Dari JIS, Siswi Jakarta Menjajal Sepak Bola lewat Festival SenengSoccer

oleh -73 Dilihat
oleh
Dari JIS, Siswi Jakarta Menjajal Sepak Bola lewat Festival SenengSoccer

Jakarta | Sebanyak 68 siswi dari 12 sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah mengikuti Festival SenengSoccer di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Para peserta datang untuk mengenal sepak bola dalam suasana festival yang dirancang agar anak-anak dapat mencoba olahraga ini secara langsung. Kegiatan tersebut sekaligus memberi mereka kesempatan mengasah keterampilan dasar sejak dini, mulai dari mengenali bola hingga berlatih gerakan yang menjadi fondasi permainan. Keikutsertaan puluhan siswi dari berbagai sekolah menjadikan festival ini ruang pertemuan bagi anak-anak yang ingin mencoba pengalaman baru di lapangan. Bagi peserta, JIS menjadi tempat untuk bergerak, belajar, dan berinteraksi melalui sepak bola.

Festival SenengSoccer merupakan bagian dari rangkaian MilkLife Soccer Challenge Jakarta Jaya Seri 1 2026–2027. Melalui kegiatan ini, penyelenggara memperkenalkan sepak bola kepada siswi sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah dengan pendekatan yang memberi ruang bagi mereka untuk mencoba sendiri. Kesempatan berlatih sejak usia dini penting untuk membantu peserta membangun pemahaman tentang teknik dasar dan membiasakan diri dengan aktivitas fisik. Mereka tidak hanya menyaksikan permainan, tetapi juga dapat terlibat langsung dalam latihan. Dengan demikian, festival menjadi pintu awal bagi siswi untuk mengenal olahraga sepak bola, memahami gerakannya, serta merasakan pengalaman bermain di lingkungan yang mendukung. Kegiatan ini juga memperluas pilihan aktivitas olahraga yang dapat diikuti anak perempuan.

Keterlibatan 12 sekolah menunjukkan bahwa pengenalan sepak bola dapat menjangkau peserta dari latar pendidikan yang beragam. Dalam satu kegiatan, para siswi memperoleh pengalaman bersama sekaligus ruang untuk mengembangkan keterampilan dasar melalui praktik. Festival ini menempatkan proses mencoba dan belajar sebagai bagian penting dari pengalaman peserta, bukan semata-mata hasil pertandingan. Pendekatan tersebut memberi kesempatan kepada anak-anak untuk membangun rasa percaya diri saat bergerak dengan bola dan mengikuti kegiatan di lapangan. Sebagai bagian dari MilkLife Soccer Challenge Jakarta Jaya Seri 1 2026–2027, acara di JIS menghadirkan kegiatan yang mendorong siswi mengenal sepak bola lebih dekat. Pengalaman awal ini dapat menjadi langkah untuk menumbuhkan minat mereka terhadap olahraga tersebut dan membuka peluang untuk terus berlatih.Festival SenengSoccer menghadirkan rangkaian tantangan yang memberi kesempatan kepada para siswi untuk mencoba berbagai keterampilan dasar sepak bola. Peserta tidak hanya menggiring bola, tetapi juga berlatih passing dan control, menghadapi situasi satu lawan satu, melakukan lemparan ke dalam, menembak sasaran, serta mengambil tendangan penalti. Setiap aktivitas dirancang agar peserta dapat bergerak aktif sambil mengenal teknik permainan dalam suasana yang ramah bagi pemula. Ragam tantangan tersebut membuat pengalaman di lapangan terasa bervariasi, sekaligus mendorong peserta mencoba kemampuan yang berbeda.

Dalam salah satu rangkaian, peserta memulai tantangan dengan melewati lintasan berkelok. Mereka kemudian menggiring bola melewati sejumlah rintangan, sehingga perlu mengatur sentuhan, arah, dan kecepatan agar bola tetap terkendali. Setelah bagian tersebut, peserta mengarahkan bola ke sasaran sebelum melanjutkan ke tahap menembak ke gawang. Urutan ini menggabungkan dribbling, kontrol bola, ketepatan arah, dan penyelesaian akhir dalam satu alur yang berkesinambungan. Peserta harus memperhatikan jalur yang tersedia, sambil menyesuaikan gerakan dengan posisi bola dan sasaran yang dituju.

Rangkaian belum selesai setelah bola ditendang ke gawang. Untuk mengakhiri tantangan, peserta berlari menuju tombol penghenti waktu. Elemen ini menambahkan unsur ketangkasan dan kecepatan, sekaligus memberi struktur yang jelas pada kegiatan: peserta menuntaskan setiap pos, lalu menyelesaikan perlombaan dengan mencapai tombol. Format tersebut memadukan latihan keterampilan sepak bola dengan gerak fisik dan pengalaman bermain yang menyenangkan. Tantangan dibuat dalam bentuk aktivitas singkat yang mudah diikuti, sehingga peserta dapat terlibat tanpa harus menguasai seluruh teknik terlebih dahulu. Dengan mencoba beberapa jenis gerakan, para siswi dapat merasakan beragam sisi permainan, mulai dari mengolah bola hingga menembak. Perpaduan latihan dan permainan ini menjadikan festival sebagai ruang untuk mengenal sepak bola secara langsung, aktif, dan menyenangkan.

