IKA Unair Kediri Raya Siapkan Program Alumni dan Kolaborasi Daerah Periode 2025–2030

oleh -60 Dilihat
oleh
IKA Unair Kediri Raya Siapkan Program Alumni dan Kolaborasi Daerah Periode 2025–2030

Kediri | Pengurus Ikatan Keluarga Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) Kediri Raya yang baru dilantik menetapkan sejumlah program prioritas untuk masa bakti 2025–2030. Sebelum menjalankan agenda yang lebih luas, organisasi memandang pendataan dan konsolidasi alumni sebagai langkah awal yang perlu segera dilakukan. Tahap ini menjadi dasar untuk memastikan komunikasi, koordinasi, serta pelaksanaan program dapat berlangsung secara lebih terarah.

Ketua Pengurus Cabang IKA Unair Kediri Raya, Sulistyo Budi, menyampaikan bahwa potensi alumni di wilayah tersebut cukup besar. Namun, keberadaan dan keterhubungan sebagian alumni belum terdata secara optimal. Kondisi itu menjadi perhatian utama pengurus baru karena basis data yang baik diperlukan untuk mengenali jaringan alumni, membangun komunikasi yang berkelanjutan, dan menyusun kegiatan sesuai kebutuhan organisasi.

Menurut Sulistyo Budi, penguatan basis data tidak hanya berkaitan dengan pencatatan identitas alumni. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun fondasi organisasi yang lebih kuat. Dengan data yang tertata, pengurus dapat menjalin koordinasi internal secara lebih efektif serta membuka ruang partisipasi bagi alumni yang selama ini belum terhubung secara aktif dengan organisasi.

Konsolidasi akan diarahkan untuk memperkuat hubungan antarpengurus dan alumni, sekaligus menyatukan pemahaman mengenai prioritas kerja selama periode 2025–2030. Pengurus baru perlu memastikan bahwa komunikasi internal berjalan sebelum program-program lanjutan dikembangkan. Fondasi tersebut diharapkan mendukung pelaksanaan agenda alumni dan kolaborasi daerah secara bertahap, terkoordinasi, serta tetap berangkat dari potensi yang tersedia di lingkungan IKA Unair Kediri Raya.

IKA Unair Kediri Raya menempatkan penguatan hubungan dengan pemerintah daerah sebagai salah satu agenda penting dalam kepengurusan baru periode 2025–2030. Hubungan tersebut dipandang sebagai bagian dari upaya memperluas peran alumni dalam mendukung kebutuhan dan kepentingan pembangunan di daerah. Melalui komunikasi serta kerja sama yang terarah, IKA Unair Kediri Raya berupaya membangun hubungan kelembagaan yang lebih erat dengan Pemerintah Kota Kediri.

Salah satu rencana kerja sama yang tengah disiapkan ialah kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Kediri. Kerja sama strategis tersebut berkaitan dengan pengelolaan sumber daya air, sebuah bidang yang membutuhkan perhatian dan sinergi antarlembaga. Kolaborasi ini menjadi wujud komitmen IKA Unair Kediri Raya untuk berkontribusi melalui jejaring alumni, sekaligus memperkuat keterhubungan organisasi alumni dan pemerintah daerah.

Rencana kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Kediri saat ini telah berada pada tahap akhir. Substansi kerja sama telah mengarah pada kesepahaman yang diperlukan, sementara proses administrasi masih perlu diselesaikan sebelum perjanjian dapat direalisasikan. Karena itu, pelaksanaan kolaborasi tersebut masih menunggu penyelesaian tahapan administratif yang berlaku.

IKA Unair Kediri Raya berharap perjanjian kerja sama itu dapat segera direalisasikan setelah seluruh proses administrasi terpenuhi. Langkah ini menunjukkan bahwa kepengurusan baru tidak hanya berfokus pada penguatan internal organisasi, tetapi juga memberi perhatian pada pembangunan kemitraan dengan pemerintah daerah. Kerja sama pengelolaan sumber daya air tersebut menjadi salah satu penanda awal pentingnya sinergi kelembagaan dalam menjalankan peran alumni di Kediri Raya.

Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) Kediri Raya tengah menjajaki kerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri. Penjajakan ini diarahkan untuk membuka ruang kontribusi alumni dalam mendukung agenda pembangunan kesehatan masyarakat di daerah. Karena masih berada pada tahap perintisan, kerja sama tersebut belum dapat disebut sebagai program yang telah berjalan, melainkan bagian dari proses pemetaan kebutuhan, pembahasan bentuk kegiatan, dan penyusunan kemungkinan kolaborasi.

Salah satu rencana yang dibicarakan adalah pelibatan alumni Fakultas Kedokteran dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Peran tersebut berpotensi diwujudkan melalui penyuluhan kesehatan, edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat, serta penyampaian informasi yang mudah dipahami oleh keluarga dan kelompok masyarakat. Materi kegiatan nantinya dapat disesuaikan dengan persoalan kesehatan yang dihadapi warga, termasuk pemahaman tentang gizi, pemeriksaan dasar, dan pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak.

Kontribusi lain yang menjadi perhatian ialah dukungan terhadap upaya penanganan stunting. Alumni dapat memberikan penguatan dari sisi edukasi medis dan pencegahan, sekaligus membantu mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengenali faktor risiko sejak dini. Namun, bentuk, jadwal, sasaran, dan mekanisme pelaksanaan kegiatan masih perlu dibahas lebih lanjut bersama pihak terkait. Penanganan stunting juga membutuhkan pendekatan lintas sektor, sehingga kolaborasi dengan perangkat daerah dan unsur masyarakat menjadi bagian penting dalam tahap perencanaan.

Sulistyo Budi, sebagai narasumber, menjelaskan bahwa arah kolaborasi tersebut ditujukan untuk mempertemukan kapasitas alumni dengan kebutuhan pembangunan di Kabupaten Kediri. Menurutnya, komunikasi awal dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan menjadi langkah untuk merumuskan kerja sama yang relevan dan berkelanjutan. IKA Unair Kediri Raya masih akan melakukan koordinasi lanjutan sebelum menetapkan bentuk kegiatan, sehingga informasi mengenai kolaborasi ini perlu dipahami sebagai rencana yang sedang dipersiapkan, bukan hasil pelaksanaan yang telah selesai.

Dalam enam bulan ke depan, IKA Unair Kediri Raya menyiapkan agenda besar yang menghadirkan seorang pakar pengelolaan sampah yang saat ini bertugas di Belanda. Tokoh tersebut merupakan alumni Universitas Airlangga sekaligus warga asli Kediri. Kehadirannya diharapkan dapat memperkaya pembahasan mengenai pengelolaan sampah melalui pengalaman, pengetahuan, dan perspektif yang diperoleh dari kiprahnya di tingkat internasional.

Rencana forum ini disiapkan karena persoalan sampah dipandang sebagai tantangan nyata yang perlu ditangani secara serius dan berkelanjutan. Sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan masyarakat, tata kelola, perilaku warga, serta kapasitas pemerintah dalam menyediakan sistem pengelolaan yang efektif. Karena itu, diperlukan ruang dialog yang mampu mempertemukan gagasan, pengalaman, dan kebutuhan daerah secara lebih terarah.

IKA Unair Kediri Raya ingin memulai langkah konkret tersebut dari Kediri. Upaya itu akan didorong melalui sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kediri maupun Pemerintah Kota Kediri. Kolaborasi organisasi alumni dan pemerintah daerah diharapkan dapat membuka peluang untuk merumuskan pendekatan yang sesuai dengan kondisi setempat, sekaligus memperkuat keterlibatan berbagai pihak dalam menangani persoalan lingkungan.

Sulistyo Budi menyampaikan harapan agar agenda tersebut dapat membantu mencari solusi yang komprehensif. Menurutnya, penyelesaian masalah sampah membutuhkan pemahaman menyeluruh, bukan tindakan yang bersifat parsial atau hanya berfokus pada satu tahapan. Pertukaran pengetahuan dengan pakar, dukungan pemerintah, serta partisipasi masyarakat menjadi unsur penting untuk membangun langkah yang dapat diterapkan secara nyata. Melalui agenda ini, IKA Unair Kediri Raya menegaskan komitmennya untuk berkontribusi bagi daerah, dengan menjadikan Kediri sebagai titik awal kolaborasi dan perumusan solusi atas tantangan sampah.