Alim Setiawan Jadi Wamentan, Siap Dukung Swasembada dan Hilirisasi Pertanian

oleh -757 Dilihat
oleh
Alim Setiawan Jadi Wamentan, Siap Dukung Swasembada dan Hilirisasi Pertanian

Jakarta | Presiden Prabowo Subianto melantik Alim Setiawan Slamet sebagai Wakil Menteri Pertanian dalam rangkaian pelantikan empat wakil menteri baru. Penunjukan tersebut menempatkan seorang akademisi dari lingkungan perguruan tinggi pada salah satu posisi penting di bidang pertanian. Alim dikenal sebagai rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), dengan pengalaman memimpin institusi pendidikan yang memiliki perhatian kuat terhadap ilmu dan pembangunan pertanian. Latar belakang ini menjadi bagian penting dari profil pejabat yang kini bergabung dalam jajaran Kementerian Pertanian.

Pelantikan Alim berlangsung sebagai bagian dari pembentukan susunan pemerintahan yang akan menjalankan agenda nasional, termasuk penguatan sektor pertanian. Sebagai wakil menteri, ia akan mendampingi Menteri Pertanian dalam pelaksanaan tugas kementerian. Ruang lingkup pekerjaan tersebut mencakup dukungan terhadap kebijakan dan program, koordinasi di lingkungan pemerintahan, serta upaya mendorong kinerja sektor pertanian. Peran itu juga menuntut kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari lembaga pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha hingga petani.

Pengalaman Alim di dunia akademik dapat memberikan sudut pandang berbasis pengetahuan dalam pembahasan kebijakan pertanian. Namun, pelaksanaan tugasnya akan bergantung pada koordinasi dengan pimpinan kementerian dan jajaran terkait, serta penerjemahan kebijakan menjadi program yang dapat dijalankan. Tantangan sektor pertanian meliputi peningkatan produktivitas, penguatan kapasitas petani, pemanfaatan teknologi, dan pengembangan nilai tambah hasil produksi. Karena itu, kolaborasi pemerintah, peneliti, dan pelaku lapangan menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung agenda kementerian.

Penunjukan ini berlangsung di tengah perhatian pemerintah terhadap swasembada pangan dan hilirisasi pertanian. Kedua agenda tersebut berkaitan dengan kemampuan produksi dalam negeri sekaligus pemanfaatan hasil pertanian agar menghasilkan nilai ekonomi lebih besar. Dengan latar belakang sebagai akademisi dan rektor IPB, Alim membawa pengalaman kepemimpinan perguruan tinggi ke dalam tugas pemerintahan. Perkembangan selanjutnya akan terlihat melalui kebijakan dan program yang dijalankan kementerian, serta kontribusi wakil menteri dalam mendukung prioritas sektor pertanian secara terkoordinasi dan berkelanjutan.

Kementerian Pertanian kini dipimpin oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman dengan dukungan dua wakil menteri. Susunan ini menempatkan Wakil Menteri Pertanian I dan Wakil Menteri Pertanian II sebagai bagian dari kepemimpinan yang membantu menteri menjalankan agenda serta koordinasi di lingkungan kementerian. Pembagian tersebut juga menegaskan bahwa kedua wakil menteri memiliki kedudukan dalam struktur yang sama, dengan penamaan jabatan sesuai urutan yang disebutkan dalam sumber.

Wakil Menteri Pertanian I adalah Letjen TNI (Purn.) Muhammad Saleh Mustofa. Ia dilantik pada 1 Oktober 2026 untuk mengisi posisi yang sebelumnya dijabat Sudaryono. Perubahan tersebut menyusul pemindahan Sudaryono ke jabatan Kepala Badan Gizi Nasional. Dengan demikian, Saleh Mustofa kini mendampingi Amran Sulaiman sebagai wakil menteri pertama, sementara Sudaryono menjalankan tugas barunya di lembaga tersebut. Penjelasan mengenai urutan jabatan ini penting agar susunan kepemimpinan tidak tertukar.

Wakil Menteri Pertanian II adalah Alim Setiawan, sesuai dengan penunjukan yang menjadi perhatian dalam berita ini. Kehadirannya melengkapi formasi dua wakil menteri di bawah kepemimpinan Amran. Dalam susunan tersebut, Saleh Mustofa tetap disebut sebagai Wamentan I, sedangkan Alim Setiawan menempati posisi Wamentan II. Penyebutan kedua jabatan secara berurutan memberikan gambaran yang jelas mengenai siapa yang mengisi masing-masing posisi, sekaligus membedakan peran mereka dari jabatan menteri.

Formasi ini menggambarkan pembagian dukungan kepemimpinan di Kementerian Pertanian setelah perubahan jabatan. Amran Sulaiman berada di posisi menteri, dibantu Saleh Mustofa sebagai Wakil Menteri Pertanian I dan Alim Setiawan sebagai Wakil Menteri Pertanian II. Sementara itu, Sudaryono tidak lagi tercatat sebagai wakil menteri karena telah dipindahkan menjadi Kepala Badan Gizi Nasional. Rangkaian penempatan tersebut menjadi dasar untuk memahami susunan pejabat yang disebutkan, tanpa mencampuradukkan jabatan lama dan jabatan baru masing-masing tokoh.

