Jakarta | Pusat Siber Angkatan Darat (Pussiberad) bersama Codepolitan meluncurkan Kartika Cyber Hackathon 2026 sebagai ajang kolaborasi untuk memperkuat perhatian terhadap keamanan siber nasional. Peluncuran ini menandai dibukanya ruang bagi masyarakat, khususnya talenta teknologi, untuk berkontribusi melalui gagasan dan kemampuan teknis. Kompetisi tersebut dirancang untuk menghubungkan kebutuhan pertahanan digital dengan kreativitas komunitas siber di Indonesia. Melalui kerja sama institusi pertahanan dan platform pembelajaran teknologi, penyelenggara mendorong partisipasi yang lebih luas dari kalangan yang memiliki minat maupun keahlian di bidang keamanan digital. Inisiatif ini juga mencerminkan pentingnya membangun ekosistem yang mampu merespons tantangan siber secara terukur, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Kartika Cyber Hackathon 2026 mengajak hacker etis, developer, dan mahasiswa untuk mengembangkan solusi siber yang dapat mendukung pertahanan digital TNI Angkatan Darat. Peserta diharapkan menggunakan pengetahuan serta kreativitas mereka secara bertanggung jawab, dengan tujuan menghasilkan pendekatan yang relevan bagi kebutuhan keamanan. Ajakan ini membuka kesempatan bagi talenta dari latar belakang berbeda untuk terlibat dalam isu pertahanan, sekaligus menunjukkan bahwa kontribusi terhadap ketahanan digital dapat datang dari komunitas teknologi yang lebih luas. Penyelenggara menempatkan kompetisi sebagai wadah untuk menguji gagasan, bertukar wawasan, dan mendorong pemecahan masalah. Fokusnya adalah pengembangan solusi, bukan penggunaan kemampuan siber untuk tindakan yang merugikan atau tidak berizin.
Kolaborasi Pussiberad dan Codepolitan menyatukan perspektif pertahanan dengan pengalaman dalam pengembangan keterampilan digital. Kehadiran kedua pihak diharapkan membantu menjembatani kebutuhan institusi dengan potensi para peserta, serta mendorong lahirnya inovasi yang berorientasi pada penguatan keamanan. Bagi mahasiswa dan praktisi, ajang ini dapat menjadi kesempatan untuk menerapkan kemampuan pada persoalan nyata, memperluas pemahaman mengenai keamanan siber, dan membangun jejaring dengan sesama talenta. Sementara itu, bagi ekosistem pertahanan digital, partisipasi komunitas dapat memperkaya sudut pandang dalam menghadapi risiko yang terus berkembang. Melalui kompetisi ini, penyelenggara mengundang generasi talenta siber Indonesia untuk mengambil bagian dalam upaya menjaga ruang digital TNI Angkatan Darat.
Kompetisi ini terbuka bagi peserta yang ingin mengembangkan gagasan dan kemampuan di bidang keamanan siber, baik secara individu maupun berkelompok. Peserta yang memilih format tim dapat membentuk kelompok dengan jumlah anggota maksimal tiga orang. Ketentuan tersebut memberi ruang bagi peserta untuk menentukan cara kerja yang paling sesuai: mengerjakan prototipe secara mandiri atau membagi tugas bersama rekan satu tim. Dalam kedua format, perencanaan sejak awal tetap penting agar pengembangan solusi berjalan terarah.
Setelah mengikuti ketentuan pendaftaran, peserta memperoleh waktu empat minggu untuk merancang dan mengembangkan solusi siber. Rentang waktu ini menjadi kesempatan untuk mengidentifikasi persoalan yang ingin ditangani, menyusun pendekatan teknis, lalu menerjemahkan gagasan menjadi prototipe yang dapat diperagakan. Peserta perlu mengatur tahapan kerja dengan realistis, termasuk menentukan sasaran prototipe, membagi tanggung jawab bagi tim, serta menyediakan waktu untuk menguji dan memperbaiki hasil. Dengan demikian, proses tidak hanya berfokus pada ide, tetapi juga pada bukti bahwa solusi dapat berfungsi sesuai tujuan.
Selama periode pengembangan, tersedia dua sesi webinar gratis sebagai pendampingan. Sesi ini ditujukan untuk membantu peserta mematangkan proposal, menyiapkan dokumentasi teknis, dan menyusun video demonstrasi prototipe yang akan dikirimkan. Ketiganya merupakan bagian penting dalam menjelaskan solusi secara runtut: proposal memaparkan masalah dan pendekatan, dokumentasi teknis menerangkan cara kerja, sedangkan video memberikan gambaran visual mengenai prototipe. Mengikuti webinar dapat membantu peserta memahami hal-hal yang perlu diperhatikan saat menyiapkan materi tersebut.
Peserta sebaiknya memanfaatkan empat pekan secara konsisten, bukan menunda penyusunan materi hingga mendekati batas pengiriman. Catatan perkembangan, hasil pengujian, dan keputusan teknis dapat dikumpulkan selama pengerjaan agar dokumentasi lebih mudah disusun. Untuk tim, pembagian tugas yang jelas juga membantu menjaga koordinasi; peserta individu dapat menggunakan jadwal kerja sederhana untuk memantau kemajuan. Dengan persiapan yang tertata, peserta dapat mengirimkan proposal, dokumentasi teknis, dan video demonstrasi yang saling mendukung serta menggambarkan prototipe dengan jelas.
