Lima Mahkota Balap Nasional HRI dari Penutup MFOS 2026

oleh -61 Dilihat
oleh
Lima Mahkota Balap Nasional HRI dari Penutup MFOS 2026

Jakarta | Honda Racing Indonesia (HRI) mengakhiri musim balap turing nasional 2026 dengan membawa pulang lima gelar juara nasional dari seri penutup Mandalika Festival of Speed (MFOS) 2026. Perlombaan tersebut berlangsung pada 17–18 Oktober 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pencapaian ini mencakup gelar untuk pembalap maupun tim.

Lima gelar itu menjadi hasil utama HRI pada penutup rangkaian MFOS tahun ini. Keberhasilan meraih penghargaan di dua kategori sekaligus menunjukkan bahwa capaian tim tidak hanya tercatat melalui hasil para pembalap, tetapi juga melalui klasemen tim. Rangkaian gelar tersebut menandai penutupan musim yang kuat bagi skuad Honda Racing Indonesia dalam kompetisi balap turing nasional.

Seri terakhir di Mandalika menjadi tempat penentuan akhir musim bagi para peserta. Dengan berlangsungnya perlombaan pada pertengahan Oktober, gelaran ini sekaligus menutup agenda MFOS 2026. HRI menyelesaikan kompetisi dengan total lima gelar nasional, menjadikan hasil di Lombok sebagai sorotan utama dari keikutsertaan tim pada ajang tersebut.

Perolehan gelar pembalap dan tim merupakan bagian dari hasil resmi yang diraih HRI dalam musim ini. Informasi yang tersedia mencatat jumlah penghargaan tersebut, tanpa merinci nama kategori, pembalap penerima, ataupun hasil setiap perlombaan. Karena itu, capaian lima gelar menjadi gambaran keseluruhan prestasi tim di kejuaraan, tanpa perlu mengaitkannya dengan rincian balapan yang tidak disebutkan.

Penutup MFOS 2026 pun menjadi momen bagi HRI untuk mengukuhkan hasil kompetitifnya pada musim balap turing nasional. Lima gelar juara nasional yang dibawa pulang dari Mandalika merangkum pencapaian tim dan pembalap sepanjang kompetisi. Ajang di Sirkuit Internasional Mandalika tersebut menutup musim pada 18 Oktober, setelah dua hari perlombaan digelar di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Dalam penutupan MFOS 2026, HRI mencatat tiga gelar nasional individual melalui pembalap yang tampil pada kategori berbeda. Ketiga penghargaan tersebut diraih Avila Bahar, Alvin Bahar, dan Ananda Zayn Neymar. Nama masing-masing pembalap berkaitan dengan kelas yang berbeda, sehingga capaian mereka mencakup tiga kategori balap mobil nasional. Rincian gelar ini menempatkan prestasi individu sebagai bagian dari catatan HRI pada akhir musim. Avila Bahar meraih gelar juara di Indonesia Touring Car Race (ITCR) 1.200. Gelar Alvin Bahar tercatat di Indonesia Super Touring Car Race (ISTCR) 3.600, sedangkan Ananda Zayn Neymar menjadi juara pada ITCR 1.500 non-seeded.

Gelar Avila Bahar pada ITCR 1.200 menjadi salah satu dari tiga capaian individual HRI yang disebut dalam catatan penutupan tersebut. Kategori ini memiliki nama lengkap Indonesia Touring Car Race dan penanda kelas 1.200. Sementara itu, Alvin Bahar meraih gelar di Indonesia Super Touring Car Race, yang disingkat ISTCR, pada kelas 3.600. Pencantuman nama seri dan kapasitas kelas secara jelas membedakan gelar Alvin dari dua gelar lain. Keduanya sama-sama merupakan pembalap HRI, tetapi masing-masing tercatat sebagai juara pada kategori yang berlainan. Penyebutan kelas tersebut penting agar daftar pencapaian tidak mencampur ITCR dengan ISTCR atau mengaburkan angka kelas yang menyertai setiap gelar.

Ananda Zayn Neymar melengkapi daftar dengan gelar juara ITCR 1.500 non-seeded. Penanda non-seeded merupakan bagian dari nama kategori yang harus dicantumkan bersama kelas 1.500, bukan sekadar keterangan tambahan yang dapat dihilangkan. Dengan demikian, tiga gelar individual HRI terdiri atas Avila Bahar di ITCR 1.200, Alvin Bahar di ISTCR 3.600, serta Ananda Zayn Neymar di ITCR 1.500 non-seeded. Daftar tersebut menggambarkan pembagian gelar menurut pembalap dan kelasnya, tanpa perlu menyamakan karakter masing-masing kategori. Ketiganya menjadi kontribusi individual yang tercatat dalam rangkaian prestasi HRI pada penutup MFOS 2026. Penyebutan yang tepat menjaga informasi utama tetap jelas: siapa pembalapnya, kategori apa yang dimenangi, dan kelas mana yang melekat pada gelar nasional tersebut.

