Kabut Karhutla Ganggu Penerbangan di Sultan Hasanuddin, 1.070 Penumpang Terdampak

oleh -59 Dilihat
oleh
Kabut Karhutla Ganggu Penerbangan di Sultan Hasanuddin, 1.070 Penumpang Terdampak

Makassar | Manajemen Bandara Internasional Sultan Hasanuddin mencatat tujuh penerbangan mengalami pembatalan keberangkatan pada Senin, 12 Oktober 2026. Pembatalan tersebut terjadi ketika kondisi cuaca buruk berkaitan dengan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu operasional penerbangan. Peristiwa itu berdampak pada 1.070 penumpang yang sedianya melakukan perjalanan melalui bandara tersebut.

Keputusan membatalkan keberangkatan diambil sebagai bagian dari pertimbangan keselamatan dan keamanan penerbangan. Dalam situasi cuaca yang tidak mendukung, pengelola bandara perlu memastikan setiap aktivitas penerbangan berlangsung dalam kondisi yang memenuhi aspek keselamatan. Karena itu, penerbangan yang terdampak tidak diberangkatkan sesuai jadwal pada hari tersebut.

Pembatalan tujuh penerbangan menunjukkan bahwa dampak karhutla dapat memengaruhi kelancaran layanan transportasi udara, meskipun gangguan yang tercatat dalam peristiwa ini berkaitan dengan kondisi cuaca. Sebanyak 1.070 penumpang menjadi pihak yang terdampak oleh keputusan tersebut. Manajemen bandara menempatkan keselamatan dan keamanan sebagai prioritas utama, sehingga aspek tersebut menjadi dasar dalam menentukan kelanjutan operasional penerbangan di tengah kondisi yang kurang mendukung.

General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, menyampaikan bahwa gangguan kabut akibat kebakaran hutan dan lahan berdampak pada sejumlah penerbangan dari dan menuju Makassar. Keterangan tersebut disampaikan melalui pernyataan tertulis pada Selasa, 13 Oktober 2026, sebagai penjelasan mengenai pembatalan penerbangan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Berdasarkan rincian rute yang tersedia, pembatalan mencakup satu penerbangan dengan tujuan Sorong dari Makassar. Selain itu, terdapat dua penerbangan pada rute Makassar–Ambon yang dibatalkan. Rute Makassar–Ternate juga mengalami satu pembatalan, sedangkan satu penerbangan lainnya pada rute Makassar–Mamuju turut terkena dampak.

Dengan demikian, rute yang secara spesifik disebut dalam keterangan tersebut meliputi Makassar–Sorong, Makassar–Ambon, Makassar–Ternate, dan Makassar–Mamuju. Rute Makassar–Ambon tercatat memiliki jumlah pembatalan terbanyak dalam daftar yang dirinci, yakni dua penerbangan. Sementara itu, masing-masing rute menuju Sorong, Ternate, dan Mamuju mencatat satu penerbangan yang tidak beroperasi.

Ruly menyebutkan bahwa secara keseluruhan terdapat tujuh penerbangan yang terdampak pembatalan. Namun, rincian rute yang tersedia hanya memuat lima penerbangan, sebagaimana terdiri atas satu penerbangan Makassar–Sorong, dua penerbangan Makassar–Ambon, satu penerbangan Makassar–Ternate, dan satu penerbangan Makassar–Mamuju. Dua penerbangan lain yang termasuk dalam jumlah keseluruhan tersebut tidak dirinci dalam pernyataan tertulis, sehingga rute maupun tujuan penerbangannya tidak dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia.

Perbedaan jumlah keseluruhan dan rincian rute itu perlu diperhatikan agar informasi mengenai pembatalan penerbangan tetap disampaikan secara akurat. Penumpang pada rute-rute tersebut disarankan memeriksa status perjalanan melalui maskapai atau kanal resmi bandara, terutama karena kondisi kabut dapat memengaruhi jadwal penerbangan dan keputusan operasional di lapangan.

