Kabupaten Ogan Komering Ilir | Kabut asap kembali menebal di Palembang pada Minggu pagi, 18 Oktober. Pada waktu yang sama, pemantauan mencatat 473 titik panas di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Dari jumlah tersebut, 16 titik masuk kategori high confidence, yakni tingkat keyakinan tinggi dalam deteksi titik panas. Banyaknya temuan di OKI membuat wilayah itu diduga menjadi sumber utama asap yang menyelimuti Palembang, meski hubungan tersebut belum dapat dipastikan sepenuhnya hanya berdasarkan data deteksi.
Informasi pemantauan tersebut disampaikan pada hari yang sama oleh Didik Suprijono, Kepala Seksi Wilayah II Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera. Data titik panas dapat menjadi petunjuk penting untuk mengarahkan pemantauan lapangan, terutama ketika jumlah temuan terkonsentrasi di satu kabupaten. Namun, titik panas yang terdeteksi tidak serta-merta membuktikan adanya kebakaran hutan atau lahan pada setiap koordinat. Kondisi di lokasi tetap perlu diperiksa untuk memastikan penyebab panas dan luas area yang terdampak.
Dugaan bahwa titik-titik di OKI berkontribusi terhadap kabut asap di Palembang perlu dibaca dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer dan pergerakan angin, selain hasil pemeriksaan langsung. Asap dapat terbawa melintasi wilayah, sementara intensitas yang dirasakan warga dipengaruhi pula oleh jarak pandang, cuaca, serta sumber emisi lainnya. Karena itu, angka 473 dan 16 titik berkeyakinan tinggi menggambarkan hasil pemantauan pada waktu pelaporan, bukan ukuran pasti seberapa besar asap yang mencapai kota. Pemantauan lanjutan diperlukan untuk menilai perubahan jumlah titik panas, memverifikasi dugaan kebakaran, dan memperjelas kaitannya dengan kondisi udara di Palembang.
Kategori high confidence menandakan bahwa sistem pemantauan memiliki tingkat keyakinan lebih dari 80 persen bahwa titik panas yang terdeteksi berkaitan dengan api aktif. Keterangan Didik ini penting untuk membedakan sinyal kebakaran dari anomali panas biasa, yang dapat muncul karena berbagai kondisi permukaan atau aktivitas lain. Dengan demikian, angka pada kategori tersebut tidak sekadar menunjukkan adanya suhu tinggi, tetapi memberikan indikasi kuat bahwa api benar-benar sedang menyala di lokasi yang terpantau.
Menurut penjelasan Didik, titik-titik berstatus high confidence dipastikan sebagai lokasi kebakaran hutan dan lahan yang masih menyala. Artinya, deteksi tersebut perlu dipahami sebagai sinyal lapangan yang memerlukan perhatian, bukan hanya perubahan suhu yang belum tentu berkaitan dengan kebakaran. Informasi ini dapat membantu pemerintah daerah dan petugas terkait menentukan prioritas pemeriksaan, pemadaman, serta pemantauan lanjutan. Meski begitu, jumlah titik panas merupakan hasil deteksi pada lokasi tertentu dan tidak dengan sendirinya menggambarkan luas area yang terbakar. Verifikasi langsung tetap diperlukan untuk mengetahui kondisi, skala, serta perkembangan api secara lebih terperinci.
Angka terbaru yang dilaporkan perlu dibedakan dari akumulasi deteksi sepanjang periode tertentu. Sebanyak 473 titik panas terdeteksi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dalam laporan terkini, sementara data akumulatif mencakup rentang 1–16 Oktober 2026. Selama periode tersebut, Sumatera Selatan mencatat total 33.425 titik panas, dan OKI menyumbang 20.367 titik di antaranya. Kedua angka itu memiliki cakupan waktu yang berbeda: 473 merujuk pada temuan dalam pembaruan yang diberitakan, sedangkan 20.367 merupakan jumlah akumulatif untuk OKI selama 16 hari.
Pemisahan periode ini penting agar data tidak dibaca sebagai jumlah yang sama atau dijumlahkan begitu saja. Akumulasi menunjukkan besarnya kejadian yang terdeteksi selama rentang waktu, sedangkan laporan terbaru memberi gambaran kondisi pada waktu pelaporan. Dominasi OKI dalam angka provinsi menegaskan bahwa wilayah tersebut menjadi perhatian utama dalam pemantauan kebakaran lahan. Namun, angka deteksi perlu dibaca bersama informasi lapangan, termasuk status api, upaya penanganan, dan perubahan kondisi cuaca, untuk memahami situasi secara utuh.
