Jakarta | Presiden Prabowo Subianto membuka sidang kabinet paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 21 Oktober. Pertemuan tersebut mengangkat tema “2 Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri”, yang menempatkan capaian dan agenda pemerintahan dalam sorotan. Sidang kabinet menjadi kesempatan bagi Presiden dan jajaran Kabinet Merah Putih untuk melihat kembali perjalanan dua tahun pertama serta membahas pelaksanaan kerja pemerintahan ke depan. Dalam pembukaannya, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada para menteri dan seluruh jajaran kabinet atas kerja yang telah dilakukan selama periode tersebut.
Apresiasi itu disampaikan dengan mempertimbangkan bahwa pemerintah menjalankan tugas di tengah beragam tantangan global. Prabowo menyoroti kondisi tersebut sebagai salah satu konteks penting dalam menilai pekerjaan kabinet selama dua tahun pertama. Ia tidak hanya mengarahkan perhatian pada apa yang telah dicapai, tetapi juga pada situasi yang harus dihadapi bersama oleh pemerintah. Sorotan terhadap tantangan global memberi latar bagi pembahasan dalam sidang, sekaligus menegaskan bahwa pelaksanaan agenda nasional berlangsung dalam lingkungan yang lebih luas dan dinamis. Tanpa menguraikan jenis tantangan secara terperinci, Presiden mengakui bahwa keadaan global turut menjadi bagian dari pengalaman pemerintah.
Tema “2 Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri” juga menegaskan penekanan pada kerja sebagai dasar evaluasi. Dalam forum kabinet paripurna, perhatian terhadap capaian pemerintahan berjalan beriringan dengan pengakuan atas tantangan yang menyertai pelaksanaan tugas. Pesan tersebut ditujukan kepada jajaran Kabinet Merah Putih yang bekerja dalam satu pemerintahan, dengan tanggung jawab untuk meneruskan agenda yang telah ditetapkan. Pembukaan sidang oleh Prabowo menandai dimulainya pembahasan pada tingkat kabinet, sementara apresiasinya menunjukkan penghargaan terhadap kontribusi para anggota kabinet. Dengan demikian, sidang di Istana Merdeka menghadirkan dua pokok sorotan: kerja pemerintahan selama dua tahun pertama dan tantangan global yang dihadapi dalam menjalankan tanggung jawab tersebut. Kedua hal itu menjadi konteks bagi evaluasi dan pembahasan bersama para menteri.
Dalam pembukaan sidang kabinet paripurna di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu, Prabowo menyampaikan pandangannya mengenai hasil kerja pemerintah selama dua tahun pertama kepemimpinannya. Ia menyatakan bangga terhadap capaian yang telah diraih. Pernyataan tersebut menempatkan hasil kerja pemerintah sebagai sesuatu yang patut dihargai, sekaligus menjadi pengingat agar jajaran pemerintahan menjaga sikap dalam menilai kinerja bersama. Prabowo tidak hanya menyoroti rasa bangga atas capaian, tetapi juga menyampaikan pesan mengenai cara menyikapinya. Dengan demikian, perhatian dalam pernyataannya mencakup hasil pemerintahan dan sikap para pejabat dalam menjalankan tanggung jawab.
Pesan utama yang ditekankan Prabowo adalah agar rasa bangga itu tidak berkembang menjadi kesombongan. Ia mengingatkan jajaran pemerintah untuk tidak bersikap sombong atas hasil yang telah dicapai. Pada saat yang sama, ia juga meminta mereka agar tidak rendah diri. Kedua hal tersebut menjadi penekanan yang saling melengkapi: pemerintah dapat mengakui capaian yang ada tanpa merasa berlebihan, serta tetap percaya diri tanpa meremehkan hasil kerja sendiri. Inti pesannya bukan meniadakan kebanggaan, melainkan menjaga keseimbangan dalam menyikapi kinerja. Capaian dapat diakui, sementara sikap tetap terukur dan tidak berlebihan.
Pesan itu disampaikan dalam forum sidang kabinet paripurna, ketika para anggota kabinet berkumpul di kompleks Istana Kepresidenan. Dalam konteks dua tahun pertama kepemimpinan, pernyataan tersebut memberi penekanan pada evaluasi yang proporsional: hasil kerja pemerintah dapat menjadi sumber kebanggaan, tetapi tidak seharusnya membuat jajaran pemerintah merasa paling unggul ataupun kehilangan keyakinan terhadap kerja yang telah dilakukan. Prabowo menyampaikan inti pandangan tersebut tanpa menghapus ruang untuk menilai capaian secara wajar. Bagi jajaran pemerintah, pengingat itu menegaskan pentingnya mempertahankan sikap rendah hati sekaligus tidak merendahkan usaha sendiri saat membicarakan hasil pemerintahan. Karena itu, capaian dan sikap menjadi dua unsur yang hadir bersama dalam pesannya mengenai masa awal kepemimpinan.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia akan menghadapi beragam tantangan global yang terus berkembang. Situasi internasional dapat berubah dengan cepat dan menghadirkan tekanan di berbagai bidang, termasuk dinamika pasar keuangan. Dalam konteks tersebut, ia menyinggung perkembangan yang berkaitan dengan MSCI sebagai salah satu hal yang menjadi perhatian. Pernyataan itu menempatkan isu pasar keuangan dalam gambaran lebih luas mengenai tantangan yang perlu dihadapi pemerintah, tanpa mengabaikan perubahan kondisi global.
