BSI International Expo 2026 Dorong Brand Lokal Mendunia dan Gaet Gen Z

oleh -748 Dilihat
oleh
BSI International Expo 2026 Dorong Brand Lokal Mendunia dan Gaet Gen Z

Jakarta | BSI International Expo 2026 dirancang sebagai ajang yang mendorong produk dan brand lokal menjangkau pasar lebih luas. Melalui tema “Buy Local, Go Global”, expo ini mengajak masyarakat untuk memilih produk dalam negeri sekaligus melihat peluang agar karya lokal dikenal di tingkat internasional. Salah satu sasaran penyelenggaraan adalah mendorong transaksi hingga Rp4 triliun. Target tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan ekosistem produk lokal dengan konsumen dan pelaku usaha, tanpa mengesampingkan tujuan utama untuk memperkuat daya tarik produk Indonesia.

Perhatian khusus diberikan kepada generasi muda, terutama Gen Z, yang memiliki peran penting dalam membentuk tren konsumsi dan gaya hidup. BSI International Expo 2026 mengajak anak muda untuk merasa bangga menggunakan produk lokal, bukan hanya sebagai pilihan praktis, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap brand dan karya dari dalam negeri. Pendekatan ini menempatkan generasi muda sebagai bagian dari upaya memperluas penerimaan produk lokal. Pesan “Buy Local, Go Global” juga menghubungkan kebanggaan terhadap pilihan lokal dengan aspirasi agar produk tersebut dapat dikenal lebih luas.

Selain mendorong penggunaan produk lokal, expo ini turut mengenalkan halal lifestyle sebagai bagian dari gaya hidup modern. Konsep tersebut disampaikan sebagai pilihan yang relevan bagi masyarakat masa kini, termasuk kalangan muda, dan menjadi salah satu fokus acara. Dengan mengangkat tema tersebut, BSI International Expo 2026 menghadirkan ruang untuk memperkenalkan keterkaitan produk lokal dan gaya hidup halal kepada pengunjung. Penyelenggaraan dijadwalkan berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). Melalui agenda tiga hari ini, acara menempatkan generasi muda, kebanggaan terhadap produk lokal, dan pengenalan halal lifestyle sebagai perhatian penting, sekaligus mengusung target transaksi Rp4 triliun.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan industri halal sekaligus memperkuat posisi brand lokal. Potensi tersebut ditopang oleh jumlah penduduk yang besar dan kebutuhan pasar domestik yang luas. Indonesia memiliki sekitar 290 juta penduduk, dengan 253 juta orang atau sekitar 87 persen beragama Islam. Besarnya populasi Muslim ini menjadi landasan penting bagi tumbuhnya permintaan terhadap produk dan layanan yang sesuai dengan prinsip halal.

Peluang itu juga berkaitan dengan karakter demografi Indonesia. Sekitar 51 persen populasi disebut berasal dari generasi muda yang dinamis dan adaptif terhadap tren global. Kelompok ini tidak hanya menjadi konsumen potensial, tetapi juga dapat memengaruhi arah pasar melalui pilihan, preferensi, dan kebiasaan belanja mereka. Karena akrab dengan perkembangan digital dan tren lintas negara, generasi muda memiliki kemampuan untuk memperkenalkan produk lokal kepada audiens yang lebih luas.

Anggoro melihat Gen Z sebagai salah satu penggerak pertumbuhan pasar. Ketika generasi ini memilih, menggunakan, dan membagikan pengalaman tentang produk dalam negeri, mereka dapat membantu memperkuat permintaan sekaligus mendorong brand lokal meningkatkan kualitas. Pengaruh tersebut membuka ruang bagi pelaku usaha untuk memahami kebutuhan konsumen masa kini, melakukan inovasi, dan bersaing secara lebih percaya diri. Dengan demikian, pasar lokal dapat menjadi pijakan bagi brand untuk membangun daya saing di tingkat internasional.

Menurut Anggoro, produk lokal sebaiknya dipilih bukan semata-mata karena berasal dari dalam negeri, melainkan karena kualitas, inovasi, dan daya saingnya. Prinsip ini mendorong pelaku usaha untuk terus menghadirkan nilai yang relevan bagi konsumen, sementara masyarakat dapat menilai produk berdasarkan manfaat dan standar yang ditawarkan. BSI International Expo 2026 menjadi salah satu wadah untuk memperkenalkan brand yang telah mampu menembus pasar global. Melalui expo tersebut, pengunjung dapat mengenal capaian pelaku usaha Indonesia, sedangkan brand lokal memperoleh kesempatan untuk menunjukkan bahwa produk mereka mampu bersaing di pasar internasional. Perpaduan potensi industri halal, dukungan konsumen muda, dan inovasi usaha dapat memperluas peluang pertumbuhan brand Indonesia.

