Armada Kendaraan Listrik DHL Express Indonesia Bertambah Menjadi 58 Unit

oleh -103 Dilihat
oleh
Armada Kendaraan Listrik DHL Express Indonesia Bertambah Menjadi 58 Unit

Jakarta | DHL Express Indonesia kini mengoperasikan 58 kendaraan listrik untuk mendukung jaringan logistik nasional. Penambahan armada ini memperkuat kemampuan perusahaan dalam menghubungkan pelanggan dan pelaku usaha melalui layanan pengiriman yang semakin efisien. Kendaraan listrik digunakan dalam kegiatan operasional untuk menunjang konektivitas perdagangan, termasuk pergerakan kiriman di berbagai wilayah. Dengan memperluas penggunaan moda rendah emisi, perusahaan juga berupaya mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas pengiriman. Langkah tersebut sejalan dengan kebutuhan jaringan logistik yang harus tetap andal sekaligus menyesuaikan diri dengan upaya transisi menuju operasional yang lebih berkelanjutan. Armada baru menjadi bagian dari pengembangan kapasitas, bukan sekadar penambahan jumlah kendaraan di jalan.

Sebelum penambahan terbaru, DHL Express Indonesia telah memiliki 28 kendaraan listrik. Perusahaan kemudian menambahkan 30 unit Wuling Mitra EV Blind Van Long Range, sehingga total armada listrik yang dioperasikan mencapai 58 unit. Penambahan tersebut memperbesar porsi kendaraan listrik yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengiriman. Model van ini dirancang untuk kebutuhan angkutan barang, sementara jangkauan panjangnya mendukung pemakaian dalam kegiatan operasional. Perluasan armada dilakukan secara bertahap, dengan menggabungkan kendaraan yang telah digunakan sebelumnya dan unit tambahan. Perincian jumlah ini menunjukkan perkembangan armada secara jelas: 28 unit yang telah tersedia ditambah 30 unit baru menghasilkan total 58 kendaraan listrik.

Dalam jaringan logistik nasional, kendaraan listrik berperan membantu kelancaran distribusi kiriman dan mendukung konektivitas perdagangan. Pemanfaatannya dapat menunjang efisiensi pengiriman melalui kendaraan yang sesuai untuk kegiatan operasional perusahaan, sekaligus mengurangi emisi dari penggunaan armada. Dampak pengurangan emisi menjadi salah satu pertimbangan penting ketika perusahaan mengembangkan pilihan kendaraan untuk layanan logistik. Namun, penambahan kendaraan saja bukan satu-satunya faktor yang menentukan kinerja pengiriman; pengelolaan jaringan dan penggunaan armada secara tepat juga berperan dalam memastikan layanan berjalan efektif. Dengan total 58 unit, DHL Express Indonesia memperkuat kapasitas kendaraan listriknya dan melanjutkan pengembangan operasional yang mendukung kebutuhan pengiriman nasional serta sasaran pengurangan emisi.

Penambahan 30 kendaraan listrik ditempatkan di empat kota untuk mendukung kegiatan operasional DHL Express Indonesia di berbagai wilayah. Dari jumlah tersebut, 20 unit dialokasikan ke Jakarta, delapan unit ke Surabaya, sementara Bandung dan Semarang masing-masing menerima satu unit. Distribusi ini memperluas jangkauan armada kendaraan listrik yang digunakan untuk kegiatan pengiriman, sekaligus mempertahankan porsi terbesar di Jakarta. Penempatan di luar ibu kota menunjukkan bahwa pengembangan armada tidak hanya diarahkan pada satu pasar, tetapi juga menjangkau kota-kota lain yang memiliki peran dalam jaringan logistik nasional.

Di Jakarta, tambahan 20 unit memperkuat kapasitas kendaraan listrik yang mendukung kegiatan pengiriman di kota tersebut. Delapan unit di Surabaya menjadi bagian penting dari penyebaran armada ke luar Jakarta. Surabaya semakin berperan dalam perdagangan nasional dan termasuk dalam perkembangan pusat logistik baru. Dengan demikian, penempatan kendaraan di kota ini selaras dengan upaya mendukung kebutuhan pengiriman di wilayah yang semakin penting bagi aktivitas perdagangan dan logistik.

Semarang juga menerima satu unit kendaraan listrik. Kota ini, seperti Surabaya, semakin berperan dalam perdagangan nasional dan menjadi bagian dari perkembangan pusat logistik baru. Kehadiran kendaraan tambahan di Semarang memperluas penerapan armada listrik ke kota di luar Jakarta, meskipun jumlah unit yang ditempatkan berbeda dengan alokasi di kota-kota lainnya. Sementara itu, satu unit di Bandung melengkapi distribusi kendaraan baru di empat kota tersebut.

