Korban Jiwa Karhutla di Bukit Mentigen Bertambah Menjadi Lima Orang

oleh -54 Dilihat
oleh
Korban Jiwa Karhutla di Bukit Mentigen Bertambah Menjadi Lima Orang

Kabupaten Probolinggo. Munawi | Jumlah petugas dan relawan satuan tugas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meninggal saat bertugas di Bukit Mentigen, kawasan Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru (TNBTS), bertambah menjadi lima orang. Korban terbaru adalah Munawi, warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Ia meninggal pada Senin sore, 19 Oktober 2026, setelah menjalani perawatan medis intensif di RSUD Dr Soetomo, Surabaya.

Munawi dirawat akibat luka bakar parah yang dideritanya dalam peristiwa kebakaran di Bukit Mentigen. Kondisinya memerlukan penanganan intensif di rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Kepergiannya menambah jumlah korban jiwa dari kalangan petugas dan relawan yang terlibat dalam tugas penanganan karhutla di kawasan tersebut. Peristiwa ini menunjukkan risiko besar yang dihadapi mereka saat menjalankan tugas di area terdampak kebakaran.

Bukit Mentigen berada di dalam kawasan TNBTS, wilayah yang menjadi lokasi upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan. Petugas dan relawan satgas menjalankan tugas dalam situasi yang dapat membahayakan keselamatan, sebagaimana terlihat dari luka bakar parah yang dialami Munawi. Setelah dirawat di Surabaya, ia meninggal pada Senin sore. Identitasnya sebagai warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, mengaitkan kabar duka ini dengan masyarakat di Kabupaten Probolinggo.

Dengan meninggalnya Munawi, total petugas dan relawan yang kehilangan nyawa saat bertugas di Bukit Mentigen mencapai lima orang. Kabar tersebut menegaskan besarnya dampak kemanusiaan dari kebakaran di kawasan TNBTS, selain ancaman terhadap lingkungan. Munawi menjadi korban terbaru dalam rangkaian peristiwa tersebut. Informasi mengenai waktu meninggal, tempat perawatan, serta penyebab ia menjalani penanganan medis menjadi bagian penting dari laporan mengenai bertambahnya korban jiwa karhutla di Bukit Mentigen.

Berdasarkan keterangan sumber, peristiwa yang menjadi latar bertambahnya korban jiwa karhutla di Bukit Mentigen bermula pada Kamis sebelumnya. Saat itu, enam anggota tim pemadam berada di kawasan tersebut untuk berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan. Dalam upaya itu, mereka terjebak kepungan api. Keterangan tersebut menjadi bagian penting untuk memahami bagaimana para petugas menghadapi bahaya ketika menjalankan tugas pemadaman.

Informasi yang tersedia menyebutkan jumlah anggota tim yang terjebak, lokasi kejadian, waktu secara umum, serta keadaan yang mereka hadapi. Enam orang itu berada di tengah situasi ketika api mengepung mereka. Namun, bahan keterangan tidak merinci urutan kejadian, bagaimana kepungan terbentuk, ataupun langkah yang dilakukan masing-masing anggota setelah terjebak. Karena itu, gambaran peristiwa perlu disampaikan sebatas fakta yang telah disebutkan sumber.

Kejadian tersebut menunjukkan risiko yang melekat pada upaya memadamkan karhutla, terutama ketika petugas berada di kawasan terdampak api. Dalam kasus di Bukit Mentigen, sumber secara khusus menerangkan bahwa tim pemadam berupaya menangani kebakaran sebelum terjebak. Pernyataan ini memberi konteks mengenai alasan keberadaan mereka di lokasi, tanpa menjelaskan rincian teknis operasi atau keadaan di sekitar titik kebakaran. Tidak ada pula keterangan yang cukup untuk menyimpulkan penyebab para anggota itu terkepung.

Peristiwa pada Kamis sebelumnya menjadi latar bagi perkembangan kabar korban jiwa yang kemudian diberitakan bertambah menjadi lima orang. Meski demikian, keterangan mengenai enam anggota yang terjebak tidak dengan sendirinya menjelaskan identitas seluruh korban, kondisi setiap anggota, ataupun waktu ketika jumlah korban diperbarui. Hal-hal tersebut memerlukan informasi tersendiri dari sumber yang berwenang. Dengan menjaga batas pada keterangan yang tersedia, kejadian dapat dipahami secara jelas tanpa menambahkan detail yang belum terkonfirmasi: enam anggota tim pemadam terjebak kepungan api saat berupaya memadamkan karhutla di Bukit Mentigen.

Insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Bukit Mentigen, Bromo, mengakibatkan lima orang meninggal dunia. Data korban mencakup tiga orang yang meninggal di lokasi kejadian serta dua orang yang mengembuskan napas terakhir setelah sempat memperoleh perawatan di rumah sakit. Perbedaan tempat meninggal tersebut penting dicatat untuk menggambarkan perkembangan penanganan para korban, tanpa mengubah jumlah akhir korban jiwa dalam peristiwa ini.

Sukaris, Wisnu Yuda Pratama, dan Sefril Ardiansyah dinyatakan meninggal di lokasi kejadian. Ketiganya termasuk dalam daftar korban yang tidak dapat diselamatkan setelah insiden karhutla tersebut. Informasi mengenai mereka menjadi bagian dari catatan awal dampak peristiwa di Bukit Mentigen, sementara korban lainnya sempat dibawa untuk menjalani penanganan medis di fasilitas kesehatan.

Hendra merupakan salah satu korban yang mendapatkan perawatan di RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo. Namun, nyawanya tidak tertolong ketika ia menjalani penanganan di rumah sakit tersebut. Sementara itu, Munawi dirawat di RSUD Dr Soetomo, Surabaya. Ia juga meninggal dunia selama menjalani perawatan, sehingga jumlah korban meninggal bertambah setelah sebelumnya korban lain telah dilaporkan.

Dengan meninggalnya Munawi, total korban jiwa dalam insiden karhutla di Bukit Mentigen mencapai lima orang. Jumlah tersebut terdiri atas Sukaris, Wisnu Yuda Pratama, Sefril Ardiansyah, Hendra, dan Munawi. Tiga korban meninggal di tempat kejadian, sedangkan dua lainnya meninggal ketika mendapat perawatan di rumah sakit. Pemisahan informasi berdasarkan lokasi meninggal membantu menyajikan data korban secara jelas, sekaligus menegaskan bahwa perkembangan kondisi Munawi menyebabkan angka korban jiwa resmi bertambah menjadi lima orang. Data ini merangkum seluruh nama korban yang disebutkan dalam laporan dan menunjukkan bahwa dampak insiden tidak hanya terjadi di lokasi kebakaran, tetapi juga berlanjut di fasilitas medis tempat para korban dirawat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Oemar Syarif, membenarkan bahwa jumlah korban meninggal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bukit Mentigen bertambah. Dengan perkembangan tersebut, korban jiwa dalam peristiwa itu tercatat menjadi lima orang. Konfirmasi ini disampaikan Oemar sebagai penjelasan mengenai kondisi para korban dan perkembangan jumlah korban setelah kejadian.

Oemar juga menjelaskan bahwa Munawi mengalami luka bakar serius. Tingkat luka bakar yang dialaminya diperkirakan berada pada kisaran 40 hingga 50 persen. Informasi tersebut menunjukkan beratnya kondisi yang dihadapi korban, meskipun rincian lebih lanjut mengenai penanganan medis ataupun perubahan kondisinya tidak disampaikan dalam keterangan yang tersedia.

Selain Munawi, seorang korban selamat bernama Suraji juga mengalami luka bakar serius. Oemar menyebut tingkat luka bakar Suraji berkisar 40 dan 50 persen. Keterangan mengenai Suraji membedakan kondisinya sebagai korban yang selamat, sekaligus menegaskan bahwa dampak karhutla tidak hanya terlihat dari jumlah korban meninggal, tetapi juga dari warga yang mengalami cedera berat.

Pernyataan Oemar menjadi konfirmasi BPBD Kabupaten Probolinggo atas bertambahnya korban meninggal dalam peristiwa di Bukit Mentigen. Penyampaian informasi mengenai tingkat luka bakar Munawi dan Suraji memberikan gambaran tentang seriusnya dampak yang dialami para korban. Namun, keterangan tersebut tidak memuat rincian mengenai urutan kejadian, waktu perubahan jumlah korban, maupun proses evakuasi dan perawatan. Karena itu, informasi yang dapat dipastikan dari penjelasan BPBD dalam hal ini terbatas pada jumlah korban meninggal yang kini mencapai lima orang serta kondisi luka bakar serius yang dialami kedua korban tersebut. Kejelasan atribusi penting agar perkembangan mengenai karhutla Bukit Mentigen tidak tercampur dengan dugaan atau informasi yang belum dikonfirmasi. Penjelasan resmi dari Oemar menjadi rujukan untuk menyampaikan pembaruan tentang korban jiwa dan korban selamat secara hati-hati, sembari menunggu keterangan lanjutan dari pihak berwenang mengenai perkembangan penanganan dampak kebakaran tersebut.

Baca juga: Relawan MMP Wafat, Korban Jiwa Kebakaran Bromo Menjadi Lima | Korban Jiwa Kebakaran Bromo Bertambah, Munawi Meninggal Setelah Dirawat | Brimob NTB Perkuat Penanganan Karhutla di Lima Kabupaten Kalimantan