BSI International Expo 2026 menghadirkan 426 tenant dari berbagai sektor industri halal, memberi pengunjung kesempatan untuk mengenal ragam produk dan layanan dalam satu pameran. Skala ini mencerminkan luasnya ekosistem usaha halal, yang mencakup kebutuhan sehari-hari hingga pilihan untuk gaya hidup, perjalanan, dan investasi. Beragam kategori yang hadir meliputi fesyen, kuliner, kecantikan, halal tour and travel, properti, emas, serta otomotif. Dengan cakupan tersebut, pameran tidak hanya menjadi tempat untuk berbelanja, tetapi juga ruang untuk melihat perkembangan pelaku usaha lokal dan peluang di pasar yang lebih luas.

Sejumlah brand lokal turut menjadi contoh bagaimana produk Indonesia dapat menjangkau konsumen lintas negara. Lokamov akan memperkenalkan produk sepatu lokal, sementara Othman dan Kopi Kalyan telah membuka gerai di Jepang. Di sektor kuliner, Spesial Soto Boyolali (SSB) Hj. Hesti mengembangkan bisnisnya hingga Arab Saudi. Kehadiran merek-merek ini menunjukkan beragam jalur ekspansi yang dapat ditempuh pelaku usaha, mulai dari memperkenalkan produk di luar negeri hingga membangun kehadiran melalui gerai. Pengunjung dapat mengenal lebih dekat produk mereka sekaligus melihat bagaimana bisnis lokal beradaptasi untuk melayani pasar yang berbeda.

Selain brand yang telah berkembang ke mancanegara, pengunjung dapat menjelajahi berbagai produk dan layanan halal dari tenant lain. Pilihannya mencakup busana muslim karya desainer, parfum lokal, serta beragam produk kecantikan dan kuliner. Sektor halal tour and travel menawarkan informasi mengenai perjalanan, sedangkan tenant properti, emas, dan otomotif menghadirkan kategori yang lebih luas di luar kebutuhan konsumsi langsung. Ragam peserta tersebut membuat pengalaman pameran dapat dinikmati oleh pengunjung dengan minat yang beragam, termasuk keluarga dan generasi muda yang ingin mencari inspirasi gaya hidup maupun produk baru. Melalui 426 tenant dari berbagai bidang, BSI International Expo 2026 mempertemukan pelaku usaha dan konsumen sekaligus memperlihatkan bahwa industri halal mencakup lebih dari satu jenis produk. Kehadiran brand lokal, layanan, dan kategori industri yang beragam menjadikan pameran ini kesempatan untuk menemukan inovasi sekaligus mengenal potensi bisnis Indonesia di pasar domestik dan internasional.

BSI International Expo 2026 menghadirkan business hub sebagai ruang yang melengkapi fungsi pameran. Kehadiran ruang ini membuat expo tidak hanya menjadi tempat pelaku usaha memperkenalkan produk kepada pengunjung, tetapi juga menjadi titik temu untuk menjajaki hubungan bisnis. Pelaku usaha dapat bertemu calon mitra maupun pembeli melalui skema yang disesuaikan dengan kebutuhan transaksi dan sasaran pasar mereka. Dengan demikian, business hub diarahkan untuk mendukung interaksi yang lebih terhubung usaha lokal dan pihak-pihak yang berpotensi mengembangkan kerja sama.

Dua skema yang disediakan adalah business-to-consumer (B2C) dan business-to-business (B2B). Dalam skema B2C, pelaku usaha berhadapan langsung dengan konsumen sebagai calon pembeli. Pola ini memberi ruang bagi produk untuk diperkenalkan kepada pasar konsumen, sekaligus membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk menjangkau pembeli secara langsung. Sementara itu, skema B2B mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra bisnis atau pembeli dari kalangan usaha. Pertemuan tersebut dapat menjadi awal penjajakan kerja sama antarpelaku usaha, sesuai dengan kebutuhan masing-masing pihak. Kedua skema ini menyediakan jalur pertemuan yang berbeda, namun sama-sama berorientasi pada pengembangan hubungan pasar.

Inisiatif business hub memiliki tujuan yang lebih luas daripada mempertemukan peserta selama expo. Ruang ini ditujukan untuk membantu memperluas jejaring usaha, sehingga pelaku UMKM dapat membangun koneksi dengan calon mitra dan pembeli.