Penempatan ini ditujukan untuk memperkuat kegiatan pengiriman dengan emisi lebih rendah. Penggunaan kendaraan listrik memberi DHL Express Indonesia pilihan operasional untuk mendukung pengiriman sambil menekan emisi dari kendaraan yang digunakan. Penyebaran unit di Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Semarang juga memperluas pilihan layanan di luar Jakarta. Artinya, penambahan armada mencakup dua sasaran yang saling terkait: memperkuat dukungan terhadap aktivitas pengiriman di sejumlah kota dan memperluas penggunaan kendaraan listrik dalam jaringan layanan perusahaan. Dengan total 30 unit tambahan di empat lokasi, perusahaan menempatkan armada baru sesuai pembagian yang telah ditetapkan, dengan perhatian pada Jakarta serta perluasan ke pusat perdagangan dan logistik lainnya.

Perdagangan internasional yang semakin erat membuat kebutuhan terhadap layanan logistik yang andal terus berkembang. Arus barang lintas negara menghubungkan pemasok, produsen, dan pelanggan di berbagai pasar, sekaligus menuntut perusahaan mengelola dampak lingkungan dari kegiatan bisnisnya. Perhatian terhadap keberlanjutan kini semakin besar, termasuk pada rantai pasok dan cara barang dikirim hingga diterima oleh pelanggan. Karena itu, pelaku usaha tidak hanya mempertimbangkan kecepatan dan jangkauan pengiriman, tetapi juga peluang untuk mengurangi emisi yang terkait dengan operasional logistik.

Dalam jaringan DHL, transportasi darat memiliki peran penting sebagai penghubung jaringan logistik global dan pelanggan lokal. Tahap pengiriman di dalam negeri menjadi bagian nyata dari perjalanan barang lintas batas, sehingga upaya menekan emisi perlu mencakup proses hingga tahap akhir pengiriman. Penggunaan kendaraan listrik pada armada darat dinilai dapat mendukung tujuan tersebut, sekaligus membantu perusahaan merespons harapan pelanggan yang semakin memperhatikan kinerja lingkungan mitra bisnisnya. Penambahan armada listrik, dengan demikian, berkaitan dengan kebutuhan operasional sekaligus upaya membangun rantai pasok yang lebih berkelanjutan.

Konteks perdagangan regional turut memperjelas kebutuhan layanan ini. DHL Global Connectedness Report 2026 menyebut hubungan dagang Indonesia yang kuat dengan Tiongkok, Singapura, dan Amerika Serikat. Sementara itu, DHL Globalization Tracker menunjukkan perdagangan intra-Asia terus meningkat. Perkembangan tersebut menegaskan pentingnya konektivitas logistik yang mampu melayani arus barang yang dinamis. Pada saat yang sama, perusahaan di Indonesia kian mengalokasikan anggaran untuk program lingkungan sebagai bagian dari strategi daya saing, investasi, dan ketahanan bisnis jangka panjang. Langkah ini mencerminkan bahwa pengelolaan dampak lingkungan semakin terintegrasi dalam keputusan bisnis, bukan sekadar kegiatan terpisah. Bagi penyedia logistik, kendaraan listrik dapat menjadi salah satu unsur dalam mendukung perubahan tersebut, terutama pada pengiriman darat yang berhubungan langsung dengan pelanggan. Perluasan armada listrik DHL Express Indonesia sejalan dengan kebutuhan untuk menghubungkan perdagangan yang terus tumbuh dengan praktik pengiriman yang lebih memperhatikan lingkungan, tanpa mengabaikan peran penting layanan logistik dalam mendukung kegiatan usaha lokal maupun internasional.

Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia Ahmad Mohamad menyampaikan bahwa pelanggan kini mengharapkan layanan logistik yang tidak hanya unggul secara operasional, tetapi juga mencerminkan komitmen terhadap keberlanjutan. Menurutnya, tuntutan tersebut mendorong perusahaan untuk terus mengembangkan cara pengiriman yang lebih bertanggung jawab, sembari menjaga keandalan layanan bagi pelanggan. Kendaraan listrik menjadi salah satu langkah untuk menjawab kebutuhan itu, terutama karena dapat membantu mengurangi emisi yang dihasilkan dalam proses pengiriman.

Ahmad menjelaskan bahwa penggunaan kendaraan listrik juga mendukung pelanggan DHL Express dalam menjalankan perdagangan internasional. Dengan layanan pengiriman yang memperhatikan dampak lingkungan, pelanggan dapat memperoleh dukungan logistik sekaligus menunjukkan perhatian terhadap keberlanjutan dalam kegiatan bisnisnya. Saat ini, 58 kendaraan listrik menjadi bagian dari 261 kendaraan operasional DHL Express Indonesia. Proporsi tersebut menunjukkan perkembangan armada rendah emisi perusahaan, yang terus diintegrasikan ke dalam kegiatan operasional sesuai kebutuhan layanan.

Pengembangan ini sejalan dengan upaya DHL Group di tingkat global. Di kawasan Asia Pasifik, grup tersebut mengoperasikan lebih dari 1.400 kendaraan listrik. DHL Group menargetkan pencapaian emisi nol bersih pada 2050.

Baca juga: Prospek Global 2027 Membaik, Indonesia Diminta Mengubah Stabilitas Menjadi Pertumbuhan | Usulan Bebas Ganjil Genap untuk Mobil Hybrid dan Persaingan Kendaraan Elektrifikasi | ST017 Menjadi Penawaran SBN Ritel Terakhir Pemerintah pada 2026