Ahmad Muzani Dorong Gontor Lanjutkan Kiprah Melahirkan Santri Berdaya Saing

oleh -772 Dilihat
oleh
Ahmad Muzani Dorong Gontor Lanjutkan Kiprah Melahirkan Santri Berdaya Saing

Jakarta | Ketua MPR RI Ahmad Muzani berharap Pondok Pesantren Gontor terus melanjutkan kiprahnya dalam mencetak santri yang unggul dan berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional. Harapan tersebut disampaikan saat ia menghadiri agenda penyerahan bantuan Presiden Prabowo Subianto kepada Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, pada Jumat. Dalam kesempatan itu, Muzani menilai pesantren tersebut telah memberikan kontribusi besar bagi umat, bangsa, dan agama.

Menurut Muzani, peran Gontor tidak hanya terlihat dari kegiatan pendidikan di lingkungan pesantren. Lembaga ini juga berperan membentuk generasi yang memiliki pengetahuan, karakter, dan kesiapan untuk mengambil bagian dalam kehidupan masyarakat. Bekal tersebut penting agar para santri mampu menghadapi perubahan zaman sekaligus menjaga nilai-nilai yang menjadi landasan pendidikan mereka. Ia berharap upaya mendidik dan membina santri dapat terus dilakukan secara konsisten.

Muzani memandang kiprah Gontor sebagai bagian penting dari kontribusi pesantren bagi Indonesia. Para santri yang dibina di lembaga pendidikan Islam dapat berperan di berbagai bidang, dari tingkat lokal hingga nasional, bahkan di ruang internasional. Karena itu, penguatan pendidikan dan pembinaan di pesantren dinilai memiliki arti bagi masa depan bangsa. Gontor diharapkan terus melahirkan lulusan yang mampu beradaptasi, bersaing, dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Harapan tersebut sejalan dengan pengakuan atas sumbangsih Gontor selama ini kepada umat, bangsa, dan agama. Bagi Muzani, keberlanjutan peran pesantren akan membantu menjaga tradisi pendidikan sekaligus menyiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan baru. Kehadiran dalam agenda penyerahan bantuan Presiden Prabowo juga menjadi kesempatan untuk menyampaikan dukungan terhadap keberlangsungan pendidikan di Gontor. Ia berharap lembaga tersebut dapat terus mengembangkan kiprah dan menjaga mutu pembinaan, sehingga semakin banyak santri memperoleh bekal untuk berkontribusi di tengah masyarakat. Dengan demikian, peran Gontor dalam membangun sumber daya manusia yang berdaya saing dapat terus dirasakan, di dalam maupun di luar negeri.

Ahmad Muzani menilai kiprah Pondok Modern Darussalam Gontor penting bagi kehidupan bangsa karena pesantren tersebut telah melahirkan banyak tokoh pemimpin dan cendekiawan. Peran itu, menurutnya, terlihat dari kontribusi para alumninya yang kini tersebar di berbagai bidang. Mereka tidak hanya membawa bekal pendidikan pesantren ke tengah masyarakat, tetapi juga turut mengambil tanggung jawab dalam sejumlah ranah kepemimpinan nasional.

Muzani menyebut alumni Gontor berada pada posisi pimpinan di lingkungan eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Penyebutan ketiga ranah tersebut menggambarkan luasnya kiprah lulusan pesantren dalam kehidupan publik dan tata kelola negara. Kehadiran mereka pada berbagai bidang juga menunjukkan bahwa pendidikan pesantren dapat menjadi bekal bagi santri untuk berperan di ruang yang beragam. Ia tidak merinci nama alumni ataupun jabatan tertentu, melainkan menyoroti kontribusi kolektif lulusan Gontor di tengah masyarakat dan bangsa.

Bagi Muzani, capaian alumni tersebut tidak terlepas dari nilai dan pemahaman yang terus ditanamkan selama mereka menempuh pendidikan. Gontor, menurut pandangannya, senantiasa mengajarkan para santri untuk berbuat baik. Prinsip itu memberi landasan bagi mereka dalam menjalankan peran, baik ketika berada di lingkungan pemerintahan maupun ketika berkarya di bidang lain. Dengan demikian, pembicaraan mengenai kiprah alumni bukan semata-mata soal posisi yang mereka tempati, tetapi juga tentang nilai yang dibawa dalam menjalankan tanggung jawab.

Penilaian tersebut memperlihatkan alasan mengapa Muzani mendorong Gontor melanjutkan kiprahnya. Pesantren ini dipandang memiliki kontribusi melalui pendidikan yang membentuk santri sekaligus mendorong mereka berbuat baik setelah kembali ke tengah masyarakat. Para lulusan yang kemudian hadir dalam beragam bidang kepemimpinan menjadi bagian dari jejak kontribusi tersebut. Bagi Gontor, keberlanjutan peran itu berarti menjaga pendidikan yang telah melahirkan tokoh dan cendekiawan, serta terus membekali santri agar mampu menghadapi kebutuhan masyarakat. Muzani menempatkan pengalaman para alumni sebagai gambaran bahwa nilai pendidikan pesantren dapat menyertai santri dalam beragam tanggung jawab publik. Pandangan ini menegaskan pentingnya meneruskan tradisi pendidikan Gontor dan kontribusinya bagi bangsa.

