Nana Patekar Wafat pada Usia 75 Tahun, Tinggalkan Jejak Panjang di Perfilman India

oleh -68 Dilihat
oleh
Nana Patekar Wafat pada Usia 75 Tahun, Tinggalkan Jejak Panjang di Perfilman India

SURABAYA, JAWA TIMUR — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 Oktober 2026, Kabar duka datang dari perfilman India. Aktor senior Nana Patekar dilaporkan meninggal dunia pada Kamis, 8 Oktober 2026, dalam usia 75 tahun. Ia mengembuskan napas terakhir setelah mengalami serangan jantung. Kepergian Nana Patekar menandai berakhirnya perjalanan panjang salah satu aktor penting yang telah berkiprah dalam industri film India selama bertahun-tahun. Informasi mengenai wafatnya sang aktor disampaikan setelah kondisi kesehatannya memburuk dan memerlukan penanganan medis.

Peristiwa tersebut terjadi di kediaman Nana Patekar yang berada di kawasan Dona Paula, Goa. Setelah mengalami serangan jantung, ia sempat dibawa ke Manipal Hospital untuk mendapatkan pertolongan. Namun, upaya medis yang dilakukan tidak berhasil menyelamatkan nyawanya. Nana Patekar kemudian dinyatakan meninggal dunia pada hari yang sama. Kabar ini segera menjadi perhatian karena ia dikenal luas melalui berbagai peran dalam film India serta memiliki reputasi panjang sebagai aktor senior.

Dokter menyebut serangan jantung sebagai penyebab kematian Nana Patekar. Meski demikian, pemeriksaan lebih lanjut masih dilakukan untuk mengetahui penyebab pastinya. Keterangan tersebut menjadi informasi medis yang tersedia sejauh ini, sementara pihak terkait masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan. Dengan demikian, kabar meninggalnya Nana Patekar pada usia 75 tahun telah dikaitkan dengan serangan jantung yang dialaminya di kediaman kawasan Dona Paula, sebelum ia dibawa ke Manipal Hospital. Detail tambahan mengenai kondisi terakhir dan hasil pemeriksaan belum disampaikan lebih jauh.

Rangkaian kejadian yang berujung pada wafatnya Nana Patekar berlangsung pada dini hari di kediamannya di Goa. Sekitar pukul 02.30 waktu setempat, Nana menghubungi seorang teman melalui telepon. Dalam percakapan tersebut, ia menyampaikan bahwa kondisi tubuhnya sedang tidak baik. Ia juga mengeluhkan nyeri yang terasa di bagian kiri dada.

Teman Nana segera merespons kabar tersebut dengan mendatangi rumahnya. Setibanya di lokasi, ia mendapati kondisi Nana telah semakin lemah. Keadaan sang aktor kemudian memburuk hingga ia tidak sadarkan diri. Situasi itu mendorong temannya untuk segera mencari pertolongan medis dan membawa Nana ke rumah sakit.

Nana selanjutnya dilarikan ke Manipal Hospital untuk memperoleh penanganan. Tim medis langsung berupaya memberikan pertolongan sesuai kondisi yang dihadapi. Namun, setelah menjalani penanganan, upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawanya. Nana dinyatakan meninggal dunia setelah sebelumnya mengalami keluhan kesehatan dan kehilangan kesadaran.

Urutan peristiwa tersebut menunjukkan bahwa kondisi Nana berubah dengan cepat dalam waktu singkat. Ia masih sempat menghubungi seorang teman untuk menyampaikan keluhan mengenai rasa tidak enak badan dan nyeri di dada. Tidak lama kemudian, kondisinya melemah, kesadarannya menurun, dan ia harus segera dibawa ke rumah sakit. Meski telah mendapatkan penanganan di Manipal Hospital, Nana akhirnya tutup usia.