Kabut asap yang kembali menyelimuti Palembang mulai mengganggu kegiatan warga, termasuk mereka yang berolahraga di kawasan Stadion Jakabaring. Sejumlah warga mengeluhkan mata terasa perih dan napas menjadi sesak ketika beraktivitas di luar ruangan. Asap juga mengurangi jarak pandang, sehingga suasana di sekitar stadion tampak lebih berkabut dibandingkan saat udara bersih.
Arinita, salah seorang warga yang berolahraga di kawasan tersebut, mengatakan kondisi udara kembali memburuk setelah sempat terlihat cerah selama satu atau dua hari. Menurutnya, asap kemudian kembali menebal dan membuat kegiatan olahraga di luar ruangan terasa tidak nyaman. Keluhan itu menjadi perhatian bagi warga yang biasanya memanfaatkan ruang terbuka untuk beraktivitas, terutama ketika kondisi udara berubah dalam waktu singkat.
Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh orang dewasa yang berolahraga. Arinita juga menyoroti kegiatan anak-anak yang harus bersekolah secara daring, serta warga yang mengalami sakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kondisi tersebut menunjukkan bagaimana asap dapat memengaruhi rutinitas keluarga dan kesehatan masyarakat, bukan sekadar mengurangi kenyamanan saat berada di luar rumah. Warga pun perlu menyesuaikan aktivitas harian dengan keadaan udara yang sedang terjadi.
Keluhan mengenai jarak pandang dan gangguan pernapasan membuat warga berharap penanganan kabut asap terus dilakukan. Medi meminta agar kegiatan modifikasi cuaca menggunakan dry ice ditambah. Permintaan itu disampaikan sebagai harapan warga terhadap upaya penanganan yang sedang berlangsung, tanpa mengabaikan dampak asap yang mereka rasakan sehari-hari. Bagi warga di sekitar Jakabaring, perubahan kondisi udara yang kembali memburuk setelah sempat cerah menjadi pengingat bahwa gangguan tersebut belum sepenuhnya berlalu.
Selama asap masih menyelimuti kawasan, aktivitas di ruang terbuka dapat terasa lebih berat bagi sebagian warga. Mata perih, sesak napas, dan pandangan yang terbatas menjadi keluhan yang mengiringi kegiatan sehari-hari. Kesaksian warga menggambarkan dampak langsung yang mereka alami, mulai dari olahraga yang terganggu hingga kekhawatiran terhadap anak-anak dan masyarakat yang sakit ISPA. Mereka berharap kondisi udara membaik agar kegiatan harian dapat kembali berlangsung dengan lebih nyaman.
Asap tebal kembali menyelimuti kawasan Perumahan Albarian, Gandus, Palembang, pada Minggu pagi. Bau menyengat tercium hingga sekitar rumah warga, membuat aktivitas di luar ruangan terasa kurang nyaman. Yana, yang hendak berjualan, mengeluhkan matanya perih dan napas terasa sesak ketika berada di tengah kondisi tersebut. Keluhan itu menggambarkan dampak langsung kabut asap terhadap warga yang tetap harus beraktivitas, terutama ketika paparan terjadi dekat tempat tinggal.
Yudi memperkirakan jarak pandang di wilayahnya hanya sekitar 100 meter. Terbatasnya pandangan membuat kondisi lingkungan tampak berkabut dan dapat menyulitkan warga saat melintas. Asap yang pekat juga mengurangi kenyamanan untuk bekerja di luar rumah. Warga perlu lebih berhati-hati ketika bepergian, khususnya jika jarak pandang di jalan menurun. Namun, perkiraan jarak tersebut merupakan gambaran kondisi di sekitar tempat tinggalnya, bukan hasil pengukuran resmi untuk seluruh wilayah Gandus.
Data pemantauan pada Minggu dini hari hingga pagi mencatat indeks kualitas udara (AQI) Gandus sebesar 163. Angka itu masuk kategori tidak sehat, dengan kondisi polutan yang teridentifikasi sebagai smoke atau asap. Pemantauan juga menunjukkan suhu 27 derajat Celsius, kelembapan 83 persen, serta kecepatan angin sekitar 2 kilometer per jam. Angka-angka tersebut memberi konteks mengenai kondisi udara yang dialami warga pada saat kabut kembali menebal.
Kecepatan angin yang hanya 2 kilometer per jam membuat pergerakan udara relatif lemah. Dalam keadaan tersebut, asap cenderung mengendap di sekitar kawasan dan tidak cepat terbawa menjauh.
Baca juga: Asap Karhutla Terdeteksi di Jakarta, Pakar Uraikan Jalur Penyebarannya | WMO Waspadai Kabut Asap Karhutla Indonesia Berlangsung hingga Berbulan-bulan | Semeru Kembali Meletus, Warga Diminta Menjauhi Zona Berisiko



