Hasil tantangan dalam Festival SenengSoccer menunjukkan tiga peserta dengan waktu penyelesaian tercepat. Berdasarkan catatan yang diumumkan, Naufalyn Fikria Rabbani dari SDN Cipulir 03 menempati posisi pertama dengan waktu 35,52 detik. Catatan tersebut menjadikannya peserta yang paling cepat menuntaskan rangkaian tantangan pada festival. Posisi berikutnya ditempati Hawra Gumaisha Ardifa dari SDN Jatinegara 10 Pagi, yang menyelesaikan tantangan dalam 41,76 detik. Sementara itu, Shanum Zalika Khattab dari SDN Duren Sawit 01 berada di peringkat ketiga dengan waktu 42,90 detik.

Urutan hasil itu memperlihatkan selisih waktu di ketiga peserta. Naufalyn mencatat waktu 6,24 detik lebih cepat daripada Hawra. Hawra, pada gilirannya, menyelesaikan rangkaian 1,14 detik lebih cepat daripada Shanum. Selisih catatan Naufalyn dan Shanum mencapai 7,38 detik. Angka-angka tersebut menggambarkan hasil berdasarkan waktu penyelesaian yang dicatat dalam tantangan, dengan urutan dari waktu paling singkat hingga lebih lama. Dengan demikian, daftar peserta tercepat merujuk pada penyelesaian rangkaian kegiatan, bukan penilaian menyeluruh terhadap kemampuan bermain sepak bola masing-masing siswi.

Pencatatan waktu memberi informasi yang jelas mengenai hasil tantangan festival, sekaligus menjaga konteks capaian setiap peserta. Naufalyn, Hawra, dan Shanum tercatat sebagai tiga peserta teratas sesuai urutan waktu yang diperoleh. Catatan mereka dapat dibaca sebagai hasil pada satu rangkaian aktivitas yang diikuti dalam acara tersebut. Hasil ini tidak dengan sendirinya menunjukkan tingkat keterampilan sepak bola secara keseluruhan, sebab informasi yang tersedia hanya mencantumkan waktu penyelesaian tantangan. Karena itu, penyebutan posisi pertama, kedua, dan ketiga dalam hasil festival merujuk khusus pada kecepatan menuntaskan rangkaian. Masing-masing catatan waktu menjadi bagian dari laporan kegiatan dan menunjukkan bagaimana ketiga peserta menyelesaikan tantangan pada hari itu.

Satia Chandra Wiguna, perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, memandang pengenalan sepak bola sejak usia dini sebagai langkah awal untuk menemukan sekaligus mengembangkan potensi pemain putri. Kesempatan mencoba olahraga ini penting karena minat dan kemampuan anak tidak selalu terlihat sebelum mereka memperoleh ruang untuk belajar. Melalui pengalaman bermain, siswi dapat mengenali ketertarikan mereka sendiri, sementara sekolah memiliki kesempatan mengamati siapa yang ingin terus berlatih dan menunjukkan bakat.

Festival SenengSoccer dirancang untuk memberi pengalaman awal tersebut. Para siswi dapat mempelajari teknik dasar sepak bola dalam suasana yang menyenangkan dan ramah bagi pemula. Mereka tidak hanya berkenalan dengan bola dan permainan, tetapi juga memperoleh gambaran tentang keterampilan yang dibutuhkan untuk bermain. Bagi sekolah, kegiatan ini dapat menjadi sarana mengenali murid yang berminat dan memiliki potensi, sehingga tindak lanjut pembinaan bisa disesuaikan dengan kebutuhan peserta.

Menurut Satia, festival diharapkan menjadi pintu masuk agar siswi mengenal dan menikmati sepak bola, mempelajari keterampilan dasar, serta memperlihatkan minat dan potensi mereka. Pengalaman pertama yang positif dapat mendorong peserta untuk mencoba lagi, membangun rasa percaya diri, dan melihat sepak bola sebagai kegiatan yang dapat mereka tekuni. Dengan demikian, festival bukan hanya kegiatan satu hari, melainkan awal untuk membuka kesempatan belajar yang lebih berkelanjutan.

Satia berharap sekolah dapat melanjutkan pengalaman festival dengan membentuk tim sepak bola putri dan mengadakan latihan rutin. Dukungan sekolah akan membantu siswi mengasah kemampuan secara bertahap, menjaga semangat berlatih, serta membangun kebiasaan bekerja sama dalam tim.

Baca juga: Asetku Dorong Pemahaman Keuangan Digital Lewat Jakarta Financial Festival 2026 | Pilihan Pemulihan Pelari Usai Berlaga di Jakarta Running Festival 2026 | Respons Pelari soal Cuaca Hari Pertama Jakarta Running Festival 2026