Kabupaten Mimika | Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman menegaskan bahwa pembangunan di Papua perlu dilaksanakan secara menyeluruh dan dirasakan masyarakat hingga lapisan bawah. Pembangunan, menurutnya, tidak cukup hanya terlihat dalam program atau kebijakan di tingkat pemerintahan, tetapi harus menjangkau warga serta menjawab kebutuhan mereka di berbagai wilayah. Pesan tersebut disampaikan Dudung saat melakukan kunjungan kerja di Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Selasa.
Kunjungan itu menjadi bagian dari upaya menyegarkan koordinasi dan kolaborasi pemerintah daerah, TNI-Polri, serta para pemangku kepentingan lain. Kerja bersama tersebut diperlukan untuk mendorong pembangunan di Papua agar berjalan lebih terarah dan dapat menjangkau masyarakat secara luas. Dengan komunikasi yang diperkuat, pihak-pihak terkait diharapkan dapat menyelaraskan peran, memahami perkembangan di lapangan, dan mendukung pelaksanaan program sesuai kebutuhan daerah.
Dalam agenda tersebut, Dudung menjalankan tugas mengoordinasikan lembaga-lembaga terkait sekaligus memantau perkembangan situasi di wilayah Papua. Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan tugas itu dilakukan sesuai amanat Presiden. Karena itu, kunjungan ke Timika tidak hanya menjadi kesempatan untuk bertemu para pihak di daerah, melainkan juga sarana memperoleh gambaran mengenai kondisi terkini dan memperkuat hubungan kerja antarlembaga.
Koordinasi yang berkelanjutan dinilai penting agar upaya pembangunan dapat berlangsung dengan dukungan berbagai unsur, termasuk pemerintah daerah dan aparat keamanan. Kolaborasi juga memungkinkan para pemangku kepentingan membangun pemahaman bersama mengenai tantangan serta langkah yang perlu didorong. Dalam kerangka tersebut, perhatian terhadap masyarakat di tingkat bawah menjadi unsur penting, sehingga pembangunan tidak berhenti pada perencanaan atau pelaksanaan administratif, tetapi dapat dirasakan oleh warga.
Penegasan Dudung menempatkan jangkauan manfaat pembangunan sebagai salah satu perhatian dalam koordinasi di Papua. Pemantauan situasi dan kerja sama lintas lembaga diharapkan mendukung upaya tersebut, sejalan dengan amanat Presiden yang ia sampaikan. Melalui penyegaran koordinasi di Timika, pemerintah dan para pemangku kepentingan berupaya menjaga agar agenda pembangunan berjalan menyeluruh, memperhatikan kondisi wilayah, serta hadir hingga lapisan masyarakat paling bawah.
Dudung memandang keamanan sebagai salah satu faktor penting yang mendukung kelancaran pembangunan di Papua. Dalam pelaksanaan pembangunan, kondisi yang aman menjadi perhatian karena berbagai kegiatan perlu berlangsung dengan tertib dan dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat bawah. Pandangan tersebut menempatkan tugas menjaga keamanan sebagai bagian yang berkaitan dengan upaya pembangunan, bukan sebagai tujuan yang terpisah dari kepentingan warga. Karena itu, satuan tugas dan prajurit TNI-Polri yang bertugas di wilayah Papua perlu memahami tanggung jawabnya dalam mendukung pelaksanaan tugas tersebut.
Kepada personel yang bertugas, Dudung mengarahkan agar kepentingan umum diutamakan di atas kepentingan pribadi, kelompok, maupun golongan. Arahan ini menjadi prinsip dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat. Setiap tindakan dan keputusan dalam pelaksanaan tugas perlu berorientasi pada kepentingan bersama, bukan pada manfaat bagi diri sendiri atau kelompok tertentu. Dengan menekankan prioritas tersebut, Dudung mengingatkan bahwa tugas aparat di Papua harus dijalankan dengan memperhatikan masyarakat yang menjadi pihak yang dilayani. Pesan itu berlaku bagi satuan tugas serta prajurit TNI-Polri yang menjalankan penugasan di wilayah tersebut.
Dudung juga menyampaikan pesan mengenai loyalitas kepada Merah Putih. Loyalitas itu disertai pengingat bahwa TNI-Polri berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Prinsip tersebut menegaskan hubungan aparat dengan masyarakat sekaligus menjadi dasar dalam memaknai pengabdian. Dalam konteks penugasan di Papua, personel diharapkan tetap berpegang pada kepentingan umum dan menjalankan tugas dengan orientasi kepada rakyat. Pesan tentang Merah Putih dan asal-usul serta tujuan pengabdian TNI-Polri disampaikan bersama arahan agar kepentingan masyarakat menjadi prioritas. Dengan demikian, keamanan, pelaksanaan tugas, dan keberpihakan pada kepentingan umum menjadi pokok arahan Dudung kepada personel yang berada di wilayah Papua, sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan yang menjangkau masyarakat hingga tingkat bawah.
