Ivan Gunawan Rancang Busana Defile Kontingen Indonesia di Asian Para Games 2026

oleh -535 Dilihat
oleh
Ivan Gunawan Rancang Busana Defile Kontingen Indonesia di Asian Para Games 2026

Jakarta | Ivan Gunawan dipercaya merancang busana defile untuk kontingen Indonesia yang akan tampil pada Asian Para Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Kepercayaan tersebut menjadi pengalaman baru bagi perancang sekaligus figur publik itu, karena ia mengaku belum pernah terlibat langsung dalam kegiatan olahraga sebelumnya. Kesempatan ini pun ia pandang sebagai pencapaian membanggakan dalam perjalanan kariernya, sekaligus ruang untuk berkontribusi bagi para atlet yang membawa nama Indonesia di ajang internasional.

Menurut Ivan, keterlibatan dalam persiapan kontingen memberinya perspektif yang berbeda dari pekerjaan yang selama ini ia jalani. Ia tidak hanya berhadapan dengan proses merancang pakaian, tetapi juga berkesempatan bertemu para atlet Indonesia secara langsung. Pertemuan tersebut membuka wawasan baru mengenai sosok-sosok yang akan mengenakan busana defile, serta pengalaman dan semangat yang mereka bawa menuju kompetisi. Interaksi itu menjadi bagian penting dari prosesnya memahami kebutuhan dan makna busana yang dirancang untuk momen tersebut.

Ivan menyampaikan pengalaman dan kebanggaannya itu saat ditemui di studio Brownis Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (27/10/2026). Ia menuturkan bahwa kesempatan tersebut terasa istimewa karena mempertemukannya dengan dunia olahraga dan para atlet, yang sebelumnya belum pernah ia alami secara langsung. Kepercayaan untuk merancang busana defile juga menghadirkan tanggung jawab tersendiri: karya yang dikenakan kontingen akan menjadi bagian dari penampilan Indonesia dalam seremoni ajang olahraga kawasan. Bagi Ivan, keterlibatan ini tidak sekadar memperluas pengalaman profesional, melainkan juga memberi kesempatan untuk mendukung atlet melalui bidang yang ia kuasai. Ia menyambut peran baru itu sebagai pengalaman yang berkesan dan pencapaian yang patut dibanggakan. Bertemu atlet serta menyimak cerita mereka memberinya sudut pandang lebih dekat tentang persiapan dan perjuangan yang menyertai kompetisi. Dengan wawasan tersebut, Ivan dapat melihat tugas perancangan dalam konteks yang lebih luas: busana defile menjadi representasi kontingen sekaligus mendukung para atlet saat tampil membawa Indonesia di Aichi-Nagoya. Pengalaman pertamanya ini menandai babak berbeda dalam kariernya.Untuk defile Kontingen Indonesia di Asian Para Games 2026, Ivan Gunawan menyiapkan sekitar empat hingga lima rancangan busana yang akan dikenakan para atlet. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa persiapan penampilan kontingen mencakup beberapa desain, bukan satu rancangan tunggal untuk seluruh peserta. Busana itu disiapkan khusus untuk dikenakan ketika para atlet mengikuti defile, sehingga rancangan menjadi bagian dari penampilan Indonesia dalam acara tersebut. Informasi yang tersedia menyebutkan jumlah perkiraan desain dan tujuan pemakaiannya, tanpa merinci perbedaan di masing-masing rancangan.

Tema yang diangkat dalam rancangan tersebut adalah Sekar Jagat Vijaya. Nama tema ini menjadi landasan untuk menyampaikan gagasan mengenai keindahan dalam keberagaman, keberanian, ketangguhan, dan kemenangan. Keempat makna itu memberi konteks pada busana defile sebagai representasi nilai-nilai yang hendak dibawa oleh kontingen. Dengan demikian, rancangan Ivan tidak hanya ditempatkan sebagai kebutuhan penampilan, tetapi juga berkaitan dengan pesan yang menyertai kehadiran atlet Indonesia di ajang tersebut. Makna yang disebutkan berpusat pada nilai dan semangat, bukan pada uraian teknis mengenai busana.

Keindahan dalam keberagaman menegaskan bahwa perbedaan dapat hadir sebagai bagian dari satu kesatuan. Sementara itu, keberanian dan ketangguhan berkaitan dengan semangat atlet dalam menghadapi tantangan, sedangkan kemenangan menjadi gambaran tujuan dan harapan yang menyertai perjuangan mereka. Rangkaian makna ini membuat Sekar Jagat Vijaya berfungsi sebagai tema yang menghubungkan rancangan dengan identitas serta semangat kontingen Indonesia. Namun, keterangan yang tersedia tidak menjelaskan bentuk visual, bahan, warna, maupun detail lain dari busana, sehingga aspek-aspek tersebut tidak dapat dipastikan. Fokus informasi tetap pada jumlah rancangan yang disiapkan, penggunaannya saat defile, serta nilai yang menjadi dasar temanya. Melalui empat hingga lima desain itu, gagasan Sekar Jagat Vijaya dihadirkan dalam konteks penampilan atlet pada Asian Para Games 2026, dengan penekanan pada keberagaman, keberanian, ketangguhan, dan kemenangan.

