FP Run for Good Journalism 2026: Menguatkan Pers untuk Publik

oleh -566 Dilihat
oleh
FP Run for Good Journalism 2026: Menguatkan Pers untuk Publik

Jakarta | Forum Pemimpin Redaksi Indonesia (Forum Pemred) menyelenggarakan FP Run for Good Journalism 2026 di Unika Atma Jaya Jakarta pada Minggu, 18 Oktober. Kegiatan ini menggabungkan aktivitas lari dengan ajakan untuk memperhatikan peran pers dalam kehidupan publik. Melalui format yang terbuka bagi masyarakat, penyelenggara ingin menghadirkan ruang pertemuan yang lebih dekat komunitas pers dan warga. Tahun ini, acara tersebut mengusung tema “Pers untuk Publik”, yang menegaskan orientasi jurnalisme pada kepentingan masyarakat.

FP Run for Good Journalism tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua. Kehadirannya kembali menunjukkan upaya Forum Pemred untuk menjadikan kegiatan bersama sebagai sarana menyampaikan pesan tentang pentingnya informasi yang dapat dipercaya. Di tengah perubahan cara masyarakat memperoleh berita, jurnalisme berkualitas berperan membantu publik memahami berbagai persoalan secara lebih utuh. Kegiatan lari ini membawa gagasan tersebut keluar dari ruang redaksi dan forum profesional, sehingga dapat dibicarakan dalam suasana yang lebih inklusif dan mudah dijangkau.

Ketua Forum Pemred, Retno Pinasti, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mengampanyekan jurnalisme berkualitas sekaligus mendekatkan komunitas pers kepada masyarakat. Kedua tujuan itu saling berkaitan: kualitas kerja jurnalistik perlu terus diperjuangkan, sementara hubungan yang terbuka dengan publik dapat memperkuat pemahaman mengenai proses dan tanggung jawab pers. Dengan mempertemukan peserta dari lingkungan yang beragam, acara ini memberi kesempatan untuk membangun interaksi langsung dan mengingatkan bahwa pers bekerja bagi kepentingan publik.

Tema “Pers untuk Publik” menjadi landasan pesan yang dibawa sepanjang penyelenggaraan. Pers tidak hanya menyampaikan kabar, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan relevan bagi masyarakat. Karena itu, kampanye mengenai jurnalisme berkualitas perlu disampaikan secara berkelanjutan melalui berbagai bentuk komunikasi. FP Run for Good Journalism 2026 memadukan pesan tersebut dengan kegiatan olahraga, sekaligus membuka ruang kebersamaan. Penyelenggaraan di Unika Atma Jaya Jakarta pada 18 Oktober menandai upaya Forum Pemred merawat kedekatan dengan publik.

Kehadiran Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid serta Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo dalam FP Run for Good Journalism 2026 menegaskan perhatian pemerintah terhadap peran pers di tengah perubahan ekosistem informasi. Meutya menyambut baik tema “Pers untuk Publik”, yang mengingatkan bahwa kerja jurnalistik pada dasarnya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Ketika informasi bergerak cepat melalui beragam kanal digital, publik membutuhkan berita yang bukan hanya segera diterima, melainkan juga dapat dipercaya dan memberi gambaran yang utuh mengenai suatu peristiwa.

Meutya menekankan bahwa setiap berita yang dibagikan kepada masyarakat perlu dipastikan keabsahannya. Pemeriksaan silang terhadap sumber dan fakta menjadi langkah penting sebelum informasi diterbitkan atau diteruskan, terutama ketika kabar dapat menyebar luas dalam waktu singkat. Verifikasi membantu mencegah kekeliruan dan misinformasi sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap media. Tuntutan agar pers bergerak cepat memang tidak dapat diabaikan, tetapi kecepatan perlu berjalan beriringan dengan ketelitian. Dalam konteks ini, media sosial dan media konvensional dapat saling menguatkan: kanal digital memperluas jangkauan, sementara praktik jurnalistik yang disiplin membantu memastikan isi informasi tetap akurat.

Meutya juga menghubungkan harapan terhadap industri jurnalistik yang sehat dengan tujuan berlari untuk menjaga kesehatan. Sebagaimana kebugaran memerlukan kebiasaan yang konsisten, ekosistem pers yang kuat membutuhkan dukungan berkelanjutan, integritas, serta komitmen pada kepentingan publik. Pers yang sehat dapat bekerja secara profesional, mempertahankan standar verifikasi, dan menyampaikan isu penting tanpa mengabaikan akuntabilitas. Angga Raka Prabowo turut menegaskan bahwa pers perlu menyajikan informasi yang jernih, faktual, akurat, dan dapat dipercaya. Pesan tersebut menempatkan kualitas berita sebagai tanggung jawab utama, bukan sekadar soal kecepatan publikasi. Dengan prinsip itu, pers dapat membantu masyarakat memahami berbagai peristiwa secara lebih baik serta mengambil keputusan berdasarkan informasi yang teruji.

