Pasokan BBM Bali Diperkuat, Pertamina Kerahkan 108 Mobil Tangki

oleh -681 Dilihat
oleh
Pasokan BBM Bali Diperkuat, Pertamina Kerahkan 108 Mobil Tangki

Denpasar | PT Pertamina Patra Niaga menambah pasokan bahan bakar minyak sekitar 57,9 juta liter untuk memperkuat distribusi di Bali, setelah antrean sempat terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Tambahan pasokan tersebut terdiri atas Pertalite dan Pertamax. Langkah ini ditujukan untuk menjaga ketersediaan BBM sekaligus membantu memperlancar penyaluran ke SPBU di berbagai wilayah di Pulau Dewata. Informasi mengenai penambahan pasokan itu disampaikan VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora.

Dari total tambahan yang disiapkan, sekitar 19 juta liter telah tiba di Fuel Terminal Sanggaran dan Integrated Terminal Manggis. Kedua fasilitas tersebut menjadi titik penerimaan pasokan sebelum BBM disalurkan lebih lanjut ke jaringan SPBU. Adapun sisa pasokan dijadwalkan tiba secara bertahap pada 14–17 Oktober 2026. Pengiriman bertahap dilakukan agar stok tambahan dapat masuk ke fasilitas penyaluran sesuai jadwal, lalu diteruskan untuk mendukung kebutuhan konsumen.

Penguatan pasokan ini menjadi bagian dari upaya untuk merespons kondisi distribusi yang sempat memicu antrean di sejumlah lokasi. Ketersediaan stok di terminal dan kelancaran pengiriman menuju SPBU merupakan unsur penting agar penyaluran dapat berjalan lebih teratur. Dengan tambahan volume Pertalite dan Pertamax tersebut, Pertamina Patra Niaga berupaya menjaga suplai bagi masyarakat serta membantu mengurangi tekanan pada titik-titik pengisian yang mengalami antrean. Kedatangan sisa pasokan selama rentang 14–17 Oktober diharapkan melengkapi volume yang telah diterima dan memperkuat stok untuk penyaluran berikutnya. Kitty Andhora menyampaikan rincian pasokan tersebut sebagai informasi mengenai langkah perusahaan dalam memperkuat distribusi BBM di Bali. Pasokan yang masuk secara bertahap selanjutnya mendukung pemenuhan kebutuhan SPBU sesuai alur distribusi yang berlaku. Perusahaan menyiapkan tambahan ini sebagai dukungan terhadap ketersediaan BBM di tengah upaya memulihkan kelancaran penyaluran kepada masyarakat di Bali.

Untuk mempercepat penyaluran BBM di Bali, Pertamina Patra Niaga menyiagakan 108 mobil tangki yang didukung 465 awak. Kesiapan armada dan personel tersebut ditujukan untuk menjaga kelancaran distribusi dari terminal menuju SPBU, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah meningkatnya perhatian terhadap ketersediaan bahan bakar. Pengaturan operasional dilakukan agar proses pengiriman dapat berlangsung lebih responsif dan pasokan dapat diterima oleh berbagai wilayah layanan. Dengan dukungan awak yang memadai, mobil tangki dapat dioperasikan sesuai kebutuhan penyaluran, sementara koordinasi terminal, armada, dan SPBU menjadi bagian penting dalam mempercepat distribusi.

Selain memperkuat armada, Fuel Terminal Sanggaran dan Integrated Terminal Manggis dioperasikan selama 24 jam. Pengoperasian sepanjang hari ini membantu mengoptimalkan penerimaan BBM serta proses distribusi dari fasilitas terminal. Aktivitas terminal yang berjalan berkesinambungan memberi ruang bagi pengaturan pasokan secara lebih fleksibel, termasuk menyesuaikan kegiatan penerimaan dan penyaluran dengan kebutuhan operasional. Langkah ini melengkapi kesiapan mobil tangki dan awaknya, sehingga rantai distribusi dapat bekerja lebih intensif. Kelancaran pada setiap tahap, mulai dari penerimaan BBM hingga pengiriman ke titik penjualan, diperlukan agar layanan kepada konsumen tetap terjaga.

Di sisi pelayanan langsung, sebanyak 66 SPBU di wilayah Denpasar dan Badung membuka layanan selama 24 jam. Jam operasional yang lebih panjang dimaksudkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap BBM dan membantu mengurai antrean, karena konsumen memiliki kesempatan mengisi bahan bakar pada waktu yang lebih beragam. Kitty menyampaikan bahwa perusahaan terus mengoptimalkan pasokan, kesiapan armada, serta pengoperasian terminal dan SPBU. Pernyataan tersebut mencerminkan upaya yang dilakukan secara terpadu, tidak hanya dengan menambah kesiapan kendaraan, tetapi juga memastikan fasilitas penerimaan dan penjualan beroperasi lebih intensif. Melalui penguatan di berbagai titik tersebut, Pertamina Patra Niaga berupaya mendukung penyaluran BBM yang lebih lancar bagi masyarakat Bali.

