JAKARTA — Aksi penyampaian aspirasi terkait jabatan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berlangsung di depan gerbang utama Gedung DPR/MPR RI, kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2026). Aksi yang digelar Koalisi Nasional Perempuan Indonesia tersebut diikuti delapan orang peserta dan dimulai sekitar pukul 11.45 WIB.
Berbeda dengan demonstrasi pada umumnya, para peserta tidak menggelar orasi maupun menyampaikan pidato secara bergantian. Mereka memilih duduk di sekitar lokasi aksi sambil membentangkan spanduk dan memasang sejumlah tulisan berisi tuntutan politik serta konstitusional.
Dalam aksinya, kelompok tersebut membawa dua tuntutan utama. Mereka meminta DPR RI menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi yang menurut mereka berkaitan dengan persoalan persyaratan ijazah SMA Gibran. Selain itu, mereka mendesak parlemen segera memproses pemakzulan Gibran dan melakukan pergantian jabatan Wakil Presiden Republik Indonesia.
Sejumlah spanduk dan poster turut menarik perhatian di sekitar gerbang parlemen. Tulisan yang dibawa antara lain menawarkan posko pengaduan terkait dugaan ijazah palsu anggota MPR/DPR, ajakan memberikan tanda tangan dukungan pemakzulan, serta seruan penolakan terhadap dinasti politik.
Beberapa pesan lainnya menggunakan kalimat bernada keras, termasuk menyebut Gibran sebagai produk persoalan konstitusi dan menyerukan penghapusan kekuasaan dinasti politik di Indonesia. Peserta juga mengajak pengguna jalan membunyikan klakson kendaraan sebagai bentuk dukungan terhadap tuntutan agar Gibran turun dari jabatannya.
Meski jumlah peserta relatif terbatas, aksi tersebut menjadi bentuk penyampaian pendapat kelompok perempuan yang meminta DPR RI memberikan perhatian terhadap persoalan yang mereka angkat. Selama kegiatan berlangsung, massa tetap berada di sekitar lokasi tanpa melakukan rangkaian orasi terbuka.
Menjelang pukul 16.55 WIB, seluruh rangkaian aksi berakhir. Para peserta kemudian meninggalkan lokasi dan membubarkan diri secara tertib. Tidak terdapat laporan mengenai orasi maupun gangguan selama kegiatan berlangsung.
Pewarta: Abdul Latif
96 kunjungan


































