Dari Futsal ke Persija Women, Sopiah Solihat Kejar Kesempatan di Timnas

oleh -61 Dilihat
oleh
Persikad Menang Tipis atas Persija, Dewa United Mantap di Puncak Liga Putri

Jakarta | Sopiah Solihat, pemain sayap Persija Women Jakarta pada musim 2026/2027, ingin terus berkembang dan menunjukkan kemampuannya agar berpeluang mendapat kesempatan memperkuat timnas putri Indonesia. Target itu menjadi salah satu dorongan dalam perjalanannya bersama klub ibu kota. Namun, keinginannya menembus tim nasional berjalan beriringan dengan tanggung jawab untuk memberi kontribusi bagi Persija. Bagi Sopiah, perkembangan sebagai pemain dan peran di klub saling berkaitan: ia perlu bekerja untuk tim sekaligus meningkatkan kualitas diri. Harapan tersebut merupakan tujuan yang ingin ia kejar, bukan tanda bahwa dirinya telah dipanggil atau dipantau tim nasional.

Berposisi sebagai pemain sayap, Sopiah ingin memanfaatkan kesempatan bersama Persija untuk terus mengasah permainan. Setiap proses di klub dapat menjadi ruang baginya untuk memperbaiki kemampuan dan menunjukkan apa yang bisa ia berikan di lapangan. Ia juga perlu menjaga konsistensi agar kontribusinya tidak hanya menjadi ambisi, melainkan tercermin dalam upaya membantu tim. Persija menjadi fokus yang nyata dalam langkahnya saat ini, sementara timnas putri Indonesia merupakan kesempatan yang ia harapkan di masa mendatang. Karena itu, target pribadi tidak berdiri sendiri; ia ingin berkembang sambil menjalankan perannya sebagai bagian dari skuad Persija Women.

Keinginan mendapat kesempatan membela Indonesia menunjukkan arah yang ingin dituju Sopiah, tetapi pencapaiannya tetap bergantung pada perjalanan dan perkembangan berikutnya. Untuk sekarang, perhatian utamanya adalah terus berusaha bersama Persija dan membuktikan kontribusi yang dapat ia berikan. Langkah tersebut menuntut kesungguhan dalam menjalani proses, bukan sekadar menyampaikan cita-cita. Dengan menjaga fokus pada klub, Sopiah berharap kualitasnya semakin berkembang dan membuka peluang lebih besar untuk melangkah ke tingkat berikutnya. Ia belum dinyatakan mendapat panggilan tim nasional; yang ada adalah harapan untuk suatu saat memperoleh kesempatan. Perjalanan dari futsal menuju Persija Women menjadi bagian dari upayanya mengejar tujuan itu sambil membantu klub.

Sebelum menekuni sepak bola lapangan besar, Sopiah Solihat lebih lama bermain futsal. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya, sebelum ia beralih ke permainan dengan lapangan yang lebih luas. Perpindahan itu membuatnya perlu beradaptasi dengan ruang dan jangkauan permainan yang berbeda. Meski begitu, latar belakang futsal tetap menjadi bekal yang ia bawa saat bermain di lapangan besar, sementara kesempatan di kompetisi sepak bola memberinya pengalaman baru.

Perbedaan utama yang dirasakan Sopiah adalah luas area permainan. Dibandingkan futsal, sepak bola lapangan besar menyediakan ruang yang lebih lebar untuk bergerak. Perbedaan tersebut memengaruhi cara pemain memanfaatkan ruang selama pertandingan. Sopiah menyampaikan bahwa futsal dan sepak bola lapangan besar memiliki area permainan yang berbeda. Penjelasan itu menegaskan pengalaman langsungnya menghadapi dua jenis permainan, tanpa mengubah kenyataan bahwa keduanya menuntut adaptasi terhadap kondisi lapangan masing-masing.

Dalam menghadapi area yang lebih luas, Sopiah mengandalkan kecepatan. Kemampuan tersebut menjadi andalan saat ia bermain di sepak bola lapangan besar. Kecepatan membantunya menyesuaikan diri dengan karakter permainan yang berbeda dari futsal, yang sebelumnya lebih lama ia tekuni. Bagi Sopiah, perubahan ini bukan sekadar berpindah lapangan, tetapi juga menjalani pengalaman bermain dalam lingkungan kompetisi yang berbeda. Bekal futsal dan kecepatan menjadi bagian dari cara dirinya menghadapi tantangan tersebut.

Musim ini juga menjadi pengalaman Sopiah bermain di liga. Pengalaman itu menandai kesempatan baginya untuk merasakan kompetisi liga, setelah sebelumnya ia pernah bermain di Pertiwi. Kedua pengalaman tersebut hadir dalam perjalanan yang membawanya dari futsal menuju sepak bola lapangan besar. Dengan semakin mengenal luasnya area permainan, Sopiah terus mengandalkan kecepatan sebagai modalnya. Latar belakang futsal, pengalaman di Pertiwi, dan musim pertamanya bermain di liga membentuk rangkaian pengalaman yang ia bawa dalam mengejar kesempatan berikutnya.

