Kabupaten Asahan | Jasad seorang pria ditemukan di sebuah parit di kawasan kebun sawit Desa Dadimulyo, Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Penemuan tersebut menjadi inti peristiwa yang dilaporkan, dengan lokasi berupa parit di area perkebunan. Informasi yang tersedia menyebutkan bahwa identitas pengemudi taksi online yang ditemukan di Asahan kemudian terungkap, tetapi bagian ini berfokus pada kondisi jasad dan tempat penemuannya sebagaimana disebutkan dalam keterangan awal.
Korban diketahui tidak mengenakan baju saat ditemukan. Selain itu, kedua kakinya disebut terbungkus karung. Dua ciri tersebut menjadi rincian utama mengenai kondisi jasad yang disampaikan dalam informasi peristiwa. Tidak terdapat keterangan lebih lanjut mengenai pakaian lain yang dikenakan korban, jenis atau warna karung, maupun bagian tubuh lain. Karena itu, uraian mengenai kondisi korban perlu dibatasi pada fakta yang telah disebutkan, tanpa menambahkan gambaran yang tidak didukung informasi.
Lokasi penemuan berada di Desa Dadimulyo, wilayah Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, tepatnya di parit kawasan kebun sawit. Rincian yang tersedia tidak menjelaskan waktu jasad ditemukan ataupun keadaan di sekitar lokasi ketika penemuan berlangsung. Tidak pula disebutkan dalam informasi ini siapa yang pertama kali melihat jasad, bagaimana jasad kemudian diketahui, atau tindakan apa yang dilakukan setelahnya. Penjelasan tersebut tidak dapat dipastikan dari keterangan yang ada.
Dengan demikian, gambaran awal peristiwa ini terbatas pada ditemukannya jasad seorang pria di parit area kebun sawit Desa Dadimulyo dan ciri yang tampak, yakni korban tidak mengenakan baju serta kakinya terbungkus karung. Penyebutan lokasi membantu menempatkan peristiwa di kawasan Kisaran, Kabupaten Asahan, sedangkan rincian kondisi memberi konteks mengenai keadaan korban saat ditemukan. Informasi lain, termasuk kronologi penemuan dan penyebab kematian, tidak dicantumkan dalam bagian keterangan tersebut. Rincian yang belum tersedia sebaiknya tidak diasumsikan sebagai fakta.Korban yang ditemukan di wilayah Kabupaten Asahan diketahui bernama Muhammad Imran. Ia merupakan pengemudi taksi online yang berasal dari Kota Binjai. Terungkapnya identitas tersebut memberikan petunjuk mengenai latar belakang korban, sekaligus membantu menghubungkan penemuan jasad dengan aktivitasnya sebagai pengemudi. Namun, informasi mengenai identitas dan pekerjaannya belum dengan sendirinya menjelaskan bagaimana peristiwa yang menimpanya terjadi. Penyebab kematian serta rangkaian kejadian sebelum korban ditemukan masih perlu dipastikan melalui penyelidikan kepolisian dan pemeriksaan terkait.
Menurut informasi yang disampaikan, Imran biasanya bekerja menggunakan sebuah mobil. Akan tetapi, kendaraan yang biasa digunakannya itu tidak ditemukan di lokasi penemuan korban. Polisi justru menemukan selembar Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) di saku celana korban. Keberadaan dokumen tersebut menjadi salah satu petunjuk yang diperiksa dalam penanganan perkara, terutama untuk menelusuri kendaraan yang tidak berada bersama korban. Belum ada keterangan bahwa mobil tersebut telah ditemukan atau bahwa kondisi dokumen itu, secara tersendiri, membuktikan apa yang terjadi.
Kombinasi mobil yang tidak terlihat di lokasi dan STNK yang ditemukan pada korban memunculkan dugaan bahwa peristiwa tersebut berkaitan dengan perampokan yang disertai pembunuhan. Dugaan itu bertolak dari keadaan yang diketahui sejauh ini, tetapi belum dapat diperlakukan sebagai kesimpulan resmi. Kehilangan kendaraan atau keberadaan STNK pada korban tidak cukup, tanpa bukti lain, untuk memastikan motif maupun pelaku. Karena itu, penyebutan dugaan perampokan perlu tetap dibedakan dari fakta yang telah terverifikasi.
