Amran Atur Fokus Kerja Dua Wakil Menteri Pertanian

oleh -61 Dilihat
oleh
Amran Atur Fokus Kerja Dua Wakil Menteri Pertanian

Jakarta | Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membagi fokus kerja dua wakil menteri pertanian, Muhammad Saleh Mustafa dan Alim Setiawan Slamet. Pembagian tersebut disampaikan Amran setelah menerima Alim di kantor Kementerian Pertanian (Kementan), menyusul pelantikan Alim oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 15 Oktober. Amran menerangkan hal itu dalam konferensi pers di Kementan, Jakarta Selatan, pada Senin, 19 Oktober.

Dalam keterangannya, Amran menjelaskan bahwa kedua wakil menteri akan menjalankan tugas sesuai fokus yang telah ditetapkan. Ia menyampaikan pembagian tanggung jawab itu sebagai bagian dari pengaturan kerja di lingkungan kementerian setelah Alim resmi bergabung sebagai wakil menteri. Dengan demikian, perhatian dalam kepemimpinan Kementan tidak hanya berada pada menteri, tetapi juga dibagi bersama dua pejabat yang mendampinginya.

Alim hadir di kantor Kementan setelah dilantik oleh Presiden Prabowo. Pertemuan dengan Amran menjadi kesempatan bagi keduanya untuk bertemu dan membahas penugasan di kementerian. Namun, keterangan mengenai pembagian fokus kerja yang disampaikan dalam konferensi pers menjadi penjelasan utama Amran kepada awak media. Informasi tersebut disampaikan setelah pelantikan, tanpa perlu menarik kesimpulan lebih jauh mengenai kebijakan atau hasil kerja yang belum dijelaskan.

Keberadaan dua wakil menteri memberi susunan kepemimpinan yang terdiri atas Amran sebagai menteri, bersama Saleh Mustafa dan Alim Setiawan Slamet sebagai wakil. Amran menyatakan bahwa masing-masing memiliki fokus kerja dalam membantu pelaksanaan tugas kementerian. Penjelasan itu menandai pengaturan tanggung jawab di jajaran pimpinan Kementan, sementara rincian pelaksanaan tugas tetap merujuk pada keterangan resmi yang diberikan oleh menteri.

Rangkaian peristiwa tersebut berlangsung dalam rentang beberapa hari: Alim dilantik pada Kamis, 15 Oktober, kemudian diterima Amran di kantor Kementan sebelum penjelasan disampaikan kepada media pada Senin, 19 Oktober. Dalam konferensi pers di Jakarta Selatan itu, Amran menyampaikan pembagian fokus bagi kedua wakilnya, yakni Saleh Mustafa dan Alim Setiawan Slamet. Keterangan tersebut menjadi dasar untuk memahami susunan tanggung jawab yang diumumkan di lingkungan Kementan.

Wakil Menteri Pertanian I Muhammad Saleh Mustafa mendapat fokus kerja pada pelaksanaan target dan program pemerintah di sektor pertanian. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjelaskan pembagian perhatian tersebut dengan menempatkan Saleh pada tahap eksekusi, agar program yang telah ditetapkan dapat dijalankan. Saleh memiliki latar belakang militer, dan menurut penjelasan Amran, perannya diarahkan untuk membantu memastikan pelaksanaan program pemerintah. Penekanan ini menggambarkan fokus tugasnya: menjalankan agenda yang menjadi sasaran Kementerian Pertanian, bukan menetapkan uraian pekerjaan lain di luar yang disampaikan.

Di program yang disebut secara khusus oleh Amran ialah pompanisasi dan pencetakan sawah baru. Kedua agenda itu menjadi bagian dari pekerjaan yang diarahkan kepada Saleh dalam membantu pelaksanaan target pemerintah. Amran menyebut pompanisasi sebagai salah satu program yang perlu dieksekusi, sementara pencetakan sawah baru juga masuk dalam fokus tersebut. Dengan demikian, perhatian kerja Saleh mencakup pelaksanaan kedua program itu, sesuai pembagian fokus yang disampaikan oleh Menteri Pertanian. Keterangan tersebut menegaskan bahwa tugas yang disebut berkaitan dengan implementasi program, bukan penambahan fungsi lain.

Amran memaparkan pembagian itu sebagai upaya memusatkan kerja pada eksekusi. Dalam parafrasa, ia menekankan bahwa Saleh diarahkan untuk mengawal jalannya program dan target pemerintah, terutama pompanisasi serta pembukaan atau pencetakan sawah baru. Penjelasan tersebut menempatkan pelaksanaan sebagai inti peran Wakil Menteri Pertanian I. Rincian yang tersedia terbatas pada fokus itu, sehingga uraian mengenai tugas Saleh dapat dipahami melalui dua program yang disebut dan tanggung jawab umum untuk menjalankan agenda pemerintah. Pembagian fokus ini juga menunjukkan bagaimana Amran mengarahkan dukungan wakil menteri pada pelaksanaan program yang menjadi sasaran kementerian, tanpa merinci tanggung jawab tambahan di luar keterangan tersebut.

