JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Letkol Inf Arman ditahan oleh Polisi Militer untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan penggunaan rumah dinas di kawasan Cijantung, Jakarta Timur, sebagai lokasi operasional judi online. Penahanan tersebut dilakukan setelah muncul informasi mengenai aktivitas yang diduga berlangsung di lingkungan rumah dinas itu. Perkara ini menjadi perhatian karena melibatkan seorang perwira TNI dan berkaitan dengan dugaan pemanfaatan fasilitas kedinasan untuk kegiatan yang melanggar hukum.
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Muhammad Nas menyampaikan bahwa Arman telah diamankan dan ditahan di Pomdam Jaya. Menurut keterangan tersebut, pemeriksaan dilakukan untuk mendalami dugaan keterlibatan Arman serta mengklarifikasi aktivitas yang disebut berlangsung di rumah dinasnya. Proses pemeriksaan juga diperlukan untuk mengumpulkan keterangan dan bukti sebelum TNI menentukan langkah lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga keterangan itu disampaikan, belum ada penjelasan resmi mengenai status hukum Letkol Inf Arman. Penahanan untuk pemeriksaan tidak serta-merta menunjukkan bahwa yang bersangkutan telah dinyatakan bersalah. Status tersebut masih dapat berubah berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan yang dilakukan Polisi Militer. TNI juga belum memaparkan secara terperinci bentuk dugaan pelanggaran, pihak lain yang mungkin terkait, maupun mekanisme operasional judi online yang disebut menggunakan rumah dinas di Cijantung. Informasi lanjutan diharapkan dapat menjelaskan konstruksi perkara dan memastikan proses hukum berjalan secara transparan.
TNI menegaskan komitmennya untuk tidak membiarkan dugaan keterlibatan anggota dalam aktivitas judi online. Sikap ini disampaikan menyusul informasi mengenai penahanan Letkol Arman oleh Polisi Militer, setelah rumah dinasnya di Cijantung diduga digunakan sebagai lokasi judi online. Dugaan tersebut tetap menjadi perkara yang harus ditangani berdasarkan fakta dan keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan. Namun, secara institusional, TNI menyatakan bahwa setiap anggotanya wajib menjaga kehormatan, disiplin, serta nama baik organisasi.
Mayjen Muhammad Nas menyampaikan bahwa TNI mendukung upaya pemberantasan judi online. Dukungan itu menunjukkan bahwa institusi militer memandang aktivitas tersebut sebagai persoalan serius yang tidak boleh diabaikan, terutama apabila terdapat dugaan keterlibatan personel TNI. Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa status sebagai anggota militer tidak menjadi alasan untuk mengabaikan dugaan pelanggaran. TNI akan memperhatikan setiap informasi yang berkaitan dengan keterlibatan anggotanya dan memastikan persoalan tersebut ditangani secara tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku di lingkungan institusi.
Mayjen Muhammad Nas juga menegaskan bahwa anggota yang terbukti terlibat akan dikenai sanksi dan tindakan tegas. Penegasan ini menempatkan pembuktian sebagai dasar penting dalam menentukan langkah terhadap personel yang bersangkutan. Dengan demikian, tindakan institusi tidak didasarkan semata-mata pada dugaan, melainkan pada hasil pemeriksaan dan fakta yang menunjukkan keterlibatan. TNI juga memberikan pesan bahwa pemberantasan judi online merupakan tanggung jawab yang harus didukung seluruh personel. Komitmen tersebut diharapkan memperkuat pengawasan internal sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap TNI, tanpa mendahului proses penanganan perkara maupun menetapkan kesalahan sebelum adanya pembuktian.
Sebelumnya, TNI Angkatan Darat mengungkap dugaan aktivitas judi online yang berlangsung di salah satu rumah dalam kompleks perumahan Angkatan Darat atau KPAD, Cijantung, Jakarta Timur. Pengungkapan tersebut berawal dari laporan warga yang mencurigai adanya kegiatan tidak wajar di rumah dinas itu. Laporan tersebut disampaikan pada Minggu, 4 Oktober, setelah warga melihat aktivitas dan pergerakan orang yang dianggap berbeda dari kondisi biasanya.
Informasi dari masyarakat kemudian ditindaklanjuti oleh aparat kewilayahan. Personel Kodim 0505/Jakarta Timur bersama unsur terkait mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal. Kedatangan petugas dimaksudkan untuk memastikan kebenaran laporan sekaligus mengidentifikasi kegiatan yang berlangsung di dalam rumah di lingkungan KPAD tersebut.
