JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Potongan video yang memperlihatkan evakuasi dramatis beredar di media sosial setelah kebakaran melanda sebuah rumah makan di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur. Dalam rekaman tersebut, seorang ibu terlihat menggendong bocah laki-laki dari bagian atas bangunan yang terbakar. Keduanya kemudian melompat melalui jendela lantai atas ketika api tampak semakin mendekati area tempat mereka berada.
Peristiwa itu menarik perhatian warganet karena berlangsung dalam situasi yang mencekam. Dari video yang beredar, kobaran api terlihat cepat membesar dan melahap bangunan rumah makan. Asap serta nyala api tampak memenuhi sejumlah bagian bangunan, sementara orang-orang di sekitar lokasi berupaya menyaksikan dan membantu proses penyelamatan dari bawah.
Suara orang yang merekam kejadian terdengar meminta pertolongan setelah melihat seorang anak berada di dalam bangunan. Rekaman tersebut memperlihatkan kepanikan warga ketika menyadari adanya penghuni yang membutuhkan evakuasi segera. Momen saat ibu menggendong bocah dan melompat dari jendela menjadi bagian yang paling banyak mendapat perhatian dalam unggahan tersebut.
Menurut keterangan pada akun Instagram yang mengunggah video, kebakaran itu berlangsung pada Jumat (9/10/2026). Informasi mengenai lokasi kejadian dan waktu peristiwa disampaikan bersamaan dengan potongan rekaman yang kemudian dibagikan ulang oleh pengguna media sosial lainnya. Video tersebut menjadi sorotan karena menggambarkan secara langsung kondisi bangunan ketika api membesar serta upaya penyelamatan seorang ibu dan anak di tengah kebakaran.
Kebakaran melanda sebuah rumah makan Padang di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur. Insiden tersebut menyebabkan objek usaha itu dilalap kobaran api ketika peristiwa berlangsung. Informasi mengenai lokasi dan objek yang terbakar disampaikan oleh Command Center Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) DKI Jakarta.
Menurut keterangan Command Center Damkar DKI Jakarta, bangunan yang terbakar merupakan rumah makan Padang dengan jenis bangunan rendah. Penyebutan tersebut merujuk pada klasifikasi bangunan dalam informasi penanganan kebakaran yang diterima petugas. Dengan demikian, objek yang terdampak dalam insiden ini adalah bangunan usaha berupa rumah makan, bukan fasilitas atau bangunan dengan fungsi lain.
Sumber yang sama juga menyebutkan bahwa rumah makan tersebut memiliki dua lantai. Fakta mengenai jumlah lantai ini tetap menjadi bagian penting dari keterangan lokasi, mengingat kebakaran melanda bangunan secara keseluruhan ketika kejadian berlangsung. Api dilaporkan melahap bangunan rumah makan Padang itu sehingga objek tersebut menjadi pusat penanganan dalam peristiwa kebakaran di Rawamangun.
Keterangan tentang rumah makan Padang, jenis bangunan rendah, dan bangunan dua lantai memberikan gambaran dasar mengenai objek yang terbakar. Informasi tersebut disampaikan berdasarkan laporan Command Center Damkar DKI Jakarta dan menjadi acuan dalam menjelaskan lokasi serta karakter bangunan pada insiden ini. Rincian lain di luar keterangan tersebut tidak disertakan karena belum tersedia dalam bahan informasi yang ada.
Berdasarkan laporan Command Center Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) DKI Jakarta, informasi mengenai kebakaran rumah makan di Rawamangun diterima petugas pada pukul 07.35 WIB. Laporan tersebut menjadi dasar bagi petugas untuk segera mengerahkan personel dan armada menuju lokasi kejadian. Pada tahap awal penanganan, petugas melakukan persiapan operasi pemadaman setelah menerima informasi mengenai adanya api di bangunan rumah makan.
Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 07.41 WIB. Setelah sampai, mereka langsung melakukan upaya pemadaman untuk mengendalikan kobaran api dan mencegah penyebarannya ke bagian bangunan lain maupun lingkungan sekitar. Sebanyak 11 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan dalam penanganan insiden tersebut. Pengerahan sejumlah unit ini dilakukan untuk mempercepat proses pemadaman serta memastikan api dapat ditangani secara menyeluruh.
Upaya pemadaman berlangsung segera setelah petugas tiba. Sekitar pukul 07.42 WIB, api disebut telah dapat dilokalisir sehingga penyebaran kebakaran berhasil dikendalikan. Pada waktu yang sama, kebakaran juga dinyatakan padam berdasarkan laporan Command Center Damkar DKI Jakarta. Dengan demikian, rangkaian penanganan berlangsung dalam waktu singkat, mulai dari penerimaan informasi pada pukul 07.35 WIB hingga api berhasil dilokalisir dan dinyatakan padam pada pukul 07.42 WIB.
Dalam laporan tersebut, tercatat terdapat satu korban luka akibat kejadian kebakaran. Tidak ada identitas korban yang dicantumkan dalam laporan yang menjadi dasar informasi ini. Data mengenai korban disampaikan secara terbatas sesuai keterangan Command Center Damkar DKI Jakarta, sementara penanganan utama petugas di lokasi berfokus pada pemadaman dan pengendalian api.
Keterangan petugas menyebut kebakaran rumah makan di Rawamangun diduga bermula saat seorang pekerja sedang memasak di area dapur. Pada saat yang sama, pekerja tersebut hendak mengganti tabung gas yang digunakan untuk kegiatan memasak. Dalam proses penggantian itu, tiba-tiba terjadi penyalaan api di dapur yang disebut berada di lantai 3 bangunan.
Api kemudian dengan cepat membesar sehingga menimbulkan kepanikan di dalam rumah makan. Pekerja berupaya melakukan pemadaman awal menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, upaya tersebut belum mampu mengendalikan kobaran api yang sudah telanjur membesar. Besarnya api membuat penanganan di lokasi menjadi sulit dan turut memicu situasi darurat bagi orang-orang yang berada di dalam bangunan.
Petugas menyampaikan bahwa pekerja tersebut mengalami luka bakar dalam peristiwa itu. Pekerja kemudian telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Keterangan tersebut menjadi bagian dari informasi mengenai rangkaian kejadian kebakaran, tanpa penjelasan lebih lanjut mengenai kondisi korban setelah menjalani perawatan.
Kebocoran tabung gas disebut sebagai dugaan penyebab kebakaran, tetapi hal itu belum dapat dinyatakan sebagai fakta yang sudah dipastikan. Penyebab pasti masih merujuk pada hasil pemeriksaan dan pendalaman petugas terkait sumber api serta kondisi peralatan di dapur. Karena itu, informasi mengenai pergantian tabung gas dan munculnya api perlu dipahami sebagai kronologi awal berdasarkan keterangan yang disampaikan, bukan sebagai penetapan akhir mengenai penyebab kebakaran.