Usai dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian, Alim Setiawan menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia memandang amanah tersebut sebagai tanggung jawab untuk bekerja mendukung agenda pemerintah di sektor pertanian. Alim menyatakan kesiapannya membantu Menteri Pertanian menjalankan berbagai program strategis, dengan perhatian pada kebutuhan sektor pangan dan pengembangan produk pertanian. Pernyataan itu menegaskan bahwa tugasnya akan dijalankan melalui kerja bersama di kementerian, serta dengan mendukung pelaksanaan kebijakan yang telah ditetapkan. Ia tidak hanya menerima jabatan, tetapi juga berkomitmen mengambil bagian dalam upaya mencapai sasaran pemerintah di bidang pertanian nasional.

Di fokus yang disebutkan Alim adalah membantu mendorong tercapainya swasembada pangan. Sasaran tersebut menjadi salah satu agenda penting yang memerlukan pelaksanaan program secara terarah dan koordinasi para pemangku kebijakan. Sebagai wakil menteri, ia berjanji mendukung Menteri Pertanian dalam menjalankan langkah-langkah strategis untuk mencapai tujuan itu. Pernyataan Alim menunjukkan bahwa penguatan sektor pangan akan menjadi bagian dari perhatian dalam pelaksanaan tugasnya. Dukungan tersebut ditempatkan dalam kerangka kerja kementerian, bukan sebagai agenda yang terpisah dari program strategis lainnya. Ia akan membantu menjalankan kebijakan yang berkaitan dengan sasaran swasembada sesuai arahan dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.

Selain swasembada pangan, Alim juga menyoroti pentingnya mendorong hilirisasi produk pertanian. Dalam pernyataannya, hilirisasi dipandang sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah produk pertanian. Fokusnya adalah mendukung proses yang memungkinkan hasil pertanian memiliki nilai tambah, sejalan dengan program strategis yang akan dijalankan bersama Menteri Pertanian. Alim tidak memperluas makna hilirisasi di luar tujuan tersebut, melainkan menempatkannya sebagai salah satu fokus kerja di bidang pertanian. Dengan demikian, dua perhatian yang ia sampaikan setelah pelantikan mencakup dukungan untuk mencapai swasembada pangan dan mendorong nilai tambah produk pertanian melalui hilirisasi. Keduanya menjadi bagian dari komitmennya menjalankan amanah sebagai Wamentan.

Alim Setiawan berharap hasil riset dan inovasi dari perguruan tinggi dapat lebih banyak diterapkan secara nyata untuk memperkuat swasembada pangan. Menurutnya, pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di lingkungan akademik perlu menjawab kebutuhan sektor pertanian, mulai dari peningkatan produktivitas hingga penguatan kapasitas produksi dalam negeri. Dengan penerapan yang tepat, penelitian tidak berhenti sebagai publikasi atau kegiatan laboratorium, tetapi bisa memberi manfaat langsung bagi petani, pelaku usaha, dan ketahanan pangan nasional. Ia menilai kolaborasi pemerintah, kampus, dan sektor pertanian penting agar inovasi yang telah tersedia dapat dikenali, diuji, lalu digunakan sesuai kondisi di lapangan.

Salah satu contoh yang dikemukakan Alim adalah pengembangan varietas unggul. Varietas yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi wilayah dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan hasil pertanian serta mendukung ketersediaan pangan. Namun, ia juga menekankan potensi berbagai inovasi lain yang lahir dari perguruan tinggi. Inovasi tersebut dapat mencakup teknologi, metode, maupun solusi yang membantu proses produksi dan pengolahan hasil pertanian. Penerapannya diharapkan tidak hanya menunjang swasembada, tetapi juga mendorong hilirisasi, sehingga hasil pertanian memiliki nilai tambah sebelum dipasarkan. Keterhubungan riset, produksi, dan pengolahan menjadi salah satu aspek yang dapat diperkuat melalui pemanfaatan pengetahuan akademik.

Meski menyampaikan harapan mengenai peran riset dan inovasi, Alim menyatakan bahwa dirinya masih menunggu arahan Presiden terkait penugasan sebagai Wakil Menteri Pertanian. Hingga saat itu, ia mengaku belum menerima arahan maupun pembagian tugas dari Menteri Pertanian. Dengan demikian, rincian bidang yang akan menjadi tanggung jawabnya belum dapat dipastikan. Sumber pemberitaan juga menyebut belum ada penjelasan mengenai pembagian tugas Alim dan Wakil Menteri Pertanian I.

Baca juga: Banjir dan Longsor di Aceh Tenggara Ganggu Jalan Nasional serta Merendam Lahan Pertanian