Dalam proses penelusuran, aparat menemukan sejumlah indikasi yang mengarah pada dugaan operasional judi online. Namun, temuan itu tetap memerlukan pendalaman untuk memastikan bentuk kegiatan, pihak-pihak yang terlibat, serta durasi aktivitas tersebut. Pemeriksaan juga dilakukan dengan memperhatikan status rumah sebagai bagian dari lingkungan perumahan Angkatan Darat, sehingga penanganannya melibatkan unsur komando dan aparat penegak hukum militer.
Kasus tersebut selanjutnya menjadi perhatian internal TNI Angkatan Darat karena lokasi yang diduga digunakan merupakan rumah dinas. Penanganan dilakukan secara bertahap melalui pengumpulan keterangan dan pemeriksaan terhadap pihak yang berkaitan dengan rumah maupun aktivitas di dalamnya. Dugaan ini kemudian berkembang hingga melibatkan Polisi Militer, yang bertugas mendalami kemungkinan adanya pelanggaran hukum dan disiplin militer.
Laporan warga menjadi titik awal penting dalam pengungkapan kasus tersebut. Respons cepat dari Kodim 0505/Jakarta Timur dan unsur kewilayahan menunjukkan bahwa informasi mengenai aktivitas mencurigakan di lingkungan perumahan dinas segera diverifikasi. Meski demikian, status dugaan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan resmi serta proses hukum yang berjalan. Setiap kesimpulan mengenai peran pihak tertentu maupun jenis pelanggaran harus didasarkan pada bukti dan keterangan yang telah diverifikasi oleh aparat berwenang.
Pemeriksaan awal di rumah dinas yang berada di kawasan Cijantung menghasilkan pengamanan terhadap 11 orang yang diduga berperan sebagai operator aktivitas judi online. Pengamanan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh pihak yang berada di lokasi dapat dimintai keterangan mengenai kegiatan yang berlangsung, termasuk tugas masing-masing dan hubungan mereka dengan operasional situs atau jaringan yang sedang didalami. Polisi Militer juga memeriksa kondisi ruangan serta peralatan yang ditemukan untuk memperoleh gambaran awal mengenai pola aktivitas di tempat tersebut.
Seluruh orang yang diamankan dipastikan merupakan warga sipil, bukan anggota Tentara Nasional Indonesia. Mereka terdiri atas enam laki-laki dan lima perempuan. Identitas serta peran setiap orang masih menjalani proses verifikasi melalui pemeriksaan lanjutan. Status mereka dalam perkara tersebut juga belum dapat disimpulkan sebelum penyidik memperoleh keterangan yang lebih lengkap dan mencocokkannya dengan barang bukti maupun informasi lain yang dikumpulkan dari lokasi.
Dalam pemeriksaan di tempat, petugas turut mengamankan sejumlah perangkat yang diduga berkaitan dengan aktivitas tersebut. Barang bukti yang dibawa meliputi 32 unit komputer, 14 telepon seluler, dan sembilan kartu tanda penduduk (KTP). Perangkat elektronik itu dapat digunakan untuk menelusuri komunikasi, akses akun, alur pekerjaan, serta kemungkinan keterkaitan lokasi dengan pengelolaan judi online. Sementara itu, KTP diamankan untuk membantu memastikan identitas para pihak yang berada di lokasi dan mendukung proses pendataan.
Setelah pengamanan dan pendataan awal selesai, 11 warga sipil tersebut dibawa ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) untuk menjalani pemeriksaan serta pendalaman terkait aktivitas di lokasi. Langkah itu dilakukan guna mengklarifikasi keterangan para pihak dan menguraikan dugaan peran mereka masing-masing. Informasi mengenai pengamanan tersebut disampaikan berdasarkan keterangan tertulis Dinas Penerangan Angkatan Darat pada Kamis, 8 Oktober.
- Pemulangan Empat ABK Korban Penganiayaan Diwarnai Tangis Keluarga
- Operasi Gabungan Sasar Dua Kawasan Narkoba di Jakarta Barat
- <a href="https://putraturatea.com/penggerebekan-narkotika-di-kampung-boncos-dan-kampung-ambon-jakarta-barat/”>Penggerebekan Narkotika di Kampung Boncos dan Kampung Ambon, Jakarta Barat