Manajemen Bandara Sultan Hasanuddin melakukan koordinasi dengan maskapai penerbangan untuk menangani penumpang yang terdampak pembatalan maupun gangguan jadwal akibat kabut asap karhutla. Koordinasi tersebut diperlukan agar setiap keputusan dan bentuk layanan dapat disesuaikan dengan kondisi operasional penerbangan, kebijakan maskapai, serta ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, penumpang memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai status penerbangan dan pilihan penanganan yang tersedia.

Dalam proses tersebut, pihak bandara berperan memfasilitasi komunikasi penumpang dan maskapai. Informasi mengenai perubahan jadwal, pembatalan, serta prosedur layanan disampaikan melalui petugas di area bandara dan saluran informasi yang tersedia. Penumpang diimbau mengikuti arahan petugas serta menghubungi maskapai terkait untuk memastikan pilihan penyelesaian yang sesuai dengan kondisi tiket dan penerbangannya.

Salah satu bentuk penanganan yang dapat diberikan adalah pengembalian dana tiket atau refund, sesuai kebijakan maskapai dan persyaratan yang berlaku. Selain itu, penumpang dapat memperoleh opsi penjadwalan ulang penerbangan atau reschedule apabila layanan penerbangan masih dapat dilanjutkan pada waktu berbeda. Pilihan tersebut biasanya mempertimbangkan ketersediaan penerbangan, tujuan perjalanan, serta ketentuan pemesanan yang dimiliki masing-masing penumpang.

Manajemen bandara juga menyiapkan area istirahat bagi penumpang yang terdampak selama menunggu kepastian penanganan. Fasilitas ini ditujukan untuk membantu penumpang tetap berada di lingkungan yang lebih tertata selama proses koordinasi berlangsung. Namun, bentuk layanan yang diterima tidak serta-merta sama bagi seluruh penumpang. Penanganan diberikan berdasarkan kondisi masing-masing, keputusan maskapai, dan ketentuan yang berlaku. Karena itu, penumpang perlu memeriksa informasi secara langsung kepada petugas atau maskapai agar memperoleh penjelasan mengenai hak dan pilihan layanan yang dapat digunakan.

Manajemen Bandara Internasional Sultan Hasanuddin terus melakukan koordinasi berkelanjutan dengan AirNav Indonesia dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi cuaca di sekitar wilayah bandara. Pembaruan tersebut mencakup perkembangan kabut asap, jarak pandang, arah serta kecepatan angin, dan faktor meteorologis lain yang dapat memengaruhi kelancaran operasional penerbangan.

Koordinasi dengan para pemangku kepentingan dilakukan sebagai bagian dari pemantauan rutin terhadap kondisi lapangan. Informasi dari BMKG dan AirNav Indonesia menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan langkah operasional, termasuk penyampaian informasi kepada maskapai serta penyesuaian layanan apabila diperlukan. Setiap keputusan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan, baik bagi penumpang, awak pesawat, maupun petugas yang bertugas di area bandara.

Manajemen bandara juga terus memantau situasi secara berkala dan berkomunikasi dengan pihak terkait untuk memastikan perkembangan kondisi cuaca dapat segera ditindaklanjuti. Apabila terjadi perubahan pada jadwal atau status penerbangan, informasi akan disampaikan melalui saluran komunikasi resmi sesuai kewenangan masing-masing pihak. Penumpang disarankan tidak hanya mengandalkan informasi yang beredar di media sosial, tetapi memeriksa pemberitahuan langsung dari maskapai.

Ruly mengimbau calon penumpang untuk memantau status penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing dan memeriksa kembali jadwal keberangkatan sebelum menuju bandara. Langkah tersebut penting agar penumpang dapat menyesuaikan rencana perjalanan dengan informasi terbaru dan menghindari waktu tunggu yang tidak diperlukan. Bandara Internasional Sultan Hasanuddin akan terus mengikuti perkembangan situasi, berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan, serta menjaga pelayanan penumpang sesuai kewenangan dan prosedur yang berlaku.

Baca juga: Kabut Asap Karhutla Selimuti Palangkaraya dan Ganggu Aktivitas Warga | Kabut Asap Karhutla Ganggu Pandangan, Tiga SUV Terlibat Kecelakaan Beruntun di Barito Kuala | Menguji Peran Dry Ice dalam Mengurai Kabut Asap Karhutla di Sumatera Selatan