masyarakat maupun petugas di sekitar lokasi. Namun, laporan mengenai kondisi visual ini tidak dengan sendirinya menjelaskan tingkat paparan polutan di setiap titik. Asap akibat karhutla dapat membawa partikel yang berdampak pada kualitas udara, sehingga informasi resmi mengenai kondisi udara dan anjuran kesehatan tetap perlu diperhatikan. Pengamatan di kawasan pusat pemerintahan memperlihatkan dampak yang nyata pada kejelasan pandangan: Istana Garuda, hunian ASN, kantor-kantor, dan Masjid Negara tampak tertutup kabut. Selama asap masih berada di kawasan tersebut, bangunan dan lingkungan sekitarnya dapat terus terlihat samar, terutama dari kejauhan.

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, menyampaikan bahwa kegiatan pemerintahan di IKN tetap berjalan normal meskipun kabut asap mengganggu jarak pandang dan kualitas udara tercatat tidak sehat. Kondisi tersebut belum menghentikan aktivitas pemerintahan. Basuki juga menyatakan terus memantau perkembangan situasi di kawasan IKN, seiring adanya kabut asap yang menjadi perhatian.

Pernyataan itu menegaskan bahwa pelayanan dan kegiatan pemerintahan tetap berlangsung di tengah kondisi udara yang kurang baik. Pada saat yang sama, pemantauan terhadap keadaan di lapangan terus dilakukan. Informasi mengenai aktivitas yang berjalan dan pemantauan tersebut menjadi gambaran bahwa Otorita IKN mengikuti perkembangan kabut asap, sementara kegiatan pemerintahan tetap dilaksanakan seperti biasa.

Basuki mengimbau masyarakat yang beraktivitas di IKN agar menggunakan masker untuk mengurangi risiko paparan asap. Imbauan tersebut ditujukan kepada warga yang berada di kawasan itu ketika kabut asap masih mengganggu jarak pandang. Penggunaan masker menjadi langkah yang ia sampaikan dalam merespons kondisi udara yang tercatat tidak sehat, tanpa mengubah fakta bahwa kegiatan pemerintahan tetap berlangsung normal.

Keterangan Kepala Otorita IKN itu memuat dua hal utama: aktivitas pemerintahan tidak berhenti, dan kondisi kabut asap terus dipantau. Masyarakat yang berkegiatan di IKN juga diminta memakai masker sebagai upaya mengurangi risiko paparan. Situasi udara yang tidak sehat tetap menjadi konteks penting dari imbauan tersebut. Dengan demikian, perkembangan kondisi di IKN berlangsung bersamaan dengan kegiatan pemerintahan yang normal serta pemantauan yang terus dilakukan oleh Basuki Hadimuljono. Pernyataan itu berfokus pada keadaan aktivitas dan imbauan bagi masyarakat, tanpa menyebut adanya penghentian kegiatan pemerintahan akibat asap.

Data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menunjukkan kualitas udara di sekitar Plaza Bhinneka, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, berada dalam kategori tidak sehat. Catatan tersebut merujuk pada pemantauan parameter PM2.5, yaitu partikel halus yang dapat masuk ke saluran pernapasan. Pada pukul 13.00 Wita, Kamis, 15 Oktober 2026, angka ISPU PM2.5 di lokasi itu tercatat sebesar 121. Nilai tersebut menempatkan kondisi udara di kawasan pemantauan pada tingkat yang perlu diperhatikan oleh masyarakat.

Kategori tidak sehat menandakan bahwa paparan polutan dapat menimbulkan dampak bagi kesehatan, terutama bagi kelompok sensitif. Anak-anak, lansia, serta orang dengan gangguan pernapasan atau penyakit tertentu perlu mempertimbangkan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk. Masyarakat juga dapat mengikuti informasi pemantauan resmi sebelum merencanakan kegiatan, khususnya apabila harus berada di sekitar Plaza Bhinneka dan kawasan KIPP IKN. Angka ISPU merupakan gambaran kualitas udara pada waktu dan titik pengukuran tertentu, sehingga pembaca perlu memperhatikan waktu pembaruan data saat menilai kondisi setempat.

Basuki menyampaikan bahwa nilai ISPU tersebut sempat mencapai 150. Keterangan ini menunjukkan bahwa angka yang terpantau dapat berubah, dan pernah berada pada tingkat lebih tinggi daripada catatan pukul 13.00 Wita. Meski demikian, data yang disebutkan tetap mengacu pada lokasi pengukuran di sekitar Plaza Bhinneka, KIPP IKN, serta parameter PM2.5. Perbedaan angka antarwaktu tidak mengubah kategori yang dilaporkan untuk kondisi pada pukul 13.00 Wita, yakni tidak sehat. Pemantauan lanjutan diperlukan untuk mengetahui perkembangan kualitas udara setelah pengukuran itu, sementara warga sebaiknya merujuk pada pembaruan dari instansi berwenang. Penyebutan waktu dan lokasi penting agar informasi tidak dianggap mewakili seluruh wilayah IKN atau kondisi sepanjang hari. Catatan tersebut memberi dasar bagi masyarakat untuk memahami paparan di titik itu tanpa menarik kesimpulan yang melampaui data pemantauan yang tersedia.

Basuki menyampaikan bahwa kabut asap paling terasa pada pagi hari, ketika kondisi tersebut mengganggu jarak pandang di sekitar IKN. Keterangan itu menggambarkan waktu ketika dampak asap paling mudah dirasakan oleh masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut. Karena jarak pandang dapat terganggu, kondisi udara perlu menjadi perhatian, terutama bagi warga yang berada di luar ruangan pada pagi hari. Basuki juga membagikan pengamatannya mengenai tingkat kepekatan asap yang terlihat di kawasan IKN.

Menurut Basuki, kepekatan yang dipantaunya mulai berkurang dibandingkan dengan hari sebelumnya. Ia menyebut kondisi pada hari sebelumnya jauh lebih parah, sehingga perbandingan tersebut menjadi gambaran perubahan yang ia amati. Pernyataan itu terbatas pada tingkat kepekatan yang dipantau dan tidak menghapus perlunya kewaspadaan terhadap kabut asap. Asap masih terasa, khususnya pada pagi hari, dan gangguan terhadap jarak pandang tetap menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh masyarakat di sekitar kawasan.

Informasi mengenai kondisi tersebut menjadi pengingat bagi warga untuk mencermati keadaan udara di lingkungan masing-masing. Masyarakat di sekitar IKN diimbau memperhatikan kondisi udara, termasuk saat kabut asap terasa dan jarak pandang terganggu. Warga juga diminta memakai masker sebagai langkah perlindungan ketika berada di kawasan yang terdampak. Imbauan ini ditujukan kepada masyarakat sekitar IKN agar tetap memperhatikan kondisi udara dan menggunakan masker. Basuki menyampaikan pengamatan mengenai kabut asap pagi hari serta tingkat kepekatan yang mulai berkurang dibandingkan hari sebelumnya; warga tetap perlu mengikuti imbauan yang diberikan dan menyesuaikan kewaspadaan dengan kondisi udara yang mereka temui.

Baca juga: Asap Karhutla Bergerak Menjauhi Jabodetabek, Udara Jakarta Masih Tak Sehat | Kabut Karhutla Ganggu Kesehatan Warga Sampit, Rumah Aman Asap Jadi Tempat Berlindung | Asap Karhutla Menjauh dari Jabodetabek, Pemantauan Udara Tetap Berlanjut