Di tengah perkembangan tersebut, pemerintah menyatakan akan terus bekerja untuk menjaga kepentingan nasional. Penegasan ini mencerminkan komitmen agar pengambilan langkah tetap berorientasi pada kebutuhan Indonesia, sekalipun tekanan dari luar maupun keadaan yang berubah menjadi tantangan bagi penyelenggaraan pemerintahan. Upaya menghadapi situasi itu memerlukan perhatian berkelanjutan dan kerja pemerintah yang terarah. Prabowo menekankan bahwa tantangan tidak menjadi alasan bagi pemerintah untuk berhenti bekerja, melainkan kondisi yang harus disikapi dengan menjaga fokus pada kepentingan negara dan masyarakat.
Prabowo juga mengakui bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah menyadari adanya jarak berbagai tugas yang masih menunggu penanganan dan harapan masyarakat terhadap pemerintahan. Karena itu, capaian yang telah diraih tidak menghapus kebutuhan untuk terus memperbaiki pelaksanaan tugas serta menuntaskan persoalan yang belum selesai. Harapan publik menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menilai pekerjaan pemerintah, sementara tantangan global menambah kompleksitas agenda yang perlu dijalankan. Dengan menegaskan kedua hal tersebut, Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah perlu tetap bekerja secara konsisten: menghadapi dinamika di tingkat global sekaligus memberi perhatian pada pekerjaan domestik yang masih harus diselesaikan. Pernyataan ini menempatkan upaya menjaga kepentingan nasional dan pemenuhan harapan masyarakat sebagai bagian dari agenda pemerintahan yang berjalan bersamaan. Pemerintah, menurut penegasan tersebut, masih memiliki tanggung jawab untuk meneruskan pekerjaan yang belum tuntas di tengah situasi yang menantang.
Di perkembangan yang turut menjadi sorotan politik, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Syahganda Nainggolan, menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia tumbuh dan gaji buruh meningkat selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi berlangsung konsisten di atas 5 persen. Menurut Syahganda, angka pertumbuhan pada kuartal I/2026 mencapai 5,61 persen, menjadi salah satu capaian yang ia kemukakan untuk menggambarkan kinerja ekonomi dalam periode tersebut.
Syahganda juga mengaitkan pertumbuhan itu dengan belanja pemerintah pada awal tahun. Menurut keterangannya, pengeluaran pemerintah turut mendorong pertumbuhan sektor swasta. Pernyataan mengenai pertumbuhan dan kenaikan gaji buruh tersebut merupakan klaim yang disampaikan oleh Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, sementara angka 5,61 persen secara khusus merujuk pada kuartal pertama 2026. Dengan demikian, capaian yang disampaikan mencakup indikator pertumbuhan serta kondisi penghasilan pekerja, tanpa mengabaikan peran belanja pemerintah yang disebut sebagai salah satu pendorong aktivitas ekonomi swasta.
Perkembangan lain berkaitan dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyatakan bahwa Polri telah menetapkan 11 korporasi sebagai tersangka dalam perkara terkait karhutla. Dari jumlah tersebut, tiga perusahaan disebut merupakan perusahaan penanaman modal asing. Keterangan mengenai penetapan tersangka itu disampaikan Suyudi seusai sidang kabinet di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu malam.
Informasi tersebut menempatkan penegakan hukum atas karhutla sebagai isu yang berjalan berdampingan dengan pembahasan capaian ekonomi. Pernyataan Kapolri menunjukkan jumlah korporasi yang telah ditetapkan sebagai tersangka serta proporsi perusahaan asing di dalamnya, tetapi tidak merinci identitas perusahaan maupun perkembangan proses hukum lebih lanjut.
Baca juga: Prabowo Apresiasi Hasil Dua Tahun Pemerintahan dan Tekankan Kerja Sama Kabinet | TNI Optimalkan Dukungan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Penanganan Karhutla di Kalimantan | Prabowo Soroti Capaian Dua Tahun Pemerintahan dan Penindakan Penyelundupan



