Penyidik masih perlu mengumpulkan dan mencocokkan keterangan, menelusuri keberadaan mobil, serta memeriksa bukti-bukti yang berkaitan dengan kematian Imran. Langkah tersebut dapat membantu menjelaskan apakah kendaraan memang diambil dalam suatu tindak kejahatan, bagaimana korban sampai berada di lokasi, dan apakah ada hubungan hilangnya mobil dengan kematiannya. Sampai hasil penyelidikan diumumkan, informasi yang dapat disampaikan secara hati-hati adalah bahwa korban telah dikenali sebagai Muhammad Imran, pengemudi taksi online asal Binjai, sementara dugaan mengenai perampokan dan pembunuhan masih memerlukan pembuktian.Keluarga Imran tidak pernah membayangkan bahwa hilangnya pengemudi taksi online itu selama dua hari terakhir akan berakhir dengan kabar duka dari Asahan. Mereka semula berharap Imran segera ditemukan dan dapat kembali ke rumah dalam keadaan selamat. Namun, harapan tersebut berubah setelah keluarga menerima informasi bahwa jasad seorang pria telah ditemukan dan identitasnya mengarah kepada Imran. Kabar itu datang ketika keluarga masih berusaha mencari kepastian mengenai keberadaannya. Perubahan dari rasa cemas menjadi duka berlangsung begitu cepat, membuat keluarga harus menghadapi kenyataan yang sulit diterima.
Adik Imran, Niar Fitri, menjadi salah satu anggota keluarga yang menerima kabar tersebut. Ia melihat kondisi jasad sang kakak melalui panggilan video yang dilakukan oleh Kanit Reskrim Polsek Kota Kisaran. Saat itu, petugas berada di kamar jenazah RSUD H Abdul Manan Simatupang Kisaran. Dari lokasi tersebut, Niar diminta melihat sosok yang diduga merupakan kakaknya untuk membantu memastikan identitas. Momen itu menjadi pengalaman berat bagi Niar, yang harus menyaksikan keadaan Imran dari layar telepon, sementara kabar kehilangan masih terasa sulit dipahami.
Niar menangis setelah melihat kondisi jasad yang ditunjukkan dalam panggilan video tersebut. Tangisnya mencerminkan beratnya menerima kabar bahwa kakak yang selama dua hari dicari keluarga telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Bagi keluarga, proses memastikan identitas bukan sekadar langkah untuk menjawab pertanyaan tentang siapa jasad tersebut, tetapi juga momen yang menandai berakhirnya harapan bahwa Imran akan pulang. Informasi yang diterima dari petugas membuat suasana keluarga berubah menjadi duka. Mereka kini harus menghadapi kehilangan yang datang setelah masa pencarian penuh kecemasan, tanpa menyangka bahwa kabar mengenai keberadaan Imran akan diterima di kamar jenazah rumah sakit di Kisaran.
Niar menerangkan bahwa kakaknya, Imran, bekerja sebagai pengemudi taksi online. Keterangan tersebut menjelaskan pekerjaan yang dijalani Imran sebelum identitasnya menjadi perhatian keluarga. Menurut Niar, sudah dua hari kakaknya tidak memberikan kabar kepada keluarga. Tidak adanya kabar selama kurun tersebut menjadi informasi yang disampaikan Niar ketika menceritakan keadaan Imran. Ia tidak menjabarkan rincian lain mengenai komunikasi terakhir mereka ataupun hal-hal yang terjadi selama kakaknya tidak memberi kabar. Karena itu, keterangan yang dapat dipastikan dari penuturannya terbatas pada pekerjaan Imran dan lamanya keluarga tidak menerima kabar darinya.
Niar memberikan keterangan pada Kamis, 22 Oktober 2026. Dalam keterangannya, ia menyebut bahwa Imran merupakan kakaknya dan bekerja sebagai pengemudi taksi online. Ia juga mengatakan bahwa keluarga sudah dua hari tidak memperoleh kabar dari Imran. Informasi ini menjadi gambaran utama mengenai situasi yang dihadapi keluarga sebelum kabar tentang identitas pengemudi taksi online yang ditemukan di Asahan terungkap. Niar tidak menyampaikan rincian mengenai alasan Imran belum menghubungi keluarga, sehingga penyebab tidak adanya kabar tidak dapat dipastikan berdasarkan keterangan tersebut. Demikian pula, tidak ada rincian lain yang perlu ditambahkan untuk menjelaskan masa tanpa komunikasi itu.
Selain menyampaikan informasi kepada orang lain, keluarga sempat menyebarkan kabar kehilangan di media sosial. Unggahan tersebut disertai foto mobil yang dikendarai Imran. Penyertaan foto kendaraan itu merupakan bagian dari informasi yang dibagikan keluarga untuk menyampaikan bahwa mereka sedang mencari kabar mengenai Imran. Keterangan Niar tidak merinci akun atau platform yang digunakan, waktu unggahan dibuat, jumlah orang yang melihatnya, maupun tanggapan yang diterima. Oleh sebab itu, informasi yang dapat disampaikan mengenai upaya keluarga melalui media sosial adalah bahwa mereka membagikan informasi kehilangan dan menyertakan foto mobil yang dikendarai kakaknya.
Baca juga: Aksi Sumarno Berkostum Iron Man Hentikan Cekcok Pengemudi di Kelapa Gading | Nelayan Gurita yang Hilang di Pantai Ngalur Ditemukan Meninggal di Laut | Aksi Tegur Pengendara Lawan Arus di Buahbatu Jadi Perhatian, Polisi Cari Identitas Perempuan



































