Kota ITB Djoko Santoso Abi Suroso | Angka perkiraan tersebut didapat berdasarkan data historis selama beberapa dekade berupa hubungan suhu dan kematian di masing-masing wilayah yang menunjukkan kematian akibat cuaca ekstem, belum termasuk kematian akibat bencana kekeringan, kebakaran hutan, atau banjir. Menganalisis data dari El Nino 2015-2016 dan 2023-2024, Guru Besar Perencanaan Wilayah dan Kota ITB Djoko Santoso Abi Suroso serta Manajer Riset dan Proyek di Pusat Perubahan Iklim ITB Isnan Fauzi menemukan penurunan produktivitas lahan pertanian yang menekan produksi padi selama periode tersebut. Ekonom di Departemen Penelitian dan Dampak Pembangunan Ekonomi Asian Development Blog (ADB) Roshen Fernando mengatakan El Nino berisiko membawa dampak berkepanjangan, terutama di wilayah yang rentan seperti negara-negara berkembang yang mengalami kekeringan. Hasil studi menunjukkan ada sekitar 451 ribu orang yang berisiko meninggal dalam beberapa bulan ke depan akibat El Nino," kata Michael Greenstone, pendiri Climate Impact Lab. Indonesia menyumbang 19.300 angka kematian pada perkiraan tersebut, menempati urutan kedua setelah Nigeria sebagai negara yang paling berisiko dengan angka kematian yang diproyeksikan mencapai 31.400 jiwa. Jika Super El Niño ini benar terjadi hingga awal 2027, maka terdapat potensi pergeseran jadwal tanam pada musim hujan 2026/2027, sehingga jadwal panen akan terancam dan merambat menjadi persoalan pasokan dan kenaikan harga pangan, khususnya beras," tulis mereka di The Conversation. Menurut data, produktivitas cenderung optimal pada temperatur rata-rata tahunan sekitar 25 hingga 26 derajat Celsius. Namun, ketika temperatur terus meningkat melewati titik tersebut, produktivitas mulai mengalami penurunan secara signifikan. Gagal panen yang sangat mungkin terjadi akibat cuaca ekstrem berisiko membuat rumah tangga miskin di pedesaan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. Keluarga yang menjual ternaknya, memakan hasil panen berasnya sendiri, atau mengeluarkan anak-anaknya dari sekolah untuk bertahan hidup di tahun yang buruk, akan memulai tahun berikutnya dengan lebih miskin dan kurang produktif," tulis Fernando di laman ADB, Jumat (9/10). Menurutnya, dampak El Nino terhadap perekonomian juga semakin diperburuk dengan kondisi geopolitik seperti utang negara yang meningkat pasca pandemi, konflik di Timur Tengah, perang di Ukraina, gangguan pengiriman di Laut Merah.
Sejauh ini, anomali kenaikan suhu permukaan laut telah menyebabkan kondisi cuaca ekstrem di seluruh wilayah, termasuk Indonesia yang mengalami kekeringan hingga meningkatkan intensitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai pulau. Lantas, apa yang terjadi jika El Nino bertahan selama itu? El Nino tahun ini disebut-sebut akan menjadi yang terparah sepanjang sejarah.
Keterangan yang tercatat menyebut Kelompok yang paling rentan adalah kelompok usia lanjut, kemudian bayi," kata Emily Grover-Kopec, Direktur Energy & Climate di Rhodium Group, yang juga terlibat dalam studi tersebut. Suhu panas juga mengganggu kemampuan kognitif pekerja dalam mengambil keputusan, sehingga memperlambat reaksi dan mengurangi akurasi kerja," kata salah satu peneliti Esa Azali Asyahid, dikutip dari situs resmi UGM.
Data lain dalam laporan menunjukkan Para pakar menyebut hampir 100 persen kemungkinan dampak El Nino akan bertahan sampai 2027. Laporan terbaru dari World Meteorological Organization (WMO) pada hari Kamis (8/10) menyebut El Nino telah terbentuk secara kuat dan intensitasnya meningkat dengan cepat, prakiraan mereka menunjukkan kemungkinan hampir 100 persen bahwa fenomena ini akan berlanjut hingga Februari 2027. Indeks Nino 3.4 telah mencapai 2,5 derajat Celsius pada Agustus tahun ini dan menjadikannya Agustus terpanas dalam sejarah. Para ahli memprediksi indeks tersebut akan terus meningkat hingga menembus rata-rata positif 3,0 derajat Celsius dan bertahan hingga tahun depan. Kelompok peneliti dari Climate Impact Lab di Universitas Chicago yang berfokus pada pemetaan dampak nyata perubahan iklim global menyebut Super El Nino tahun ini diproyeksikan akan menyebabkan 451 ribu kematian akibat hari-hari yang sangat panas.
Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Tidak hanya meningkatkan suhu dan menyebabkan cuaca panas yang ekstrem, El Nino juga berisiko mengganggu stabilitas perekonomian negara. Sebuah studi menemukan hubungan El Nino dengan krisis pangan. Tidak hanya pada sektor pertanian, Tim dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) bersama Department of Economics College of William and Mary mengungkap hubungan peningkatan suhu udara dengan penurunan pendapatan dan produktivitas masyarakat secara keseluruhan. Paparan suhu tinggi menyebabkan tekanan fisik yang membuat pekerja melambat dan lebih sering beristirahat. Ia mengungkapkan sektor pertanian mendominasi produksi dan lapangan kerja di sebagian besar negara Asia Tenggara.







