Hanura Perkuat Konsolidasi Kader Sulawesi Utara, Bidik Kursi pada Pemilu 2029

oleh -62 Dilihat
oleh
Hanura Perkuat Konsolidasi Kader Sulawesi Utara, Bidik Kursi pada Pemilu 2029

Kota Manado | Tim Task Force Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura melanjutkan agenda konsolidasi organisasi dan rapat teknis di Sulawesi Utara. Kegiatan ini mempertemukan jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pimpinan Cabang (DPC), serta legislator dari fraksi Hanura untuk memperkuat koordinasi dan menyamakan langkah politik. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kerja partai yang dijalankan secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia.

Ketua Tim Task Force DPP Hanura, Patrice Rio Capella, menyampaikan keterangan mengenai agenda itu di Hotel Four Points, Manado, pada Rabu, 21 Oktober 2026. Ia menjelaskan bahwa tim bergerak untuk mengonsolidasikan struktur partai sekaligus menggelar pembahasan teknis bersama pengurus dan para wakil rakyat dari Hanura. Dengan demikian, kegiatan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang untuk membahas kesiapan organisasi dalam menghadapi agenda politik mendatang.

Rangkaian konsolidasi dimulai di Provinsi Banten pada 8 Agustus 2026. DPP Hanura merencanakan kegiatan serupa menjangkau 38 provinsi hingga Oktober 2026. Dalam peta perjalanan tersebut, Sulawesi Utara menjadi provinsi ke-23 yang didatangi Tim Task Force. Urutan kunjungan ini menunjukkan bahwa konsolidasi dilaksanakan secara luas dan berkelanjutan, dengan melibatkan unsur pengurus serta legislator daerah.

Di Sulawesi Utara, rapat teknis memberi kesempatan bagi peserta untuk menyelaraskan kerja kepartaian tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten atau kota. Kehadiran legislator fraksi Hanura juga menghubungkan pembahasan organisasi dengan pengalaman kerja perwakilan partai di lembaga legislatif. Pertukaran informasi di peserta diharapkan membantu pengurus memetakan kebutuhan dan memperkuat koordinasi di wilayah masing-masing.

Agenda ini berlangsung dalam kerangka persiapan Hanura menghadapi Pemilu 2029, termasuk upaya memperkuat basis kader dan membangun kesiapan untuk meraih kursi. Konsolidasi di Manado menjadi salah satu tahapan dalam rencana nasional tersebut. Melalui pertemuan langsung, DPP dapat menyampaikan arah kerja, sementara pengurus daerah dan legislator dapat menyampaikan kondisi serta masukan dari lapangan. Hasilnya diharapkan menjadi bekal bagi partai untuk menjaga kesinambungan organisasi dan menyusun langkah politik yang lebih terarah di Sulawesi Utara.

Rio menilai konsolidasi yang dilakukan Hanura di Sulawesi Utara semakin memperkuat kepengurusan sekaligus membangun soliditas kader. Melalui proses tersebut, jajaran partai di daerah diharapkan memiliki organisasi yang lebih tertata dan kesiapan yang semakin baik untuk menghadapi kontestasi demokrasi mendatang. Konsolidasi bukan hanya menyatukan langkah para pengurus, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memastikan struktur partai terbentuk hingga tingkat bawah. Dengan kepengurusan yang terus dilengkapi, kader dapat bergerak dalam koordinasi yang lebih terarah. Rio memandang perkembangan ini sebagai bekal bagi Hanura untuk mempersiapkan diri menghadapi agenda politik berikutnya, termasuk Pemilu 2029, tanpa mengabaikan penguatan organisasi di tingkat daerah.

Ia juga mengapresiasi semangat jajaran Hanura di Sulawesi Utara yang dinilai bergerak cepat dalam konsolidasi dan pembentukan kepengurusan. Proses tersebut menunjukkan kesungguhan pengurus dalam menata kembali organisasi serta memperluas keterlibatan kader di berbagai wilayah. Pembentukan pimpinan anak cabang disebut hampir rampung di 171 kecamatan. Capaian itu menjadi salah satu tahapan penting dalam melengkapi struktur partai, karena keberadaan pengurus kecamatan diperlukan untuk menghubungkan kepengurusan daerah dengan kader dan masyarakat di tingkat lebih dekat. Rio menilai gerak cepat tersebut sebagai wujud upaya bersama untuk menghidupkan kembali organisasi dan memastikan konsolidasi tidak berhenti pada tingkat provinsi atau kabupaten dan kota.

Di tingkat desa dan kelurahan, pembentukan pengurus ranting masih terus berjalan dan mencakup sekitar 3.700 desa serta kelurahan di Sulawesi Utara. Pekerjaan ini menjadi bagian lanjutan dari penataan organisasi hingga akar rumput, agar struktur Hanura hadir di wilayah yang lebih luas. Rio menyampaikan bahwa langkah konsolidasi tersebut diarahkan untuk membangkitkan kembali potensi Hanura di provinsi itu. Karena itu, penyelesaian kepengurusan pada berbagai tingkatan dipandang penting dalam membangun kekuatan organisasi dan menjaga soliditas kader. Dengan pimpinan anak cabang yang hampir terbentuk di seluruh kecamatan serta proses pembentukan ranting yang terus berlangsung, jajaran daerah melanjutkan upaya memperkuat partai. Bagi Rio, semangat dan kecepatan para kader menjadi bagian dari persiapan menghadapi kontestasi demokrasi mendatang.