Dudung mendorong personel satuan tugas serta jajaran TNI-Polri yang menjalankan tugas di Papua untuk mengedepankan pendekatan hati. Pelaksanaan tugas, menurut dorongan tersebut, perlu dilakukan dengan sikap yang mengutamakan kepedulian, penghormatan, dan kesediaan untuk memahami masyarakat. Pendekatan ini menjadi landasan agar kehadiran aparat dapat menjangkau warga hingga tingkat bawah, sekaligus membangun hubungan yang baik dengan lingkungan setempat. Personel diharapkan tidak hanya menjalankan tanggung jawabnya, tetapi juga mampu merangkul masyarakat dalam keseharian.
Ajakan untuk merangkul seluruh elemen masyarakat juga menegaskan bahwa pembangunan Papua membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Dudung mengajak berbagai unsur untuk ikut bekerja bersama agar Papua semakin maju dan sukses. Upaya tersebut tidak hanya bertumpu pada satu lembaga atau kelompok, melainkan memerlukan kerja bersama yang memberi ruang bagi seluruh elemen untuk berkontribusi. Dengan menjalin hubungan yang erat, setiap pihak dapat mengambil peran sesuai tugas dan tanggung jawabnya, serta menjaga tujuan bersama dalam mendorong kemajuan Papua.
Dalam mendorong kerja bersama itu, Dudung berharap pemerintah daerah, TNI-Polri, dan unsur terkait memiliki kesepahaman. Kesamaan pemahaman dinilai penting agar langkah yang ditempuh dapat bergerak searah dan saling mendukung. Pemerintah daerah dan aparat, bersama unsur lain yang berkaitan, diharapkan menyatukan perhatian pada upaya membangun Papua demi kepentingan bangsa dan negara. Harapan tersebut menempatkan koordinasi dan kebersamaan sebagai bagian penting dari pelaksanaan tugas. Melalui gerak bersama, setiap pihak dapat mendukung pembangunan dengan pendekatan yang merangkul masyarakat dan memperhatikan kebutuhan warga di berbagai tingkat. Dorongan ini sekaligus menekankan pentingnya menjaga komunikasi antarpihak, sehingga pelaksanaan tanggung jawab dapat berlangsung selaras tanpa mengabaikan peran masing-masing. Dengan demikian, pendekatan hati, keterlibatan masyarakat, dan kesepahaman lintas unsur menjadi bagian dari ajakan Dudung untuk membangun Papua secara bersama-sama.
Selama kunjungan kerja di Mimika, Dudung menjalani agenda koordinasi dengan unsur pemerintah daerah dan aparat keamanan. Ia menghadiri rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), gubernur, para bupati, serta jajaran TNI-Polri. Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi para pemangku kepentingan untuk membahas pelaksanaan pembangunan di Papua dan koordinasi lintas instansi. Kehadiran unsur daerah dan keamanan dalam satu forum mencerminkan pentingnya kerja bersama agar program pemerintah dapat berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat. Dalam agenda itu, Dudung berkomunikasi dengan para pimpinan yang memiliki peran dalam penyelenggaraan pemerintahan serta stabilitas wilayah.
Rangkaian kegiatan berlanjut dengan peninjauan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Limau Asri Timur, SP 5, Distrik Iwaka. Kunjungan tersebut memperlihatkan perhatian terhadap upaya pengembangan kelembagaan ekonomi di tingkat desa dan kelurahan. Melalui peninjauan langsung, Dudung dapat melihat lokasi koperasi serta memperoleh gambaran mengenai pelaksanaannya di lapangan. Agenda ini juga menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam pembahasan pembangunan, tidak hanya pemerintah dan aparat. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi salah satu titik yang dikunjungi selama berada di Mimika, sejalan dengan perhatian pada pembangunan yang menjangkau masyarakat hingga tingkat bawah. Lokasi Limau Asri Timur, SP 5, Distrik Iwaka menjadi bagian penting dari rangkaian kunjungan tersebut.
Di Mako Yonif 754/Eme Neme Kangasi, Dudung memberikan pengarahan kepada personel satgas di Papua dan jajaran Kogabwilhan III. Kegiatan itu melengkapi agenda koordinasi pemerintahan dan peninjauan koperasi dengan pertemuan bersama unsur pelaksana keamanan di wilayah.
Baca juga: Program Poliran, Aiptu Rukmono Sambangi Warga dan Serap Aspirasi Masyarakat Desa Budimulya | Rangkaian Besi Terpasang Untuk Pembangunan Jembatan: Akses Terhubung, Hati Warga Yamboi Senang | Satgas TMMD Ke-130 Kodim 1808/Mansel Lanjutkan Pembangunan MCK dan Pemasangan Atap Seng



































