Jakarta | Suasana bursa kerja di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, ramai oleh ribuan pencari kerja yang datang dengan harapan memperoleh kesempatan bekerja. Sejak kegiatan berlangsung, para pelamar memenuhi area acara untuk mencari informasi lowongan dan menyampaikan lamaran kepada perusahaan yang membuka kesempatan. Di tengah keramaian itu, Suci, 24 tahun, tampak berusaha memanfaatkan peluang yang tersedia. Ia datang dengan satu tujuan utama: mencari pekerjaan setelah bertahun-tahun belum mendapatkan kesempatan yang sesuai.
Suci merupakan warga Jakarta Barat yang telah menganggur sejak lulus dari sekolah menengah kejuruan (SMK) pada 2020. Enam tahun tanpa pekerjaan menjadi masa panjang bagi dirinya, tetapi ia tetap berupaya mencari jalan untuk memasuki dunia kerja. Bursa kerja tersebut memberinya ruang untuk bertemu langsung dengan berbagai perusahaan dan mengetahui jenis posisi yang sedang dibutuhkan. Bagi Suci, kehadiran di acara itu merupakan langkah nyata untuk kembali mencoba, di tengah persaingan pencari kerja yang datang dari berbagai wilayah.
Ia mengatakan bersedia melamar untuk berbagai jenis pekerjaan. Sikap itu menunjukkan bahwa ia tidak membatasi pencarian pada satu bidang tertentu, selama terdapat peluang untuk bekerja. Dengan mendatangi bursa kerja, Suci berharap dapat menemukan posisi yang cocok sekaligus membuka kesempatan untuk memulai pengalaman kerja. Ia membawa kemauan untuk mencoba beragam lowongan yang tersedia, meskipun belum mengetahui apakah ada perusahaan yang akan memberikan kesempatan kepadanya.
Keterangan tersebut disampaikan Suci saat ditemui di lokasi pada Jumat, 23 Oktober 2026. Di tengah banyaknya pelamar yang hadir, kisahnya menggambarkan upaya seseorang yang terus mencari pekerjaan setelah lama menganggur. Kehadiran ribuan orang di Gedung Smesco juga memperlihatkan besarnya minat pencari kerja terhadap peluang yang ditawarkan. Bagi Suci, datang ke bursa kerja bukan sekadar mengunjungi acara, melainkan kesempatan untuk mengajukan lamaran dan berharap usahanya berbuah hasil. Ia tetap bersedia mempertimbangkan beragam jenis pekerjaan, sembari menanti peluang yang dapat membawanya memasuki dunia kerja. Setelah lulus SMK pada 2020, ia terus menghadapi masa tanpa pekerjaan, tetapi langkahnya ke acara ini menandai bahwa pencarian belum berhenti. Di para pelamar lain, Suci berupaya memanfaatkan kesempatan yang tersedia dan menjaga harapan untuk memperoleh pekerjaan.Dalam upayanya mendapatkan pekerjaan, Suci pernah menjadi korban penipuan lowongan kerja di dua lokasi berbeda. Pengalaman tersebut membuat pencarian kerja yang dijalaninya tidak hanya berkaitan dengan usaha memperoleh kesempatan kerja, tetapi juga membawa kerugian uang. Di Jakarta Timur, Suci membayar Rp2,5 juta. Pada kesempatan lain, di Cengkareng, ia membayar Rp1,8 juta. Kedua kejadian itu berlangsung ketika ia sedang berupaya mencari pekerjaan, dan masing-masing melibatkan jumlah uang yang tidak sedikit.
Kerugian yang dialami Suci di Jakarta Timur mencapai Rp2,5 juta. Sementara itu, pembayaran yang ia lakukan di Cengkareng sebesar Rp1,8 juta. Jika kedua jumlah tersebut dihitung bersama, total uang yang dibayarkan mencapai Rp4,3 juta. Angka ini menunjukkan bahwa pengalaman tertipu saat mencari lowongan membuat Suci menanggung kerugian jutaan rupiah. Kedua lokasi dan nilai pembayaran tersebut menjadi bagian dari perjalanan pencarian kerja yang ia lalui, di tengah harapannya untuk memperoleh pekerjaan.
Informasi mengenai pengalaman Suci menegaskan bahwa risiko dapat muncul saat seseorang berusaha mencari peluang kerja. Dalam kasusnya, terdapat dua kejadian di lokasi yang berbeda, dengan pembayaran yang berbeda pula. Rincian yang diketahui terbatas pada lokasi dan jumlah uang yang dibayarkan: Rp2,5 juta di Jakarta Timur serta Rp1,8 juta di Cengkareng. Tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai pihak lain atau bagaimana kejadian itu berlangsung, sehingga bagian tersebut tidak dapat dijelaskan lebih jauh.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian sulit dalam perjalanan Suci mencari pekerjaan. Di satu lokasi ia kehilangan Rp2,5 juta, dan di lokasi lainnya ia membayar Rp1,8 juta. Secara keseluruhan, kerugian yang ditanggungnya mencapai Rp4,3 juta. Kisah ini menggambarkan beban nyata yang dapat muncul ketika seseorang berupaya masuk ke dunia kerja, tanpa perlu menambahkan dugaan mengenai kejadian yang tidak diterangkan. Suci tetap tercatat sebagai pencari kerja yang pernah menghadapi penipuan lowongan di dua tempat berbeda.