Dalam pemetaan internal yang disampaikan Rio, Partai Hanura melihat Sulawesi Utara memiliki peluang untuk menyumbangkan satu kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Pemilu Legislatif 2029. Penilaian tersebut menjadi salah satu sasaran politik yang ingin diperjuangkan melalui penguatan organisasi dan konsolidasi kader di daerah. Angka satu kursi itu merupakan potensi sekaligus target yang dikemukakan pihak partai, bukan gambaran hasil pemilu yang telah berlangsung. Karena kontestasi masih akan datang, pencapaiannya bergantung pada kerja politik, dukungan pemilih, serta dinamika persaingan di daerah pemilihan.

Selain membidik keterwakilan di tingkat nasional, Hanura juga menilai terdapat ruang untuk menambah kursi di DPRD Provinsi Sulawesi Utara. Peluang serupa dipetakan pada DPRD kabupaten dan kota di berbagai wilayah provinsi tersebut. Pemetaan ini memberi arah bagi partai untuk menilai kekuatan basis, menjangkau masyarakat, dan menyiapkan kader yang berpotensi maju sebagai calon legislatif. Namun, peluang itu belum dapat dipandang sebagai kepastian. Hasil akhirnya akan ditentukan oleh proses pemilu dan pilihan masyarakat ketika pemungutan suara berlangsung pada 2029.

Target kursi tersebut memperlihatkan bahwa Hanura ingin memperluas keterwakilan politiknya pada beberapa jenjang pemerintahan. Untuk menerjemahkan perkiraan internal menjadi capaian, partai perlu membangun kerja yang konsisten, memperkuat komunikasi dengan warga, serta mempersiapkan struktur dan calon secara terencana. Konsolidasi kader di Sulawesi Utara dapat menjadi bagian dari upaya tersebut, termasuk dalam memperluas jangkauan organisasi hingga tingkat kabupaten dan kota. Dengan demikian, pemetaan yang disampaikan Rio berfungsi sebagai sasaran awal bagi perencanaan partai, bukan klaim bahwa kursi DPR atau kursi DPRD telah berhasil diraih. Perkembangan dukungan publik dan kesiapan mesin partai akan menjadi faktor penting dalam mengukur apakah potensi yang disebutkan itu dapat diwujudkan dalam pemilu mendatang.

Rio memaparkan bahwa Hanura Sulawesi Utara menyiapkan sasaran untuk memperkuat keterwakilan di DPRD provinsi pada Pemilu 2029. Partai melihat peluang memperoleh kursi di lima daerah pemilihan, dengan sejumlah wilayah disebut sebagai contoh fokus, lain Bolaang Mongondow Raya, Kabupaten Kepulauan Talaud, dan Kota Manado. Penyebutan wilayah tersebut menggambarkan titik-titik yang dinilai perlu mendapat perhatian dalam konsolidasi kader dan kerja politik. Sasaran itu masih berupa target yang hendak diperjuangkan, bukan hasil yang dapat dipastikan. Karena itu, pencapaiannya akan bergantung pada kemampuan partai membangun dukungan di setiap dapil, menyiapkan calon, serta menggerakkan kader secara konsisten menjelang pemungutan suara.

Untuk DPRD kabupaten dan kota, Hanura menargetkan perolehan dua kursi di setiap dapil pada pemilu mendatang. Rio menjelaskan bahwa sasaran tersebut menjadi arah bagi penguatan organisasi di tingkat lokal, sekaligus mendorong kader memahami potensi dan persaingan di wilayah masing-masing. Besaran target itu tidak serta-merta berarti seluruh dapil memiliki kondisi yang sama. Jumlah kursi yang tersedia, peta dukungan, dan kekuatan kandidat dapat berbeda satu daerah dan daerah lainnya. Dengan demikian, strategi pencapaian perlu disesuaikan dengan keadaan setempat. Konsolidasi di tingkat kabupaten dan kota diharapkan membantu partai menilai peluang secara lebih terukur serta menentukan kerja lapangan yang relevan.

Rio memberi ilustrasi dari Kabupaten Bolaang Mongondow untuk menjelaskan perbedaan sasaran antardapil. Menurutnya, terdapat dapil yang menyediakan tiga kursi dan dapat menjadi sasaran bagi Hanura untuk meraih satu kursi.

Baca juga: Fatwa DSN-MUI Dinilai Perkuat Kepercayaan pada Transaksi Emas Digital | TNI Kerahkan Kekuatan Udara, Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca | BI Pertahankan Suku Bunga Acuan, Perkuat Langkah Menjaga Rupiah