Wakil Menteri Pertanian II Alim Setiawan Slamet menempatkan peningkatan produktivitas sebagai salah satu fokus kerja di sektor pertanian. Upaya tersebut, menurut arah kebijakan yang ia dorong, perlu disertai perhatian pada komoditas strategis, termasuk kedelai dan bawang putih. Pengembangan kedua komoditas itu diharapkan memperkuat kapasitas produksi dalam negeri dan mendukung pemenuhan kebutuhan pangan. Karena itu, peningkatan hasil tidak hanya bergantung pada perluasan lahan, tetapi juga pada cara budidaya, kualitas benih, dukungan sarana produksi, serta penerapan teknologi yang sesuai dengan kondisi setempat.

Alim juga mendorong pengembangan Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) sebagai pendekatan untuk memperbarui praktik pertanian. Pertanian modern, dalam pandangannya, perlu bertumpu pada inovasi, riset, dan pemanfaatan teknologi, bukan sekadar penggunaan alat baru. Penerapan sistem tersebut perlu mempertimbangkan karakter lahan, ketersediaan air, keterampilan petani, dan kelayakan biaya. Dengan demikian, teknologi dapat membantu meningkatkan efisiensi kerja sekaligus mendukung pengelolaan usaha tani yang lebih terukur.

Untuk menguji berbagai inovasi, Kementerian Pertanian dapat berkolaborasi dengan perguruan tinggi. Kerja sama ini membuka ruang bagi peneliti dan pelaku pertanian untuk menilai kinerja teknologi secara langsung, mulai dari uji lapangan hingga pengukuran hasil. Pengujian yang cermat penting agar teknologi yang berpotensi meningkatkan produktivitas dapat dipilih berdasarkan bukti, bukan hanya perkiraan. Hasil evaluasi juga dapat menjadi dasar penyesuaian sebelum penerapan diperluas ke wilayah atau kelompok tani lain.

Alim menyebut pendekatan PM-AAS berpotensi menghasilkan produktivitas padi di atas 10 ton per hektare. Angka tersebut merupakan potensi yang dikaitkan dengan penerapan sistem, bukan capaian yang sudah dipastikan terjadi secara luas. Hasil aktual tetap dapat dipengaruhi oleh kondisi agroklimat, varietas, pengelolaan lahan, dan konsistensi penerapan teknologi. Karena itu, pengembangan PM-AAS memerlukan pengujian berkelanjutan serta pendampingan bagi petani. Dengan menghubungkan riset, inovasi, dan praktik di lapangan, fokus produktivitas yang didorong Alim dapat diarahkan pada solusi yang terukur dan relevan bagi berbagai komoditas.Dalam pembagian fokus kerja yang diatur Menteri Pertanian Amran Sulaiman, pengembangan kedelai menjadi salah satu agenda Wakil Menteri Pertanian Alim. Arah kebijakan yang disampaikan Alim adalah memperkuat produksi dalam negeri agar ketergantungan Indonesia terhadap kedelai impor dapat dikurangi. Upaya tersebut membutuhkan langkah yang terencana, mulai dari peningkatan kemampuan produksi hingga dukungan riset dan teknologi. Penguatan pasokan domestik juga dipandang penting untuk mendukung ketersediaan komoditas bagi masyarakat dan pelaku usaha yang memanfaatkannya.

Alim menyebut pengembangan varietas unggul sebagai salah satu bagian dari upaya tersebut. Varietas yang sesuai diharapkan dapat mendukung peningkatan hasil dan memperkuat budidaya kedelai di berbagai wilayah. Selain itu, penyusunan standar operasional prosedur diperlukan agar tahapan produksi memiliki pedoman yang jelas dan dapat diterapkan secara lebih konsisten. Riset akan menjadi landasan untuk mengidentifikasi kebutuhan pengembangan, sementara perluasan produksi menjadi langkah untuk meningkatkan skala penanaman. Keempat aspek itu, yakni varietas, prosedur, penelitian, dan perluasan produksi, saling berkaitan dalam mendorong peningkatan produksi nasional.

Untuk mendukung agenda tersebut, Alim merencanakan pelibatan Badan Riset dan Inovasi Nasional serta perguruan tinggi dalam pengembangan teknologi pertanian. Kolaborasi ini diharapkan menghubungkan kapasitas penelitian dengan kebutuhan di sektor pertanian, termasuk dalam pengembangan kedelai. Perguruan tinggi dapat berkontribusi melalui riset dan pengembangan, sedangkan kerja bersama lembaga riset pemerintah diharapkan memperkuat dukungan teknologi. Alim juga akan menemui Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto untuk membahas penguatan kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi. Pertemuan itu direncanakan menjadi bagian dari upaya menyelaraskan kerja sama riset dengan agenda pertanian.

Alim dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian pada 15 Oktober.

Baca juga: Pertanian dan Hilirisasi Dinilai Bisa Dorong Ekonomi Indonesia Tumbuh Dua Digit | Klaim Tuna Lokal dan Isu Impor: Penjelasan Menteri KKP