Vishwanath Patekar, yang kemudian dikenal luas dengan nama Nana Patekar, lahir di Maharashtra pada 1 Januari 1951. Sebelum memasuki industri film, ia membangun dasar kemampuan akting melalui panggung teater Marathi. Pengalaman tersebut membentuk kedisiplinan, kepekaan terhadap karakter, serta penguasaan dialog yang kelak menjadi ciri penting dalam penampilannya. Ia mulai menapaki perfilman Hindi melalui Gaman pada 1978. Meskipun pada tahap awal lebih sering menerima peran pendukung, ketekunan dan kemampuannya menghadirkan karakter yang meyakinkan secara bertahap menarik perhatian pembuat film dan penonton.

Nama Nana Patekar semakin dikenal melalui sejumlah karya penting, lain Parinda dan Krantiveer. Perannya dalam Salaam Bombay! garapan Mira Nair turut memperluas pengakuan terhadap kemampuannya, sementara film tersebut memperoleh nominasi Oscar dalam kategori Film Berbahasa Asing Terbaik. Aktingnya dikenal intens, tegas, dan memiliki daya emosional yang kuat. Ia mampu menyampaikan dialog dengan tekanan yang khas, sehingga setiap kalimat terasa berkarakter tanpa kehilangan kedalaman psikologis. Keunggulan itu membuatnya dapat memerankan tokoh keras, penuh konflik, maupun karakter yang lebih ringan.

Jangkauan artistiknya terlihat dari keterlibatannya dalam berbagai genre melalui Tirangaa, Welcome, Ab Tak Chhappan, Apaharan, dan Taxi No. 9211. Ia juga menjajal tanggung jawab kreatif sebagai sutradara sekaligus pemeran utama dalam Prahaar: The Final Attack, yang dirilis pada 1991. Dedikasinya selama puluhan tahun di teater dan perfilman India mendapat pengakuan melalui tiga National Film Awards serta penghargaan Padma Shri. Rangkaian pencapaian tersebut menegaskan posisinya sebagai salah satu seniman penting dalam perkembangan seni peran India modern.

Di luar dunia akting, Nana Patekar dikenal memiliki perhatian terhadap persoalan sosial, terutama kesulitan yang dihadapi para petani. Ia terlibat dalam kegiatan Naam Foundation, sebuah lembaga yang berfokus pada bantuan dan dukungan bagi masyarakat yang menghadapi tekanan ekonomi serta persoalan kehidupan di wilayah pedesaan. Keterlibatan tersebut memperlihatkan sisi Nana yang tidak hanya berkaitan dengan panggung dan layar, tetapi juga dengan kepeduliannya terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian.

Nana juga memiliki keterlibatan dengan Territorial Army. Atas perannya tersebut, ia menyandang pangkat kehormatan Lieutenant Colonel. Informasi ini menjadi bagian lain dari perjalanan hidupnya di luar perfilman, tanpa mengurangi kedudukannya sebagai salah satu aktor penting dalam sejarah sinema India. Berbagai aktivitas tersebut melengkapi citra Nana sebagai figur publik dengan pengalaman dan tanggung jawab yang melampaui pekerjaannya sebagai pemain film.

Meskipun telah memasuki usia 70-an, Nana tetap aktif berkarya. Namanya tercatat dalam sejumlah proyek, termasuk Vanvaas, Housefull 5, O' Romeo, dan Subedaar. Keberlanjutan aktivitasnya menunjukkan bahwa ia masih menerima tantangan kreatif dan mempertahankan kehadirannya di industri film hingga masa akhir kariernya. Kiprah tersebut juga menegaskan konsistensinya dalam menjalani profesi yang telah membesarkan namanya selama puluhan tahun.

Aktor Akshay Kumar turut mengenang Nana sebagai sosok yang memiliki kemampuan dan karakter akting yang sulit ditandingi. Setelah kepergiannya, Nana meninggalkan seorang istri dan seorang putra, Malhar Patekar, yang telah mengonfirmasi kabar tersebut. Pemakaman Nana dijadwalkan berlangsung di Pune dengan penghormatan kenegaraan. Penghormatan itu diberikan sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya yang panjang bagi teater dan perfilman India, sekaligus menandai berakhirnya perjalanan salah satu figur paling berpengaruh dalam seni pertunjukan negara tersebut.