Persiapan busana untuk defile kontingen Indonesia di Asian Para Games 2026 tidak berhenti pada proses merancang pakaian. Saat tiba di Jepang, Ivan Gunawan menghadapi pekerjaan yang menuntut keterlibatan langsung hingga menjelang pelaksanaan. Ia menggambarkan proses tersebut sebagai melelahkan, karena kebutuhan para atlet harus diperhatikan secara cermat, sementara persiapan dan penataan perlu dilakukan dengan menyesuaikan keadaan di lokasi. Bagi Ivan, tugasnya bukan hanya memastikan busana siap dikenakan, tetapi juga membantu agar para atlet dapat tampil dengan nyaman dan tertata.

Ivan datang bersama lima orang asisten untuk mendukung persiapan. Namun, mereka tidak diizinkan masuk ke wilayah atlet. Pembatasan itu membuat bantuan yang semula dapat dibagi dengan tim harus lebih banyak ditangani langsung olehnya. Ivan kemudian ikut membantu berbagai kebutuhan para atlet, termasuk merias wajah dan menata rambut. Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan di balik defile mencakup banyak hal di luar rancangan busana. Ia perlu hadir untuk membantu secara langsung, memastikan kebutuhan penampilan terpenuhi, dan menyesuaikan bantuan dengan kondisi setiap atlet.

Penyesuaian menjadi bagian penting karena para atlet memiliki kebutuhan yang berbeda sebagai penyandang disabilitas. Persiapan tidak dapat dilakukan dengan menganggap semua orang menjalani proses yang sama. Bahkan, perjalanan menuju bus dapat membutuhkan waktu dan penanganan khusus. Karena itu, jadwal serta kegiatan persiapan perlu memberi ruang bagi kebutuhan tersebut tanpa mengabaikan kenyamanan atlet. Di sisi lain, Ivan menilai pelaksanaan di Jepang berlangsung rapi, detail, dan teratur. Gambaran itu berdampingan dengan pengalaman persiapan yang melelahkan: pekerjaan tetap menuntut perhatian pada hal-hal praktis, sementara setiap kebutuhan harus dipenuhi secara cermat. Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa kesiapan defile bukan semata soal pakaian, tetapi juga dukungan langsung dan penyesuaian yang menghormati kebutuhan atlet.

Bagi Ivan Gunawan, kesempatan merancang busana untuk defile kontingen Indonesia di Asian Para Games 2026 menjadi pengalaman yang membekas. Ia mengaku bangga dapat mengambil bagian dalam momen penting yang mempertemukan karya kreatif dengan perjuangan para atlet. Pengalaman itu, menurutnya, bukan sekadar pekerjaan merancang pakaian, melainkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat semangat dan keteguhan mereka. Ivan berharap suatu saat kembali memperoleh kesempatan serupa, sehingga ia dapat mendukung para atlet Indonesia melalui kontribusi yang sesuai dengan kemampuannya.

Apresiasi Ivan terutama tertuju pada kerja keras para atlet dalam berlatih dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi. Ia melihat semangat mereka sebagai hal yang patut dihormati, terlebih karena setiap atlet harus menjalani proses panjang sebelum tampil di arena. Berdasarkan informasi yang ia sampaikan, kontingen Indonesia berada di peringkat delapan. Ivan menegaskan bahwa posisi tersebut masih berupa perkiraan, sementara jumlah perolehan medali disebut mencapai sekitar 70, termasuk 15 medali emas. Catatan itu ia sampaikan sebagai gambaran pencapaian kontingen, bukan angka yang dipastikan secara mandiri.

Kedekatan Ivan dengan sejumlah atlet juga terbentuk jauh sebelum defile berlangsung. Ia telah berkenalan dengan beberapa dari mereka sejak beberapa bulan sebelumnya, ketika proses persiapan mulai berjalan. Interaksi tersebut mencakup tahap pembuatan video hingga saat busana yang dirancangnya dikenakan. Dengan mengikuti proses itu, Ivan dapat menyaksikan langsung bagaimana para atlet menjalani persiapan, sekaligus memahami bahwa penampilan di hadapan publik merupakan bagian kecil dari perjalanan panjang mereka. Pengalaman berinteraksi sejak awal membuat momen melihat busana tersebut digunakan terasa lebih personal baginya.

Pengalaman itu turut memberi Ivan sudut pandang yang lebih dalam tentang ketangguhan.

Baca juga: Atlet Pencak Silat Kontingen Semarang Meninggal Setelah Dirawat di Rumah Sakit