Retno Pinasti menjelaskan bahwa Forum Pemred mengangkat tema penguatan pers bagi publik karena muncul keraguan terhadap integritas media arus utama. Percakapan di media sosial menunjukkan bahwa sebagian masyarakat mempertanyakan independensi, keberimbangan, dan keandalan pemberitaan. Keraguan tersebut perlu ditanggapi secara terbuka, bukan sekadar dianggap sebagai kritik sesaat. Bagi pers, kepercayaan publik merupakan modal penting yang harus dijaga melalui kerja jurnalistik yang bertanggung jawab, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Tema ini sekaligus menjadi ajakan bagi insan media untuk menilai kembali hubungan mereka dengan pembaca, pendengar, dan pemirsa, serta memahami sumber ketidakpercayaan yang berkembang.

Di tengah derasnya arus disinformasi dan opini, peran pers sebagai pemeriksa fakta menjadi semakin penting. Informasi yang beredar luas di ruang digital tidak selalu disertai sumber yang jelas atau bukti yang dapat diuji. Pers profesional memiliki kewajiban untuk memeriksa informasi, mengonfirmasi fakta kepada pihak terkait, dan menyampaikan konteks sebelum sebuah kabar dipublikasikan. Proses verifikasi ini membantu masyarakat membedakan informasi faktual dari hoaks, sekaligus mengurangi risiko kesimpulan keliru yang dapat timbul ketika kabar yang belum terbukti menyebar cepat. Menurut Retno, situasi tersebut justru menegaskan bahwa jurnalisme yang akurat dan kredibel tetap dibutuhkan, meskipun masyarakat kini memperoleh informasi dari banyak saluran.

Retno berharap berbagai pihak dapat saling mendukung agar pers berkualitas dan kredibel tetap bertahan. Dukungan itu penting bagi keberlanjutan media yang menjalankan verifikasi, menjaga etika, dan melayani kebutuhan informasi publik. Melalui kegiatan FP Run for Good Journalism 2026, Forum Pemred juga ingin menjangkau masyarakat secara lebih dekat, bukan hanya menyampaikan pesan dari kalangan media. Kegiatan ini menjadi ruang untuk menyerap aspirasi dan harapan publik, serta mendengarkan pengalaman mereka saat berinteraksi dengan pers. Masukan tersebut dapat membantu media mengenali hal-hal yang perlu diperbaiki dalam pers Indonesia, mulai dari mutu pemberitaan hingga cara membangun kepercayaan. Dengan mendengar publik, pers dapat memperkuat praktik jurnalistik yang relevan, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi kehidupan bersama.

Dalam kegiatan FP Run for Good Journalism 2026, Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menyoroti manfaat berlari yang melampaui aktivitas fisik semata. Menurutnya, olahraga lari dapat membantu menjaga kesehatan tubuh sekaligus menyehatkan pikiran. Gerak tubuh yang teratur memberi ruang bagi peserta untuk melepas ketegangan, menyegarkan suasana hati, dan kembali menjalani kegiatan dengan energi yang lebih baik. Karena itu, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk merawat kebugaran di tengah kesibukan, termasuk bagi insan pers yang sehari-hari bekerja dengan tuntutan waktu dan tekanan informasi. Komaruddin juga menyampaikan bahwa berlari dapat membahagiakan hati. Pengalaman bergerak bersama dalam suasana terbuka menghadirkan kegembiraan, sekaligus mendorong peserta membangun kebiasaan hidup sehat.

Ketua Panitia Masirom menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 500 orang. Jumlah peserta itu mencerminkan keterlibatan lintas kalangan, tidak terbatas pada pekerja media. Di peserta terdapat para pemimpin redaksi media massa nasional, anggota komunitas pers, masyarakat umum, serta pihak-pihak lainnya. Keberagaman peserta memperluas ruang perjumpaan insan pers dan publik. Melalui kegiatan bersama, mereka dapat saling mengenal dalam suasana yang lebih santai, di luar rutinitas pemberitaan maupun pekerjaan masing-masing. Kehadiran masyarakat umum juga menegaskan bahwa dukungan terhadap jurnalisme dan kesehatan dapat melibatkan banyak pihak. Bagi komunitas pers, kegiatan ini menjadi cara untuk mempererat hubungan antarrekan, sementara peserta dari berbagai latar belakang dapat ikut merasakan semangat kebersamaan yang dibangun sepanjang acara.

Selain mendorong kebugaran dan mempertemukan peserta, kegiatan ini turut membawa pesan solidaritas.

Baca juga: FP Run for Good Journalism 2026 Soroti Kepercayaan Publik terhadap Pers