Enam tahun tanpa pekerjaan tetap tidak membuat Suci berhenti mencari jalan untuk memperbaiki peluangnya. Dalam masa panjang tersebut, ia juga pernah mengalami penipuan ketika berupaya mendapatkan pekerjaan. Pengalaman itu tentu menjadi tantangan, tetapi Suci tetap memilih untuk melanjutkan pencarian dan mempersiapkan diri agar lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja. Baginya, menunggu kesempatan saja tidak cukup; ia perlu terus membangun kemampuan dan memperoleh pengalaman yang dapat menjadi bekal saat melamar.
Salah satu upaya yang dilakukan Suci adalah mengikuti pelatihan di Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Melalui pelatihan tersebut, ia berusaha menambah keterampilan sekaligus memperluas pengalaman praktisnya. Langkah ini menjadi bagian penting dari ikhtiarnya setelah lama menganggur, karena ia ingin menunjukkan bahwa dirinya tetap aktif belajar dan mengembangkan diri. Pelatihan yang diikuti juga memberinya dasar untuk lebih percaya diri ketika bertemu perusahaan dan menjelaskan kemampuan yang dimiliki.
Suci berharap pihak sumber daya manusia atau HR di Indonesia bersedia mempertimbangkan dirinya berdasarkan keterampilan dan pengalaman yang telah ia peroleh dari pelatihan. Ia ingin kesempatan dinilai tidak hanya dari lamanya seseorang menganggur, tetapi juga dari kesungguhan untuk belajar dan kesiapan bekerja. Dalam bursa kerja Jakarta, Suci memasukkan lamaran ke sejumlah perusahaan ritel yang membuka stan. Ia mendatangi stan-stan tersebut untuk menyampaikan lamaran dan membuka peluang memperoleh pekerjaan. Upaya itu mencerminkan ketekunannya dalam mencari kesempatan, meskipun prosesnya telah berlangsung lama dan tidak selalu berjalan mudah. Dengan bekal pelatihan serta kemauan untuk terus mencoba, Suci berharap pengalamannya dapat menjadi pertimbangan bagi perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Ia pun tetap melangkah dari satu kesempatan ke kesempatan lain, berusaha agar keterampilan yang telah diasah dapat membawanya lebih dekat pada pekerjaan yang diharapkan.
Selain mendatangi bursa kerja di Jakarta, Suci terus berusaha mencari peluang melalui jalur lain. Ia mengirimkan lamaran secara mandiri lewat platform pencarian kerja Jobstreet dan Glints, berharap ada perusahaan yang membuka kesempatan baginya. Upaya tersebut dilakukan di tengah penantiannya selama enam tahun untuk memperoleh pekerjaan. Ia tidak hanya mengandalkan satu cara, tetapi mencoba menjangkau lowongan yang tersedia dan menyesuaikan diri dengan proses rekrutmen yang berbeda-beda. Setiap lamaran menjadi harapan baru bahwa kali ini akan ada kabar baik yang datang.
Suci mengaku pernah mengirim lamaran ke beberapa perusahaan dan menjalani wawancara. Namun, setelah mengikuti tahapan tersebut, ia belum menerima panggilan maupun kabar lanjutan mengenai hasilnya. Ketidakpastian itu membuatnya sulit mengetahui apakah proses seleksi masih berlangsung, apakah dirinya belum terpilih, atau apakah perusahaan telah menentukan kandidat lain. Ia berharap para perekrut dapat memberikan informasi kepada pelamar, termasuk ketika mereka tidak lolos. Menurutnya, pemberitahuan sederhana akan membantu pencari kerja memahami posisi lamaran dan menentukan langkah berikutnya, alih-alih terus menunggu tanpa kejelasan.
Di tengah penantian itu, Suci meminta perusahaan agar tidak membiarkan pelamar tanpa kabar dan berharap pihak HR bersedia memanggilnya untuk bekerja. Ia mengatakan sangat ingin memperoleh pekerjaan, tanpa menjadikan besarnya penghasilan sebagai syarat utama. Berapa pun kecilnya pendapatan, kesempatan bekerja tetap berarti baginya.
Baca juga: Bursa Kerja Jakarta Hadirkan 12 Ribu Peluang dari 105 Perusahaan | Lamaran Tak Berjawab, Pencari Kerja Tuli Menghadapi Hambatan di Bursa Kerja | Pencari Kerja di Jakarta Bebas Tarif Transportasi Umum Mulai 2027



