Selain meraih tiga gelar pembalap, HRI juga menambah dua penghargaan melalui predikat tim terbaik di kelas ITCR 1.200 dan ITCR 3. Hasil tersebut membuat total raihan HRI dalam rangkaian penutup MFOS 2026 mencapai lima gelar. Dua kemenangan tim ini menunjukkan bahwa keberhasilan tidak hanya bertumpu pada performa individu, tetapi juga pada konsistensi para pembalap dan kerja kolektif yang mendukung mereka sepanjang kompetisi.

Di penampilan yang mendapat perhatian, Rachel Cia mengumpulkan 12 poin di kelas yang sama dengan Ananda Zayn Neymar. Capaian itu menjadi sorotan tersendiri karena Rachel sebelumnya lebih dikenal melalui kiprahnya di dunia drifting. Peralihannya untuk berkompetisi di kelas tersebut memperlihatkan kemampuannya beradaptasi dengan tantangan balap yang berbeda. Mengumpulkan poin dalam persaingan yang sama dengan Ananda juga menandai pengalaman penting bagi Rachel dalam mengembangkan potensinya di lintasan.

Alvin Bahar menilai kemunculan pembalap muda seperti Ananda dan Rachel sebagai tanda bahwa proses regenerasi berjalan dengan baik. Kehadiran mereka memberi gambaran bahwa talenta baru terus tumbuh dan memperoleh kesempatan untuk bersaing di ajang nasional. Bagi HRI, perkembangan pembalap muda bukan sekadar menambah nama dalam daftar peserta, melainkan bagian dari upaya menjaga kesinambungan prestasi dan membangun kekuatan tim untuk musim-musim berikutnya.

Alvin berharap Ananda dan Rachel dapat terus berkembang, mempertahankan semangat berkompetisi, serta meningkatkan kemampuan mereka dari satu balapan ke balapan berikutnya. Ia juga berharap keduanya mampu terus bersaing di tengah ketatnya persaingan, sekaligus menjadikan pengalaman yang diperoleh sebagai bekal untuk meraih hasil lebih baik. Dengan pembinaan dan dukungan yang berkelanjutan, para pembalap muda diharapkan dapat mengambil peran lebih besar dalam kompetisi mendatang. Bagi HRI, dua gelar tim dan kemajuan para pembalap muda menjadi capaian yang saling melengkapi: hasil musim ini sekaligus sinyal positif bagi perjalanan tim selanjutnya.

Alvin Bahar menyebut lima gelar juara nasional yang diraih Honda Racing Indonesia (HRI) sebagai buah dari konsistensi performa tim sepanjang musim. Menurutnya, pencapaian tersebut tidak datang dari satu hasil balapan saja, melainkan dari kerja berkelanjutan para pembalap, mekanik, teknisi, dan seluruh anggota tim dalam menghadapi setiap seri. Konsistensi itu menjadi penting di tengah persaingan yang ketat, ketika kesiapan kendaraan dan ketepatan strategi harus dijaga dari awal hingga penutup musim. Hasil di MFOS 2026 pun menegaskan bahwa HRI mampu mempertahankan daya saingnya sekaligus mengubah kerja keras tim menjadi prestasi di tingkat nasional.

Alvin juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga daya saing HRI pada musim-musim mendatang. Upaya tersebut, menurutnya, perlu berjalan seiring dengan pembinaan generasi penerus. Tim ingin membuka kesempatan bagi talenta muda untuk belajar, mendapatkan pendampingan, dan berkembang melalui pengalaman langsung di dunia balap. Dengan dukungan yang tepat, pembalap muda dapat meningkatkan kemampuan serta memahami tuntutan kompetisi secara bertahap. Pembinaan ini diharapkan bukan hanya memperkuat tim, tetapi juga membantu meneruskan prestasi Honda di balap nasional. Bagi HRI, keberhasilan musim ini menjadi dorongan untuk menjaga standar performa sekaligus menyiapkan lebih banyak pembalap yang mampu bersaing pada masa depan.

Presiden Direktur PT Honda Prospect Motor, Masanao Kataoka, menilai capaian lima gelar tersebut sebagai hasil yang membanggakan dan mencerminkan karakter Honda. Ia menyampaikan bahwa perusahaan berkomitmen mendukung perkembangan balap nasional, termasuk melalui keikutsertaan dan pembinaan yang berkelanjutan. Dukungan terhadap olahraga balap juga sejalan dengan upaya Honda menghadirkan kegembiraan berkendara bagi lebih banyak orang.

Baca juga: Hari Santri Nasional, LDII Jakarta Utara : Tegaskan Santri Profesional Religius, Nasionalis, dan Siap Mengabdi | Prabowo: Swasembada Pangan Jadi Modal Ketahanan Nasional di Tengah Krisis Global