Lisa BLACKPINK Hadirkan Gaya Boneka Retro di Paris Fashion Week 2026

oleh -26 Dilihat
oleh
Lisa BLACKPINK Hadirkan Gaya Boneka Retro di Paris Fashion Week 2026

KEDIRI, JAWA TIMUR — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Lisa BLACKPINK menghadiri peragaan busana Louis Vuitton Spring/Summer 2027 yang berlangsung di Cour Carrée du Louvre, Paris, Prancis, pada Selasa, 6 Oktober 2026. Kehadirannya menjadi salah satu perhatian utama dalam rangkaian Paris Fashion Week karena ia datang sebagai brand ambassador sekaligus house ambassador Louis Vuitton. Status tersebut menempatkan Lisa di tamu penting yang menyaksikan langsung presentasi koleksi terbaru rumah mode Prancis itu.

Dalam acara tersebut, Lisa duduk di barisan depan bersama para tamu undangan lainnya. Posisi itu membuatnya mudah terlihat oleh fotografer yang mengabadikan setiap momen sebelum peragaan dimulai. Sorotan kamera tidak hanya tertuju pada perannya sebagai representasi Louis Vuitton, tetapi juga pada penampilannya yang tampil berbeda dan kuat secara visual.

Lisa mengenakan gaya avant-garde yang membuat sosoknya terlihat seperti boneka Barbie hidup. Kesan tersebut muncul dari paduan penampilan yang mencolok, rapi, dan memiliki nuansa retro, sekaligus tetap memperlihatkan karakter modern yang menjadi ciri khasnya. Siluet serta detail busananya menciptakan tampilan seperti boneka yang dihidupkan dalam suasana mode kelas dunia, sehingga kehadirannya segera menarik perhatian di area peragaan.

Penampilan itu memperkuat daya tarik Lisa sebagai figur yang mampu membawa identitas personal ke dalam acara fesyen internasional. Di tengah atmosfer Cour Carrée du Louvre, gaya boneka retro yang dihadirkannya memberikan aksen tersendiri pada momen kehadirannya di peragaan Louis Vuitton Spring/Summer 2027. Para fotografer pun menjadikan Lisa sebagai salah satu pusat perhatian, mengabadikan tampilan avant-garde tersebut dari berbagai sudut.

Busana Lisa BLACKPINK di Paris Fashion Week 2026 dibangun secara bertahap melalui kombinasi tekstur, warna pastel, dan detail berukuran dramatis. Lapisan paling utama berupa atasan rajut berpotongan rendah yang menonjolkan garis leher secara elegan. Potongan tersebut kemudian dibingkai kerah ruffle besar, dengan bentuk menjuntai dari kedua bahu hingga mengitari leher dan dada. Susunan ini membuat area atas tampak lebih bervolume, sekaligus membentuk siluet yang feminin dan teatrikal.

Kerah sculptural itu tidak hadir dalam satu warna. Lapisan kain biru dan lavender disusun bertumpuk, sehingga menghasilkan aksen ungu yang terlihat berubah mengikuti arah lipatan serta pencahayaan. Permukaan berlapis tersebut memberi dimensi pada busana tanpa menghilangkan kelembutan tampilannya. Volume ruffle yang mengembang menciptakan kesan dramatis, tetapi tetap terasa ringan karena warna-warna yang digunakan berada dalam palet pastel. Perpaduan ini menghadirkan nuansa manis ala boneka secara halus, bukan dalam bentuk kostum yang berlebihan.

Di bagian tengah atasan, terdapat panel kulit hitam yang menjadi penyeimbang visual bagi warna biru, lavender, dan ungu. Panel itu dihiasi deretan kancing dekoratif, menghadirkan sentuhan tegas sekaligus memberi struktur pada material rajut yang lebih lembut. Kontras kulit dan kain bertekstur membuat detail bagian depan tampak lebih terarah, sementara garis panel membantu mempertahankan proporsi siluet.

Aksen berikutnya berada di pinggang melalui ruffle organza kuning pucat dengan tepian gelap. Detail ini dipasang secara asimetris dan membentuk peplum bergelombang yang bergerak mengikuti tubuh. Warna kuning lembutnya menambah kesan ceria, sedangkan pinggiran gelap mengikatnya dengan panel kulit hitam di bagian atas. Secara keseluruhan, tampilan tersebut disebut sebagai variasi dari look koleksi Louis Vuitton Cruise 2027, yang juga menampilkan kerah ruffle ungu bervolume serta detail ruffle pada area pinggang.

