Alim Setiawan Slamet Mengisi Kursi Wakil Menteri Pertanian

oleh -781 Dilihat
oleh
Alim Setiawan Slamet Mengisi Kursi Wakil Menteri Pertanian

Jakarta | Presiden Prabowo Subianto melantik Alim Setiawan Slamet sebagai Wakil Menteri Pertanian di Istana Kepresidenan Jakarta. Peristiwa tersebut menandai dimulainya tugas Alim dalam jajaran pemerintahan pusat, khususnya pada bidang pertanian. Pelantikan itu menjadi bagian dari penataan susunan pejabat yang membantu Presiden menjalankan agenda pemerintahan. Penunjukan Wakil Menteri Pertanian menempatkan Alim pada posisi pendamping menteri di kementerian yang menangani urusan pertanian nasional. Prosesi berlangsung di lingkungan Istana Kepresidenan, pusat kegiatan kenegaraan di Jakarta. Pengangkatan tersebut dilakukan secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian pelantikan pejabat negara.

Pelantikan Alim tidak berlangsung sebagai agenda tunggal. Pada kesempatan yang sama, Presiden juga mengangkat sejumlah pejabat negara lain. Dengan demikian, acara tersebut menjadi bagian dari rangkaian pengisian beberapa posisi dalam pemerintahan. Keterangan mengenai pelantikan menegaskan bahwa Alim memperoleh mandat sebagai Wakil Menteri Pertanian, sementara sejumlah pejabat lain menerima pengangkatan untuk jabatan masing-masing. Rangkaian pelantikan di Istana Kepresidenan itu memperlihatkan penetapan personel pemerintahan melalui prosesi resmi yang dipimpin langsung oleh kepala negara. Kehadiran beberapa pengangkatan dalam satu agenda juga menunjukkan bahwa peristiwa tersebut mencakup lebih dari satu bidang dan jabatan, bukan hanya posisi di Kementerian Pertanian.

Penempatan Alim pada jabatan wakil menteri menambah unsur kepemimpinan di Kementerian Pertanian. Dalam struktur kementerian, wakil menteri mendampingi menteri dalam menjalankan tugas dan fungsi pemerintahan, sesuai pembagian kerja serta arahan yang berlaku. Namun, pelantikan ini sendiri terutama menandai pengangkatan Alim ke dalam jabatan tersebut; rincian mengenai program kerja, prioritas kebijakan, maupun pembagian tugasnya tidak dijelaskan dalam informasi peristiwa. Karena itu, pokok pemberitaan terletak pada penetapan Alim oleh Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta dan pada pelaksanaannya bersama pengangkatan sejumlah pejabat negara lainnya. Peristiwa tersebut menjadi dasar bagi Alim untuk mulai menjalankan amanah sebagai Wakil Menteri Pertanian dalam pemerintahan.

Penunjukan Alim Setiawan Slamet mengisi susunan Wakil Menteri Pertanian dan melengkapi posisi yang telah ditempati Muhammad Saleh Mustafa. Dengan masuknya Alim, jabatan wakil menteri di lingkungan Kementerian Pertanian kini diisi oleh dua orang. Susunan tersebut terdiri atas Alim dan Muhammad Saleh Mustafa, sementara Andi Amran Sulaiman menjabat sebagai Menteri Pertanian. Perubahan ini menempatkan Alim bersama Muhammad Saleh Mustafa dalam jajaran wakil menteri yang mendampingi menteri.

Perubahan susunan tersebut berlangsung setelah Sudaryono meninggalkan jabatan Wakil Menteri Pertanian. Ia kemudian menjadi Kepala Badan Gizi Nasional. Dengan demikian, posisi yang ditinggalkan Sudaryono beralih kepada Alim, sedangkan Muhammad Saleh Mustafa tetap mengisi posisi wakil menteri. Penunjukan Alim melengkapi formasi yang sebelumnya berubah setelah perpindahan Sudaryono, sehingga kini terdapat dua wakil menteri dalam susunan yang dipimpin Andi Amran Sulaiman.

Komposisi saat ini menempatkan Andi Amran Sulaiman sebagai Menteri Pertanian dengan Alim Setiawan Slamet dan Muhammad Saleh Mustafa sebagai dua wakilnya. Penunjukan Alim bukan menggantikan Muhammad Saleh Mustafa, melainkan melengkapi susunan wakil menteri setelah Sudaryono beralih menjadi Kepala Badan Gizi Nasional. Dengan adanya Alim dan Muhammad Saleh Mustafa, posisi wakil menteri yang berada di bawah Menteri Pertanian kini diisi oleh keduanya. Rangkaian perubahan ini mencakup kepergian Sudaryono dari jabatan Wakil Menteri Pertanian, penunjukan Alim untuk mengisi susunan tersebut, serta tetapnya Muhammad Saleh Mustafa dalam jajaran yang sama. Karena itu, susunan yang berlaku kini terdiri atas satu menteri, Andi Amran Sulaiman, dan dua wakil menteri, Alim Setiawan Slamet serta Muhammad Saleh Mustafa.