Layanan di sejumlah SPBU di Bali mulai berangsur kondusif seiring penguatan pasokan dan upaya penyaluran yang dilakukan Pertamina Patra Niaga. Meski demikian, pemulihan masih terus berlangsung agar distribusi BBM dapat berjalan semakin lancar dan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Kondisi pelayanan dapat berbeda di tiap lokasi, sehingga langkah penanganan tetap diarahkan pada SPBU yang memerlukan dukungan. Upaya tersebut menjadi bagian dari pengelolaan layanan selama antrean kendaraan masih terjadi di sejumlah titik. Pertamina Patra Niaga juga terus mengoptimalkan cara penjualan yang tersedia agar masyarakat di kawasan dengan kepadatan tinggi tetap dapat dilayani. Penyesuaian layanan dilakukan dengan memperhatikan kondisi antrean serta kebutuhan BBM masyarakat setempat.

Di sejumlah SPBU di Kota Denpasar, Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan penjualan BBM secara literan. Layanan ini terutama dijalankan di lokasi dengan kepadatan dan antrean kendaraan yang tinggi. Melalui penjualan tersebut, BBM disalurkan dalam takaran liter sesuai kebutuhan pembelian masyarakat. Sejak hari pertama pelaksanaan, penjualan BBM secara literan tercatat sekitar 5.000 liter per hari. Angka itu menggambarkan volume penjualan layanan literan sejak pelaksanaannya dimulai, bukan keterangan tentang keseluruhan penyaluran BBM di Bali. Pengoptimalan di sejumlah SPBU Denpasar ini merupakan salah satu langkah operasional yang ditempuh perusahaan dalam menghadapi situasi antrean. Pelaksanaannya berfokus pada titik yang membutuhkan layanan, terutama ketika kepadatan kendaraan tergolong tinggi.

Pertamina Patra Niaga menyatakan bahwa tujuan penjualan BBM secara literan adalah membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat saat antrean tinggi. Dengan demikian, layanan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk melayani kebutuhan di SPBU yang menghadapi kepadatan, sementara pemulihan penyaluran secara lebih luas masih berlanjut. Perusahaan terus berupaya menjaga agar pasokan dapat disalurkan dengan lancar dan kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi. Penjualan literan di Denpasar berjalan berdampingan dengan penguatan pasokan serta penanganan distribusi di wilayah Bali. Langkah ini tidak mengubah tujuan utamanya, yakni membantu warga memperoleh BBM ketika antrean meningkat. Seiring layanan di sejumlah SPBU berangsur kondusif, Pertamina Patra Niaga tetap melanjutkan upaya pemulihan dan pengoptimalan pelayanan sesuai kondisi di lapangan.

Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat di Bali untuk menggunakan bahan bakar minyak (BBM) secara bijak, sesuai kebutuhan dan peruntukannya. Penggunaan yang wajar membantu menjaga ketersediaan BBM bagi seluruh pengguna, terutama ketika upaya penguatan pasokan dan distribusi masih berlangsung. Masyarakat diharapkan membeli BBM secukupnya dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat menghambat akses konsumen lain. Dengan mengikuti imbauan tersebut, warga turut mendukung kelancaran layanan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), sekaligus membantu menjaga penyaluran energi tetap tertib dan merata di berbagai wilayah Bali.

Perusahaan juga meminta masyarakat untuk tidak menimbun BBM. Selain itu, BBM bersubsidi harus digunakan oleh konsumen yang berhak sesuai ketentuan, bukan dibeli untuk kemudian dijual kembali secara ilegal. Praktik penimbunan maupun penyalahgunaan BBM subsidi dapat mengganggu kelancaran distribusi, karena pasokan berisiko tidak tersedia bagi masyarakat yang membutuhkan dan berhak menerimanya. Tindakan tersebut juga dapat merugikan masyarakat luas, khususnya pengguna yang mengandalkan BBM untuk kegiatan sehari-hari, pekerjaan, serta mobilitas. Karena itu, kepatuhan terhadap aturan pembelian dan penggunaan BBM menjadi bagian penting dari upaya bersama menjaga distribusi tetap berjalan dengan baik.

Pertamina Patra Niaga menyatakan akan terus memperkuat pasokan, distribusi, dan pelayanan BBM di Bali hingga kondisi layanan kembali normal. Langkah pemulihan tersebut perlu didukung dengan penggunaan yang bertanggung jawab dan tidak melakukan pembelian yang melampaui kebutuhan. Masyarakat dapat memperoleh informasi lebih lanjut mengenai ketersediaan maupun layanan BBM dengan menghubungi Pertamina Contact Center 135. Saluran ini dapat digunakan untuk menyampaikan pertanyaan atau mencari informasi yang diperlukan.

Baca juga: Pemulihan Distribusi BBM di Bali: Tambahan Pasokan dan Langkah Mengurai Antrean | Mobil Listrik Terbakar di Tebet, Petugas Kerahkan Enam Unit Pemadam | Pasokan Pertalite dan Pertamax di Bali Dijamin Aman hingga Dua Pekan