Padanan atasan beraksen ruffle dengan rok mini kulit hitam mengilap menjadi bagian penting dari penampilan Lisa BLACKPINK di Paris Fashion Week 2026. Ruffle menghadirkan tekstur yang lembut, berlapis, dan berirama pada bagian atas busana, sementara rok mini menampilkan permukaan kulit yang licin serta memantulkan cahaya. Pertemuan kedua material tersebut membentuk kontras yang jelas kelembutan dan kilau. Tekstur ruffle membuat atasan terlihat ringan, sedangkan kulit hitam memberikan garis visual yang lebih tegas pada bagian bawah penampilan. Perbedaan karakter bahan itu menjadikan keseluruhan gaya Lisa terasa lebih modern, dengan aksen retro yang tetap terlihat melalui pilihan siluet rok mini.

Di bawah rok mini tersebut, Lisa mengenakan Luna wedge pump dari Louis Vuitton. Sepatu ini memiliki ujung lancip yang memanjang dan garis bagian atas yang ramping, sehingga bentuknya tampak mengikuti arah kaki secara berkesinambungan. Hak wedge-nya dibuat melengkung, bukan berupa hak terpisah yang lurus, dan memberikan struktur khas pada bagian belakang sepatu. Detail lain terlihat pada stud kecil berinisial LV berwarna perak. Elemen tersebut ditempatkan sebagai aksen pada desain sepatu, menambahkan identitas Louis Vuitton tanpa mengubah bentuk utama Luna wedge pump yang ramping.

Louis Vuitton menyebut Luna wedge pump sebagai “an avant-garde style”. Sepatu tersebut terbuat dari kulit kambing dan dilengkapi bantalan insole memory foam. Harganya tercatat sebesar US$1.310. Hak tinggi pada desain wedge pump membantu memanjangkan siluet kaki Lisa yang terlihat dari bawah rok mini, sementara ujung sepatu yang lancip dan garis bagian atas yang ramping meneruskan kesan memanjang tersebut. Dengan demikian, kombinasi rok mini kulit hitam dan Luna wedge pump menyatukan kontras tekstur busana dengan konstruksi sepatu yang terarah, dari permukaan kulit mengilap hingga bentuk hak melengkung dan detail stud LV berwarna perak.

Pelengkap penampilan Lisa di Paris Fashion Week 2026 dipilih dengan pendekatan minimalis agar busana tetap menjadi pusat perhatian. Ia mengenakan choker emas berbentuk terbuka yang memberi aksen halus pada bagian leher tanpa mengalihkan fokus dari siluet utama. Sentuhan perhiasan tersebut dilengkapi gelang emas dan beberapa cincin yang memperkuat nuansa mewah secara proporsional. Lisa juga menampilkan kuku panjang berwarna terang, menghadirkan detail feminin yang tampak selaras dengan karakter busananya yang terinspirasi gaya boneka retro.

Untuk melengkapi keseluruhan gaya, Lisa membawa tas tangan Louis Vuitton berwarna hitam. Tas tersebut dihiasi rantai emas serta tali bermotif monogram, sehingga menghasilkan kontras elegan terhadap warna dan bentuk busana yang dikenakannya. Meski memiliki detail khas, tas itu tetap terlihat sebagai aksesori pendukung, bukan elemen yang mendominasi penampilan. Pemilihan aksesori yang terukur membuat tampilan Lisa terasa rapi, modern, dan tetap mempertahankan kesan playful yang menjadi bagian dari gaya retro tersebut.

Nuansa vintage semakin terlihat melalui pilihan rambut dan riasan. Lisa menata rambut cokelat pendeknya dalam model bob bergelombang, dengan poni yang disisir ke samping. Bentuk rambut ini membingkai wajah sekaligus memberikan kesan klasik yang lembut. Pada bagian wajah, ia memadukan eyeliner tegas dengan perona pipi merah muda dan bibir glossy. Kombinasi tersebut menghasilkan tampilan yang segar, cerah, dan playful, tanpa menghilangkan kesan glamor. Secara keseluruhan, penampilan Lisa memadukan busana bernuansa boneka retro, aksesori sederhana, tas hitam bercorak monogram, serta riasan dan rambut bergaya vintage dalam satu tampilan yang terkoordinasi.