Nilai manfaat Kartika Cyber Hackathon 2026 tidak hanya terletak pada kesempatan untuk mengembangkan dan menunjukkan kemampuan di bidang siber. Kompetisi ini juga menyediakan total hadiah senilai Rp100,7 juta bagi para peserta. Besaran tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi atas karya yang dihasilkan, sekaligus menambah daya tarik bagi talenta siber Tanah Air untuk berpartisipasi dan menguji gagasan mereka melalui sebuah kompetisi.
Selain hadiah, pemenang peringkat pertama hingga ketiga memperoleh golden ticket untuk mengikuti seleksi bintara siber TNI Angkatan Darat. Kesempatan ini memberikan jalur untuk melanjutkan proses seleksi, bukan jaminan bahwa penerima golden ticket akan diterima atau otomatis menjadi anggota. Peserta tetap perlu mengikuti tahapan seleksi yang berlaku. Dengan demikian, golden ticket sebaiknya dipahami sebagai peluang untuk mengikuti proses berikutnya, sekaligus kesempatan bagi para pemenang untuk mengenal jalur pengabdian di bidang siber pada lingkungan TNI AD.
Manfaat lain berkaitan dengan kemungkinan pemanfaatan karya peserta. Prototipe yang dinilai memiliki potensi dapat dipertimbangkan untuk digunakan dalam sistem pertahanan TNI Angkatan Darat. Peluang ini dapat memberi nilai lebih pada karya yang dikembangkan, karena gagasan peserta mungkin mendapat perhatian dalam konteks kebutuhan pertahanan. Namun, pertimbangan tersebut tidak berarti setiap prototipe akan digunakan. Penggunaan karya bukan hasil yang dipastikan, melainkan kemungkinan yang bergantung pada penilaian terhadap potensi prototipe.
Karena itu, kompetisi ini menawarkan beberapa bentuk manfaat dengan sifat yang berbeda: hadiah bagi peserta, kesempatan seleksi bagi tiga pemenang teratas, serta peluang pertimbangan bagi prototipe potensial. Pemisahan ini penting agar peserta memahami batas setiap kesempatan secara tepat. Hadiah memiliki nilai yang telah disebutkan, sedangkan golden ticket membuka akses untuk mengikuti seleksi dan peluang pemanfaatan prototipe tetap bersifat tidak pasti. Secara keseluruhan, manfaat tersebut memberi ruang bagi talenta untuk mengembangkan karya, memperoleh apresiasi, dan menjajaki kesempatan lebih lanjut tanpa menjanjikan hasil yang belum tentu terwujud.
Sepuluh tim finalis terbaik akan melanjutkan kompetisi ke babak penentuan yang diselenggarakan secara luring di Jakarta. Tahap akhir ini menjadi kesempatan bagi para peserta terpilih untuk membawa kemampuan dan hasil kerja mereka ke hadapan penyelenggara dalam ajang Kartika Cyber Conference. Setelah mengikuti rangkaian kompetisi sebelumnya, mereka akan berhadapan pada fase final yang mempertemukan sepuluh tim dengan performa terbaik. Penyelenggaraan secara langsung memberi ruang bagi finalis untuk mengikuti puncak kompetisi dalam suasana konferensi keamanan siber.
Babak final berlangsung dalam rangkaian Kartika Cyber Conference yang digelar di Hotel Aston Kartika, Jakarta. Dengan demikian, lokasi final dan konferensi berada pada tempat yang sama, sesuai informasi penyelenggaraan yang tersedia. Para finalis akan mengikuti kompetisi secara tatap muka di sana. Tahap ini menandai kesempatan terakhir untuk menunjukkan kemampuan tim dalam kompetisi, sekaligus menjadi bagian dari agenda konferensi tersebut. Informasi yang disampaikan berfokus pada sepuluh tim yang maju ke final dan lokasi penyelenggaraannya; rincian lain mengenai jadwal atau mekanisme acara tidak ditambahkan.
Penghargaan bagi pemenang tidak hanya berupa uang tunai dan trofi. Mereka juga memperoleh kesempatan mengikuti ethical hacking bootcamp di JagoanSiber selama delapan sesi intensif. Program tersebut melengkapi apresiasi kompetisi dengan pembelajaran terarah di bidang peretasan etis. Selain itu, pemenang mendapatkan keanggotaan kelas online Codepolitan selama satu tahun serta sertifikat digital. Rangkaian hadiah ini mencakup penghargaan langsung dan akses pembelajaran yang dapat mendukung pengembangan kemampuan siber peserta.
Baca juga: 128 Cekungan Migas Indonesia Jadi Peluang Investasi Hulu | Porprov Jateng 2026 Buka Jalan Atlet Daerah Menuju PON 2028 | Operasi Patuh Jaya 2026: Pengawasan Ketat dan Pendekatan Edukatif bagi Pengguna Jalan



