Alim Setiawan Slamet saat ini menjabat sebagai Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB). Sebelum memimpin perguruan tinggi tersebut, sebagian besar perjalanan kariernya berkembang di lingkungan IPB, baik dalam bidang akademik maupun pengelolaan kelembagaan. Pengalaman lintas unit memberinya pemahaman mengenai kehidupan kampus, mulai dari urusan kemahasiswaan hingga tata kelola sumber daya dan infrastruktur. Rekam jejak ini menjadi bagian penting dari latar belakang profesionalnya sebelum ia mengemban amanah sebagai Wakil Menteri Pertanian.

Perjalanan struktural Alim di IPB telah dimulai jauh sebelum penunjukan tersebut. Pada 2007–2012, ia bertugas sebagai Asisten Rektor IPB. Dalam periode yang berdekatan, yakni 2008–2013, ia juga menjadi bagian dari Komisi Kemahasiswaan di Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Kedua pengalaman itu memperlihatkan keterlibatannya dalam pengelolaan kampus sekaligus perhatian pada aspek kemahasiswaan. Setelahnya, pada 2013–2014, Alim menjabat Kepala Kantor Sekretariat Rektor IPB, posisi yang mendukung koordinasi kegiatan pimpinan institusi.

Seusai menjalani sejumlah tugas tersebut, Alim kembali memperoleh tanggung jawab di bidang pengembangan mahasiswa. Ia menjabat Direktur Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir pada 2018–2022. Peran ini berkaitan dengan layanan bagi mahasiswa serta dukungan terhadap kesiapan karier mereka. Berikutnya, pada 2022–2025, ia mengemban tugas sebagai Wakil Rektor Bidang Resiliensi Sumberdaya dan Infrastruktur. Jabatan tersebut menempatkannya dalam pengelolaan kapasitas sumber daya dan infrastruktur IPB. Rangkaian posisi itu menunjukkan perkembangan tanggung jawabnya di kampus, dari fungsi pendukung rektorat dan kemahasiswaan hingga kepemimpinan bidang strategis. Pengalaman tersebut melengkapi kiprahnya sebagai akademisi dan pimpinan perguruan tinggi, sebelum ia kemudian dipercaya mengisi jabatan wakil menteri.

Riwayat pendidikan Alim Setiawan Slamet menunjukkan perjalanan akademik yang berkelanjutan di bidang teknologi industri pertanian dan agribisnis. Ia memulai pendidikan tinggi dengan mengambil program Sarjana (S1) Teknologi Industri Pertanian di Institut Pertanian Bogor (IPB), sebagai mahasiswa angkatan 2005. Bidang studi tersebut menjadi dasar akademiknya dalam memahami pengolahan hasil pertanian, sistem produksi, serta hubungan kegiatan industri dan sektor pertanian. Pilihan ini juga menjadi titik awal pendalaman keilmuan yang kemudian diteruskan pada jenjang pascasarjana.

Setelah menyelesaikan jenjang sarjana, Alim melanjutkan studi magister (S2) Teknologi Industri Pertanian di kampus yang sama. Ia tercatat sebagai mahasiswa angkatan 2009. Kelanjutan studi di bidang dan institusi yang sama memperlihatkan konsistensi dalam menekuni disiplin teknologi industri pertanian. Pada tahap ini, cakupan pembelajarannya berada pada tingkat pascasarjana, melanjutkan bekal yang diperoleh saat menempuh pendidikan S1. Urutan pendidikan tersebut menempatkan IPB sebagai bagian penting dari perjalanan akademiknya sebelum ia melanjutkan studi ke luar negeri.

Jenjang pendidikan berikutnya ditempuh di Jepang. Alim mengambil program doktoral (S3) Agricultural Marketing and Agribusiness di Ehime University, dengan angkatan 2017. Bidang doktoralnya mencakup pemasaran pertanian dan agribisnis, melengkapi pendidikan sebelumnya yang berfokus pada teknologi industri pertanian. Dengan demikian, rekam pendidikan Alim bergerak dari studi teknologi industri pertanian pada jenjang sarjana dan magister menuju kajian pemasaran serta agribisnis pada jenjang doktoral. Perpaduan bidang tersebut membentuk lintasan akademik yang mencakup aspek teknologi dan pengelolaan usaha pertanian.

Di luar pendidikan formal, Alim juga tercatat dalam sejumlah organisasi profesi dan keilmuan. Sejak 2015 hingga sekarang, ia menjadi anggota The Agricultural Marketing Society of Japan. Keterlibatan ini berkaitan dengan bidang pemasaran pertanian yang menjadi salah satu fokus studi doktoralnya. Ia juga menjadi anggota Forum Manajemen Indonesia sejak 2017 hingga sekarang. Keanggotaan berkelanjutan di kedua organisasi tersebut melengkapi perjalanan akademiknya dengan partisipasi dalam lingkungan profesional. Secara berurutan, pengalaman pendidikannya mencakup IPB, Ehime University, dan keterlibatan organisasi di Jepang serta Indonesia, dengan rentang keahlian dari teknologi industri pertanian hingga pemasaran dan agribisnis.

Baca juga: Alim Setiawan Jadi Wamentan, Siap Dukung Swasembada dan Hilirisasi Pertanian | Presiden Lantik Sejumlah Wakil Menteri, Kepala BNPB, dan Pejabat Militer di Istana Negara | Banjir dan Longsor di Aceh Tenggara Ganggu Jalan Nasional serta Merendam Lahan Pertanian