Ahmad Muzani mengajak para santri untuk menjalani proses belajar dengan sungguh-sungguh. Keseriusan dalam belajar, menurut pesannya, perlu tampak dalam perhatian mereka terhadap pelajaran yang diberikan para pengasuh. Santri juga diharapkan menjadi murid yang taat, sehingga dapat menerima dan memahami pembelajaran dengan baik. Ajakan ini menempatkan ketekunan dan ketaatan sebagai bagian penting dari kehidupan belajar di pesantren. Para santri tidak hanya diminta hadir dalam proses pembelajaran, tetapi juga mencermati materi yang disampaikan dan berupaya menangkap maksudnya. Dengan memahami pelajaran secara baik, mereka dapat menjalani pendidikan sesuai arahan para pengasuh. Pesan Muzani menegaskan pentingnya kesungguhan dalam menuntut ilmu serta sikap hormat dan taat kepada guru.

Dalam pesannya, Muzani juga menekankan agar santri membiasakan diri berbuat baik kepada sesama. Kebaikan tidak semata-mata dilakukan sesekali, melainkan perlu menjadi kebiasaan dalam hubungan dengan orang lain. Pesan tersebut mengajak para santri untuk menghadirkan sikap baik dalam kehidupan bersama. Perbuatan baik yang dilakukan kepada sesama memiliki arti karena dapat dirasakan manfaatnya oleh orang lain. Muzani menyampaikan bahwa kebaikan semacam itu dapat dikenang, terutama ketika membawa manfaat bagi umat dan bangsa Indonesia. Dengan demikian, ajakan untuk berbuat baik tidak berhenti pada tindakan pribadi, tetapi berkaitan pula dengan dampak yang dirasakan oleh masyarakat luas. Santri diharapkan mengingat bahwa kebaikan yang bermanfaat dapat meninggalkan kesan bagi banyak orang.

Pesan tentang belajar dan berbuat baik disampaikan sebagai dua hal yang perlu dijalankan para santri. Mereka diajak tekun mempelajari materi, taat sebagai murid, serta memahami dengan baik pelajaran dari para pengasuh. Pada saat yang sama, mereka diminta membiasakan perbuatan baik kepada sesama. Kedua ajakan itu tetap berpusat pada hal-hal yang disampaikan Muzani: kesungguhan dalam belajar dan kebaikan yang memberi manfaat. Kebaikan yang dirasakan umat dan bangsa Indonesia dapat dikenang, sehingga tindakan tersebut memiliki arti lebih luas daripada hubungan antarsesama dalam keseharian. Melalui pesannya, Muzani mengingatkan santri agar memberi perhatian pada pelajaran sekaligus menjaga kebiasaan berbuat baik. Harapannya, pelajaran dipahami dan kebaikan menghadirkan manfaat bagi umat serta bangsa Indonesia.

Bantuan dari Presiden diberikan sebagai dukungan bagi para santri Pondok Pesantren Gontor dalam menjalani kegiatan belajar. Dukungan tersebut diharapkan dapat menambah semangat mereka untuk menuntut ilmu, sekaligus mendorong tumbuhnya pribadi yang cerdas, berpengetahuan, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan. Perhatian terhadap pendidikan santri juga menjadi bagian dari upaya memperkuat peran pesantren dalam membentuk generasi yang berdaya saing. Dengan bekal pembelajaran dan nilai-nilai yang diperoleh di pesantren, para santri diharapkan terus mengembangkan kemampuan serta mempersiapkan diri menghadapi beragam tantangan pada masa mendatang.

Penyerahan bantuan Presiden itu diwakili oleh Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro. Kegiatan tersebut disaksikan oleh Ahmad Muzani serta anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Endipat. Rombongan disambut pimpinan Pondok Pesantren Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal. Kehadiran para pejabat dan pimpinan pesantren dalam kesempatan tersebut menandai perhatian bersama terhadap keberlangsungan proses pendidikan di lingkungan pesantren. Bantuan yang diserahkan menjadi dukungan bagi kegiatan belajar para santri, sehingga mereka dapat menjalani pendidikan dengan semangat dan terus menumbuhkan kapasitas diri.

Dalam kesempatan itu, Juri menyampaikan bahwa Presiden menitipkan bantuan tersebut untuk menunjang proses belajar santri. Pesan itu menegaskan harapan agar dukungan yang diberikan dapat digunakan untuk membantu kegiatan pendidikan di pesantren.