Sebelum mengenakan seragam Persija Women, Sopiah Solihat lebih dahulu mencoba membuka jalan melalui seleksi Persikabo pada 2019. Kesempatan itu belum berbuah hasil: ia tidak berhasil lolos dan harus menerima bahwa langkahnya menuju sepak bola profesional belum dapat ditempuh lewat klub tersebut. Pengalaman itu menjadi bagian dari perjalanan Sopiah, bukan akhir dari upayanya untuk terus berkembang sebagai pemain.

Beberapa waktu kemudian, Sopiah bergabung dengan Persija Women. Peralihan tersebut membawanya ke lingkungan baru dan memberi kesempatan untuk melanjutkan karier bersama salah satu tim putri di Indonesia. Perjalanan dari seleksi yang tidak berhasil hingga akhirnya bergabung dengan Persija menunjukkan bahwa jalur seorang pemain dapat berlangsung melalui sejumlah tahapan. Namun, kisah seleksi Persikabo pada 2019 itu perlu dibedakan dari hasil pertandingan Persija Women melawan Persikad Depok Women dalam lanjutan IWL 2026/2027.

Dalam laga yang berlangsung di Indomilk Arena, Tangerang, pada Minggu, 25 Oktober 2026, Persija Women harus mengakui keunggulan Persikad Depok Women dengan skor 0-1. Pertandingan berjalan hingga menit-menit akhir tanpa gol yang tercipta, sebelum satu momen menentukan mengubah hasilnya. Grace Catherine Paradis mencetak gol pada menit ke-89 dan membawa Persikad unggul. Gol tersebut menjadi penentu kemenangan tim tamu sekaligus memastikan Persija tidak memperoleh poin dari pertandingan itu.

Kekalahan tipis tersebut menjadi hasil tersendiri bagi Persija dalam kompetisi musim 2026/2027. Skor 0-1 mencerminkan rapatnya persaingan hingga penghujung laga, dengan gol penentu baru hadir menjelang pertandingan berakhir. Hasil ini juga tidak berkaitan dengan kegagalan Sopiah dalam seleksi Persikabo pada 2019; keduanya merupakan peristiwa berbeda dalam perjalanan sepak bola. Seleksi itu merupakan bagian dari pengalaman awal Sopiah sebelum bergabung dengan Persija, sementara pertandingan melawan Persikad adalah catatan kompetitif Persija Women pada lanjutan IWL. Dengan demikian, kisah perjalanan pemain dan hasil laga dapat dipahami dalam konteks masing-masing tanpa mencampuradukkan latar maupun waktunya.

Kegagalan Persija Women kembali meraih poin meninggalkan kekecewaan bagi Sopiah Solihat. Hasil tersebut terasa berat karena tim belum mampu mengubah jalannya pertandingan menjadi hasil yang diharapkan. Bagi Sopiah, situasi ini menjadi bahan evaluasi bersama, bukan hanya soal penampilan individu, tetapi juga bagaimana para pemain menjaga koordinasi selama pertandingan berlangsung.

Salah satu aspek yang menurutnya perlu mendapat perhatian lebih adalah komunikasi antarpemain. Ia menilai komunikasi harus tetap terjaga sejak awal hingga peluit akhir, terutama ketika pertandingan memasuki menit-menit penentuan. Pada fase tersebut, konsentrasi dan kejelasan dalam menyampaikan informasi di lapangan menjadi penting agar setiap pemain memahami situasi serta dapat mengambil keputusan secara tepat.

Sopiah juga menyinggung insiden menjelang akhir laga ketika seorang pemain terjatuh. Dalam pandangannya, kejadian itu kemudian berujung pada kebobolan. Ia tidak menyebut insiden tersebut sebagai satu-satunya penyebab hasil pertandingan, tetapi menekankan perlunya komunikasi dan respons yang lebih baik saat menghadapi situasi serupa. Evaluasi itu menjadi bagian dari upaya tim memahami momen yang menentukan dan memperbaiki koordinasi untuk pertandingan berikutnya.

Meski kecewa, Sopiah tetap melihat kesempatan bermain bersama Persija sebagai ruang untuk berkembang. Pengalaman bertanding, menjalani persaingan, serta menghadapi tekanan di lapangan dapat menjadi bekal bagi dirinya untuk terus meningkatkan kemampuan. Harapan tersebut ia kaitkan secara wajar dengan ambisi pribadinya, yakni mendapat perhatian dari tim nasional putri dan memperoleh kesempatan untuk bermain di sana.

Keinginan membela timnas menjadi tujuan yang ingin ia perjuangkan melalui kerja keras dan penampilannya. Sopiah berharap dapat terus menunjukkan perkembangan selama memperkuat Persija, sekaligus menjaga fokus terhadap kebutuhan tim.

Baca juga: Shin Tae-yong Soroti Rumput JIS Usai Persija Menang atas Persik | Shin Tae-yong Soroti Rumput JIS Usai Persija Menang atas Persik